NGOPI Gedung Negara & Arabica Manglayang.

Kembali beredar sambil menikmati kopi hitam tanpa gula, edisi Cirebon.

CIREBON, akwnulis.com. Pahitnya kopi hitam tanpa gula adalah sebuah kecanduan hakiki. Semua memang pahit jikalau kopi tanpa gula, tetapi diantara kepahitan itu terselip rasa berbeda dan pengalaman aneka rupa. Karena bisa memaknai perbedaan dari kepahitan rasa ini adalah anugerah tak terkira.

Kali ini raga dan langkah agar menjauh menuju pantura, tepatnya bergiat di kota cirebon dengan tema KOPI NURDIN (nurut dinas) alias terbawa hadir karena urusan pekerjaan.

Nah laporan kerjaan mah ntar dituangkan dalam nota dinas laporan, tapi kalau urusan ngopay maka disinilah tempatnya menuliskan rasa dan kenangan.

Kopi yang pertama tersaji adalah kopi sachet biasa yang diseduh tanpa gula sebut aja merknya kopi kapal api. Untuk rasa ya begitulah flat tanpa banyak rasa-rasa, tetapi suasana dan sajiannya yang bikin berbeda. Pertama cangkirnya cangkir dinas berlogo pemprov jabar dan kedua lokasi kopi tersaji di ruang tamu gedung negara eks keresidenan Cirebon yang penuh sejarah dan kejayaan masa lampau.

Maka dihadirkan dokumentasi kemegahan gedung negara sebagai background yang melengkapi secangkir kohitala (kopi hitam tanpa gula) untuk diabadikan sebelum akhirnya tandas di sruput untuk menikmati dahaga kepahitan kopi yang melenakan.

Alhamdulilahirobbil alamin.

Lalu melengkapi sajian kohitala yang sebenarnya, sebelum pulang ke bandung maka searching-lah lokasi tempat yang menyajikan kohitala dengan metode seduhan manual V60.

Ternyata gayung bersambut dengan hadirnya tawaran dari seorang kawan untuk berdiskusi sambil menikmati sajian kopi… tentu menyenangkan… berangkaaat.

Kopi kedua adalah kopi hitam asli tanpa gula dengan biji kopinya arabica manglayang. Proses seduhan manual dengan filter dan corong V60 menghadirkan sebuah rasa pahit yang kaya makna. Bodynya medium dengan acidity seimbang, hadir selarik segar lemon dan brown sugar sebagai after taste dari sajian kohitala ini. Sruput yummy.

Sajian kohitala ini semakin lengkap dengan menu makanan beratnya yaitu steak yang merupakan pilihan menu spesial di Chantel food space Cirebon. Nyam nyam…

Itulah cerita ngopay kali ini, selamat memaknai kepahitan rasa dengan syukur tiada kira. Wassalam (AKW).

RUMAH PUTIHKU 2022

Rumah putihku… Bersiap memyambut calon pemilik baru.

CIMAHI, akwnulis.com. Memandang sendu bangunan putih yang memberi getaran berbeda karena sejumlah kenangan telah dilalui dalam suka dan duka. Ya, rumah tinggal yang sekarang terdiam menanti pinangan dari jodoh pemilik yang baru.

Awal 2019 hampir saja berganti kepemilikan, namun takdir berkata lain dengan hadirnya virus covid-19. Semua fokus menghadapi serangan bencana kesehatan yang mendera seluruh dunia. Masing-masing menahan investasi dan pembelian barang property sambil berhitung apakah usaha dan tabungan bisa bertahan di masa pandemi.

Tidak perlu banyak kata, karena 2 tahun ini adalah masa keprihatinan pada level masing-masing. Begitupun rumah putih ini, setelah beberapa calon pemilik memastikan akan membayar, ternyata kesulitan likuiditas di masa covid-19 menjadi alasannya.

Akhirnya rumah putih kembali sendiri, menjalani hari demi hari dengan pemilik lama,  sang penulis ala-ala ini.

Kali ini  setelah pandemi mendera dan dianggap relatif lebih landai dengan target imunisasi menuju herd immunity maka geliat pemulihan ekonomi semoga semakin optimis dengan tetap ketat menjaga protokol kesehatan.

