Rakutak kopi di ARMOR.

Sruput rakutak..

CIMAHI, akwnulis.com. Kehadiran cafe atau resto atau kedai yang mengusung salah satu pilihan menu Kopi hitam tanpa gula (kohitala) semakin banyak hadir di tempat yang kebetulan menjadi tempat beredar atau perlintasan karena suatu urusan.

Tentu kafe inipun tidak melulu menghadirkan kohitala, tetapi bejibun menu yang hadirkan berbagai pilihan yang menyisir berbagai kalangan khususnya millenial dan para pihak yang masih semangat millenial padahal…. sudah masuk generasi kolonial hehehehe.

Jadi mampir kesinipun dituntun oleh jalan takdir, karena pas lagi menanjak di jalan raya kolonel masturi Cimahi utara… eh memasuki wilayah Kabupaten Bandung Barat, ada plang cafe baru dan sudah jelas pasti ada sajian kopi-nya, pasti da.

Jadi nggak menggunakan banyak pertimbangan, langsung kurangi kecepatan pasang sein gupay (pake tangan melambai-lambai).. sein kiri maksudnya dan beloklah pada halaman parkir yang begitu luas…. menyenangkan. Apalagi pas lihat jam di handphone, masih ada waktu sekitar 45 menit sebelum tiba waktu janjian.

Aihh janjian sama siapa Kakak?”

“Ups… jangan ribut ah, kepo aja kaww…”

***

Nama Cafenya ARMOR KOPI, buat yang sering ngopay di sekita kota bandung diyakini sudah tahu lokasi cafe yang berada di daerah jalan Bukit Pakar Utara Ciburial dan juga di jalan sersan bajuri Cihideung arah lembang. Nah sekarang hadir juga di daerah kolmas cimahi utara dan inilah ternyata tempatnya.

Masuk ke cafenya suasana homy begitu terasa, nuansa gudang besar masa lalu langsung berubah karena telah disulap menjadi cafe yang go green, penuh dengan tumbuhan dan udara segar bandung utara serta menggunakan desain warna warni cerah yang memanjakan mata, maka pilihan ngopi kali ini semakin bermakna.

Kopi yang dipilih kali ini adalah jenis kopi arabica yang berasal dari Gunung Rakutak Cianjur sehingga dinamai Kopi arabica rakutak. Dilanjutkan oleh sajian kopi dingin Javanesse Gununghalu honey yang semakin melengkapi kenikmatan kohitala kali ini.

Tadinya ingin menulis tentang profile rasanya, tapi inget ada yang komplen, katanya cuman ngabibita saja (cerita doang hingga bikin pembaca kepengen, tapi nggak pernah ngajakin ngopi…😀😀😀)… jadi biarkan masuk ke ranah misteri dan membuat penasaran saja, meskipun saya simpulkan bahwa sajian kohitalanya banyak pilihan, barista-nya jagoan, salah satunya Kang Umay dan suasana cafenya luas – segar – menyenangkan. (AKW).

MIMITI coffee.

Mlipir dulu ke Mimiti Coffee.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah sajian Arabica Pangalengan Jabar dengan metode manual brew dengan kalita sudah ada di depan mata. inilah kisahku selanjutnya dalam perjalanan mencintai kohitala (kopi hitam tanpa gula).

Bodynya medium dengan acidity medium ke strong, dan aftertastenya muncul rasa lemonatau jeruk peres dengan sejumput manisnya madu dan gula merah, meskipun hanya sekilas tapi ikhlas.

Suasana cafe yang enak, ada ruang ber-AC, jelas inih mah no-smoking dan diluarnya berjajar meja kursi dari kayu dibawah pepohonan yang tinggi dan rindang, juga berdampingan dengan restoran yang menyajikan aneka makanan berat jikalau ingin memenuhi lambung selain menyeruput kopi sambil kongkow alam rangka mendamaikan hati sambil menikmati hari.

Lokasinya di Jl. Sumur Bandung No.14 Lb. Siliwangi Coblong Kota Bandung yaitu MIMITI coffee & space.

Harga sajian manual brew pake kalita 40ribu, jadi mungkin sesekali aja kecuali ada yang ngajak dan bayarin hehehe.

Selamat wiken sambil belajar mencintai kopi. Wassalam (AKW).

