Kolam Renang Luxton Cirebon.

Sesaat menikmati temaram kesegaran…

CIREBON, akwnulis.com. Terdiam dalam temaram sambil merenungi sebuah kenyataan ternyata bisa menghadirkan sejumput rasa nyaman. Kegalauan yang mendera bisa berangsur mereda karena dibelai oleh desau angin malam yang tanpa beban masa lalu.

Photo : Swimming poll Luxton Cirebon / dokpri.

Ada sebuah keinginan untuk membuka helai pakaian dan bercengkerama dengan kesegaran air kolam renang. Tetapi apa mau dikata ternyata jam operasionalnya yang membatasi perjumpaan ini.

Jadi cukup mematung dan menyerap energi malam sambil tiduran diatas rangkaian rotan berbentuk kursi santai. Terasa tulang punggung relax dan dapat berisirahat setelah seharian menopang pergerakan raga yang tak henti mengerjakan bejibun aktifitas.

Area kolam renang ini terletak di lantai 5 Hotel Luxton Cirebon, sebuah kolam renang berbentuk dinamis karena berlekuk dan multifungsi. Selain bisa untuk berenang juga merupakan tempat bersantai sambil menikmati sajian minuman hangat.

Ada kolam renang dewasa dengan kedalaman 1,5 meter dan dibatasi tangga melengkung tersedia juga kolam renang anak, lebih aman karena dengan pembatas yang jelas. Tetapi tetap pengawasan orang dewasa menjadi kewajiban. Karena bagi anak kecil, dalamnya kolam dewasa itu sangat berbahaya seperti dalamnya keinginan dan permintaanmu dikala ditanyakan tentang apa yang kamu mau. Terpaksa mundur teratur tanpa banyak gaya.

Ah kok jadi nglantur ya?…. musti ngopi dulu klo model gini mah. Tapi suasana sekarang, hasrat nongki – nongki terpaksa harus ketat kendali karena secara nyata kita semua belum terbebas dari pandemi.

Photo : Suasana Siang hari / dokpri.

Jadi puaskan diri dulu dengan memandang air kolam yang mulai temaram serta langit kota Cirebon yang mulai ceria ditemani sang bintang. Selamat malam, Wassalam. (AKW).

TEH GELANG

Menikmati kesegaran alami…

CIATER, akwnulis.com. Dikala jiwa berontak untuk segera beredar menapaki jejak jejak kehidupan, sebersit rasa di ujung hati masih meragu karena pandemi. Apakah sudah aman diluar sana?… sebuah tanya yang menggelantung diatas langit keinginan.

Photo : Teh Gelang & Prosesnya / dokpri.

Detik waktu terus menderu mengitari permukaan jam dinding yang setia nemplok ditempatnya. Sementara hati ini masih dilema, antara berangkat dan tidak. Juga antara diijinkan atau tidak.

Lha emang pake ijin?”

Harus atuh, selama masih menjadi anak buah dan belum jadi bapak atau ibu buah tentu selalu ada atasan diatas. Maka mekanisme ijin adalah protap yang menjadikan perjalanan kedinasan ini tepat dan sesuai dengan kehendak semua vihak eh pihak.

Sebuah kata datang melalui pesan whatsapps, ‘OKEY’…. wuiiih senangnya. Ijin sudah ACC, eh tapi aman nggak ya diluar sana?…

Bismillah we ah…. Kuy ah.

Keraguan masih menggelayuti hati, tetapi minimal persiapan prokes menjadi andalan. Masker cadangan, 1 liter handsanitizer dan sabun cair untuk cuci tangan sama sapu tangan segitiga warna pink pemberian seseorang yang pernah hadir penuh pengharapan… uhuuy.

Cuss……

Bergeraklah raga menembus kelokan dago atas yang menjadi jalan pintas, hingga tepat melewati batas kota dan menghambur menuju perkebunan teh yang menghiasi lereng alami gunung tangkuban perahu.

Nah setibanya diperbatasan Bandung dan Kabupaten Subang, ada rasa ingin sebentar mampir demi melihat tempat baru yang masih sepi. Entah karena memang masih pagi atau karena pandemi, yang pasti kursi-kursi masih kosong minim terisi.

Disinilah bersua dengan sajian teh segar yang diproses betul-betul fresh. Jelas sekali daun teh yang diambil adalah teh yang tumbuh segar dihamparan di depan mata. Lalu dipilih dengan tangan tangan terampil dan…. di masukin wajah untuk dimasak… lha dimasak.. maksudnya dilayukan… katanya sih supaya pori-pori daun tehnya terbuka sehingga si rasa dalam daun teh bisa keluar menyapa semesta.

