Ngopay di MINI Coffee.

Yuk Ngopay di Kota Dodol.

GARUT, akwnulis.com. Terkadang kalau sudah ketemu kedai atau cafe yang menyajikan Kohitala (kopi hitam tanpa gula), langsung pesan dan dikala telah tersaji langsung sruput dinikmati…. sementara ada yang terlupa yaitu ambil photo untuk dokumentasi.

Kenapa dokumentasi photo menjadi penting?”

Karena memang trend jamannya begitu. Dari mulai kualitas smartphone yang makin berkualitas, kemudahan upload di media sosial dan menghasilkan rasa bahagia karena melihat jempol (like) dan komen dari photo atau video unggahan kita di belantara ramatloka.

Begitupun di cafe ini, sajian V60 arabica papandayan lanang berry-nya langsung di sruput dan cuman jepret 2 buah photo…. eh yang satunya blur, alhasil ada satu photo yang bisa ditampilkan, Alhamdulillah.

Tempatnya nyaman dan cukup strategis dengan berbagai menu pilihan diantaranya cemilan yang dicoba adalah dimsum dan singkong keju…. awww pantesan kagak kurus, lha wong cemilannya berrat…

Nggak dimakan sendiri juga, tapi bareng-bareng. Menu lainnya banyak juga, tapi tentu yang dibahas tetap urusan sruput kopay ya guys.

Kopi Arabica Papandayan Garut Lanang menjadi pilihan, dan diproses manual brew menggunakan V60 oleh sang baristi, namanya neng Dita dengan komposisi kopinya 1: 15 dan gramasinya 18gr dengan suhu 85° celcius menghasilkan sajian kopi hitam tanpa gula yang ber acidity dan body medium dengan tastenya berry.

Sajian kedua adalah arabica papandayan honey dengan komposisi dan gramasi manual brew V60 yang sama tetapi suhu ditingkatkan 90° celcius pada saat penyeduhan. Body medium ninggal dan acidty high….. cocok nich.

Panasnya pas pisan… srupuut lagii. Ditemani cemilan singking keju yang renyah rangu juga dimsum yang keburu abis dimakan sehingga yang tersisa hanya senyum.

Itulah sejumput momen di kota dodol, menikmati kopi di sela tugas kerja yang hadir tanpa pernah berhenti. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
MINI COFFEE,
Jl. Patriot No. 46 Sukagalih Garut West Java.

GAYO wine Frau Kertajati.

Ngopay malam sambil menghitung bintang.

Photo : Gayo wine ala Frau cafe / dokpri.

KERTAJATI, akwnulis.com. Malam gelap bertabur bintang menemani perjalanan keluar dari bandara kesayangan jawa barat, BIJB. Sebuah kebanggaan menyeruak karena akhirnya penerbangan internasional direct flight ke luar negeri telah hadir yaitu KJT – KUL (kertajati – kualalumpur) dengan menggunakan maskapai penerbangan malaysia airlines.

Jalanan lengang dan sendu, ada sedikit gerimis di ujung waktu. Tetapi tidak menghambat pandangan mata untuk melihat kiri kanan jalan siapa tahu ada yang dicari, khan tinggal beli.

Ta daaa…..

Tak berapa lama, indera penciuman mengendus sesuatu….. kopiiiiii.

Ternyata tidak jauh dari pertigaan jalan bandara, belok kanan… langsung ada objek yang dicari….

Belok, parkir, brenti, turun…. dan pesan donk.

Manual brew V60, kopinya yang ini!”
“Baik kakak”

Photo : Apang beraksi / dokpri.

Apang sang barista.. eh moh Jafar Sidik langsung sibuk meracik bean arabica gayo wine yang tersedia. Sebenernya nyari bean asli majalengka, tetapi stoknya habis…. ya sudah yang ada saja.

