NGAGELENYU – fbs

Ngotret yuk ah, basa sunda.

FIKMIN # IMUT NGAGELENYU #

Photo : Mung Ilustrasi / doklang.

Teu pira ukur imut ngagelenyu basa ibu guru muji, pèdah tiasa ngawaler pertarosan anjeuna kalawan tatag tur bèntès. Naha kalah ka dibangkenuan ku bèbènè. Ngabigeu pas ditaros basa jam istirahat.

Kunaon geulis, naha manyun waè geuning!?”

Teuing ah!” Panangan dikèpèskeun, bari ngajèngkat.

Nya tibatan janten rudet, atos wè uih deui ka kelas. Mukaan buku agènda bari èmutan muter teu puguh rasa. Nyobian kutrat kotrèt.

Nuju naon Man, meuni rajin jam istirahat di kelas?” Soanten halimpu ibu guru  aya dipayuneun.

“Euh… ieu bu, …euh kaleresan aya tugas nu teu acan dirèngsèkeun”

Ulah ngabohong, ibu gè ningal naon nu diserat ku Lukman”

Gebeg tèh, langsung panangan nungkup seratan dina agenda. Damis asa panas, mastaka ngadadak rieut. Sumawonna jajantung asa teu puguh.

Ari pèk tèh kalah katodèl, buku agènda murag paburantak. Ibu guru cingogo ningali seratan, teras imut ngagelenyu. Breh judul fikmin dina agènda, -Guru Geulis vs Bèbènè-. (AKW).

***

Fbs : Fiksiminibasasunda sebuah tulisan fiksi singkat berbahasa sunda.

Kenangan Kesegaran – Trans Hotel Bdg

Menikmati kenangan…

Photo : Swimming pool Trans Hotel Bdg – siang / Dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Dalam gemericik air dan hempasan lembut di pasir putih, disanalah tersaji ketenangan sore ini. Meskipun sesaat tapi cukup memberi hiburan pada jiwa yang sedang merindu begitu hebat.

Panggilan menyegarkan dari permukaan air kolam terpaksa ditepiskan tanpa alasan yang bisa menjadi pembenar. Tapi terkadang dalam kehidupan, perlu menolak tanpa jelas alasannya. Ya tolak saja. Titik.

Meskipun sejumput analisis selalu membuntuti suatu tindakan. Begitupun kali ini, alasan sedang shaum peringkat pertama. Karena kalau jadi berenang, khawatir menelan air kolam dan membatalkan puasa yang sedang berjalan.

Dahulu, menu berenang di siang bolong pas ramadhan adalah keharusan sekaligus kehausan. Menjadi modus melepas dahaga tanpa terlihat manusia, padahal Tuhan tahu. Tapi itu kenakalan remaja. Sekarang sudah remako atau remaki*), sudah bukan saatnya lagi curi-curi minum air kolam renang hehehehe…. tahan dan tahan, maka tuntaslah puasa hari ini dengan kumandang adzan mahrib yang begitu dinanti.

Photo : Swimming pool Trans Hotel Bdg – malam / Dokpri.

Alasan kedua bisa saja bentuk badan yang sudah custom, “Tahu khan ukuran custom?”

Ukuran custom itu adalah ukuran tubuh yang hanya diketahui oleh Tuhan, pasangan dan tukang jahit. Biasanya kombinasi ukuran. Leher, bahu dan dada itu ukuran XL tetapi pas perut dan pinggang jadi 4XL. Turun ke Paha dan betis jadi XL lagiiii… wkwkwkwkw…..

Sebagai pelepas rindu bergejebur dan bercengkerama bersama kesegaranmu, maka dokumentasi photo dan video yang mewakili. Minimal meskipun tidak bersentuhan dalam keintiman alami, tetap punya arsip dan dokumentasi bahwa daku pernah kembali kesini.

Tidak lupa dikala senja berganti warna, menggelap dalam malam yang merona. Maka mengabadikan suasana kolam renang lantai tiga Trans Hotel Bandung ini menjadi fitur wajib, sebelum meninggalkannya dengan sejuta kenangan yang tak lekang oleh harapan.

