NGÈCÈNG – fbs

Konsèntrasi tur tarapti.

BANDUNG, akwnulis.com. Sabot keur solat tarawèh, uteuk mah geus ngacacang, mikiran kumaha carana peuting ieu bisa nyeungeut petasan nu bisa ngabelesat muru jelema nu ngaliwat ka deukeut tangkal kiara badag.

“Assalamualaikum… ” Sora imam salam ka katuhu dina rokaat ka 20. Langkung ngusap beungeut, ngolèsèd kaluar masjid. Keun witir mah di imah, ieu sirah loba rencana.

Leumpang gancang bari mawa genep siki petasan beubeuritan. Nu bisa ngabelesur sabada dihurungkeun sumbu acirna, meulah lembur muru ka tangkal kiara.

Geus merenah dina rungkun deukeut tangkal kiara nu gedè, tinggal nungguan nu marulang solat witir ti masjid. Lolobana bakal ngaliwat ka dinya.

Pas ngaringkang aya tiluan diharudum sarung, langsung ngècèng, petasan di paskeun. Cekes!… Sruttttt….. petasan ngabelesur… lempeng sakumaha itungan, blus pisan kana sarung.

Darrr!!… sarung hurung, tiluan reuwas saharita. Saurang leuleus kapaèhan, nu duaan tigujubar ka balong.

Misi 1 kumplit, catet dina buku leutik. Ngalèos. (AKW).

***

Fbs : fiksimini basa sunda, sebuah tulisan fiksi berbahasa sunda dengan jumlah maksimal 150 kata, sudah membangun sebuah cerita.

RUMAH TERANG

Sebuah cerita tentang photobox mini

Photo : Rumah terang / dokpri.

PASTEUR, akwnulis.com. Semangat memposting photo di medsos ternyata terus membara, meskipun ternyata jempol dan like ternyata hanya belasan saja… tak apa, segitu juga bahagia da.

Segala macem aktifitas diabadikan dengan photo dan dipasang di medsos pribadi. Terkadang hadir interaksi di kolom komentar, ataupun saling bertukar jempol…. tapi sesudah itu kembali sunyi seolah tak ada yang peduli.

Inilah era jaman yang berbeda, dimana begitu mudahnya kita menghadirkan berita diri hanya berhitung detik dan menit. Lalu kita bisa dengan mudah memilih, mana yang akan disukai ataupun tidak. Semudah jemari bergerak di keyboard virtual dengan pilihan jempol keatas untuk sebuah suka dan jempol ke bawah untuk berkata tidak.

Atau jika perlu lebih jelas, maka isilah komentar dengan ungkapan sopan dan beradab. Meskipun banyak tulisan ‘tiada ahlak’ yang ternyata di gandrungi khalayak… ah jaman yang aneh.

Hanya kita tidak bisa apatis dengan fenomena ini, karena anak kita adalah pengkonsumsi konten-konten media sosial online yang ternyata isinya bikin prihatin. Sekedar unboxing mainan mahal atau pamer kekayaan dan…. itu dilike serta di subscribe berjuta orang.

Sementara yang konten mendidik cenderung diabaikan karena dianggap monoton dan kurang menantang.

Konten jahil atau prank malah menjadi best seller sementara edukasi tentang tutorial penggunaan office di windows itu biasa saja pengunjungnya.

Ah memang jaman sudah berubah.

Nah, supaya nggak ketinggalan maka berinisiatif membeli kotak khusus untuk ambil photo dengan pencahayaan yang tepat, yang disebut Studio photo box mini.

Photo : Kesayangan / dokpri.

Langsung search di tokped dan shopee dan tentunya banding-banding kualitas dan harga akhir. Ternyata murah, dibawah 50ribu. Langsung saja klik dan klik klik lagi hingga akhirnya transfer virtual akun…. tadaaa.