Kopi KOMA

menikmati Satu titik dua koma…

Photo : Japanese Arabica Gayo by Kopi KOMA / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Tangan mungil menulis di atas kertas pink wangi mawar, –satu titik dua koma, kamu cantik aku cinta-……… ahaay gombalan jadul anak 90an kembali hadir menggoda pikiran… ternyata waktu berlalu begitu cepat dan tak terasa, kepala 4 sudah di tangan, jangan macam-macam, tinggal bagaimana menata diri dan memastikan tujuan dalam kehidupan.

Sruput dulu…… nikmaat.

Segelas japanesse arabica gayo menemani hari ini, memberi rasa cerah ditengah suasana kesibukan yang begitu silih berganti bertubi-tubi. Cafenya simpel tetapi ciamik dengan harga sajian yang terjangkau, 25ribu.

“Dimana ini teh?”

inihh jawabannyaa…… Itu tadi nyambung sama gombalan jadul, nama cafenya KOMA kopi. Alamatnya di Jalan Siliwangi Bandung di seberang bank Mandiri. Cafenya simpel berlantai 2 dengan konsep minimalis tapi manis. Cocok buat nongkrong sendirian sambil mendamaikan pikiran dan lebih cocok tandem sama pasangan, bisa juga buat kumpul nyampe 10 orang di lantai 2 nya.

Ah udah ah… gitu aja dulu yaah. Wassaalam (AKW).

Kopi Baretto – Tasikmalaya.

Menyeruput kenangan sambil mengingat-ingat kopi.

Photo : Sang barista sedang siaga / dokpri.

TASIKMALAYA, akwnulis.com. Jika ingat masa lalu, maka kenangan membuat hati bertalu-talu. Terkadang senyum dalam sendu ataupun tertawa tersipu-sipu, tapi itu dulu.

Kenangan adalah catatan hidup yang tak lekang oleh jaman, tak pupus oleh waktu, tersimpan di memory super terhebat yaitu otak manusia.

Ayo ngapain ngebahas masa lalu?”

‘Inii”... Telunjuk mengarahkan mata, melihat bangunan rumah heritage dengan tulisan nama “Baretto”.... ditulisnya gitu double t, tapi nyambung dengan rumah kuno yang resik, maka langsung nyambung bahwa baretto ini adalah ‘bareto’ dalam bahasa sunda yang artinya : masa lalu alias masa silam.

Photo : Suasana cafe baretto penuh kenangan / dokpri.

Dann….. yang.menarik tentang ‘masa lalu’ eh ‘baretto’ ini adalah sebuah cafe kopi yang sekaligus menyajikan aneka makanan berat plus cemilan dengan nama-nama yang khas… tapi nggak bahas makanan ah, entar klo penasaran, mampir aja yaa… Alamatnya di jalan Galunggung No. 22 Kota Tasikmalaya Jawa Barat

“Langsung ngopay ini teh?… ngopi apa brow?”

Berondongan pertanyaan, segera ditanggapi santai, “Alhamdulillah kang, cuman nyobain Manual brew Taraju arabica, Javanesse Karaha bodas dan manual brew v60 arabica Brazil.”

“Wadddaw… itu mah rewog vissaan”

“😀😀😀😀😀….. Alhamdulillah.”

Photo : Kopi Taraju / dokpri.

Sajian pertama adalah manual brew v60 arabica Taraju Tasikmalaya, Sang barista Kang Wisnu meninyuh… eh menyeduh bubuk kopi dengan temperatur air 90° celcius… 15gr bubuk kopi siap ber-ekstraksi…. clak…. clak… clak… keclak…

Disajikan dengan menggunakan teko keramik biru dan cangkir kecil merah, membuat suasana tabrakan warna ceria, tapi tidak mengapa karena yang dilihat bukan packingnya tapi kopi isinya… meskipun klo packing bagus… seneng juga memandangnya hehehe.

Kopi taraju ini profile bodynya strong dan acidity medium dengan after tastenya ada selarik lemon dan manis madu hutan.

Srupuuuut…. bersambung*)

********

Photo : Japanesse Karaha bodas & buku-buku / dokpri.

Eh nggak jadi, dilanjut ahhh….. ke sajian selanjutnya.

Kedua adalah sajian kopi dingin arabica karaha bodaa dengan metode japanesse, atau manual brew v60 yang langsung ditampung oleh es batu yang berserak di gelas server…. kebayang suegeeeernyaaah.