Selamat malam kawan, mari menunda kesegaran tetapi kembali ke halaman mesjid untuk melengkapi ibadah di malam-malam terakhir ramadhan. Wassalam (AKW)

***

*)remako : remaja kolot dan remaki adalah remaja aki-aki.

RUMAH TERANG

Sebuah cerita tentang photobox mini

Photo : Rumah terang / dokpri.

PASTEUR, akwnulis.com. Semangat memposting photo di medsos ternyata terus membara, meskipun ternyata jempol dan like ternyata hanya belasan saja… tak apa, segitu juga bahagia da.

Segala macem aktifitas diabadikan dengan photo dan dipasang di medsos pribadi. Terkadang hadir interaksi di kolom komentar, ataupun saling bertukar jempol…. tapi sesudah itu kembali sunyi seolah tak ada yang peduli.

Inilah era jaman yang berbeda, dimana begitu mudahnya kita menghadirkan berita diri hanya berhitung detik dan menit. Lalu kita bisa dengan mudah memilih, mana yang akan disukai ataupun tidak. Semudah jemari bergerak di keyboard virtual dengan pilihan jempol keatas untuk sebuah suka dan jempol ke bawah untuk berkata tidak.

Atau jika perlu lebih jelas, maka isilah komentar dengan ungkapan sopan dan beradab. Meskipun banyak tulisan ‘tiada ahlak’ yang ternyata di gandrungi khalayak… ah jaman yang aneh.

Hanya kita tidak bisa apatis dengan fenomena ini, karena anak kita adalah pengkonsumsi konten-konten media sosial online yang ternyata isinya bikin prihatin. Sekedar unboxing mainan mahal atau pamer kekayaan dan…. itu dilike serta di subscribe berjuta orang.

Sementara yang konten mendidik cenderung diabaikan karena dianggap monoton dan kurang menantang.

Konten jahil atau prank malah menjadi best seller sementara edukasi tentang tutorial penggunaan office di windows itu biasa saja pengunjungnya.

Ah memang jaman sudah berubah.

Nah, supaya nggak ketinggalan maka berinisiatif membeli kotak khusus untuk ambil photo dengan pencahayaan yang tepat, yang disebut Studio photo box mini.

Photo : Kesayangan / dokpri.

Langsung search di tokped dan shopee dan tentunya banding-banding kualitas dan harga akhir. Ternyata murah, dibawah 50ribu. Langsung saja klik dan klik klik lagi hingga akhirnya transfer virtual akun…. tadaaa.

Hanya 2 hari berselang, teriakan tukang paket mewarnai kehadiran photobox yang dinanti. Tanpa basa basi segera disemprot disinfektan dan unboxing paket tanpa di video.

Langsung dipasang dan bersiap untuk bikin photo terbaik….

Nggak lupa dicolokin dulu kabelnya sehingga cahaya LEDnya menerangi kotak putih mungil ini.. tadaaa.

Kang, sebentar ini minta bantu angkatin”

Teriakan ibu negara membuyarkan keseriusan ambil photo di mini photobox. Tanpa basa basi segera ditinggalkan photobox baru ini dan bergegas menuju sumber suara.

Pas balik lagi ke tempat photobox di letakkan….. ternyata semua sudah berubah… berubah drastis. Karena photobox mini yang baru beberapa menit dibuka dan dicoba memphoto barang-barang kecil telah menjadi mainan baru anak tercinta.

Ayah makasih udah beliin Aku, ini.. RUMAH TERANG” suara renyah dan tertawa bahagia anakku menghapus kekesalan dan berganti dengan senyuman serta garukan tangan di kulit kepala yang tak gatal.

Photo : Rumah terang & boneka jungkir / dokpri.

Jadilah mini photoboxku berubah menjadi RUMAH TERANG yang berisi boneka kucing bolotot dan beraneka mainan lainnya.. ikhlaskan.