Maka, kami tunggu pinangan calon pemilik baru dari rumah putih siap huni ini.

Ini info lengkapnya…

RUMAH PUTIH ANEKA BAKTI CIMAHI

Rumah satu lantai bernuansa putih yang elegan, dengan luas bangunan 152 meter persegi. Terletak di Komplek Perumahan Aneka Bakti, Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan.

Akses dari jalan raya Sadarmanah – Cibeber berjarak 150 meter. Kendaraan umum angkutan kota tinggal berhenti di gerbang komplek dan berjalan kaki sedikit.

Parkir kendaraan 1 buah KR4 dan terlindung dengan atap kanopi baru policarbonat.
Kamar tidur 3 buah + 1 kamar pembantu di lt2 dan kamar mandi 2 buah.

Meja makan dengan 3 kursi,
Kasur spring bed ukuran king size,
Lemari baju 1. Didepan pintu masuk terdapat Kolam ikan hias dibawah teras depan dan dapat dilihat langsung karena menggunakan kaca tebal.

Air bersih, bagus, bersumber dari air PDAM dan Sumur Bor dan dilengkapi filter penjernih dengan 2 buah torn.
Listrik 1200 watt menggunakan token.

Lampu ruang utama dengan downlite + lampu hias. Jalan depan rumah lebar 5 meter, leluasa jika perewis/berpapasan.
Keamanan 24 jam dengan portal dan satpam.
Mesjid dekat sekitar 200 meter.

***

Alamat : Jl. Yuda Bakti No.3 Rt01 Rw11 Komplek Aneka Bakti Leuwigajah Cimahi Selatan.

Penawaran Terbatas, yang minat monggo kontak :

Call/WA : +6287721300307

2022 ADAPTASI

2022 tetap MENULIS

BANDUNG, akwnulis.com. Momentum peralihan tahun masehi kali ini bertepatan juga dengan momentum perubahan pak bos di kantor. Otomatis berbagai penyesuaian menjadi tantangan tersendiri karena bukan hanya administrasi dalam bentuk coretan tahun yang biasanya 21 menjadi 22 akhirannya. Ini klo nggak konsen masih salah – salah lho. Terutama untuk coretan basah di kertas. Klo via aplikasi mah langsung aman… 2022. Meskipun ada shock juga 24 jam karena beberapa aplikaai penting terkait gawean error, nggak bisa diakses… tapi bentar ketang, sekarang udah baikan lagi seperti hubungan aku, dia dan kau hehehehe.

Nah pergantian pimpinan ini yang juga harus disikapi dengan bijak, cepat dan humanis… halah banyak jargon. Tapi yang terpenting adalah satu kata yaitu ADAPTASI.

Apa yang dimaksud adaptasi?”

Terjemahan bebasnya versi aku mah yaitu PENYESUAIAN. Jadi bagaimana segera menyesuaikan dengan pola kerja, budaya kerja dan sifat pimpinan yang baru.

Bagaimana dengan pimpinan lama?… pimpinan lama tetap harus kita hormati, jaga komunikasi dan menjadi bagian tidak terpisahkan dalam perjalanan kita sebagai birokrasi sekaligus sebagai orang tua yang mewarnai sikap perilaku dan tata kerja kita.

Ada juga yang berpendapat bahwa ADAPTASI itu penting, karena ada hurup P dan S.

Maksudnya gimana?”
“Ih telat kamu mah, coba hilangkan hurup P dan S nya”

Sesaat berpikir… kriiik…. kriik…. krikkk

“ADAPTASI, dicoret P dan S nya…. ADA TAI…. waaah bauuu… sialan ih, kirain apaaa”

Akhirnya paham juga heuheuheu…
Nggak nggak ini mah iseng kawan.

Yang pasti penyesuaian itu ada dalam setiap detik kehidupan, karena hakekatnya kita aemua memang akan selalu berubah seiring waktu yang tak kan berhenti barang sedetikpun. Jadi pergantian kepemimpinan adalah hal yang biasa, pergantian jabatan juga sebuah kelumrahan karena itulah rumus dunia fana.

