Manual Book Kehidupan.

Jangan lupa baca manual booknya…

Photo : Lentera Kehidupan / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Perjalanan hidup memang menarik dan penuh kejutan, bersiaplah kita dengan dua senjata kebanggaan yaitu syukur dan sabar.

Syukur digunakan dikala kita mendapatkan kesenangan, kebahagiaan, keceriaan, kemudahan, keramahan dan keadaan yang berlimpah rejeki dari Allah. Sementara sabar dihadirkan pada saat suasana duka, sedih, merana, kenyataan jauh dari harapan kita hingga berbagai kondisi yang menyesakkan dada, hati, pikiran dan semua indera perasa. Insyaalloh perjalanan hidup kita akan berjalan baik-baik saja.

Teringat kembali simulasi sederhana dari Kang Asep RK minggu lalu, sebuah permainan singkat yang seperti main-main, iya atuh da namanya juga permainan.. ternyata menyimpan makna mendalam setelah di renungi bersama, tentu dengan fikiran terbuka.

Pertama, pelajari aturan main. Sebelum melakukan apapun, cari dulu dan buka manual booknya, pelajari dengan seksama dan sesingkat-singkatnya.

Pertanyaannya, “Permainan apa yang akan kamu jalani?” Lalu “Apa tujuan dari permainan ini?”

Jawaban akan bervariasi, dengan kecenderungan adalah masing-masing ingin berhasil meraih kemenangan. Nah karena tergesa-gesa, maka manual booknya nggak tuntas dibaca sehingga di akhir permainan semuanya dalam posisi kurang berhasil, ada yang rugi banget dan ada yang rugi sedikit… usut punya usut, ternyata semuanya menerapkan konsep win-loss, karena khawatir pihak lain yang mengambil keuntungan…. disinilah kebersamaan diuji, karena ternyata egois diri berakhir kepada rugi dan dirasakan oleh semuanya yang seharusnya saling berbagi.

Photo : Wajah lelah mencari manual book / dokpri.

Semoga permainan ini mengingatkan kita bahwa berfikir win-win dengan berkorban, bukan berarti kita akan dirugikan. Tetapi bersama-sama meraih keberkahan dan kesuksesan sebagaimana tertera dalam manual book permainan…. baca dulu yang lengkaaap….

Abis di buru-buru sama Motivator nya” sebuah kalimat lirih terdengar, itulah kehidupan, selalu ada komentar yang membela kekurangan.

Bagi yang ingin kehidupannya sukses dan penuh keberkahan, khususnya umat islam maka manual booknya adalah Alqur’an dan Hadits dilengkapi penjelasan imam dan ulama serta cendekia. Sementara sabar dan syukur adalah tools praktis dalam menjalani kenyataan hidup ini, Bismillahiroohmannirrohimm (AKW).

#ARK

#motivator

#AKW

#2020

Espresso Ungu

Sendu itu perlu tetapi dengan sruputan maka sendu bisa berlalu.

Photo : Espresso & bunga Ungu / dokpri.

KBB, akwnulis.com. Dikala sendu berpadu rindu, maka sajian bunga ungupun terasa bernuansa biru. Gemericik air hujan yang singgah di sore ini, melengkapi perpaduan rasa sendu yang terus berpadu.

Untunglah secangkir kopi bercangkir putih mencairkan suasana, dengan rasa kental double espresso menghadirkan kekuatan dan kepahitan yang nyaris sempurna, ditemani serpihan manisnya kenyataan yang berbeda.

Sruputan pertama membuka pikiran yang hampir galau menjadi tenang, perlahan tapi pasti mengembalikan logika kepada jalan yang seharusnya. Biarpun sang rasa masih terus menggelayut dengan godaan iba, tetapi keajegan dalam bersikap adalah sebuah prinsip yang harus diperjuangkan, sekarang, nanti dan seterusnya.

Tapi ternyata gerimisnya hanya sekejap, langsung berganti dengan lebatnya pertanyaan plus gelegar halilintar kepenasaran. Diskusi menjadi hangat dan menegangkan.

Nah…daripada bingung dengan silang pendapat yang tak berkesudahan, padahal jelas bahwa berbeda pendapatan.. maka sruput lagi sisa espresso di cangkir putih, srupuuut…… perasaan lebih tenang. Karena pahit sadisnya espresso berubah menjadi manis dikala belajar ikhlas menerima perbedaan.

Diskusi berlanjut sambil terus menyeruput, kesenduan dan rindu sudah tidak lagi ribut, tapi melarut seiring tuntasnya hujan sore yang sedari tadi beringsut. Wassalam (AKW).

Illy Americano Aston Pasteur.

Ngopay dan Ngojay di Aston Pasteur…

Photo : Illy Americano / dokpri.