Selamat sore dan selamat berbuka shaum bersama keluarga tercinta. Wassalam (AKW).

Empon – empon.

Jam segini, kayaknya seger…. ups

Photo : Empon-empon penghangat raga / dokpri.

Tanjungsari, akwnulis.com. Tanjakan dan kelokan licin menjemput kehadiran langkah kali ini. Memang pendek jaraknya, tetapi dengan tanjakan dan 4 kelokan memberikan kesempatan raga melepaskan beberapa kalori yang dilengkapi dengan deru nafas yang sedikit tersengal.

Ternyata baru ditantang nanjak dikit aja udah repot, ketahuan banget nich nggak pernah olahraga ditambah berat badan yang ternyata stabil dikisaran nomor cantik 99,9kg upss…

Tapi tenang, semangat tetap membara dan tanjakan ini bukan halangan untuk hadir dan berkarya. Maka langkah beratpun terus dilakukan hingga tiba di tempat yang diharapkan, sudah ramai dengan berbagai keriuhan yang di kemas dengan nama Village Talk…. senangnya.

Village Talk sejatinya adalah program kerja Disparbud jabar terkait pemberdayaan masyarakat desa dalam memanfaatkan potensi wisata lokal, sementara dari sisi etimologi bahasa memiliki arti luas termasuk jikalau disambung-sambungin maka semakin luas maknanya.

Coba geura, Village Talk bisa diartikan berbincang atau diskusi di desa, berbicara tentang desa, di desa banyak bicara ataupun ngobrol tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di sektor pariwisata.  Mantabs khan?….

Apapun itu, sebuah ihtiar penguatan dan pemulihan ekonomi masyarakat sedang dilakukan dengan basis potensi wisata dalam wilayah desa atau kawasan yang lebih kecil sekaligus penguatan ekonomi kreatif demi memulihkan dan membangkitkan sektor pariwisata.

Sebuah catatan penting kali ini adalah sajian minuman khas dari salah satu stand warung di bazaar gantoeng yang begitu mempesona, minuman empon-empon.

Jikalau ditahun lalu sudah di promosikan bapak Presiden, maka kali ini bersua kembali dengan sajian minuman hangat di tempat yang eksotis. Berada di ketinggian yang dipenuhi udara segar serta pemandangan hamparan hijau yang mendamaikan perasaan.

Empon-empon adalah minuman jamu yang terdiri dari temulawak, jahe, kunyit dan rempah-rempah lainnya yang mengandung antioksidan, yang bisa menangkal radikal bebas, meningkatkan kebugaran dan daya tahan tubuh.

Apalagi di bulan ramadhan ini, cocok juga menjadi alternatif minuman berbuka puasa yang memghangatkan dan mendamaikan.

Photo : Secangkir empon-empon dan alam / dokpri.

Rasa pegal sisa menanjak sudah hilang, berganti dengan kesegaran yang dihadirkan oleh 3 cangkir empon – empon….

Selamat berpuasa dan mari kita jaga kebugaran dan daya tahan tubuh kita. Wassalam (AKW).

Latte & Konsentrasi malam.

Kembalikan Konsentrasiku….

Photo : Kolam renang Hotel Preanger / dokpri.

PREANGER, akwnulis.com. Buka puasa penuh kebahagiaan, disambut dengan sukacita dan rasa syukur tiada hingga dikala bisa mencapai hari ke-13 di bulan Ramadhan 1442 H ini. Seteguk qurma dan 3 butir air mineral menjadi pembuka, dilanjut shalat magrib dan bersiap makan besarr…. tapi sebagai peran pencitraan, photo yang hadir adalah sepiring salad, padahal… ada kawan-kawan eh makanan lain yang menemani persuapan malam ini.

Dilanjutkan dengan shalat tarawih berjamaah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker dan jaga jarak, plus membawa alat shalat masing-masing.

Bismillah…..