Hanya 2 hari berselang, teriakan tukang paket mewarnai kehadiran photobox yang dinanti. Tanpa basa basi segera disemprot disinfektan dan unboxing paket tanpa di video.

Langsung dipasang dan bersiap untuk bikin photo terbaik….

Nggak lupa dicolokin dulu kabelnya sehingga cahaya LEDnya menerangi kotak putih mungil ini.. tadaaa.

Kang, sebentar ini minta bantu angkatin”

Teriakan ibu negara membuyarkan keseriusan ambil photo di mini photobox. Tanpa basa basi segera ditinggalkan photobox baru ini dan bergegas menuju sumber suara.

Pas balik lagi ke tempat photobox di letakkan….. ternyata semua sudah berubah… berubah drastis. Karena photobox mini yang baru beberapa menit dibuka dan dicoba memphoto barang-barang kecil telah menjadi mainan baru anak tercinta.

Ayah makasih udah beliin Aku, ini.. RUMAH TERANG” suara renyah dan tertawa bahagia anakku menghapus kekesalan dan berganti dengan senyuman serta garukan tangan di kulit kepala yang tak gatal.

Photo : Rumah terang & boneka jungkir / dokpri.

Jadilah mini photoboxku berubah menjadi RUMAH TERANG yang berisi boneka kucing bolotot dan beraneka mainan lainnya.. ikhlaskan.

Selamat sore dan selamat berbuka shaum bersama keluarga tercinta. Wassalam (AKW).

Empon – empon.

Jam segini, kayaknya seger…. ups

Photo : Empon-empon penghangat raga / dokpri.

Tanjungsari, akwnulis.com. Tanjakan dan kelokan licin menjemput kehadiran langkah kali ini. Memang pendek jaraknya, tetapi dengan tanjakan dan 4 kelokan memberikan kesempatan raga melepaskan beberapa kalori yang dilengkapi dengan deru nafas yang sedikit tersengal.

Ternyata baru ditantang nanjak dikit aja udah repot, ketahuan banget nich nggak pernah olahraga ditambah berat badan yang ternyata stabil dikisaran nomor cantik 99,9kg upss…

Tapi tenang, semangat tetap membara dan tanjakan ini bukan halangan untuk hadir dan berkarya. Maka langkah beratpun terus dilakukan hingga tiba di tempat yang diharapkan, sudah ramai dengan berbagai keriuhan yang di kemas dengan nama Village Talk…. senangnya.

Village Talk sejatinya adalah program kerja Disparbud jabar terkait pemberdayaan masyarakat desa dalam memanfaatkan potensi wisata lokal, sementara dari sisi etimologi bahasa memiliki arti luas termasuk jikalau disambung-sambungin maka semakin luas maknanya.

Coba geura, Village Talk bisa diartikan berbincang atau diskusi di desa, berbicara tentang desa, di desa banyak bicara ataupun ngobrol tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat desa di sektor pariwisata.  Mantabs khan?….

Apapun itu, sebuah ihtiar penguatan dan pemulihan ekonomi masyarakat sedang dilakukan dengan basis potensi wisata dalam wilayah desa atau kawasan yang lebih kecil sekaligus penguatan ekonomi kreatif demi memulihkan dan membangkitkan sektor pariwisata.

Sebuah catatan penting kali ini adalah sajian minuman khas dari salah satu stand warung di bazaar gantoeng yang begitu mempesona, minuman empon-empon.

Jikalau ditahun lalu sudah di promosikan bapak Presiden, maka kali ini bersua kembali dengan sajian minuman hangat di tempat yang eksotis. Berada di ketinggian yang dipenuhi udara segar serta pemandangan hamparan hijau yang mendamaikan perasaan.

Empon-empon adalah minuman jamu yang terdiri dari temulawak, jahe, kunyit dan rempah-rempah lainnya yang mengandung antioksidan, yang bisa menangkal radikal bebas, meningkatkan kebugaran dan daya tahan tubuh.