Setelah itu diangkat dan disimpan diatas nyiru untuk selanjutnya digelang, atau diremas remas dengan jari tangan khususnya dengan telapak tangan…. ini yang membuat hadirnya nama TEH GELANG.

Bukan teh gelang, seperti gelang di lengan. Tetapi Gelang seperti penyebutan ‘Lele‘.. artinya diremas dengan kedua tangan dan penekanan oleh telapak tangan dibantu jari jemari…. nikmaat

….klo dipaksain… bisa pake lagu…

Gelang sipatu gelang….. “ silahkan teruskan.

Nahh….. dari sinilah sebuah seduhan teh alami yang hadir dengan gelas tinggi. Menyebarkan aroma kesegaran tiada tara. TEH GELANG namanya.

Photo : Straberry / dokpri.

Sungguh sebuah kombinasi suasana dan rasa yang tiada tara, disempurnakan dengan kumpulan strawberry merah merona yang membuat semakin terpana karena begitu banyak nikmat Illahi yang hadir dengan segala kemudahannya.

Meskipun tetap waspada dikala ada pengunjung lain yang menyapa dan duduk mendekati area meja, maka masker musti kembali terpasang dan semprotkan handsanitizer di tangan demi sebuah ketenangan. Selamat DL tipis tipis kawan. Wassalam (AKW).

SENJA PENUH WARNA

Sebuah makna di ujung senja.

Photo : Senja penuh warna / dokpri.

SAGULING, akwnulis.com. Bergerak menuju ke ujung janji sambil menyapa semilir angin sore yang berkejaran dengan senangnya. Betapa sang waktu terkadang sering menggoda antara digunakan untuk keluarga atau ternyata harus bekerja. Tapi itulah dinamika, jalani dan hadapi dengan semangat dan ceria.

Sore hampir tiba dikala raga sudah berada di ujung jalan yang di setting dengan beberapa tenda. Tenda yang mulai diisi oleh berbagai persiapan untuk sebuah kesuksesan acara.

Nah sambil mengisi waktu dan mengamati segala persiapan, saatnya hunting dengan keindahan suasana. Menikmati dan tasyakur dengan lukisan alam ciptaan Allah yang mempesona.

Diawali dengan kemegahan lobby gedung dengan lampu-lampu yang mulai menyala. Dilanjutkan dengan memandang takjub lukisan senja yang hadir tiada tara

Photo : Gedung megah di sore ceria/dokpri.

Bukan hanya warna kuning atau merah saja yang sering menjadi gambaran senja. Tetapi begitu lengkap dengan warna ungu, biru, hitam, putih dan hijau didukung oleh kelengkapan lanscape yang saling menguatkan.

Permukaan air danau memberikan efek pantulan, rumput-rumput tinggi berbaris rapih dalam keteduhan serta gradasi langit yang jarang bisa hadir bareng antara biru muda, biru tua, ungu, merah, putih dan magenta… betapa indahnya ciptaan tuhan. Alhamdulilahirobbil alamin.

Meskipun angin malam mulai menerpa, tetapi raga tak bergeming demi menikmati suasana penuh makna. Menghitung batas warna dengan mata telanjang yang mungkin penuh dosa, tetapi semakin menambah makna betapa manusia itu tiada daya upaya didalam cengkeraman kekuasaan-NYA.

Photo : Senja menggoda / dokpri.

Selamat memaknai suasana sambil ikut mendukung persiapan sebuah acara yang akan terlaksana esok hari penuh warna. Wassalam (AKW).

Kamu Lucu tapi Geli

Ah… Kamu lucuuuu…

KBB, akwnulis.com. Bersua dengan kamu memang tanpa sengaja, tetapi kerling mata dan gesture tubuh indahmu mendadak mempesona.

Photo : Taman mini bingit / dokpri.

Tak bisa mata lepas dari gemulainya, padahal jelas kamu bukan siapa-siapa.

Mencoba menahan diri untuk terdiam dan seolah tak peduli, tetapi tarikan keinginan begitu kuat untuk mendekatimu. Merasakan dan melihat lebih rinci tentang segala keindahanmu. Dilihat dan diamati seksama setiap senti tubuhmu yang mewakili betapa Maha Besarnya Illahi. Menciptakan mahluk indah yang begitu rinci dan seksi.