Eh bener aja… dingiiiin (khan pake es). Body medium dan acidity cenderung medium ke low, cukup menyegarkan untuk pemula atau sebagai pelengkap dari sajian kopi taraju tadi.

Srupuut… glek.. glek… srupuuut… glek.. glek…. habiiiis.

Sekali lagi ah, langsung memanggil pelayan dan kembali pesan kopi panas kohitala dengan pilihannya kopi brazil, manual brew v60.

Ternyata rasa dan harumnya biasa saja, atau karena ini ngopi yang ketiga?…. penasaran, maka berbincang ringan dengan sang barista. Dia meng-iya-kan jika profile kopi brazilnya memang begitu, tapi khan ada juga konsumen yang pesen kopi bukan dari rasa tapi sensasi gengsi…. udah minum kopi luar negeri.

Inilah beberapa kopi yang bisa di cicipi di cafe Baretto yang asri. Bangunan kuno yang disulap menjadi cafe homy dengan sajian makanan minuman yang relatif lengkap serta fasilitas mushola, kamar mandi yang cukup luas ditambah beberapa buku-buku bacaan baik novel, biografi dan juga buku tentang kopi.

Selamat menikmati kenangan di Cafe Baretto, sambil menyeruput secangkir demi secangkir kohitala yang miliki aneka rasa, karena dibalik kepahitan kopi banyak rejeki yang harus disyukuri dan ditafakuri. Hatur nuhun, Wassalam. (AKW).

***

Kopi Bunar di Ruang Gelap

Menulis lagi sambil menikmati ‘disayang-sayang’…

Photo : Sang Barista Ruang Gelap / dokpri.

CIAWI, akwnulis.com. Kali ini sebuah tulisan sederhana tentang perjalanan dan pengalaman diri, setelah beberapa hari sedikit terganggu untuk mengisi blog ini karena tergoda oleh content creator di medsos.

Maksudnya waktu luang yang disempet-sempetin menulis, terenggut oleh keasyikan belajar bikin konten buat di IG sehingga jargon ‘One Day One Article‘ agak terancam.

Untungnya kembali sadar dan kembali ke khittahnya, ngisi blog dengan kumpulan kata dan jalinan kalimat.

***

Sebuah kalimat tiba-tiba terlintas di kepala, ini bunyinya :

…..***Belajarlah mencintai sesuatu maka semesta akan membantu***

emhh…. kayaknya pas tuh buat diriku yang sedang belajar mencintai sesuatu.

“Pas gimana sih, kamu mah suka maksa nyambung-nyambungin ih”

Senyumin aja, karena tidak semua paham dengan kecintaan kita terhadap sesuatu. Yang pasti pengalaman membuktikan, bahwa kemanapun melangkah, selalu dimudahkan untuk bersua dengan sesuatu.

“Tau lah, pasti kopi khan?

“Benerrr, kamu jagoan”

“Bosen ah, coba cerita yang lain”

“Sabar donk ih, baca aja atuh”

Jadi inilah salah satu ceritanya…… Nah jikalau kita belajar mencintai maka berilah perhatian sepenuh hati, maka minim sekali kemungkinan bosan karena cintanya tanpa pamrih, begitupun dengan berusaha mencintai kopi…..

……Kemanapun bergerak raga ini, mayoritas sih urusan kerjaan, maka kedai kopi yang menyajikan kemurnian Kohitala selalu hadir dengan mudahnya…… booming bisnis kopi terutama di jawa barat memberi peluang usaha dengan menjamurnya cafe atau kedai atau warung kopi dengan kopi berkualitas dan proses manual brew yang berkelas. Maka begitu mudah untuk mencarinya, pesen, minum dan nikmati…. eh jangan lupa bayar yaaa.

Photo : Sajian kopi Bunar disayang-sayang / dokpri.

Cara mengapresiasinya ya itu tadi, belajarlah mencintainya meskipun dengan syarat ‘tanpa gula’ dan tanpa unsur lain, hanya bubuk kopi dan air panas beserta saringan yang boleh mewujudkan rasa kemurnian.

“Jadi semesta membantu itu gitu maksudnya?”

Yup, dengan diberi kemudahan bisa nongkrong dan ngopay di berbagai tempat tanpa perlu cape-cape merencanakan, itu adalah karunia dan dukungan semesta.