Nah, beres tarawih bersama ternyata ada pertemuan lagi…. alamak, udah nggak konsentrasi, pengen segera pulang. Bercengkerama dengan keluarga kecil yang setia menanti.

Photo : Buah & sayur pembatal / dokpri.

Tapi, tugas adalah amanah dan dengan segala keikhlasan hati, musti dijalani. Meskipun tentu ada sejumput rasa keluarga yang menyeruak tanya, kenapa belum juga pulang untuk segera bersua.

Disinilah peran hati dan setampuk doa, semoga keluargapun bisa ikhlas dengan keadaan dan saling mendukung demi kemajuan.

Sebagai penguat konsentrasi dalam pertemuan malam ini, maka kehadiran secangkir cafelatte adalah jawaban tepat. Perpaduan susu skim dan espresso berpadu lembut memenangkan hati dan memberi efek untuk memgembalikan konsentrasi.

Berpikir lebih fokus dalam kerangka solutif dengan berusaha mengarahkan sebuah keputusan yang mengerucut serta dapat ditentukan tingkat keberhasilan dalam implementasinya.

Emang ngobrolin apa?”

Pertanyaan kepo hadir menemani, tapi bukan jawaban yang hadir untuk menghilangkan dahaga keingintahuan tetapi senyuman terbaik yang biasanya jitu menunda rasa penasaran orang lain terhadap aktifitas kita.

Photo : Cafelatteku Yummy / dokpri.

Mungkin tidak lama rasa penasaran itu akan kembali dengan pertanyaan yang sama, atau malah terlupa karena ada urusan lain yang lebih prioritas di masing-masing sektornya.

Akhirnya pertemuan tuntas dan hasilkan butir-butir kesepahaman yang harus ditindaklanjuti. Keluar dari tempat pertemuan, Alhamdulillah berkesempatan memgambil gambar suasana kolam renang di suasana malam. Ada lampu-lampu berwarna yang menceriakan suasana serta rasa yang berbeda. Maka tak lupa diabadikan untuk disajikan di blog ini.

Yuk ah pulang, untuk bersiap besok berjibaku dengan tugas rutin dan tugas NRP (nampi rupi-rupi padamelan)… atau menerima tugas – tugas lain diluar tupoksi yang kerap menghampiri di senin pagi.

Semangaat Kawan, jangan kendor. Wassalam (AKW).

Semangat PACING pentul.

Yuk Nulis lagi…

Photo : Pacing Pentul / dokpri

KBB, akwnulis.com. Kesibukan terkadang menjadi sebuah alasan dalam kembali rutin menulis di blog sederhana ini. Bertubi tugas dan aneka kegiatan menyita sang waktu sehingga agak sukit mengajak jemari menari di atas keyboard virtual yang setia menanti.

Padahal gadget tetap akrab di genggaman, hanya sayang mengerjakan hal lain yang memang itu dibutuhkan. Pikiran senantiasa dipenuhi berbagai pikiran dan aneka kemungkinan. Sehingga mengumpulkan sebuah fokus pada satu sasaran ternyata butuh perjuangan.

Kenapa begitu?”…. karena sasaran penyelesaian tugasnya banyak dan beraneka rupa dan pikirannya ngarancabang (nggak fokus), segala dipikirin dalam waktu yang sama. Akhirnya malah jadi puyeng dan kurang produktif.

Tapi sekali lagi, itu ternyata jangan menjadi halangan dalam menuangkan kata sehingga menjadi jalinan cerita. Dalam tugas apapun, dimanapun dan kapanpun.

Bismillah… tetaplah menulis kawan.

Masa 2 bulan sebagai waktu adaptasi, memberi modal diri untuk kembali rutin menulis dan mengatur ritme keseharian yang memang sering sekali bersua dengan kejutan – kejutan. Tapi itulah kehidupan, selalu berubah seiring waktu yang tak pernah berhenti bergerak.

