Menangkap Pagi.

Mengabadikan janji di detik pagi.

Photo : Sebuah pagi di Bandung Utara / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Memandangi birunya langit di sebuah pagi yang bersahaja adalah sebuah karunia. Apalagi ternyata puncak gunung dan bukit-bukitnya dihiasi awan putih bak kapas yang murni tanpa sentuhan kesalahan. Sebuah bukti keagungan Tuhan yang wajib disyukuri serta ditafakuri.

Maka luangkanlah waktu sejenak untuk berhenti, tarik nafas perlahan dan luaskan pandanganmu. Karena momen ini tidak terjadi setiap saat. Perhatikan lekuk alam yang indah dan murninya suasana pagi serta kesegaran alami dari udara bersih di pagi hari.

Karena, hadirnya pagi yang penuh keindahan ada waktunya, ada saatnya, ada detik dan menitnya.

Photo : Sebuah pagi juga / dokpri.

Coba saja biarkan 5 hingga 10 menit, maka suasana berbeda. Belum tentu ujung bukit pegunungan terlihat lagi karena tersaput awan atau malah lebih jelas karena mentari sudah meninggi.

Klo pengalaman sih, semakin siang, makin sulit mendapatkan suasana pagi yang penuh keindahan. Maka segera tangkap momentum ini dengan kameramu, atau kameraku. Paling praktis tentu kamera di smartphone.

Cetrek, dan nikmati. Lihat lagi hasilnya dan segera bersyukur atas kesempatan ini, masih bisa melihat dan mengabadikan lukisan alam Illahi di pagi yang penuh janji. Wassalam (AKW).

Kopi Pagi

Yuk ah…. ngopay lagi.

Photo : Kopi pagi / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Dikala mentari hadir dengan kehangatan hakiki, disitulah sinergi abadi terulang setiap hari. Apalagi hari ini, birunya langit begitu memukau dengan aura ketenangan yang tiada tara. Sungguh nikmat karunia kehidupan dari Allah SWT yang wajib disyukuri dan ditafakuri.

Hembusan angin yang lembut menyapa wajah hingga ke hati, menenangkan nurani dan memberikan tambahan semangat berbakti sesuai dengan tugas dan target hari ini, besok dan lusa lagi.

Maka jangan disia-siakan momentum ini, ambil kesempatan dengan meraih smartphonemu, bidik… abadikan…

Cekrek!…

Frame indahnya pagi yang membiru sudah berhasil terdiam di memori handphone. Dengan sentuhan kasih sayang teknologi, maka tanpa berlama-lama akan segera berkelana di dunia maya melalui proses upload di media sosial dengan beraneka tagar dan caption serta tring…..

…..menanti respon siapapun didunia sanaaa.

Eh ada yang lupa, ambillah secangkir kopi hitam tanpa gula dan abadikan bersama pagi yang ceria.

Hati-hati dengan penantian respon di medsos berupa like, jempol dan juga komentar. Biarkan itu berproses, jangan terjebak oleh banyaknya jempol dan komentar di medsos kita, karena itu adalah kenikmatan semu belaka.

Paling penting adalah sebuah nikmat syukur atas lukisan tuhan pagi ini sudah diabadikan dan tentu disyukuri dengan dzikir serta kerendahan hati.

Selamat pagi, selamat menyeruput kopi dan memaknai pahitnya kopi ternyata menyimpan manisnya rasa syukur yang sangat berarti. Wassalam (AKW).

Berjemur yuk…

Yuk ikutan menikmati sapaan sinar mentari pagi..

Photo : Berjemur dulu / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Aktifitas yang satu ini menjadi trend sekarang, apalagi dengan serbuan seruan serta anjuran dan kekhawatiran plus kebosanan karena memenjarakan diri di rumah alias #stayathome demi melawan wabah pandemi yang mencengkeram negeri, pasti perlu celah pelarian.

Dilengkapi dengan peran media sosial yang bisa menyalurkan hasrat narsis agar diketahui buanyaak orang…. dilengkapi aneka tantangan untuk mengajak posting aktifitas ini dengan gaya – gaya unik.

Maka…. terpaparlah diri ini untuk ikutan menampilkan sisi diri yang sedang beraktifitas moyan alias berjemur di pagi hari dikala sang mentari baru beberapa waktu menghangatkan bumi.

Photo : Berjemur bersama bueuk / dok kang ATH.

Kalau punggung yang kena sinar mentari maka disebutnya ‘moto’ alias ‘moè tonggong‘ dan jikalau wajah tersinari langsung maka istilahnya motar (moè tarang)…. ada juga istilah moè korong, itu istilah yang disematkan kepada para ‘layangan hunter‘ alias pemburu layangan putus akibat beradu kuat di angkasa. Istilah ini hadir karena wajah sang pemburu akan senantiasa menengadah ke langit melihat layangan yang sedang bertanding, dan jikalau ada yang putus, maka segera dikejar demi mendapatkan kepuasan… yap kepuasan. Dengan efek samping sang upil (korong) mengering karena terpapar sinar mentari sepanjang hari.