Tangan terampil sang barista langsung beraksi menjadi tontonan tersendiri. 15 gram bean segera dihancurkan tanpa ampun oleh grinder lalu bersiap disiram perlahan eh diseduh dengan air panas 90° celcius sebanyak 200 ml….. curr… tes..tes..tes.

Perlahan tapi pasti hadirlah cairan kopi asli yang penuh sensasi. Gayo wine racikan Apang, barista kertajati.

Rasa khas gayo wine hadir di tanah majalengka, body strong dan acidity high men-cènghar-kan*) pikiran dan meninggalkan kenikmatpahitan di dasar lidah, tentu dengan after taste dominan tamarind dan brown sugar.

Seupuut…. eh sruputtt… lagiii.

Perjalanan menghitung bintangpun dilanjutkan tanpa banyak keluhan, yang pasti ada sang barista disini jikalau harus kembali dan beredar di sekitar kertajati lalu bersantuy sambil ngopi. Wassalam (AKW).

****

*) menyegarkan.

Lokasi : FRAU Cafe, Jl. Raya Kertajati – Majalengka Jawa Barat

Maher Coffee.

Mengendalikan keinginan dengan Ngopay.

Photo : Arabica minang solok pake V60 / dokpri

TASIKMALAYA, akwnulis.com. Sebuah hasrat perlahan tapi pasti mengkristal menjadi keinginan kuat terhadap sesuatu. Secara sadar dan tidak disadari mulai menyusun pembenaran agar keinginan ini bisa segera diwujudkan, yang mungkin dengan berbagai ihtiar, metode dan doa.

Tetapi ternyata kristalisasi harapan ini berada di ranah angan karena ada hal fundamental yang tidak mungkin dilanggar….. akh… nyesek euy.

Kenyataan memang terkadang tidak sejalan dengan harapan. Disinilah kedewasaan berfikir berperan, bagaimana mengendalikan keinginan dan dengan cepat berusaha menerima kenyataan (padahal kenyataannya harus bersusah payah, karena yang tersulit itu adalah melawan keinginan diri sendiri).

Meskipun itu sangat berat dan butuh perjuangan, tetapi memang harus dilakukan, karena itulah kehidupan.

Urusan apa sih, kok kayaknya serius banget kakak”

Pertanyaan sederhana penuh rasa kepo-isasi, hampir saja menggoyahkan rahasia angan yang sebenarnya sedang berusaha dilupakan dan dihapushilangkan dari sisi memory di dalam neocortex ini.

Sudahlah, biarkan keinginan ini musnah dan melarut pada cairan hitam di gelas kaca yang memberi pengalih kenikmatan sehingga kembali bisa ajeg memaknai berbagai situasi kehidupan.

Yup, pahitnya kopi dan getirnya rasa dapat menggantikan kegetiran kenyataan hidup yang sederhana. Minimal bisa teralihkan dengan menyecap pahitnya kopi tanpa gula yang diproses manual penuh rasa suka cita oleh sang barista.

Kopi yang tersaji adalah arabica tolu batak keluaran Noah Barn (kayak kenal inih mah….) yang langsung diproses manual brew V60.

Hasilnya sajian kohitala panas yang menenangkan, dark coklat dan karamel menyapa di after taste dengan body dan acidity mesium… eh medium…. yummmy… srupuuuut.

Photo : Arabica tolu batak / dokpri.

Supaya seimbang pengendalian diri dari kristalisasi keinginan yang membuncah ini, maka tidak hanya sajian manual brew kohitala panas saja. Tetapi dilanjutkan dengan javanesse (manual brew dengan es batu yang siap di gelas untuk menampung cucuran eh tetesan hasil brewing)… pilihannya jatuh pada arabica minang solok dari Minatour roastery….

Monggo prosesss….

Sajian kedua kohitala japanesse (kopi es) semakin menyegarkan rasa dan menguatkan kendali perasaan untuk tetap berpegang pada realita tanpa tertelikung keinginan yang membabi buta.