Tema kopi dan kolam renang atau lebih mudah disebut NGOPAY & NGOJAY, tentu tetap menjadi tema pegangan meskipun untuk NGOPAY di siang bulan ramadhan adalah TerLARANG karena membatalkan shaum. NGOJAYpun agak dihindari karena khawatir kehausan dan icip-icip air kolam renang hahahaha…..

Tetaplah segar dan penuh semangat dalam menjalani dinamika kehidupan ini, seperti tegak berdirinya Pacing Pentul (Costus spicatus) dengan warna merah membaranya, hijau dedaunannya serta  ketinggian batang yang bisa mencapai 2 meter memberikan semangat keindahan pagi sekaligus memiliki kandungan guna yang bisa menjadi bagian pengobatan herbal.

Mau kepo tentang Pacing Pentul?… searhing aja di Gogle dan Yahoo.. lengkap tuh….

Udah ah nulisnyah…

Nantikan tulisan tentang KOPi-nya di kotretan selanjutnya. Selamat berhari Minggu. Wassalam. (AKW).

DIPAIDO – fbs

Asa kacida…

Fikmin : DIPAIDO

Ilustrasi : lagi sibuk mah / dokpri

Jempol mencèt layar bray tulisan, ‘Naha artos sasihan dina amplop tos sèèp, mèsèr naon waè sasih ieu, meuni teu wawartos!!’

Nyel tèh ambek, asa dipaido tingkat nasional. Padahal geus bèak dèngkak minuhan sagala rupa kabutuhan rumah tangga sakumaha kawajiban salaki.

Gawè jadi teu puguh, hayang geura balik, hayang ngadat, asa teungteuingeun. Teu loba carita, gancang bèbèrès, clak kana motor, biur.

Nepi ka imah, Jikan somèah sakumaha ilaharna. Barudak rèang, komo si bungsu mah, ogo pisan. Teu lila, adzan magrib. Ngariung di tengah imah, buka puasa sakulawarga.

Kaambek rada rerep sanajan rada mentegeg. Ba’da buka puasa nyarios ka Jikan, “Mah, bapak bade ngobrol perkawis anggaran nu tadi di WA ku mamah”

Mangga Pah, mamah naros tèh. Bilih kirang, tiasa dibantos ku Mamah. Kaleresan tadi siang kènging honor nyerat tina majalah sareng tabloid plus arisan ibu-ibu komplèk”

Kaambek leungit saharita, èra nu aya. Layung peuting imut maturan kabungah rasa. Nuhun geulis.

***

Fiksimini Basa Sunda (fbs) sebuah genre penulisan fiksi super singkat maksimum 150 kata, sudah membangun sebuah cerita.

Coffee & Me.

Cerita kopi & sejumput motivasi..

Secangkir Kopi di Pagi hari, memupuk Harapan & Keberkahan Pagi ini

Photo : Americano & Sirih Gading / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Itulah rangkaian kata yang hadir tanpa banyak bertanya dan diabadikan menjadi caption bersama frame photo yang senada. Photo sederhana dimana secangkir americano berpadu dengan tanaman sirih gading yang segar dan sudah lebih dulu terpublikasi di laman Instagramku : @andriekw.

Tulisan singkat itu adalah penyemangat, dan menguatkan motivasi agar diri ini senantiasa berfikir optimis dan tidak mudah menyerah atas keadaan. Meskipun memang rangkaian proses adaptasi terus dilakukan demi sebuah makna profesionalisme dan menjaga komitmen sekaligus belajar lebih mendalam tentang makna sebagai pelayan di dunia birokrasi yang penuh dinamika serta tantangan.

Awalnya tentu dapat dirasakan atau dibaca pada tulisan ‘Kopi Adaptasi‘, lalu bergulir seiring waktu maka hadirlah tulisan singkat lain yang tak jauh dengan sikopihitam atau kohitala (kopi hitam tanpa gula). Meskipun kalau urusan menulis tentang kopi sudah dijalani 2 tahunan lho…. menulisnya santai saja tetapi yang coba dipertahankan adalah konsistensi.