Hasilnyapun lebih ke kepuasan batin saja, karena mayoritas layangan yang didapat dalam kondisi robek karena rebutan dengan hunter cilik lainnya… asli memang, terasa menyenangkan, tertawa dan terkadang bersitegang rebutan layangan putus….. ah pengalaman masa kecil yang tak terlupakan.

Photo : Berjemur bersama kucing dan kawan / dokpri.

Back to topik… di medsos berseliweran anjuran tentang waktu yang baik untuk berjemur alias moyan. Ada yang menyebut maksimal sampai jam 09.00 wib ada juga yang menyarankan jam 10.00 supaya imun tubuh bertumbuh. Ada juga yang berjemurnya dianjurkan diatas atap rumah sambil bolak-balik kayak ikan asin dan telanjang dada.. teteh, ibu-ibu dan ma nini mah jangan yaa… tetap harus menutup aurat… bahayyya.

Maka di medsos berseliweran photo aktifitas moyan ini, dari yang normal hingga yang rada-rada nyleneh bin unik… itulah warga negeri +62.

Diriku juga tentu tidak boleh ketinggalan, mari posting berjemur dengan segala gaya dan keadaan. Tidak usah protes ataupun terkejut, itulah salah satu cara mensyukuri hidup dalam suasana yang sangat berbeda akibat gempuran virus corona yang mencengkeram dunia.

Photo : Jemur full body / dokpri.

Mari berjemur tetapi tetap mengukur waktu dengan teratur, jangan sampai terlalu lama karena khawatir ada efek lain, yaitu kulit menghitam dan terbakar… bahaya itu, apalagi pas berjemur lihat mantan berjemur berduaan, pasti yang terbakar bukan hanya kulit tapi juga tembus ke hati.. sakiiit dan panaasss… aw.. aw.. aw.

Udah ah, mau berjemur dulu sambil rebahan supaya sinar mentarinya hadir merata ke sekujur tubuh dan raga. Tidak hanya muka tetapi seluruh jengkal tubuh bisa merasakan hangatnya sinar mentari yang perlahan tapi pasti semakin panas dan nèrèptèp (panas banget)…. udah ah.

Selamat beraktifitas pagi ini, sempatkan berjemur dan senantiasa bersyukur. Wassalam (AKW).

Kopi Tupoksi.

Kerja dulu baru sruput… eh sruputt dulu, baru kerjaa.

GARUT, akwnulis.com. Secangkir kopi hadir mengawal pagi, secercah harap berkumpul dalam tumpukan data yang lengkap dikelilingi kerangka pekerjaan yang relatif tetap.

Sebelum map pekerjaan dibuka maka sajian kopi dulu yang lebih dulu berhadapan dengan muka. Biarkan sruputan perdana menjadi penyemangat rasa dan selanjutnya berjibaku dalam diskusi penuh makna.

Jadi, jangan ragu bahwa seiring pekerjaan yang rutin sepanjang hari selalu ada sisi-sisi penting yang wajib disyukuri. Selain rasa syukur memiliki pekerjaan yang pasti, sekaligus rasa syukur bisa menyeruput kohitala berulang kali…. gratis lagi hehehehe.

Selamat pagi kawan, selamat bergelut dengan tupoksi*) serta jangan lupa ngopi. Wassalam (AKW).

***

*)Tupoksi : Tugas Pokok & Fungsi.

Kopi Briefing.

Senin pagi antara kemacetan, kopi dan tugas mendadak.

Photo : Kopi Briefing / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Senin pagi begitu penuh tekanan, karena minggu adalah hari bersama keluarga dan lupakan (sementara) kerjaan…. senin pagi semua kembali harus dikerjakan dilengkapi dengan hadangan kemacetan di beberapa titik perjalanan plus sebelum berangkat masih ingin berlama-lama menggendong anak kesayangan.

Tapi, show must go on…

Brengkooot… (baca : berangkat), …. cusss.

Benar saja, kemacetan langsung menghadang di depan komplek perumahan, kelihatannya semua janjian berangkat pada waktu yang sama.. jadi weh numpuk….

Kesabaran dan ketenangan yang menjadi kendali, begitupun google map juga dibuka untuk menghasilkan prediksi waktu untuk tiba di tempat apel bersama….. bersenandung lagu kesayangan yang nggak jelas kedengarannya tapi bagi diriku begitu merdu…..

La.. lala… laa..
Du du du…. duduuuuu….