Sruput lagiiii…..

Jangan takut dengan angan dan keinginan, tapi hadapi dan kendalikan. Sebagai pengalih perasaan, maka pilihlah kopi manual panas dan japanesse, insyaalloh perasaan kembali seimbang dan angan yang membuncah perlahan terkendali meskipun tidak berarti sirna sama sekali. Selamat berkawan dengan keinginan dan mengendalikan angan. Wassalam. (AKW).

***

Lokasi :
Maher Coffee, Jl. R.Ikik Wiradikarta No.6 Yudanagara. Kec. Cihideung Kota Tasikmalaya Jawa Barat.

Ngopi itu PenThinK.

TASIKMALAYA, akwnulis.com. Sebuah tanya menggelitik di rongga dada, “Apakah Ngopi itu penting?

Ayo jawab….. pasti bakalan beda-beda.

Bagi yang tidak suka ngopi atau minum kopi, maka ngopi itu membuang waktu dan juga duit. Mendingan or lebih baik minum minuman lainnya…. bener nggak?

Tetapi bagi penikmat kopi, seakan menjadi wajib menyeruput secangkir, segelas, sebejana, sesloki kopi hitam.. seolah hari terasa sedih jikalau tak bersua dengan sesruput kohitala…

Jadi ngopi itu penting kawan dan lebih penting adalah ngopi ditempat yang memang penting.

Dimana itu?……

Tempatnya masih sekitar mesjid Agung Kota Tasikmalaya, atau lebih spesifik lagi dekat bubur zaenal, bubur legendaris di kota tasik…. “Ketemu nggak?”…. yo wis gogling aja mbak mas.

Kok jadi penting ngopi di tempat itu?

Begini kawan, ngopi disini menjadi penting karena di menunya tersedia pilihan kopi hitam tanpa gula yang diseduh manual dengan V60 dan vietnam drip dan juga ada menu-menu lainnya… menu kopi-kopi kekinian. Kafenya memang tanpa AC, tetapi suasana relatif bersahabat kecuali di siang tengah hari… yaa sedikit berkeringat kawan.

Paling terpenting ngopi disini adalah nama cafenya juga penting, yaitu cafe PenThink…… apakah gabungan dari pen (pulpen) dan Think (berfikir) yang artinya bisa berfikir dan menuangkannya dalam coretan-coretan pulpen atau mungkin juga memang dibaca jadi ‘penthing‘…. entahlah karena sang barista malah ternganga pas ditanya tentang arti nama cafe yang dijaganya.

Photo : Sajian V60 Arabica Kintamani / dokpri.

Pilihan kopi seduh manualnya sangat terbatas, cuma ada arabica bali kintamani, tapi mungkin segmentasi pembelinya yang menu lainnya…. yang pasti minimal mampir kesini bisa jadi penting hehehehehe.

Sajian manual brew V60nya menggunakan gramasi 15gram dan 150 ml air panas dengan suhu 87° celcius dengan harga 18K persajian. Pas di sruput, yaa lumayan…. acidity medium dan body medium, ada juga sedikit yang ninggal kepahitnikmatan dibawah lidah. Hanya saja terasa kurang panas, karena diriku aliran SPDC (sembilan puluh derajat celcius).

Itulah pengalaman ngopi ditempat ‘PenThink‘ di Kota Tasikmalaya. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
PenThinK Coffee
Jl. Galunggung No.85 Kota Tasikmalaya.

Kopi Dirut & Banjir.

Sajian Kohitala & Banjir yang hadir tiba-tiba.

Photo : Kopi Dirut / dokpri.

TANGERANG, akwnulis.com. Kopi di cangkir merah menyambut kehadiran raga ini di tanah banten. Sajian kopi tubruk biasa tetapi memiliki aneka makna. Ada makna penyambutan terhadap kawan lama, juga sekaligus menambah pengalaman dalam menyerap aura pimpinan karena disajikan di meja seorang direktur utama.