Ngobrolin konsistensi, yang coba dilakukan simple banget kok. Rutin menulis dan upload di blog, titik. Nah nulisnya diusahakan bertema dan tema utama adalah Ngopay dan Ngojay, alias dunia perkopian dan sesekali tentang kolam renang atau sambil berenang sekalian… atau jika sedang hoki, bisa dapet satu framenya adalah gambar secangkir kopi dan pemandangan kolam renang…. tapi itu jarang, mungkin entar ditulisan selanjutnya.

Bisa juga sebagai variasi, nggak musti sajian kopi. Tapi pilihan menu lain yang masih berkerabat dengan kopi di buku menu yang tersaji. Seperti sajian hot matcha kali ini, jangan lupa minta disajikan plus double senyuman. Senyum sang penyaji sekaligus baristi juga seulas siluet senyum di permukaan gelas yang penuh arti.

Photo : Hot Matcha / dokpri.

Jadi, mari menulis dengan semangat ODOA (one day one article)…… ini terinspirasi dari ODOJ (one day one juz) …. persiapan menyambut bulan ramadhan dimana harus diperjuangkan dan dilaksanakan mengaji 1 juz per hari sehingga satu bulan bisa khatam 30 juz, Bismillah.

Kembali urusan kopi, ternyata memang itulah sumber inspirasi. Meskipun harus diyakini bahwa sebuah kebetulan itu tidak murni kebetulan. Itu semua sudah ada catatannya di langit sana (baca : Lauh mahfuz) hanya saja kita sebagai manusia diberi berkah ketidak tahuan, agar apa?…. agar kita senantiasa mengambil hikmah atas semua kejadian. Apakah menggerutu atau ikhlas terhadap kenyataan nasib, apakah bersyukur atau takabur dengan segala kemudahan hidup ini, itu pilihan masing – masing.

Seperti gambar ‘Soto & Kopi’, itupun sebuah momentum yang hadir tanpa reka dan yasa alias rekayasa. Karena terjadi dikala akan sarapan pagi di salah satu rest area Tol Cipali sekaligus order secangkir kopi tubruk, ditubruk pelan – pelan saja dan dihadirkan tanpa gula.

Photo : Soto & Kopi / dokpri.

Nah mereka bersanding dalam frame gambar dan melengkapi koleksi photo per-kopi-anku yang kembali memberi motivasi untuk terus berkarya meskipun sederhana.

Ini kopiku, mana kopimu?”

Selamat pagi dan selamat memaknai hari demi hari, Wassalam. (AKW).

NGAGOROWOK – fbs

Kadè lepat mèrk..

CAKRAWALA, akwnulis com. Asup ka jamban rada horèam, tapi geuning pangseng hoyong geura kahampangan. Nya kumaha deui. Blus ka jamban, teu keueung sakumaha nu dibayangkeun.

Photo : Exhaust fan / dokpri.

Porosot calana, gèk diuk dina closèt. Kadènģè dina luhur sirah aya nu ngaguruh, tara ti sasarina. Keur anteng kahampangan, kaciri sabun jeung sikat huntu ngambang. Gebeg tèh.

Teu talangkè nyokot cai dina èmbèr, tapi geuning kosong. Reuwas mimiti nyaliara. Ayeuna karasa awak asa hampang, ngilu ngambang. Katarik ku hiji kakuatan nu aya dina lalangit jamban.

Jamban jadi bèda, kabèh ngambang kaasup cai kahampangan. Uing reuwas, roroèsan teu puguh cabak, “Tuluuuung… Emaaa… tulung!!!.”

Cetrèk, reup! jamban poèk mongklèng. Panto jamban muka, “Jang, teu nanaon?”

Sora Ema ngagareuwahkeun. Uing curinghak bari awak nyuuh dina tègel, “Henteu Ma, mung reuwas naha janten tiasa ngapung”

Ema imut bari nunjuk exhaust fan anyar, “Jigana salah mèrk Jang. Isuk urang benerkeun.”