Tapi, setelah begitu dekat denganmu. Barulah disadari bahwa ada gelitik geli dalam hati melihat bulu halusmu dan berbagai sudut tubuhmu yang meruncing dan menghadirkan kegarangan dalam kelembutan.

Terpaksa  akhirnya menahan diri dan harus memastikan bahwa kehadiran dalam pertemuan ini harus tetapi menjaga jarak menghindari persentuhan dan menjaga perasaan.

Photo : Lucu tapi geli / dokpri.

Karena jika tidak, maka kemungkinan rasa kegelian menyebar dan mungkin ditambah panas dan gatal yang tak berkesudahan.

Selamat menghiasi taman kehidupanku dengan kehadiranmu yang lucu imut meskipun menyimpan rasa geli dan kemungkinan menyebarkan kegatalan hakiki. Ternyata keindahan akan terpancar manakala dilihat dan diamati saja, karena jika diraba maka tanggung sendiri akibatnya.

Happy wiken kawan, Wassalam (AKW).

Strong Acidity Coffee

Diawali dari harapan dan berujung pada syukur atas semua kenikmatan.

BDG, akwnulis.com. Jikalau jumat lalu bersua dengan biji kopi yang masih hijau meranum di dataran tinggi Ciwidey tepatnya di kecamatan Pasir jambu. Maka sekarang berhadapan dengan sang barista yang memberi peluang untuk memilih sebanyak-banyaknya opsi bean, suhu, ritual penyeduhan dengan putar kanan searah jarum jam.

Photo : Si Hijau misteri / dokpri.

Jangan sambil terlalu lama, mari putuskan pemilihan kopi ini dengan cara seksama.

Kali ini, keinginan menikmati coffee dengan strong acidity menyeruak dalam hati. Jadilah mata menjelajah mengitari botol-botol kaca besar yang berisi aneka bean yang menarik hati. Sambil tak lupa tanya-tanya sana sini

Tetapi akhirnya, pilihan jatuh kepada BANCEUY arabica medium air roasted yang diproduksi SIKICOFFEE.

Langsung order….

Sambil menanti barista mengolah rasa, maka sebuah syukur kembali membuka. Betapa seiring waktu dan kesempatan yang ada, kembali bisa menikmati.. eh akan menikmati kohitala di tempat-tempat yang berbeda dan miliki sejuta makna.

Alhamdulillah….

Nggak pake lama, sebuah sajian ciamik kopi hitam tanpa gula dengan metode manual brew V60 telah hadir dilengkapi keterangan bahwa suhu yang digunakannya dipastikan 90° celcius… tak sabar segera mencoba.

Tapi jangan lupa, diabadikan dulu sebelum dinikmati sebagai bukti bahwa hadirnya kohitala ini bosa terbingkai abadi.

Sruputan pertama memberikan sensasi nyata tentang kekuatan acidity alami yang dihasilkan dari biji kopi hasil ekstraksi bersua dengan kucuran air bersuhu tinggi…. nikmat tiada henti.

Photo : Strong Acidity Coffee / dokpri

Bodynya sih medium, tapi aciditynya wow haseum pisan…  dengan profile fruitty dan tamarind serta suasana cafe yang cozy, memberikan kesempatan untuk sedikit menghela nafas dalam deru tugas yang begitu bertubi.

Itulah warna warni kehidupan, ada saatnya kita melihat harapan tumbuh yang diwakili biji kopi hijau memukau. Seiring waktu, harapan ini berproses, berinteraksi, berproses dan bergerak dengan berbagai pihak hingga akhirnya…… (ceritanya dipersingkat saja…) sekarang dapat tersaji menjadi nyata dalam bentuk secangkir kopi.

Sruput lagi… Alhamdulillahirobbil alamin. Wassalam (AKW).

BERBAGI KAMAR MANDI.

Dengan berbagi maka masalah bisa teratasi.

Photo : Suasana Kota dari jendela kamar hotel / dokpri.

akwnulis.com. Memasuki lobby hotel dan menanyakan posisi restoran dimana sebuah jadwal janjian tersusun sedari tadi. Ternyata cukup naik tangga atau via lift, supaya sedikit membakar kalori dan mengurangi berat badan yang bertahan, eh bertambah saban hari.

Meeting sambil makan siang yang tertunda ternyata nikmat juga. Berbincang dan membahas beberapa tema pentung serta rencana tindaklanjut kegiatan yang akan dilaksanakan bersama-sama.