Sruput perdana langsung membahana di tengah lidah serta mengurangi dahaga…. nikmattt pisan.

Dilanjutkan dengan berbincang ringan dan riang seiring rentang waktu yang telah lama terbentang. Indahnya silaturahim persaudaraan tidak lekang dimakan jarak perjalanan.

Cangkir kedua hadir tanpa basa basi, mengisi relung cangkir kopi yang tandas dari tadi.

Ngapain kamu disini?”

Sudah pasti tugas dinas yang menyebabkan ini semua, menggerakkan raga melintasi 200 km perjalanan menuju lokasi ini dimana bersua dengan secangkir kopi di meja direktur utama, atau disingkat kopi dirut.

Maka tiada kata lain selain ‘Jasuni‘ saja, dan salah satu rasa syukur dan nikmati ini adalah keindahan manisnya rasa yang hadir dibalik kepahitan kopi hitam tanpa gula.

Photo : Banjir depan kantor / dokpri.

Meskipun agenda pertemuan agak sedikit tertunda karena beberapa tamu terhambat oleh banjir yang baru pertama kali (katanya) hadir, tepat di jalan besar depan kantor. Tetapi itu semua tidak menyurutkan langkah para tamu, mereka berkorban singsingkan celana dan ganti sandal untuk melewati genangan air yang mencapai lutut orang dewasa… cemunggutz.

Acara pertemuan tuntas dan menjelang magrib kami bergerak meninggalkan wilayah kabupaten tangerang via serpong menuju jakarta karena harus mengikuti meeting penting esok hari. Srupuut, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Kantor PD BPR Kertaraharja
Jl. Raya Serang km15 No.1 Talagasari Kec. Cikupa Tangerang, Provinsi Banten.

Longblack Spiegel.

Jangan sedih… ngopay bray.

Photo : Tampak pintu masuk Spiegel bar & bistro / dokpri.

SEMARANG akwnulis.com. Sedih itu sebenernya hanya satu sisi dalam kehidupan, berbahagialah manakala kita masih bisa merasakan sedih. Karena dengan paham sebuah makna kesedihan, maka akan lebih paham dan bersyukur dengan hadirnya kebahagiaan.

Kok begitu?”

Karena hukum kehidupan itu berpasang-pasangan kawan, sedih itu satu sisi dan lawannya adalah rasa senang atau rasa bahagia. “Betul nggak?”

Jadi kalau lagi sedih, bersedu sedan hingga mengalir airmata membanjiri bumi pertiwi (ahay lebay) karena ternyata si dia bukan milik kita tetapi hanya bisa menyayangi saja sesaat tanpa harus memiliki.. apa seeeh, kok nglantur kesinih..

Maksudnya kesedihan ini yang sedang mendera rasa dan raga, harus disyukuri dan dikendalikan, karena sebentar lagi akan berubah menjadi bahagia (harapannya gitu hehehehe)…. meskupin eh meskipun rasa sesak masih menumpuk di rongga-rongga dada akibat ‘last order case’.

Ada yang bilang kalau sedih terjadi karena sebuah hati maka harus dibalas dengan menghadirkan hati yang lain…. awwww. Analog dengan kesedihan ini yang telat nyruput kopi karena kemaleman, berarti harus dicoba dibalas dengan minum kopi di sekitar sini yang mungkin bisa mengobati atau minimal menyeimbangkan kegalauan dan kembali tenang bin santai, karena kejadian lalu sudah berlalu, itu tinggal sejarah saja.

Berjalanlah terus menembus area Kota lama yang ternyata banyak anak manusia yang hilir mudik bercengkerama padahal waktu sudah menuju pertengahan malam yang jauh dari waktu senja.

Photo : Suasana dalam resto / dokpri.