Uing unggeuk bari tuluy ngabèrèsan jamban nu pasiksak teu puguh rupa. (AKW).

***

Fbs : fiksimini basa sunda, sebuah cerita rekaan berbahasa sunda dengan maksimal 150 kata.

TEH GELANG

Menikmati kesegaran alami…

CIATER, akwnulis.com. Dikala jiwa berontak untuk segera beredar menapaki jejak jejak kehidupan, sebersit rasa di ujung hati masih meragu karena pandemi. Apakah sudah aman diluar sana?… sebuah tanya yang menggelantung diatas langit keinginan.

Photo : Teh Gelang & Prosesnya / dokpri.

Detik waktu terus menderu mengitari permukaan jam dinding yang setia nemplok ditempatnya. Sementara hati ini masih dilema, antara berangkat dan tidak. Juga antara diijinkan atau tidak.

Lha emang pake ijin?”

Harus atuh, selama masih menjadi anak buah dan belum jadi bapak atau ibu buah tentu selalu ada atasan diatas. Maka mekanisme ijin adalah protap yang menjadikan perjalanan kedinasan ini tepat dan sesuai dengan kehendak semua vihak eh pihak.

Sebuah kata datang melalui pesan whatsapps, ‘OKEY’…. wuiiih senangnya. Ijin sudah ACC, eh tapi aman nggak ya diluar sana?…

Bismillah we ah…. Kuy ah.

Keraguan masih menggelayuti hati, tetapi minimal persiapan prokes menjadi andalan. Masker cadangan, 1 liter handsanitizer dan sabun cair untuk cuci tangan sama sapu tangan segitiga warna pink pemberian seseorang yang pernah hadir penuh pengharapan… uhuuy.

Cuss……

Bergeraklah raga menembus kelokan dago atas yang menjadi jalan pintas, hingga tepat melewati batas kota dan menghambur menuju perkebunan teh yang menghiasi lereng alami gunung tangkuban perahu.

Nah setibanya diperbatasan Bandung dan Kabupaten Subang, ada rasa ingin sebentar mampir demi melihat tempat baru yang masih sepi. Entah karena memang masih pagi atau karena pandemi, yang pasti kursi-kursi masih kosong minim terisi.

Disinilah bersua dengan sajian teh segar yang diproses betul-betul fresh. Jelas sekali daun teh yang diambil adalah teh yang tumbuh segar dihamparan di depan mata. Lalu dipilih dengan tangan tangan terampil dan…. di masukin wajah untuk dimasak… lha dimasak.. maksudnya dilayukan… katanya sih supaya pori-pori daun tehnya terbuka sehingga si rasa dalam daun teh bisa keluar menyapa semesta.

Setelah itu diangkat dan disimpan diatas nyiru untuk selanjutnya digelang, atau diremas remas dengan jari tangan khususnya dengan telapak tangan…. ini yang membuat hadirnya nama TEH GELANG.

Bukan teh gelang, seperti gelang di lengan. Tetapi Gelang seperti penyebutan ‘Lele‘.. artinya diremas dengan kedua tangan dan penekanan oleh telapak tangan dibantu jari jemari…. nikmaat

….klo dipaksain… bisa pake lagu…

Gelang sipatu gelang….. “ silahkan teruskan.

Nahh….. dari sinilah sebuah seduhan teh alami yang hadir dengan gelas tinggi. Menyebarkan aroma kesegaran tiada tara. TEH GELANG namanya.

Photo : Straberry / dokpri.

Sungguh sebuah kombinasi suasana dan rasa yang tiada tara, disempurnakan dengan kumpulan strawberry merah merona yang membuat semakin terpana karena begitu banyak nikmat Illahi yang hadir dengan segala kemudahannya.

Meskipun tetap waspada dikala ada pengunjung lain yang menyapa dan duduk mendekati area meja, maka masker musti kembali terpasang dan semprotkan handsanitizer di tangan demi sebuah ketenangan. Selamat DL tipis tipis kawan. Wassalam (AKW).