Setelah selesai berdiskusi, maka kembali ke lantai lobby dan melakukan check in untuk mendapatkan kunci kamar. Prosesnya cepat karena kamarnya  sudah dipesan sebelumnya via traveloka.

Lantai 13 menjadi pemberhentian pintu lift dan setelah keluar maka dicari nomor kamar yang tertera di bungkus kunci kamar. Kamarnya deket dengan lift, jadi mempermudah gerakan jika naik turun lobby dan kamar. Sambil melirik jam ditangan, waktu shalat magrib hampir usai.

Memasuki kamar, disambut dengan suasana muram dan tembok kamar yang terlihat kusam. Agak jengah dan kecewa karena berbeda dengan tampilan di traveloka, tetapi apa mau dikata. Minta pindah hotel tentu diperlukan tambahan dana.

Ya sudahlah, kita nggak usah mikirkan pindah hotel, lagian cuman 1 hari. Syukuri saja apa yang ada.

Simpan tas yang sedari tadi bertengger di punggung dan segera mengambil wudhu untuk menunaikan shalat magrib. Disinilah sesuatu yang berbeda terasa. Suasana kamar mandinya temaram dan pada saat sedang berwudhu serasa ada yang memperhatikan. Langsung dalam hati membaca doa perlindungan dan melihat ke sekeliling kamar mandi, kosong tidak ada siapa-siapa, hanya memang lampunya tidak terlalu terang. Ah mungkin ini hanya perasaan saja, setelah capek seharian melakukan perjalanan darat dan dilanjutkan marathon rapat.

Setelah shalat magrib dilanjutkan dengan membuka laptop dan membuat revisi bahan paparan esok hari. Kembali jemari terlarut dengan keyboard untuk menghasilkan kata-kata, gambar dan info grafis yang saling melengkapi. Hingga tak terasa, waktu sudah menunjukan pukul 22.00 wib.

Photo : Kamar mandi tempat berbagi / dokpri.

Nah, karena kegerahan juga serta sisa keringat tadi siang. Diputuskan mandi dulu sebelum beranjak tidur. Kembali masuk kamar mandi dan membuka pakain yang melekat di badan. Kamar mandinya memang terbatas karena tipe kamar hotel standar. Wastafel dan WC serta tempat terpisah untuk mandi dengan shower atas yang siap mengguyur badan ini.
Pas menginjak lantai tempat mandi, kembali terasa ada sesuatu yang beda. Bulu-bulu halus di kaki dan tengkuk sedikit meremang. Ada apa ya?

Ah paling juga sugesti, jangan takut, udah mandi aja…..

Badan telanjang diguyur aliran air shower yang berlimpah dari atas kepala menyegarkan raga dan rasa. Secara reflek mata terpejam dan menikmati sensasi kesegaran yang ada. Butiran air membelai kulit begitu menenangkan, tetapi…..

Dikala mata terpejam dan guyuran air membasahi kepala hingga sekujur badan, konsentrasi terpusat dalam ketenangan. Ternyata disamping kanan sekitar 30 sentimeter saja, sesosok mahluk sedang berdiam sambil memandang…. Astagfirullohal adzim. Langsung matikan shower.

Trek.

Segera mata dibuka, tidak ada apa-apa. Hanya temaram kamar mandi yang sekarang terasa mencekam. Baca doa dalam hati sambil mempercepat membasuh badan karena sabun dan busa shampo masih menempel di rambut dan badan.

Tapi penasaran, jangan jangan memang masih ada. Sambil dada berdegup lebih kencang. Kembali menyalakan shower dan air hadir lagi mengguyur kepala….. tidak ada apa-apa, tentu dengan mata tetap terbuka.

Masih penasaran, coba mata dipejamkan lagi sambil menikmati guyuran air dari shower.

Ternyata…. mahluk itu masih adaaaa……  wajahnya hanya berjarak 30 sentimeter dari wajahku. Sesosok wajah tanpa ekspresi dengan seluruh tubuhnya berbungkus kain putih yang sudah kotor terkena tanah disana-sini.
Astagfirullohal adziim…. Hiiyyy…. kali ini reflek meloncat keluar kamar mandi sambil tak lupa menyambar handuk putih yang sudah tersaji. Keluar kamar mandi dengan degup jantung yang tak karuan, Ya Alloh ternyata mahluk itu terlihat nyata dan begitu dekatnya….. hiiiiiy.

Melihat jam di hape, jam setelah sebelas malam. Haduuh… pantesan udah malam. Tapi apa mau dikata kesegaran berbalut kekagetan…. ada ada saja.