Apalagi di bulan ramadhan ini, cocok juga menjadi alternatif minuman berbuka puasa yang memghangatkan dan mendamaikan.

Photo : Secangkir empon-empon dan alam / dokpri.

Rasa pegal sisa menanjak sudah hilang, berganti dengan kesegaran yang dihadirkan oleh 3 cangkir empon – empon….

Selamat berpuasa dan mari kita jaga kebugaran dan daya tahan tubuh kita. Wassalam (AKW).

Latte & Konsentrasi malam.

Kembalikan Konsentrasiku….

Photo : Kolam renang Hotel Preanger / dokpri.

PREANGER, akwnulis.com. Buka puasa penuh kebahagiaan, disambut dengan sukacita dan rasa syukur tiada hingga dikala bisa mencapai hari ke-13 di bulan Ramadhan 1442 H ini. Seteguk qurma dan 3 butir air mineral menjadi pembuka, dilanjut shalat magrib dan bersiap makan besarr…. tapi sebagai peran pencitraan, photo yang hadir adalah sepiring salad, padahal… ada kawan-kawan eh makanan lain yang menemani persuapan malam ini.

Dilanjutkan dengan shalat tarawih berjamaah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker dan jaga jarak, plus membawa alat shalat masing-masing.

Bismillah…..

Nah, beres tarawih bersama ternyata ada pertemuan lagi…. alamak, udah nggak konsentrasi, pengen segera pulang. Bercengkerama dengan keluarga kecil yang setia menanti.

Photo : Buah & sayur pembatal / dokpri.

Tapi, tugas adalah amanah dan dengan segala keikhlasan hati, musti dijalani. Meskipun tentu ada sejumput rasa keluarga yang menyeruak tanya, kenapa belum juga pulang untuk segera bersua.

Disinilah peran hati dan setampuk doa, semoga keluargapun bisa ikhlas dengan keadaan dan saling mendukung demi kemajuan.

Sebagai penguat konsentrasi dalam pertemuan malam ini, maka kehadiran secangkir cafelatte adalah jawaban tepat. Perpaduan susu skim dan espresso berpadu lembut memenangkan hati dan memberi efek untuk memgembalikan konsentrasi.

Berpikir lebih fokus dalam kerangka solutif dengan berusaha mengarahkan sebuah keputusan yang mengerucut serta dapat ditentukan tingkat keberhasilan dalam implementasinya.

Emang ngobrolin apa?”

Pertanyaan kepo hadir menemani, tapi bukan jawaban yang hadir untuk menghilangkan dahaga keingintahuan tetapi senyuman terbaik yang biasanya jitu menunda rasa penasaran orang lain terhadap aktifitas kita.

Photo : Cafelatteku Yummy / dokpri.

Mungkin tidak lama rasa penasaran itu akan kembali dengan pertanyaan yang sama, atau malah terlupa karena ada urusan lain yang lebih prioritas di masing-masing sektornya.

Akhirnya pertemuan tuntas dan hasilkan butir-butir kesepahaman yang harus ditindaklanjuti. Keluar dari tempat pertemuan, Alhamdulillah berkesempatan memgambil gambar suasana kolam renang di suasana malam. Ada lampu-lampu berwarna yang menceriakan suasana serta rasa yang berbeda. Maka tak lupa diabadikan untuk disajikan di blog ini.

Yuk ah pulang, untuk bersiap besok berjibaku dengan tugas rutin dan tugas NRP (nampi rupi-rupi padamelan)… atau menerima tugas – tugas lain diluar tupoksi yang kerap menghampiri di senin pagi.

Semangaat Kawan, jangan kendor. Wassalam (AKW).

Semangat PACING pentul.

Yuk Nulis lagi…

Photo : Pacing Pentul / dokpri

KBB, akwnulis.com. Kesibukan terkadang menjadi sebuah alasan dalam kembali rutin menulis di blog sederhana ini. Bertubi tugas dan aneka kegiatan menyita sang waktu sehingga agak sukit mengajak jemari menari di atas keyboard virtual yang setia menanti.