Alhamdulillah, apel pagi sempat dihadiri dan dilanjutkan briefing pagi di kantor sementaun (sementara beberapa tahun) yang berjarak 3 km ke arah utara dari area gedung sate.

Bukan materi briefingnya saja yang menarik tetapi sajian kopi paginya yang mendamaikan hati…. serta sebuah perintah selanjutnya adalah harus bergerak pergi menuju Kota Garut untuk tunaikan tugas di hari ini. Wassalam (AKW).

TEGURAN PAGI – puisi.

Puisi curhat jadikan senin semangat.

Photo : Bayangan kesendirian / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Udah lama nggak nulis puisi maksa yang berisi curhat colongan (curcol), nulis aah :

TEGURAN PAGI

Pagi cerah di senin ceria
Ternyata hadirkan peristiwa
Yang mungkin tak terduga
begini kronologisnya

Datang lebih dulu
tanpa mengharu biru
ambil posisi barisan nomor satu
langsung abadikan bayangan yang melaju

Disaat semua hampir siap
Ternyata komandan yang ditunjuk tidak ditempat
Semua menolak tanpa berharap
Akhirnya mencoba menjadi pelengkap
Maju ke depan dengan terhormat

Ternyata….

Menggantikan seseorang
Tidak cukup niat baik
Harus siap dengan segala hal
Termasuk perlengkapan perang

Akhirnya bukan puji yang didapat
Tetapi teguran karena tidak lengkap
Atribut oke kecuali peci hitam mengkilat
Jadi judul kedisiplinan sikap

Koreksi adalah sebuah perhatian
Yang dilontarkan oleh pimpinan
Menjadi cambuk untuk menjaga kedisiplinan
Hari ini esok dan masa depan

Itulah sekelumit kisah
Di Senin pagi yang cerah
Tidak perlu menjadi resah
Tunjukan disiplin dengan sumringah.

Cemungguuutt… Eaaaa.

Wassalam (AKW).

Pagi & Sendu di Pangandaran.

Menjejak pagi yang menyisakan kenangan sendiri.

Photo : Kopi & pilu / dokpri.

PANGANDARAN, akwnulis.com. Pagi ini mentari masih sembunyi dibalik awan kelabu, hempasan angin pantai menitipkan sebuah rasa pilu, disitulah aku menemukan dirimu, tergeletak pasrah tanpa daya ditemani harapan semu.

Ingin bertanya padamu, tetapi yang hadir hanya ragamu. Asumsi menyelimuti kalbu, mungkinkan kamu adalah salah satu yang tertinggal dari kawananmu?… atau meloncat terlalu jauh dikala ombak menghempas pantai?… atau mungkin ragamu sudah berpisah dengan ruhnya di laut sana dan terbawa gelombang kesini tanpa bisa mengadu?… entahlah,
……..aku tidak berharap jawaban karena ragamu sudah damai terdiam.

Secangkir kopi yang dibawa untuk dinikmati, sekejap berubah tawar dengan rasa yang dilingkupi kesedihan.

Sebuah penghormatan atas kejadian yang menimpamu, aku sandingkan segelas kopi ini dengan ragamu yang terdiam tanpa kata-kata perpisahan. Menemani meskipun hanya sesaat ini.

Photo : Suasana sendu di Pantai Timur Pangandaran / dokpri.

Selamat jalan, semoga damai menyertaimu.

Perlahan pergi meninggalkanmu yang sudah berdamai dengan kenyataan, selamat menjalani pagi yang pilu di pantai timur pangandaran. Semoga seiring mentari beranjak meninggi, cuaca akan menjadi cerah dan harapan kehidupan kembali merekah.

Selamat beristirahat kawan kecilku, meskipun baru bersua dengan ragamu di pagi sendu, tetapi yakin bahagia dan damai sudah menantimu. Selamat tinggal ikan kecilku. Wassalam (AKW).

Menikmati pagi

Sarapan pagi menjaga energi diri.

BANDUNG, akwnulis.com. Hari kedua masuk kerja setelah libur lebaran tentu penuh semangat dan harapan. begitupun untuk menjaga mood yang lagi bagus ini, sajian minuman pagi dan berita di koran merupakan kombinasi yang sempurna.

Makanannya apa?”

“Ih kepo kamuh… aku mah lagi bahas minuman”

“Payah deh”

Komentar yang bikin panas kuping dikesampingkan, biarkan dia ngoceh dengan segala ke-tahu-annya. Yang pasti sarapan eh.. minuman pagi ini tidak terganggu, bisa dinikmati sembari meniti pagi ditemani semburat mentari yang sinarnya sudah menelisik ke ruang kerja ini.

Koran PR hari ini menjadi santapan kekinian, informasi menjadi sesuatu yang penting, meskipun cara memilah dan memilih informasi… itu yang sangat penting.