Seperti hari ini, bisa menikmati suasana cafe yang berbeda dengan atmosfer kebersamaan yang kental, diskusi komunitas termasuk para petani muda yang peduli dengan cara bertani kopi plus meningkatkan nilai petani dan produknya, plus barista yang riang penuh semangat memajukan kopi asli Tasikmalaya yaitu Kopi Bunar… Kamu keren.

Ruang gelap adalah nama cafe kopinya, berlokasi di samping belakang indomaret di pertigaan arah terminal Ciawi Kabupaten Tasikmalaya. Sajiannya adalah single origin bunar yang diproses wash, natural dan honey proses.

Photo : Suasana Cafe ruang gelap / Dokpri.

Nama lain kopi bunar honey adalah ‘disayang-sayang kopi’, agak terdiam dan mikir sejenak, tapi…. bener juga, honey atau hanni memang harus disayang-sayang.. aww.. aya-aya wae.

Sajian V60 dan japanessenya.bikin siang menjelang sore ini makin ceria. Kang Dani barista menyeduh sambil bercerita termasuk tentang ruang gelap, “Penasaran?... klo pas perjalanan bandung – tasikmalaya atau sebaliknya, maka memasuki wilayah ciawi, segera siap-siap untuk berhenti sejenak dan bersua dengan kopi bunar yang miliki rasa khas tiada tara.

Yuk Ngopi dulu yuk. Wassalam (AKW).

***

Air Panas Alami Hotel Tirta Gangga.

Sekilas tentang kolam renang di Tirta Gangga Hotel.

Photo : Kolam renang air panas Tirta Gangga / dokpri.

CIPANAS, akwnulis.com. Beredar di sekitar kaki gunung Guntur kabupaten Garut tepatnya di daerah Cipanas tentu akan dimanjakan dengan bejibun hotel, villa, penginapan hingga rumah-rumah penduduk yang memiliki akses menikmati air panas alami.

Bisa langsung di kamar hotel masing-masing (tentu dengan harga yang lumayan), atau bergabung di kolam renang yang tersedia di hotel, atau bisa juga di ruangan-ruangan bak air panas private yang bisa disewa untuk berendam dalam kepanasan… tinggal memilih saja, disesuaikan dengan kebutuhan.

Apakah berlibur atau berjalan-jalan bersama keluarga?... atau kebetulan harus bekerja dalam bentuk rapat, seminar dan sebagainya, serta hanya tempat relaksasi setelah seharian menjadi konsultan/pemateri dalam acara di garut kota. Tinggal sesuaikan dengan budget dan kebutuhannya. Buat pesan hotel, villa atau penginapan saat ini sangat dimudahkan dengan adanya aplikasi dan jangan lupa rupiah yang ready di mobile banking, jadi cepet semuanya… transaksi cepat dan duit ludesnya cepat hehehehehe.

Tulisan singkat terdahulu tentang hotel di daerah cipanas ini adalah Hotel Harmoni dan sekarang agak bergeser ke hotel lain yang sudah berdiri sejak awal di kaki gunung guntur ini, namanya Hotel Tirta Gangga.

Photo : Twin bed room, lumayan buat istirahat / dokpri.

Meskipun tidak bisa menikmati suasana dengan santai dan sempurna, tetapi minimal ada sebuah cerita.

Cerita apa adanya dan yang dilihat serta dirasa dengan waktu yang begitu singkatnya.

Karena datang mendadak dan hampir menjelang tengah malam, maka yang penting dapet kamar dan di lantai 2 bangunan baru, itulah kamar yang masih tersedia.

Bentuk kamar lowbudget, agak L4 tetapi secara fungsional cukup lengkap, twin bed, tv, water heater, dan kelengkapan lainnya. Lumayan buat istirahat.

Ternyata jendela kecil disamping meja bisa langsung akses teriak ke warung di bawah sana, jadi selain room service juga bisa order via teriak minimal snack dan rokok… karena warungnya memang buka 24 jam.

Photo : Meja praktis minimal, jendelanya bisa dibuka dan akses order teriak ke warung di jalan raya / dokpri.

Esok paginya sarapan di bangunan lama lantai 2, dengan beberapa pilihan sarapan, scramble egg, sosis, nasgor, mie goreng, irisan mentimun dan kopi atau teh ditambah tumis-tumisan serta kentang goreng, cukup lumayan lengkap.

Nah sebelum cabut karena musti beresin kerjaan di kota Garut, sempetin mengabadikan kolam renangnya yang mulai ramai padahal masih pagi lho.