Setelah mengenakan pakaian maka dengan menguatkan diri kembali memasuki kamar mandi untuk memgambil air wudhu untuk persiapan shalat isya.

Perlahan membuka pintu kamar mandi, aura mencekam ternyata masih melekat. Tetapi memang tidak ada apa-apa yang terlihat kecuali sisa uap air dari shower yang tertinggal.

Berwudhu tanpa memejamkan mata, khawatir terlihat kembali sosok menakutkan yang tadi ada.

Meskipun tetap saja terasa bahwa kehadiran mahluk itu masih ada, atau memang sudah lama ada disitu… entahlah.

Tapi…. penasaran juga… di coba ah.

Sambil berdiri didepan pintu kamar mandi, pejamkam mata perlahan dengan konsentrasi….

Walaaah…. segera membuka mata kembali dan bergerak menutup kamar mandi, karena ternyata mahluk berbungkus kain putih dengan kepala terikat diatas serta beberapa bagian tubuhnya pun terikat masih berdiri di tempat tadi. Tersenyum sih… tapi sekali lagi…. mengerikaaaan.

Ada pikiran pindah kamar atau keluar hotel pindah ke tempat lain, tapi tanggung udah mau tengah malam… dilema.

Akhirnya diputuskan berbagi saja, silahkan berada di kamar mandi tetapi jangan keluar kamar mandi selama diriku ikut tidur semalam ini disini.

Tuntas shalat isya dilanjutkan dengan membuka quran dan mengaji sebisa-bisa. Lalu diteruskan dengan lantunan murottal dari laptop hingga akhirnya diriku terlelap dibuai mimpi.

Esok hari kembali berwudhu dengan kewaspadaan tinggi, tetapi relatif tidak mencekam lagi karena sebentar lagi akan terbit pagi, Alhamdulillah.

Itulah sekelumit kisah nyata di sebuah hotel berbintang yang berada di sebuah kota di provinsi Jawa Tengah di bulan desember lalu.

Ditulis sekarang sambil berkumpul bersama keluarga tercinta.

Selamat long weekend di rumah saja ya kawan. Jangan lupa jaga protokol kesehatan. Wassalam (AKW).

TIPS PERJALANAN DARAT BDG – SMG PP Di MASA PANDEMI

Tips sederhana tapi bermakna.

Photo : Suasana Simpang lima Kota Semarang / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Kali ini tergerak hati untuk berbagi sekaligus menggerakkan jari mengetik kembali di keyboard virtual pada smartphone kesayangan. Tema yang dipilih adalah berdasarkan pengalaman, meskipun hanya sejumput cerita tapi semoga memiliki manfaat dan guna.

Tema kali ini adalah TIPS PERJALANAN DARAT DI MASA PANDEMI COVID19.

Mengapa menjadi tergerak menulis, karena jangan sampai niat baik kita mengerjakan tugas dalam sebuah perjalanan kedinasan berujung dengan nestapa karena terpapar oleh virus seribu rupa. Apalagi jikalau ternyata menjadi OTG, dan menularkan kepada keluarga terdekat kita, suami atau istri, anak ataupun orangtua, Audzubillahimindzalik….

Maka inilah TIPSnya kawan, dengan contoh kasus perjalanannya adalah dari Kota Bandung ke Kota Semarang lalu bermalam 2 hari dan kembali pulang setelah tuntas pekerjaan. Apalagi yang bikin agak nggak karuan adalah pada saat hadir di Kota Semarang ternyata sedang gelombang kedua peningkatan penyebaran Covid19 di Jawa Tengah, makin deg degan lah… sport jantung teh beneran guys.

Inilah langkah-langkah yang dilakukan :
00. Sebuah Doa perlindungan senantiasa terpanjat kepada Allah SWT dari pandemi dan juga keselamatan & kelancaran perjalanan adalah yang utama.

0. Lakukan tes swab antigen dahulu sebelum berangkat, selain memastikan kondisi kita juga sebagai pegangan jikalau diperbatasan antar wilayah atau pas masuk kota tujuan ternyata diwajibkan membawa bukti tes tersebut.


1. Persiapan perlengkapan pribadi, perlengkapan ini diantaranya : aneka handsanitizer, disinfektan semprot, sarung tangan, plastik, masker medis, fave shield, tissue basah, cairan alkohol, vitamin C dosis tinggi, vitamin B complex, tissue alkohol, minyak kayu putih dan plastik kecil. Baju dan pakaian secukupnya saja sesuai dengan sebentar lamanya di perjalanan dan di kota tujuan.