Nah untuk catatan pribadi ada hal yang harus konsisten, konsisten dilakukan dalam segala perubahan ini.

Apa itu kawan?”

Hehehe pertanyaan kepo langsung menyeruak, jawabannya sederhana, MENULIS.

Menulis selalu dan selalu menulis, minimal di blog pribadi www.akwnulis.com dan di grup menulis di medsos serta membuat buku keempatku.

Idealnya ikut juga menulis terkait kedinasan, tetapi ternyata momentum kemarin akhir tahun pabeulit dengan pergantian kepemimpinan di kantor sehingga waktu yang ada habis bersama prioritas tugas yang ada.

Tema menulisnyapun tetap konsisten bahwa yang paling rutin dilakukan adalah berkaitan dengan KOPI, si biji hitam misterius, lalu kuliner dan terakhir adalah tentang tulisan singkat fiksi FIKSIMINI BASA SUNDA.

Meskipun memang belum menulis setiap hari tapi minimal seminggu sekali ada 2 tulisan singkat yang hadir di blogku dan 1 tulisan fiksimini basa sunda. Seperti tulisan fiksimini bertema pergantian tahun 2021/2022, silahkan klik saja SATAUN CINGOGO.

Itu dulu celoteh malam ini, selamat mensyukuri dunia fana dan jangan bosan beradaptasi. Wassalam (AKW).

***

SATAUN CINGOGO – fbs

Asa teu lami, tapi geuning…

CIMAHI, akwnulis.com. Ganti tahun ganti kalender, tapi menulis mah tetep harus konsisten. Maka di awal tahun ini sebuah kotretan singkat berbahasa sunda yaitu FIKMIN hadir kembali.

Karena cerita fiksi maka bisa saja ceritanya absurd dan tidak mungkin, eh atau malah dimungkinkan juga. Ya sudah terserah para pembaca yang budiman sajah…..

Haturan, Fiksimini perdana awal tahun 2022..

***

FIKMIN # SATAUN CINGOGO #

Jam 11 peuting beuteung panas jeung bukengkeng. Hitut hèsè sanajan saeutik ogè tapi ngadon mulek dina juru peujit, gulinggasahan teu puguh rarasaan. Kèsang ngoprot jeung asa rada ngurel. Duh kunaon ieu.

Jikan rikat nèangan norit di dapur, hanjakal bèak. Tapi kabenerean aya kalapa hèjo dua sirah. Ditarok bari jajampèan, tuluy diasongkeun.

“Di eueut akang, mugi-mugi enggal longsong”

Nuhun geulis” Cikalapa hèjo disuruput, seger jeung asa amis, nikmat. Ngan dua suruput, ledis.

Akang nyuruputna ulah rurusuhan, sapertos kasurupan”

Uing ngabèlèhèm rumasa. Teu lila karasa aya mimiti rasa keur ngaheujeun, jigana tèrèh kaluar yeuh. Gura – giru muru pacilingan. Taki-taki.

Karèk gè cingogo, Jegur!! Bruy bray, pletok!.. duarr!!!… sora petasan, mercon jeung kembang api di langit caang mabra.

Bruuttt!! Teu elèh gèlèng Uing mirucaan, sèsa sosis satengah asak, jagong beuleum, daging sapi tutung jeung tèrong kaluar deui tina imbit. Rèwak disampeur ku lauk guramè jeung mujaèr nu satia nungguan dihandapeun.

Èpinyuyèèr!

***

FBS : FIKSIMINI BASA SUNDA, sebuah genre penulisan cerita fiksi singkat berbahasa sunda dengan dibatasi maksimal 150 kata. Sebuah tulisan singkat ini sudah menjadi satu jalinan cerita dan diharapkan membuat rasa penasaran pembaca. Wassalam (AKW)

KOPI BEKONG – Kopi akhir tahun.

Catatan kecil 311221 & kopi.

BANDUNG, akwnulis.com. Hari terakhir di penanggalan masehi sedang dijalani. Tak terasa kenikmatan hidup di dunia sehingga setahun lamanya akhirnya berakhir di 31 desember 2021. Banyak rencana kegiatan yang muncul di benak ini untuk memanfaatkan hari terakhir tahun ini, termasuk mengikuti tim monitoring dan evaluasi tempat wisata di sekitar bandung raya.