Bandung, Akwnulis.com. Pagi hadir disambut dengan senyuman dan harapan, itulah kehidupan. Apalagi jika dilengkapi dengan segelas kopi hitam dipinggir kolam renang, serasa lengkap sudah kehidupan hari ini.

Yang lengkap tentu tagline blog ini, ngopay dan ngojay. Ngopaynya ada dengan gelas illy putih, ngojaynya jelas karena kolam renang tersedia. “Apalagi coba?”... tinggal sruput tipis tipis, ucul ucul…*) (aww bahasa planet)… gejeburrrr…….

*)buka baju celana dengan segera dan tentu sisakan solempak eh celana renang, karena kalau dibuka semua khawatir mengganggu ketentraman dan ketertiban hotel yang ada.

Kopi hitam yang tersaji adalah americano standar hotel, jadi secara rasa harus bersiap dengan sesuatu yang biasa, tetapi kelebihannya adalah suasana pinggir kolam renang yang membuat kedamaian sekaligus keceriaan.

Nyebur nggak?

Pertanyaan yang menggantung, karena jelas tidak bisa dijawab sempurna. Lha wong kesini nya juga mau meeting dan meetingnya marathon lagi, 4 agenda meeting lho (aww… sombong), tapi itulah kenyataan yang harus dijalani dan dihadapi.

Photo : Kolam renang aston pasteur / dokpri.

Meeting pertamalah yang bisa hasilkan gambar ngopay dan (tempat) ngojay/berenang, karena meetingnya semi formal di meja pinggir kolam renang. Sehingga sebuah dokumentasi bisa didapat tanpa mengabaikan tujuan me-rapat.

Meeting kedua dan ketiga sudah tidak bisa lepas dari konten materi, meskipun kopi hotel tersedia free tapi kebanyakan minum khawatir menghitam hehehehe… jadi dibatasi saja dimulai dari diri sendiri. Selamat menikmati hari ini kawan, Wassalam (AKW).

***

Lokasi : Hotel Aston Pasteur – Bandung.

Romantic Dinner – fbs*)

Kahoyong bènten sareng kanyataan..

Photo : Contoh ilustrasi tempat romantic dinner / dokpri.

# Romantic Dinner #

akwnulis.com, Unèd saged jeung jikan anyarna, rèk indit ka hiji hotèl nu agrèng tapi nyingkur dina raraga hanimun. Duanana teu welèh imut tur jigrah mun panggih jeung tatangga, sabab geus sah laki rabi.

Numpak motor duaan meulah jalan ka kamojang, tuluy nutug muru ka hiji tempat nu ceunah mah bakal mèrè pangalaman romantis nu bakal kainget saumur hirup.

Sanggeus cèk in, dianteur ku pagawè hotèl ka kamar nu wangunanna vila di sisi situ. Tina vila bisa langsung paparahuan da sayogi hiji èwang.

Bada magrib dianteur makè parahu ka tengah situ, geus ngabarak sarupaning dahareun jeung inumeun, aya lilin hurung ditengahna, nu kieu ceunah romantic dinner tèh.

Hanjakal geuning nu ngilu romantic dinner tèh lobaan, reungit napuk èngang daratang, bangbara jeung bangbung ngadon pahibut angkaribung, siraru ngiluan nyerbu. Atuh lain matak romantis, tapi tihothat ngeprukan baju jeung calana da karasa tinggarayam. Aya ogè nu nyasab, asup kana calana, miheulaan jikan anyar.

***

Catatan :
*)fbs : fiksimini basa sunda adalah sebuah tulisan fiksi (tulisan karangan/bukan sebenarnya) yang dibuat sangat singkat, hanya 150 kata sudah merupakan satu cerita.

#marimenulis
#sedikittapisering

KOPI Ikhlas Cirebon

Bermain makna dalam kutipan rasa.

CIREBON, akwnulis.com. Menjelajahi sepi meresapi sederet arti dalam balutan fana ketidakpastian adalah sebuah fase kehidupan. Sebuah rencana yang sudah disusun dengan (mungkin) sempurna ternyata harus buyar karena sebuah kondisi dimana alam tidak mendukung. Maka beragam reaksi muncul dengan aneka varian, membuat analisa masing-masing baik berdasarkan (katanya) keilmuan ataupun asbunisasi (asal bunyi – sasi).

Disini terlihat kualitas pribadi seseorang dalam menyikapi suatu kejadian. Mayoritas sih mengungkapkan kekecewaan dengan semburan kata dan kalimat atau minimal memunculkan wajah tegang seolah terlipat, sebagian lagi menjadi sedih karena telah melakukan pengorbanan demi terwujudnya moment ini. Tapi ada juga yang menyikapi dengan biasa saja, karena memiliki keyakinan bahwa semua ini sudah ada maha kreator yang mengatur terjadi atau tidaknya suatu kejadian dalam dunia yang fana ini.