Photo : Perlengkapan pribadi anti covid19 / dokpri.


2. Isi penuh BBM dan e-tol card sebelum berangkat. Pengalamanku kemarin Bandung – Semarang PP, eh nginep 2 malam itu habis etoll sekitar 800ribu dan BBM 1jt, berarti sekitar 1,8 juta.


3. Bawa makanan ringan, air mineral dan makanan berat yang praktis seperti leupuet, buras, popmie, roti-roti dan sebagainya.


4. Hindari berhenti di Rest Area, jikalau terpaksa kebelet pipis, maka bawa hand sanitizer dan tissu basah plus tissue kering sendiri. Di toilet umum rest area hati-hati dengan persentuhan tak sengaja dengan badan orang lain.


5. Pemesanan dan pembayaran Hotel secara Online. Ini sih udah biasa jadi tak perlu dibahas lebih terperinci.


6. Setiap bersentuhan dengan benda apapun maka langsung gunakan hand sanitizer atau cuci Tangan.


7. Pesan makanan secara online atau gunakan fasilitas home service di hotel. Untuk menu sarapan pagi dipastikan ada pelayan yang memberikan pelayanan serta senantiasa membawa hand sanitizer di botol kecil.


8. Hindari nongkrong di cafe atau angkringan, sementara jangan tergiur dengan kuliner di kota tujuan.


9. Kegiatan meeting menggunakan masker dan faceshield juga disarankan berkemeja atau batik lengan panjang.


10. Batasi durasi pertemuan, koordinasikan secara diplomatis dengan tuan rumah.


11. Jikalau harus makan siang bersama, pilih rumah makan yang terbuka, sehingga sirkulasi udara tersedia. Jaga jarak antar orang dan usahakan bergantian membuka masker dan makan sajian yang ada.


12. Hindari beredar di malam hari, gunakan waktu yang ada untuk beristirahat yang cukup di kamar hotel.

Photo : Simpang lima Kota Semarang / dokpri.


13. Jika dekat dengan lapangan atau jogging track, bisa lakukan jogging terbatas dan tetap menggunakan masker.


14. Pembelian oleh-oleh dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Grab/Gojek dan dikirimkan ke resepsionis hotel. Pada saat check out diambil untuk masuk ke kendaraan, jangan lupa disemprot dulu dengan semprotan pembasmi virus/bakteri.


15. Jika mau menggunakan fasilitas hotel seperti kolam renang dan tempat fitnes sebaiknya pada saat sepi. Jika banyak pengunjung, disarankan dihindari.


16. Jangan pernah melepas masker dimanapun, apalagi jika sedang berhadapan dengan orang lain.


17. Tetap update info kepada keluarga terdekat via whatsapps atau telegram secara berkala kondisi yang ada.


18. Dokumentasi photo dan video tanpa diarahkan juga biasanya sudah otomatis kok, baik sebagai dokumentasi juga sekaligus pelaporan online ke jagad maya bahwa kita sedang ada dimana, bersama siapa dan sedang apa…..

Itulah trips trik dari kami, sebuah ihtiar dalam menjaga diri, menjaga keluarga dan rekan kerja dari paparan virus covid19 serbu rupa.

Photo : Menu sarapan & hand sanitizer / dokpri.

Ada poin ke 19, jika merasa belum yakin dengan kemungkinan menjadi pembawa virus. Setiba di kota Bandung maka segera lakukan Swab antigen untuk memastikan hasilnya. Bisa juga swab PCR tetapi berhubung hasilnya agak lama dan cukup mahal jikalau periksa secara mandiri maka diawali swab Antigen dulu sudah merupakan langkah bijak pencegahan sebwlum bersua kembali dengan keluarga tercinta. Wassalam (AKW).

TAKTIK KENCINGku..

Pengen kencing?… ada Tips nya Bro.

Photo : Refleksi Kaca Toilet Intercontinental Hotel / dokpri.

DAGO, akwnulis.com. Tatkala rasa ingin buang air kecil mendesak, maka otak bekerjasama dengan mata untuk mencari toilet terdekat. Harapannya jelas, agar segera membuang air kencing dan memberi kelegaan tersendiri.

Ahh nikmatnya….
Eh belum ketang, khan belum dapet toiletnya juga, gimana sihh.
Sambil tangan sibuk mengendalikan kemudi memundurkan kendaraan di tempat parkir, maka mata beredar melihat keadaaan, siapa tahu ada toilet terdekat atau rumpun perdu yang tersembunyi.