Tiba-tiba di hadapan ada bangunan tua yang tinggi putih dan di lihat dari kaca-kaca yang membatasi kita, terlihat mesin kopi dan barista sedang sibuk beraksi…. ini dia. Apalagi di pintu yang tertutup masih terpampang tulisan ‘Open‘… cekidot.

Masuklah ke resto and bar ini dan ruangan cukup luas agak temaram….

Masih bisa order kopi mas, kopi tanpa gula?”

“Masih Kakak, bisa americano, longblack, espresso dan dopio”

“Mantabs, pesan longblacknya satu”

“Oke Kakak”

Segera mencari tempat duduk yang strategis sambil merasakan suasana hati yang relatif tenang…. tarik nafas.

Dikala meneliti menunya cukup lengkap dengan makanan western dan minuman…. termasuk minuman beralkohol… hati-hati, jangan tergoda untuk mencoba.

Photo : Longblack Spiegel / dokpri.

Tak terasa waktu berjalan dan dihadapan sudah hadir sajian longblack bercangkir merah. Panas, hitam dengan keharuman kopi yang khas…. yummy.

Sruputan dan tegukan menjadi momen penenang malam ini, mengingatkan diri akan nilai-nilai kehidupan, bahwa sedih itu hanya berbatasan tipis dengan senang dan bahagia.

Selamat malam kawan… eh selamat dini hari. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
SPIEGEL BAR & BISTRO
Kota lama, Jl. Letjen Suprapto No.59 Tj.Mas Kota Semarang Jawa Tengah.

Filosofi (kehidupan) Kopi.

Hidup memang harus berpegang filosofi.

SEMARANG, akwnulis.com. Raga bergegas bersama jiwa yang meranggas, menuju sebuah tempat yang diharapkan bisa menjadi pemuas hasrat yang berkelas.

Tapi…. ternyata harapan tinggal harapan, semua buyar hanya karena jarum jam yang tak mau berhenti sehingga kedatangan ini seolah tiada arti.

Agenda padat dalam kunjungan kerja ini memang merupakan settingan bersama, sehingga jam 22.00 wib baru bisa membuka pintu cafe filosofi kopi di Kota Lama Semarang dan bergegas memesan manual brew…. tapi, penolakan halus karena sudah last order begitu meremukkan hati.

Sedih menggunung tanpa bisa menuangkan dalam kata, hanya wajah membesi saja yang mewakili kecewa ini. Apa mau dikata, kopi manual sudah tidak bisa diharapkan, tinggal balik kanan perlahan dan keluar dari area ini dengan meninggalkan kenangan, kenangan nyesek yang sulit jikalau diruangkan dalam kata atau teriakan.

Lalu apa selanjutnya?”

Tak perlu jawaban dengan kata-kata karena raga gontai ini segera keluar area cafe dan terus bergerak menjauh dengan berusaha tetap tegak berjalan meski menanggung kegalauan tidak terkira.

Itulah kehidupan, tidak selalu harapan menjadi kenyataan. Tetap bersyukur dengan segala kemudahan meskipun kecewa itu normal selama berada pada batas kesantunan. Air mata meleleh hanyalah ekspresi dukungan raga bahwa ada sejumput luka yang menjejak di dada. Insyaalloh seiring desau angin malam…. perlahan tapi pasti akan menghilang rasa galau ini…. dan tergantikan kecerian, ……..meskipun untuk sementara masih dalam fase keterpaksaan, terpaksa menerima kenyataan.

Sedih…..

Akhirnya langkah terus menyeret raga menuju tujuan lain yang mungkin miliki cita rasa berbeda, sementara sang waktu mengintai tanpa kompromi dan basa – basi. Tapi ingat kawan, hidup terus berlanjut dan jiwa tetap berdenyut. Wassalam (AKW)

***

Lokasi :
Filosofi Kopi Kota Lama.
Jl. Letjen Suprapto No.61-63 Purwodinatan. Kec. Semarang Tengah Kota Semarang, Jawa Tengah.