Tapi kembali, niat beredar tipis-tipis diurungkan karena dengan berbagai pertimbangan seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya diputuskan untuk ‘jaga kantor’ saja seperti biasanya. Karena hal – hal administratif menjadi menjadi super penting di saat pergantian tahun ini, terutama yang terkait penganggaran. Baik secara phisik ataupun via input aplikasi.

Ternyata benar putusan yang diambil, beberapa urusan harus dituntaskan hari ini. Karena besok adalah tahun depan, tahun 2022.

Diawali rapat pembahasan penyesuaian anggaran di pelataran belakang monumen perjuangan, dilanjutkan rangkaian pertemuan di riau 209 baik dengan mitra juga dengan bapak bos yang baru plus menghadiri alih jabatan beberapa rekan yang memegang amanah menjadi pejabat fungsional adyatama pariwisata dan ekonomi kreatif.

Paling krusial adalah pertanggungjawaban anggaran, dilanjutkan dengan pengajuan gaji januari 2022. Juga peralihan jabatan dari bapak bos, mempengaruhi juga proses perubahan secara administratif. Itu semua harus dituntaskan di hari terakhir ini.

Sambil menjalani hari, rasa ingin menikmati sajian kopi datang dengan sendirinya. Tapi kopi asli, kohitala.

Sebenernya pas rapat pagi di pelataran Monju sudah hadir traktiran kopi, produk Kopi Manja, hanya saja karena bergula sehingga secara halus ditolak dan akhirnya menjadi milik teman yang datang belakangan dan memang kehausan.

Setelah makan siang hadir kembali kopi bergula, kali ini Kopi Djawa tak bisa ditolak karena sudah tersaji dan dinikmati bersama bapak bos baru, Alhamdulillah.

Namun jiwa kohitala tetap berontak dan berharap meraih kenikmatan dengan sajian kopi tanpa gula dengan metode manual brew… aww sakaaw.

Akhirnya setelah kokoreh di dapur kantor, tersisa sebungkus kopi drip dan semoga bisa mememuhi kegundahan ini. Kopi drip bag Red cherry… lumayaaan.

Langsung buka dan… halah clingak clinguk, cangkirnya kok nggak ada?… ya sudahlah gelas gede tempat air putihku bisa dijadikan tempat sajian…. dan jadilah bernama KOPI BEKONG.

Tahu khan bekong?.. sebutan untuk gelas gede dari alumunium.. ya meskipun ini gelas kaca tapi ukuran sebekong juga…. heuheu maksa.

Hasil seduhannya langsung disruput, lumayan ada rasa kopi asli yang hadir meskipun hanya selarik tapi lumayan sedikit mengobati kerinduan yang memuncak ini.

Sruputan dua kali langsung tandas, kenikmatan segera berimbas dan semangat kembali beringas untuk mempercepat penyelesaian tugas di akhir tahun yang akan segera melewati batas dan menyongsong tahun 2022 dengan bergegas. Wassalam (AKW).

Arabica Puntang – Warsun.id

Bersua dengan kenyataan dan se cangkir kopi mini

SOREANG, akwnulis.com. Semilir angin sore menyapa raga tanpa basa-basi ditemani rintik hujan yang menyegarkan keadaan. Lalu lalang kendaraan terasa tenang tanpa teriakan klakson yang mengganggu pendengaran. Semua terlihat nyaman dengan keadaan masing – masing.

Tetapi ternyata masih ada yang tertatih dan belum berdamai dengan keadaan, perlahan mendekat dengan tatapan sayu dan badan lusuh, tentu di lengkapi aroma kesulitan yang dijalani sehari-hari. Dalam hati ingin membantu dengan segepok uang agar segera merubah kehidupan, tapi apa daya dengan segala keterbatasan. Hanya selembar uang ungu yang mewakili perhatian, semoga tawakal dan selamat menjalani kehidupan.