Kolam renang dewasa dengan kedalaman mulai 1,5 meter hingga 2 meter dengan temperatur air hangatnya cukup panas lho…. jadi klo moo masuk kolam renang ya alon-alon supaya nggak kaget… mungkin karena lebih deket ke gunung guntur yaa…. jadi panasnya jauh lebih panas dibanding di kolam renang Hotel Harmoni.

“Nggak percaya?, monggo coba aja”.

Kolam renang air panas ini selain fasilitas hotel juga bisa diakses dari luar dengan tarif 30ribuan… juga ada kamar rendam plus pancuran umum yang juga airnya panas alami… itu yang bikin ramai semenjak pagi.

Sayangnya kami tak sempat menikmati kepanasan air panas alami gunung guntur ini, hanya bisa memandang, merekam dengan mata dan dituangkan dalam cerita, kasian yaa…..

Ga papa, besok lusa bisa datang lagi dan bisa bercengkerama dengan air panas alami sesuka hati, selamat wiken kawan. Wassalam. (AKW).

Bastaa Coffee Stand – Cianjur

Belajar ikhlas dan jangan lupa ngopi kohitala.

Photo : Suasana Cafe & v60 Gununghalu / dokpri.

CIANJUR, akwnulis.com. Nilai sebuah perjalanan kembali kepada tata nilai yang dianut sang pengembara. Jikalau dijalani tanpa keikhlasan maka bukan hasil optimal yang dicapai tetapi malah sebaliknya, Hasilnya belum tentu, badan cape juga lelah secara mental karena hanya gerutu dan penyesalan yang menghiasi perjalanan.

Maka cara terbaik adalah awali dengan niat keikhlasan dan semangat untuk menjadi bagian dari problem solving. Ibarat tutup pentil, meskipun sangat kecil dan remeh tetapi memiliki fungsi strategis untuk menjaga tekanan udara di ban mobil tetap terjaga dan perjalanan kendaraan akan selamat plus lancar.

Jadi bukan berarti harus menjadi penentu, karena semua ada waktunya. Kerjakan saja tugas yang diemban dengan baik, optimal penuh kerelaan… insyaalloh hasilnya lebih baik… malah melampaui perkiraan yang bisa di ukur.

“Nggak percaya?… coba ajaa guys”

***

Begitupun kali ini, dengan segala sisa tenaga setelah beredar di Pangandaran, …. iya pangandaran, ceritanya klik aja PANGANDARAN 1, PANGANDARAN 2, PANGANDARAN 3,…..

Maka dari pangandaran segera bertolak ke cianjur demi menjadi bagian problem solve ‘sesuatu‘, karena ini adalah tugas maka berusaha ikhlas dan menjaga semangat agar tetap stabil, meskipun kondisi badan mulai labil….. cemunguut.

Alhamdulillah tahapan proses bisa dijalani meskipun langkah panjang menanti, tetapi itulah kehidupan. Dikala berbuat kesalahan dan ada momen untuk memperbaiki, tunjukanlah dengan sebaik-baiknya, kami tunggu dan monitor secara berkala.

Photo : Sajian kopi Arabica Manglayang / dokpri.

Energy boosternya tiada lain, selain jelas keikhlasan dan kebersamaan juga ditambah menikmati sajian kopi manual brew di Bastaa Coffee Stand. Berlokasi di jalan Siliwangi 20 kp. Pasar baru Cianjur.

Dengan metode V60 dan beraneka biji kopi pilihan, kehadiran secangkir kopi ini membuat perjalanan panjang Pangandaran – Bandung – Cianjur tidak terlalu melelahkan… hanya ringsek aja hehehehe.

Arabica Gununghalu Jabarnya maknyus meskipun disajikan dalam cangkir biasa berwarna kuning, terus terang saja menjadi cepat dingin dibandingkan dengan pake botol kaca server…. maka harus segera disrupuuut dan habis… lalu pesen lagiii……

Sajian kedua adalah arabica manglayang diolah natural, hadir kembali dengan cangkir biasa tapi rasa luarbiasa….. langsung sruput lagi…. habis lagi, alasannya takut keburu dingin hehehehe.

Pas moo pesen yang ketiga, beberapa pandangan mata rekan kerja terlihat agak gimana gitu…. urunglah pesannya. Tapi minimal semangat bisa kembali hadir membara.

Eh ada sedikit lagi diujung cangkir… srupuut… Tandass. Wassalam (AKW).

***