Ternyata tidak ada.
Ya sudah dengan sedikit tertatih berjalan menuju lobby hotel dan yakin di dekat resepsionis pasti ada toilet yang lengkap, lha ini kan hotel bintang lima.
Sesaat tiba dihadapan petugas satpam dan pegawai hotel, maka protap cek suhu dengan kamera thermal dan tampil suhu tubuh kita di layar disertai siluet tubuh kita. Juga penggunaan hand sanitizer agar semakin terlindungi, lalukan saja dengan sedikit meringis… takut ngompol di celana.

Photo : Barisan Urinour / dokpri.

Setelah ditunjukan arah toilet yang tepat maka setengah berlari menuju tempat yang sangat dinanti. Langsung buka pintu dan memilih urinoir yang agak ke sudut, lalu.. cerrrr.
(Urinour : tempat kencing)

Nah legaa…. Alhamdulillah.
Tapi kebingungan menghinggapi karena muncul kesulitan tersendiri. Sebab musababnya seolah sederhana, padahal tidak, ini menjadi masalah fundamental. Model urinoirnya yang canggih dengan sensor, ternyata mengatur air mengalir dan membilas kencing yang sudah dialirkan akan menyala manakala sensor tidak menangkap penghalang didepannya.

Dengan bahasa sederhana, manakala kita menjauhi urinoir, barulah air bilasnya keluar.
Lha nggak salah kan?… jadi bisa bilas setelah kita pergi dari urinoir?”

Dari sisi fungsi urinour mah bener, tapi dikala sebuah petunjuk yang diyakini bahwa harus membersihkan alat kelamin setelah kencing menjadi terhambat. Karena harus menjauh dulu dari urinoir, praktos musti tutup risleting celana dan mengembalikan posisi di dalam celana. Lha kapan membersihkannya??….

Inilah problem besarnya.
Tapi dengan tulisan santai ini ada beberapa tips yang ingin disampaikan, diantaranya :

Pertama, Sikap Pasrah. Ya sudah karena air bilasnya keluar setelah menjauhi urinoir maka tak perlu alat ini dibilas. Akibatnya menimbulkan keraguan dikala akan wudhu dan melakukan shalat, pertanyaan besarnya “Apakah bersih dari najis?”

Kedua, Sikap kompromi. Nah ini yang saya coba praktekkan. Jadi sebelum menuju urinoir maka bergeraklah ke wastafel dan mengambil 1-2 lembar kertas tissue.. ya tergantung kebutuhan. Basahi pake air dari keran dan bawa menuju urinoir. Setelah tuntas buang air kencing, maka kertas tissu basah ini sebagai pembasuhnya. Maka relatif lebih tenang, bahwa kemungkinan tercecer najiz sisa air kencing bisa di hindari. Lalu tinggalkanlah urinour, biarkan dia membilas dirinya sendiri.

Ketiga, Sikap Nekat. Ini masih dimungkinkan dlakukan dengan syarat di kamar mandinya sendirian. Caranya setelah tuntas mengencingi urinoir, maka sebelum tutup celana berlarilah menuju wastafel dan nyalakan kerannya lalu basuh kepunyaan dengan air yang mengalir. Jangan lupa tengok tengak kiri kanan. Jangan sampai ada orang lain yang melihat, nggak elok khan, ntar disangka kauk eksibisionis lho….

Keempat, Sikap sabar. Ini kalau masih kuat menahan kencing di urinoir, maka bisa tunggu bilik-bilik WC berpintu. Jika ada yang kosong masuk saja…. tapiii klo buat bilas airnya bukan bentuk keran dan kocoran maka… balik lagi rumus kedua. Manfaatkan kertas tissu basah yang ada

Photo : Tissu di Wastafel / dokpri.

Itulah empat sikap hadapi urinoir yang begitu adanya. Trus klo perempuan gimana triknya?… lhaa kagak tau atuh, khan aku mah cowok hehehehe.

Sebagai bonus dari aktifitas ini, sebuah refleksi di kaca besar wastafel, hadirkan gambar photo yang menarik (kata aku sih) dan mengobati kebingunganku menghadapi keberadaan urinoir ini. Selamat kencing Kakak, Wassalam. (AKW).

PERTEMUAN TAK SENGAJA

Keindahan bergerak di catwalk.

BOJONGHALEUANG, akwnulis.com. Pertemuan tak disengaja diri ini dengannya menyisakan sebuah kenangan tak terlupa.