Nah ini yang menarik, yaitu respon perilaku dari suatu kejadian yang bertentangan dengan harapan dan keinginan, inilah hal sederhana yang bisa digunakan untuk melatih nilai hakiki, yaitu Keikhlasan.

Salah satu cara menjalani ketidaksesuaian antara rencana dengan kenyataan adalah menyeruput kopi hitam dimanapun anda atau saya berada.

Kenapa harus Kopi Hitam?

Karena segelas atau secangkir kopi hitam tanpa gula mewakili kepahitan kenyataan di dunia yang harus diterima. Manakala kita bisa menemukan rasa berbeda dari kepahitan sajian kopi, maka tidak sulit untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan yang sedang mendera tiada henti.

Apalagi jika mampu mendefinisikan rasa dari kopi hitam tanpa gula, yang ternyata menyimpan beratus rasa serta bersedia bersemayam sesaat di lidah segar yang kita punya, sebuah berkah kenikmatan tiada hingga.

Photo tentang kopi tubruk di 2 tempat di sekitar Kabupaten Cirebon ini hanya ilustrasi saja, tetapi mewakili sajian rasa manis dari kepahitan cairan kopi tanpa gula yang ada disela-sela tugas yang penuh dinamika.

Photo pertama berada di sebuah kantor dan sang kopi di gelas begitu nyaman karena keberadaanya ditemani oleh kawan-kawannya yang disebut lalawuh (b.sunda).

Photo kedua, sang gelas kopi nangkring di meja makan sebuah rumah makan dengan background-nya sajian pilihan makanan a la carte dan berakhir di kasir yang terus bersiaga.

Keduanya kopi hitam tanpa gula, tetapi sesudah diseruput maka terdapat serpihan rasa manis dan ketenangan yang membelai lidah serta memberi nyaman di dalam lambung.

Bagi yang belum bisa meraih nikmat dari kopi hitam atau kopi tanpa gula, tidak usah berkecil hati, tetaplah bersyukur karena sang lidah masih bisa menikmati rasa lainnya bukan hanya dari sajian kopi hitam saja.

Selamat mensyukuri hari, dan memaknai setiap kejadian yang dialami. Wassalam (AKW).

Kopi Dinas.

Menikmati kopi dinas..

KBB, akwnulis.com. Berdinas sambil menyeruput kopi menghasilkan sebutan ‘Kopi Dinas‘.

Kopinya tetap kohitala (kopi hitam tanpa gula), statusnya kopi standar hotel, jadi nggak tahu bean yg sebenarnya. Kecenderungannya adalah jenis robusta dengan rasa flat pahit yang merata.

Harganya free… karena fasilitas rapat heuheuheu.

Selamat bekerja.

Kopi Romantis Ujala Cafe.

Mencoba minum kohitala dalam balutan mawar bernuansa cinta.

CIANJUR, akwnulis.com. Secangkir kopi bisa menjadi penyampai pesan hati, meskipun rasanya masih sedikit pahit untuk sebagian orang tetapi miliki sisi romantisme yang penuh keunikan.

Ah yang pasti pahit rasanya klo tanpa gula kakak, kagak ada romantis romantisnyaa….”

Ungkapan sanggahan beraroma skeptis adalah hal biasa, karena kopi adalah objek rasa yang misterius sehingga akan menghasilkan persepsi berbeda dari tiap kepala.

Umumnya pasti begitu komentarnya kalau menyeruput kopi tanpa gula (kohitala), tetapi ada sebagian (besar) orang yang menemukan rasa manis, rasa nikmat, sensasi rasa berbeda manakala menikmati kohitala, termasuk yang lebih ajiib…. merasakan sentuhan cinta dari sebuah sajian kohitala… ahaaaaay.

Nggak percaya?

Coba perhatikan gambar sajian kopi diatas, sebuah komposisi natural yang menghadirkan nuansa pink mewakili dimensi romantisme dari sebuah penyajian manual brew arabica sarongge Cianjur.

18 gram biji kopi yang dihaluskan berpadu dengan air panas 90° celcius menggunakan metode V60 menghadirkan sajian kopi panas dengan acidity dan body medium dilengkapi aftertaste rasa berry yang menggoda ujung lidah ini.

Hendri sang barista Ujala Cafe yang memproses ini semua dilanjutkan dengan sedikit krearifitas untuk memadupadankan dengan bunga mawar artifisial yang sudah hadir lebih dulu diatas meja sehingga akhirnya mempersembahkan sebuah karya sederhana mewakili asa penuh cinta terhadap kohitala.

Srupuuut…… nikmatttt. Selamat menjalin rasa melalui seduhan kohitala bersama orang-orang tercinta. Wassalam (AKW)

***

Lokasi :
Ujala Cafe & Roastery
Jl. Selamet No. 60 Bojongherang Kab. Cianjur Jawa Barat 43216