Padahal gadget tetap akrab di genggaman, hanya sayang mengerjakan hal lain yang memang itu dibutuhkan. Pikiran senantiasa dipenuhi berbagai pikiran dan aneka kemungkinan. Sehingga mengumpulkan sebuah fokus pada satu sasaran ternyata butuh perjuangan.

Kenapa begitu?”…. karena sasaran penyelesaian tugasnya banyak dan beraneka rupa dan pikirannya ngarancabang (nggak fokus), segala dipikirin dalam waktu yang sama. Akhirnya malah jadi puyeng dan kurang produktif.

Tapi sekali lagi, itu ternyata jangan menjadi halangan dalam menuangkan kata sehingga menjadi jalinan cerita. Dalam tugas apapun, dimanapun dan kapanpun.

Bismillah… tetaplah menulis kawan.

Masa 2 bulan sebagai waktu adaptasi, memberi modal diri untuk kembali rutin menulis dan mengatur ritme keseharian yang memang sering sekali bersua dengan kejutan – kejutan. Tapi itulah kehidupan, selalu berubah seiring waktu yang tak pernah berhenti bergerak.

Tema kopi dan kolam renang atau lebih mudah disebut NGOPAY & NGOJAY, tentu tetap menjadi tema pegangan meskipun untuk NGOPAY di siang bulan ramadhan adalah TerLARANG karena membatalkan shaum. NGOJAYpun agak dihindari karena khawatir kehausan dan icip-icip air kolam renang hahahaha…..

Tetaplah segar dan penuh semangat dalam menjalani dinamika kehidupan ini, seperti tegak berdirinya Pacing Pentul (Costus spicatus) dengan warna merah membaranya, hijau dedaunannya serta  ketinggian batang yang bisa mencapai 2 meter memberikan semangat keindahan pagi sekaligus memiliki kandungan guna yang bisa menjadi bagian pengobatan herbal.

Mau kepo tentang Pacing Pentul?… searhing aja di Gogle dan Yahoo.. lengkap tuh….

Udah ah nulisnyah…

Nantikan tulisan tentang KOPi-nya di kotretan selanjutnya. Selamat berhari Minggu. Wassalam. (AKW).

DIPAIDO – fbs

Asa kacida…

Fikmin : DIPAIDO

Ilustrasi : lagi sibuk mah / dokpri

Jempol mencèt layar bray tulisan, ‘Naha artos sasihan dina amplop tos sèèp, mèsèr naon waè sasih ieu, meuni teu wawartos!!’

Nyel tèh ambek, asa dipaido tingkat nasional. Padahal geus bèak dèngkak minuhan sagala rupa kabutuhan rumah tangga sakumaha kawajiban salaki.

Gawè jadi teu puguh, hayang geura balik, hayang ngadat, asa teungteuingeun. Teu loba carita, gancang bèbèrès, clak kana motor, biur.

Nepi ka imah, Jikan somèah sakumaha ilaharna. Barudak rèang, komo si bungsu mah, ogo pisan. Teu lila, adzan magrib. Ngariung di tengah imah, buka puasa sakulawarga.

Kaambek rada rerep sanajan rada mentegeg. Ba’da buka puasa nyarios ka Jikan, “Mah, bapak bade ngobrol perkawis anggaran nu tadi di WA ku mamah”

Mangga Pah, mamah naros tèh. Bilih kirang, tiasa dibantos ku Mamah. Kaleresan tadi siang kènging honor nyerat tina majalah sareng tabloid plus arisan ibu-ibu komplèk”

Kaambek leungit saharita, èra nu aya. Layung peuting imut maturan kabungah rasa. Nuhun geulis.