Setelah menghilang dari pandangan, giliran waitres yang sudah hadir di depan dengan senyum manisnya, “Silahkan scan barcode untuk menunya kakak”

Cekatan jemari lentik membantu scan dan memilihkan menu makanan serta minuman dan tanpa banyak cingcong pilihannya adalah sajian kopi hitam tanpa gula yang bakal menjadi obat bengong.

Pilihan kali ini jatuh kepada arabica puntang, si kopi legendaris dari bandung selatan. Di minta dibuat dengan manual brew V60, tentunya dengan panas yang tepat yakni aliran 92 derajatan.

Sambil termangu menanti sajian kohitala arabica puntang, kembali hadir seorang ibu muda menggendong anak bayi dilengkapi kotak speaker lengkap dengan mic untuk ber solo karaoke dangdutan.

Tak banyak tanya, sebuah lembaran coklat berpindah tangan dan dengan sumringah diterima tanpa banyak tanya lalu pergi dengan tergesa.

Silahkan kaka, kopinya” Sebuah suara renyah membuyarkan lamunan. Dibalas dengan senyuman tulus terima kasih. Alhamdulillah sudah tersaji kopi hitam tanpa gula dengan manual brew V60.

Tanpa banyak diskusi maka kopi di bejana berpindah ke gelas kecil putih dan langsung dinikmati… srupuuut.. nikmaat. Bodynya tebel dan  aciditynya setrong dilengkapi arima khas dan aftertastenya adalah fruity dan selarik nangka plus kacang tanah… segerrr.

Betapa sebuah nikmat tidak harus di tempat yang super mewah, tetapi cafe biasapun bisa hadirkan rasa, tinggal bagaimana kita bisa memaknainya.

Sruput lagi…. segaaar. Kembali memandang ke luar dan lalu lintas terasa begitu lengang serta rintik hujan telah hilang berganti siluet pelangi penuh harapan. Wassalam (AKW).

***

Lokasi : Cafe Warsun.id – Soreang.

KOPI PANDAN

Nurut aja sama Mamah…

BANDUNG, akwnulis.com.Sebuah sajian minuman berwarna terang menari dihadapan, memberi rasa penasaran dan sedikit ketakutan. Penasaran sangat jelas karena tampilannya menggiurkan dan terlihat segar. Sementara rasa takut menyelusup karena pasti ini bukan lagi murni sajian kopi hitam tanpa gula, tetapi dicampur berbagai rasa yang mungkin lebih nikmat namun berpotensi bahaya.

Hanya saja sebuah tulisan yang menempel diatas tembok bercahaya kuning keemasan memberikan pencerahan. Bahwa apapun yang dikatakan mamah itulah aturan mainnya hehehehe alias ‘Mama is always right’.

Kata mamah barusan, “Sekali- kali boleh atuh minum sajian kopi dicampur unsur lain agar nggak monoton, ada variasi

Sebagai ungkapan tulus dan angin segar bagi pelanggaran hukum kohitala kali ini. Maka tanpa komando kedua, langsung disegerakan untuk di sruput pada kesempatan pertama.

Rasanya nak enak kawaan, manis dan harum pandan lho.

Ya iya atuh, khan pesennya juga kopi pandan, jelas sudah pake pandan. Tapi gula dan susu nggak dipesan… eh ternyata ikutan. Menyatu menjadi satu sajian yang ciamik dan nikmat…. eh tapi menurutku terlalu manisss… maklum sudah terbiasa minum kopi tanpa gula dan tanpa kawan – kawan kopi lainnya. Klo kopi pandan ini bejibun, dari mulai kopi, tambah sirup pandan, tambah gula, juga susu dan setumpuk harapan barista… jiaah ahay.

Tetapi kembali lagi, karena mamah sudah bersabda maka segera nikmati tanpa jeda. Yakinilah bahwa mama is alway right. Wassalam (AKW).

***

Lokasi : Resto NYONYA DELIGHT – KBP.

SAHA NAMINA? – fbs

Teu pira ukur hoyong terang.

BOGOR, akwnulis.com. Mentari menyinari bumi begitu terik dan atraktif sehingga tak kuat berlama-lama berdiri untuk menikmati hangat dan panasnya sinar alami. Perlahan bergeser mencari keteduhan dibawah pohon rindang di sekitar alun – alun Kota Bogor yang sedang prosesi peresmian.