Betapa tidak, dibalik kegarangannya tersimpan bentuk keindahan yang tak bisa diungkap dengan kata-kata.

Dikala dikau berjalan meniti catwalk rumput kehidupan, maka terlihat gemerlap dan keyakinan serta rasa percaya diri yang pas dan tidak berlebihan.

Meskipun memang jikalau ada yang berani mengganggumu dengan secuil sentuhan saja, maka konsekuensi ketidaknyamanan akan diterima tanpa banyak pertanyaan.

Maka tidak ada kata lain yang lebih berarti, kecuali mengabadikan gerakanmu agar tersimpan abadi di hati. Jikalau dikau pergi dari pandangan dan menghilang dibalik catwalk kehijauan itu, maka siluet dan bentuk rumbai keindahanmu akan selalu dikenang.

Photo : Meniti catwalk kehidupan / dokpri.

Selamat menjalani catwalk kehidupan selanjutnya, jangan pernah menyerah karena kehidupan ini adalah anugerah. Wassalam (AKW).

MAKANAN MEWAHku.

Makanan mewahku…. Yummy.

SUINDA, akwnulis.com. Semilir angin malam membawa pesan tentang sebuah keinginan yang terpendam dan tertahan dalam hitungan bulan. Ini telah menginjak bulan ke 12, dimana kendali keinginan terus dikuatkan sari segala macam godaan, momentum kesempatan hingga kenekatan untuk mencoba meskipun belum saatnya.

Tetapi akhirnya pertahanan jebol juga, apalagi keharumannya begitu menguasai indera penciuman dan indera perasa… akhirnya diputuskan saja untuk nekat mencoba.

“Pesen satu juga Mang, Pake cengek dan gehu”

“Mangga cep”

Maka proses memasak dimulai, dan cuping hidung bergerak-gerak tak sabar karena terpapar keharuman.

Hanya hitungan 5 menit, sajian kenikmatan yang ditunggu-tunggu sudah datang. Semangkok indomie rebus ditambah telor ceplok, irisan cengek (cabe rawit) dan gehu besar (gorengan yang berisi tahu dan toge) yang pedaas… duh ngaruy… air liur mulai menggenang di bawah lidah…. kabita.

Inilah sajian makanan mewah yang akan segera dinikmati.

Mewah apa nya, itu khan gampang ada dimana-mana”

Pasti sebait tanya akan hadir menghibur suasana. Memang indomie rebus mah ada dimana-mana, tetapi itu baru dari sudut pandang kehadiran.

Setelah hadir, maka perlu tambahan kesempatan untuk menikmatinya… ini tituk pentingnya. Karena setiap orang berbeda.

Dahulu di masa masih asrama dan kost nebeng sementara maka sajian mie rebus ini adalah makanan pokok. Baik nongkring.. eh nongkrong di warung indomie bersama secangkir kopi dan bubur kacang alami ataupun secara mandiri menyeduh menggunakan air panas. Lalu ditali dengan karet dan biarkah matang bin beukah sebelum akhirnya bisa dinikmati… nikmatnya kala itu.

Photo : Indomie telor cengek gehu / dokpri.

Tapi sekarang… menjadi MaKANAN MEWAH bagiku karena menjadi daftar makanan yang hanya boleh 3 bulan sekali.

Punya dosa apa dia?”

“Bukan masalah dosa, tetapi situasi yang memaksa sehingga terpisah dari kenikmatannya”

Jadi dosa besar indomie itu karena kenikmatan dan kepraktisan dalam pengolahan dan penyajiannya. Sehingga ketagihaaan….. hehehehehe… sebenernya bukan hanya indomie… saudara sesama mie lainnyapun sikat abiis… supermi, mie sedap dan yang lagi hits sekarang itu mie lemonilo…. pokoknya sabangsaning mie… termasuk popmie.

Dengan kenikmatannya sangat berkontribusi positif dalam membuat tubuh ini meninggi ke samping kanan kiri alias menggelembung tak teratur hingga mencapai batasan PSK (pemuda seratus kilogram)…… ohhhh tidakkk.

Maka jadilah indomie dan saudara-saudaranya menjadi makanan mewah karena kenikmatannya dan dibatasi menikmatinya…. 3 bulan sekali aja…. kasiaaan deh aku.

Jadi mari kita syukuri kenikmatan Allah SWT atas kemudahan kita menikmati makanan dan minuman yang selama ini dirasakan oleh kita dengan kemudahan mendapatkannya. Have a nice weekend kawan. Wassalam (AKW).