***

Fiksimini Basa Sunda (fbs) sebuah genre penulisan fiksi super singkat maksimum 150 kata, sudah membangun sebuah cerita.

Met Shaum 1442 H

Met beribadah di Bulan Ramadhan 1442 Hijriyah…

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Rasa syukur adalah utama yang senantiasa dipanjatkan untuk Allah Subahanahu Wataala atas segala kemudahan rahmat dan rejeki yang tiada hingga, yang sering kita lupakan seolah itu adalah hal biasa.

Ucapan met Berpuasa / by kang Rizky hms

Shalawat dan salam untuk Nabi Agung Nabi Besar Muhammad SAW yang membawa cahaya penerang keIslaman bagi Kehidupan umat manusia.

Sebuah tulisan singkat di awal bulan ramadhan ini lebih kepada introspeksi dan mentafakuri diri, bahwa atas ijin-NYA bisa kembali bersua dan menjalani ibadah shaum di bulan yang luar biasa. Setelah 11 bulan kita implementasi dalam kehidupan sehari-hari, maka sebulan ke depan adalah saatnya me-masantren-kan diri untuk kembali fitri dan melanjurkan 11 bulan ke depan dengan perubahan diri yang hakiki.

Kali ini ingin berbagi tentang sesuatu yang dianggap sederhana dan biasa dalam kehidupan sehari-hari yaitu…… rejeki oksigen gratis yang dapat dihirup setiap saat, seolah ini adalah hall lumrah dan ‘biasa saja‘, padahal jikalau dihitung akan menghasilkan angka yang tiada hingga dan begitu mahal adanya.

Ilmuwan Keni Vidiaresis menyampaikan bahwa dalam satu hari, seorang manusia menghirup udara 550 liter oksigen atau sebanding dengan volume air mineral 2 Liter sebanyak 275 botol. Jika dirata-ratakan maka setiap menit, seorang manusia menghirup oksigen 8 liter. Kadar oksigen di udara adalah 20%, dan setelah dihirup 15% nya dihembuskan kembali serta 5% nya yang diserap tubuh.

Coba iseng itung ah, 8 Liter x 60 menit x 24 jam × 5% : 576 Liter….  wah iya mendekati angka 550 liter.

Trus sambungin sama harga air mineral ya…

Harga air mineral galon rata-rata Rp.45,5 ribu dengan isi 19 liter… ini bukan model galon yang air mineral isi ulang yaa…..

Nah berarti 576 liter / 19 liter : 30,31 galon.. lurusin aja ya jadi 30 galon di kalikan harga rata-rata 45,5 ribu/galon menghasilkan jumlah Rp 1.351.500,- / hari. Nah klo perbulan adalah Rp 40.545.00,- dan perbulan (365 hari) menjadi Rp. 493.297.500,-

Setelah dihitung dengan matematika perbandingan sederhana, baru urusan nafas saja dalam satu tahun hampir setengah milyar rupiah per orang diberi gratisan sama Allah SWT.

Berarti 1 milyar rupiah per 2 tahun untuk fasilitas nafas kita tang diberikan cuma-cuma.

Ucapan met shaum / dokpri.

Ini baru secuil rejeki dan rahmat kemudahan dari Yang Maha Kuasa, belum lagi banyak hal – hal lainnya yang seolah sederhana dan biasa saja, padahal penuh nilai sarat makna yang wajib kita syukuri dan tafakuri.

Selamat menunaikan Ibadah Shaum di bulan Ramadhan 1442 Hijriyah, semoga kita semua khususnya kaum muslimin diberi kesempatan, kekuatan, kesehatan, kesabaran dan Keikhlasan menjalani dan menuntaskan bulan penuh berkah ini hingga tuntas sampai akhir dan bisa berjumpa di bulan ramadhan pada tahun – tahun yang akan datang. WassalammualaikumWrWbr. (AKW).

Coffee & Me.

Cerita kopi & sejumput motivasi..