Segelah mendapatkan posisi strategis, maka menarilah sang jemari. Menuliskan secarik cerita singkat berbahasa sunda yang idenya hadir dari silaturahmi seorang kawan lama, sebut saja Kang Faisal,  sore kemarin.

Canda tawa dan kisah bersama mewarnai perjumpaan lagi setelah 4 tahun tidak pernah bersua, mencoba menangkap ide cerita menuangkan dalam fiksimini basa sunda. Sebuah genre tulisan fiksi berbahasa sunda maksimal 150 kata sudah menjalin satu cerita,  inilah ceritanya….

FIKMIN # SAHA NAMINA? #

Motor bèbèk kameumeut keur gering parna, diopnameu di bèngkèl Jang Opan. Indit nèang kasab numpak angkot tibatan leumpang.

Leungeun bentik megat, angkot eureun. Sup ka jero. Dina angkot aya dua wanoja, marakè rok mini. Katènjo kulit sampulur konèng umyang, ngan hanjakal marakè tato. Nu hiji dina leungeun, nu hiji deui dina bitis jeung tuur, jigana nepi ka pingping.

Pangangguran ditanya, “Badè kamarana nèng?”

Damel mang”

Saha namina?”

Dara mang”

Nu hiji deui mah ngabetem tapi curuk nunjuk kana tuurna. Kaciri tato kembang jeung huruf maringkel. Tuur katuhu aya huruf R, tuur kenca huruf S.

Nèng RS?”

Anjeuna gideug, “Abdi mah Ros”

Rada ngahuleng, ningali kana tuurna ukur aya huruf R jeung S. Si nèng imut matak uruy. Jadi panasaran.

Teu ngartos neng, dupi hurup O na mana?”

Ieu mang” Neng Ros ngadèngkak. Mang Ujang olohok atoh teu bisa ngiceup, tuluy kapiuhan.

***

Nah itu ceritanya kawan, yuk ah lanjut kegiatan di jumat siang ini. Wassalam (AKW).

ICIH – fbs

Selarik kata dalam bahasa sunda, cerita sederhana tentang rivalitas dan cinta.

CIMAHI, akwnulis.com. Selamat berlibur di weekend ini bagi yang berlibur dan selamat bertugas bagi yang bertugas di hari libur yang boleh juga disebut TKW (Tenaga Kerja Weekend).

Tetapi semangat menulis tetap harus dijaga konsistensinya, meskipun hanya 3 paragraf tapi menulislah sebelum menulis itu kalah oleh kemalasan ataupun tergerus kesibukan yang tak akan berhenti selama nyawa dikandung badan.

Bagi yang akan menulis, jangan takut dengan bagus tidaknya tulisan karena penilaian manusia relatif, selalu pro dan kontra. Maka menulislah apa yang dilihat, dirasa dan didengar. Tentunya dengan kalimat biasa yang tidak mengandung unsur SARA.

Yuk ah….  ini kotretan singkat keseharian yang sekaligus mencoba menulis dengan bahasa sunda dengan format fiksimini bahasa sunda dengan batasan maksimal 150 kata dan sudah membangun satu cerita.

Haturan….

FIKMIN # ICIH #

Leungeun cangkeul nahan beungbeurat, tapi waktuna can bèak. Wayahna kudu kuat. Sanajan geus karasa harepan mimiti peunggas, tapi kudu yakin yèn lalakon can tepi ka panungtung. Masih aya wanci nu bisa dipakè meulitkeun ati.

Kèsang muruluk minuhan awak, cangkèng teuas cangkeul nu taya papadana. Tapi, ihtiar kudu nepi ka junun. Ulah gedag kaanginan, tanggah gagah sanajan rumasa umur teu bisa obah. Ripuh geuning.

Gorowok jeung keprok nyumangetan, curucudna kèsang geus teu ditolih. Nu di pencrong ukur detikan jam digital nu mèrè totondè iraha ieu urusan bakal rèngsè.