Oh ya, minuman yang tersaji bukan kopi karena ini mah dibujeng-enggalna (harus tersaji cepat), jadi teteh putih…. eh teh putih yang bisa disajikan cepat dan tentu nikmat.

Yang penasaran teh putih… Klik aja ‘Menikmati Teteh Putih’.

Cukup diseduh pake air panas, eh.. tehnya kira-kira 2 jumput… ya sekitar 20 buah pucuk teh.. klo yang moo diitung dulu monggo.. yang jalur kira-kira juga mangga… hidup itu khan pilihan…. tunggu 5 menit dan..
.. nikmatiiii…. tapi perlahan-lahan nyuruputnya.. panas lho.

Praktis khan?… klo ada panggilan ibu bos… tinggal caw… dan nggak ribet musti beresin peralatan.

“Jadi ngopi brenti?”

“Ya enggak atuh…. ini mah hanya variasi saja….. Hidup khan harus berwarna”

Bisa aeee…..

Akhirnya pagi cerah dan teteh putih mengantarkan sang pagi menuju siang tanpa basa-basi. Wassalam (AKW).

Sarapan Goim-Jekisam

Mencoba sarapan dengan jenis makanan yang berkualitas, tapi kok rasanya asing?

Photo : Sajian Sarapan Goim-Jekisam/ dokri.

PURWAKARTA, akwnulis. Pagi meninggi dan mentari berseri. Ada kewajiban diri yang tak bisa dihindari. Apa itu?… makan pagi.
“Hahaha, kirain boker.. eh buang air besar”

“Ah kamu mah mikirnya itu aja, dasar obok!”

Makan pagi alias sarapan, sangat dianjurkan. Mayoritas gaya hidup dan gaya diet mensyaratkan sarapan alias makan pagi.

Ingat yaa…. makan pagi.. sarapan.. makan pagi!!!

“Bukan makan nasi?”

“Bukannn… tapi makan pagi”

“Ah nggak kenyang makan pagi mah, aku tetep makan nasi”

“Ih ngeyel kamu, cubiit geura”

***

Sarapan pagi tidak harus nasi, atau aneka karbohidrat saja. Bisa lontong, bubur, leupeut, kupat, hucap, bacang, lemper, tangtang angin, buras, jagung, kentang, talas, ubi, singkong…. trus golongan gorengan seperti bala-bala, gehu, rarawuan, comro, misro, karoket, lumpia, dan gorengan lainnyaaa…. eh semuanya karbo ya????

Iyaaaa….. 🙂 🙂 🙂

Ada juga yang sarapan dengan minum kopi doang dan rokok, atau gorengan dengan rokok, atau buah-buahan, atau dengan sereal dan banyak pilihan lain.

Tapi kembali ada hal yang hakiki dimana sarapan ini menjadi seni mensyukuri. Sebuah momen yang harus dipahami sebagai bagian penting kasih sayang Allah SWT. Karena mungkin saja, saudara kita dibelahan dunia lain atau mungkin tetangga kita masih kesulitan untuk mendapatkan sarapan di hari ini.

Eh ada juga yang tidak sarapan dengan yang disebutkan tadi, tetapi cukup teguk setetes madu dan 2 sendok teh cairan virgin coconut oil (vco), ini aliran diet ketofastosis (klo nggak salah).

Klo yang sarapan buah-buahan itu biasanya aliran diet food combining, atau memang penyuka buah yang sudah konsisten istiqomah.

Tetapi rasa bosan itu terkadang menghinggapi, sehingga perlu variasi dan inovasi dalam sarapan di pagi hari.

Menu diawal tulisan ini mencoba mewakili. Alhamdulliah rasanya jadi aneh dan menantang. Padahal dipilih potongan jeruk yang berkualitas, goreng ikan mas yang menggugah selera serta sambel dadak yang begitu menggiurkan.

“Tapi kok rasanya aneh dan asing?”

Akhirnya disadari bahwa menggabungkan sesuatu yang menurut kita enak dan baik belum tentu berujung baik manakala komposisinya tidak tepat. Kecuali emang nekat, ya monggo tanggung reskio eh resiko sendiri.

Nama sajian ini GoimJekisam (Goreng Ikan Mas Jeruk Sunkist Sambel). Rasanya campur-campur, manis asin hanyir pedas heu heu heu…..

“Berani?… silahkan cobaa!!”

Photo : Secangkir kopi luwak ala-ala / dokpri.

Tidak lupa secangkir kopi luwak ala-ala dengan metode seduh biasa, disajikan menjadi teman sarapan pagi ini.

Selamat sarapan dan makan pagi setiap pagi kawan, jangan sarapan yang macam-macam juga jangan macam-macam dengan sarapan. Wassalam (AKW).