Secangkir Kopi di Pagi hari, memupuk Harapan & Keberkahan Pagi ini

Photo : Americano & Sirih Gading / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Itulah rangkaian kata yang hadir tanpa banyak bertanya dan diabadikan menjadi caption bersama frame photo yang senada. Photo sederhana dimana secangkir americano berpadu dengan tanaman sirih gading yang segar dan sudah lebih dulu terpublikasi di laman Instagramku : @andriekw.

Tulisan singkat itu adalah penyemangat, dan menguatkan motivasi agar diri ini senantiasa berfikir optimis dan tidak mudah menyerah atas keadaan. Meskipun memang rangkaian proses adaptasi terus dilakukan demi sebuah makna profesionalisme dan menjaga komitmen sekaligus belajar lebih mendalam tentang makna sebagai pelayan di dunia birokrasi yang penuh dinamika serta tantangan.

Awalnya tentu dapat dirasakan atau dibaca pada tulisan ‘Kopi Adaptasi‘, lalu bergulir seiring waktu maka hadirlah tulisan singkat lain yang tak jauh dengan sikopihitam atau kohitala (kopi hitam tanpa gula). Meskipun kalau urusan menulis tentang kopi sudah dijalani 2 tahunan lho…. menulisnya santai saja tetapi yang coba dipertahankan adalah konsistensi.

Ngobrolin konsistensi, yang coba dilakukan simple banget kok. Rutin menulis dan upload di blog, titik. Nah nulisnya diusahakan bertema dan tema utama adalah Ngopay dan Ngojay, alias dunia perkopian dan sesekali tentang kolam renang atau sambil berenang sekalian… atau jika sedang hoki, bisa dapet satu framenya adalah gambar secangkir kopi dan pemandangan kolam renang…. tapi itu jarang, mungkin entar ditulisan selanjutnya.

Bisa juga sebagai variasi, nggak musti sajian kopi. Tapi pilihan menu lain yang masih berkerabat dengan kopi di buku menu yang tersaji. Seperti sajian hot matcha kali ini, jangan lupa minta disajikan plus double senyuman. Senyum sang penyaji sekaligus baristi juga seulas siluet senyum di permukaan gelas yang penuh arti.

Photo : Hot Matcha / dokpri.

Jadi, mari menulis dengan semangat ODOA (one day one article)…… ini terinspirasi dari ODOJ (one day one juz) …. persiapan menyambut bulan ramadhan dimana harus diperjuangkan dan dilaksanakan mengaji 1 juz per hari sehingga satu bulan bisa khatam 30 juz, Bismillah.

Kembali urusan kopi, ternyata memang itulah sumber inspirasi. Meskipun harus diyakini bahwa sebuah kebetulan itu tidak murni kebetulan. Itu semua sudah ada catatannya di langit sana (baca : Lauh mahfuz) hanya saja kita sebagai manusia diberi berkah ketidak tahuan, agar apa?…. agar kita senantiasa mengambil hikmah atas semua kejadian. Apakah menggerutu atau ikhlas terhadap kenyataan nasib, apakah bersyukur atau takabur dengan segala kemudahan hidup ini, itu pilihan masing – masing.

Seperti gambar ‘Soto & Kopi’, itupun sebuah momentum yang hadir tanpa reka dan yasa alias rekayasa. Karena terjadi dikala akan sarapan pagi di salah satu rest area Tol Cipali sekaligus order secangkir kopi tubruk, ditubruk pelan – pelan saja dan dihadirkan tanpa gula.

Photo : Soto & Kopi / dokpri.

Nah mereka bersanding dalam frame gambar dan melengkapi koleksi photo per-kopi-anku yang kembali memberi motivasi untuk terus berkarya meskipun sederhana.

Ini kopiku, mana kopimu?”

Selamat pagi dan selamat memaknai hari demi hari, Wassalam. (AKW).

Kolam Renang Luxton Cirebon.