Tetempoan enyay enyayan, tapi panon ulah dipeureumkeun. Kudu tetep mencrong bari neuteup seukeut. Sakali peureum bakal peureum salilana. Leungit darajat jeung kahormatan nu salila ieu dijaga.

Jorèlat seuri Nyi Icih, bèbènè baheula ngalèlèwè. Ayeuna jadi jikan Si Opan, nu keur pahareup-hareup adu jajaten.

Teu antaparah deui, gorowok, “Iciiiiih” sora handaruan. Kabeh ngarènjag, keprok. Uing meunang, ngan tuluy kapiuhan.

***

Happy Weekend kawan. (AKW).

Menggenggam Kenyataan.

Cerita genggaman dan seteguk rasa.

BANDUNG, akwnulis.com. Mata tiba-tiba terbuka dan agak terhenyak, “Astagfirullohal adzim, belum shalat isya” segera terbangun dan mengangkat raga menuju kamar mandi untuk berwudhu. Sejenak memicingkan mata dan berusaha fokus melihat jarum jam yang sedari tadi memandang dengan senyuman khasnya.

Alhamdulillah baru jam 02.30 wib” Sejumput syukur menguatkan hati untuk segera berwudhu. Berarti tadi pas tengah malam baru bisa pulang ke rumah setelah berkejaran dengan tugas dunia, membersihkan diri mandi dan berganti pakaian lalu sebentar merebahkan badan di kasur empuk samping sang istri dengan tujuan hanya sebentar untuk meregangkan badan dan meluruskan kembali tulang – tulang plus otot tubuh agar bisa rehat sejenak.

Ternyata perilaku pelor (nempel molor) langsung beraksi. Reup we tertidur…. nikmaat.

Nah dengan terbangun mendadak, maka kesempatan shalat isya tidak terlewat. Meskioun dada masih berdegup lebih kencang karena pendadakan yang menghenyakkan.

Sebuah syukur kembali terpanjat, karena sebuah rasa lelah dan capai dalam siklus kehidupan adalah salah satu berkah yang penuh makna. Lelah dan mengantuk itu sebuah cara agar kita sebagai hamba bisa paham bahwa kita bukan apa-apa, hanya seonggok raga tanpa daya sesuai dengan kehendak Illahi Rabb Allah Azza  Wa Jalla. Begitupun bisa terbangun di sisa waktu juga semua kehendak-Nya.

***

Shalat isya dan doa – doa sudah terpanjatkan, tetapi sebelum kembali rebah di peraduan, rasa haus memaksa untuk keluar kamar. Menyalakan lampu di ruang makan.

Bray….

Ternyata di samping gelas di meja makan, beberapa cicak sedang bermain dengan leluasa. Ketiganya terdiam karena kaget dengan hadirnya cahaya. Tanpa berfikir panjang inilah saatnya mencoba kekuatan dan kecepatan tangan.

Hupp…. sebuah sapuan tangan kanan menangkap binatang lincah kenyal kenyal. Meskipun tentu harus merelakan 2 ekor cicak lainnya kabur dengan kecepatan tinggi, tetapi satu cicak sudah aman di genggaman.

Geli sih, juga kasihan melihat 2 mata kecilnya memelas untuk dilepaskan. Tetapi mohon bersabar ya cicak, kita photo dulu… tangan kanan mengambil smartphone dan .. cekrek. Sebuah photo genggaman tangan dan cicak terabadikan.

Setelah itu segera menuju pintu belakang, membuka pintu perlahan agar tidak mengganggu heningnya malam. Menuju halaman belakang dan melepaskan cicak di tanah basah karena embun dini hari yang merata menjaga rasa.

Alhamdulillah, secara tidak langsung latihan kegesitan tangan sudah dilakukan. Jika minggu lalu di tes dengan alat khusus untuk mengukur kekuatan genggaman oleh temen – temen BKOM. Maka dini hari ini kelenturannya diuji untuk menangkap cicak dan menggenggamnya tanpa membuat tersiksa sebelum dilepaskan.

Akhirnya dini hari dilanjutkan dengan menikmati seteguk air hangat dalam suasana temaram lalu kembali bergerak menuju peraduan. Wassalam (AKW).