Sesaat menikmati temaram kesegaran…

CIREBON, akwnulis.com. Terdiam dalam temaram sambil merenungi sebuah kenyataan ternyata bisa menghadirkan sejumput rasa nyaman. Kegalauan yang mendera bisa berangsur mereda karena dibelai oleh desau angin malam yang tanpa beban masa lalu.

Photo : Swimming poll Luxton Cirebon / dokpri.

Ada sebuah keinginan untuk membuka helai pakaian dan bercengkerama dengan kesegaran air kolam renang. Tetapi apa mau dikata ternyata jam operasionalnya yang membatasi perjumpaan ini.

Jadi cukup mematung dan menyerap energi malam sambil tiduran diatas rangkaian rotan berbentuk kursi santai. Terasa tulang punggung relax dan dapat berisirahat setelah seharian menopang pergerakan raga yang tak henti mengerjakan bejibun aktifitas.

Area kolam renang ini terletak di lantai 5 Hotel Luxton Cirebon, sebuah kolam renang berbentuk dinamis karena berlekuk dan multifungsi. Selain bisa untuk berenang juga merupakan tempat bersantai sambil menikmati sajian minuman hangat.

Ada kolam renang dewasa dengan kedalaman 1,5 meter dan dibatasi tangga melengkung tersedia juga kolam renang anak, lebih aman karena dengan pembatas yang jelas. Tetapi tetap pengawasan orang dewasa menjadi kewajiban. Karena bagi anak kecil, dalamnya kolam dewasa itu sangat berbahaya seperti dalamnya keinginan dan permintaanmu dikala ditanyakan tentang apa yang kamu mau. Terpaksa mundur teratur tanpa banyak gaya.

Ah kok jadi nglantur ya?…. musti ngopi dulu klo model gini mah. Tapi suasana sekarang, hasrat nongki – nongki terpaksa harus ketat kendali karena secara nyata kita semua belum terbebas dari pandemi.

Photo : Suasana Siang hari / dokpri.

Jadi puaskan diri dulu dengan memandang air kolam yang mulai temaram serta langit kota Cirebon yang mulai ceria ditemani sang bintang. Selamat malam, Wassalam. (AKW).

NGAGOROWOK – fbs

Kadè lepat mèrk..

CAKRAWALA, akwnulis com. Asup ka jamban rada horèam, tapi geuning pangseng hoyong geura kahampangan. Nya kumaha deui. Blus ka jamban, teu keueung sakumaha nu dibayangkeun.

Photo : Exhaust fan / dokpri.

Porosot calana, gèk diuk dina closèt. Kadènģè dina luhur sirah aya nu ngaguruh, tara ti sasarina. Keur anteng kahampangan, kaciri sabun jeung sikat huntu ngambang. Gebeg tèh.

Teu talangkè nyokot cai dina èmbèr, tapi geuning kosong. Reuwas mimiti nyaliara. Ayeuna karasa awak asa hampang, ngilu ngambang. Katarik ku hiji kakuatan nu aya dina lalangit jamban.

Jamban jadi bèda, kabèh ngambang kaasup cai kahampangan. Uing reuwas, roroèsan teu puguh cabak, “Tuluuuung… Emaaa… tulung!!!.”

Cetrèk, reup! jamban poèk mongklèng. Panto jamban muka, “Jang, teu nanaon?”

Sora Ema ngagareuwahkeun. Uing curinghak bari awak nyuuh dina tègel, “Henteu Ma, mung reuwas naha janten tiasa ngapung”

Ema imut bari nunjuk exhaust fan anyar, “Jigana salah mèrk Jang. Isuk urang benerkeun.”

Uing unggeuk bari tuluy ngabèrèsan jamban nu pasiksak teu puguh rupa. (AKW).

***

Fbs : fiksimini basa sunda, sebuah cerita rekaan berbahasa sunda dengan maksimal 150 kata.