Behel & Hati

Curhat singkat sesaat.

BANDUNG, akwnulis.com. Tak sengaja bersua dengannya, bersama senyuman yang mempesona. Sesaat terdiam dan teringat seseorang serta sebuah pesan, “Jangan macam-macam”

Ah iya musti bisa menjaga kendali diri, meskipun mungkin rasa ingin tak bisa dihindari, tapi sekali lagi, harus kuat menjaga hati.

Ternyata setelah agak mendekat, ada rasa tenang yang hinggap karena kenyataannya tidak seseram yang dibayangkan. Tidak menarik raga ini dalam magnet kesukaan, sehingga gelap mata berusaha mendekat, memiliki dan menikmati.

“Apa cirinya sehingga menyimpulkan pemilik senyum cantik ini tidak beresiko mencuri hati?”

“Dia pake behel gigi kawan”

“Apa hubungannya behel gigi dengan tidak akan macam-macam?”

“Hahahaha…. justru itu kawan, giginya aja dipagar (behel), apalagi hatinyaa”…

Jiaaaah gubraaag.


Pembicaraan usai dan suasana kembali normal. Wassalam (AKW).

Kopi Bawal sambal ijo

Jikalau jangar hadir, maka kopipun bisa berkawan dengan ikan.

Photo : Ikan bawal & Kopi / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah kombinasi tidak biasa terkadang menghadirkan sebuah cerita berbeda, tapi itulah kehidupan yang penuh nuansa.

Kopi bawal sambal ijo hadir tidak sengaja, tapi mengalir begitu saja.

Dikala kepala berdenyut karena dampak meeting yang penuh angka-angka, plus juga makan siang yang terlambat karena jam istirahatnya bergeser agak lama, maka badan terasa sedikit memanas dan kepala memusing karena kurang asupan makanan….. ahaay lemaah.

Jam 16.00 wib baru bisa jumpa dengan makan siang, maka suapan lahap dan pengen segala dicoba karena banyak pilihan akhirnya hanya menyisakan sepiring ikan bawal sambal ijo.

Maka… dikawinkanlah dengan sajian manual brew V60 kopi arabica mandailing…. ta.. daaaaa….. jadilah photo nggak nyambung antara kopi dan ikan bawal.

Meskipun awalnya nggak akrab, lama-lama mereka ngobrol dan saling curhat. Indahnya silaturahmi membangun hubungan semakin erat dari perbedaan yang awalnya berat.

Selamat berhari rabu kawan, Wassalam (AKW).

Kopi & Ketan.

Menikmati kopi & ketan dipagi hari.

Photo : Secangkir kopi & daun bambu / dokpri.

CIATER, akwnulis.com. Semilir angin pagi melewati dedaunan hijau yang tersenyum berseri. Secangkir kopi sudah tersaji tanpa perlu banyak prosesi karena memang ini kopi sachet kapal api…. yaa sesekali boleh ngopi non-kohitala asli.

Kenapa berhenti kawan?.. bukankah tujuanmu sudah dekat?”

Sebuah pertanyaan yang hadir tanpa tanda peringatan, menohok langsung ke hadapan, seolah memaksa untuk diberi jawaban segera.

Sebelum jawaban mengemuka, disorongkanlah secangkir kopi dan ketan bakar lengkap dengan saus sambalnya. Sang Penanya awalnya terkejut karena hadirnya ketan bakar dan sambalnya bukan jawaban yang diharapkan, tetapi setelah setengah dipaksa maka perlahan dicoba di makan pelan-pelan sambil menyeruput kopi panas yang menggoda selera.

Setelah terlihat sang penanya mengunyah sajian dengan nikmatnya, maka jawaban dari pertanyaan tadi disampaikan, “Berhenti sejenak bukan hanya sekedar rehat, tetapi menyusun strategi agar bisa melangkah lebih cepat sambil menikmati sajian kopi dan ketan yang sangat nikmat”

Photo : Kopi & Ketan Bakar / dokpri.

Senyumnya merekah sambil terus mengunyah…. ah senangnyah..

Tapi ingat, waktu tempuh ke lokasi rapat harus diukur dengan tepat, jangan sampai saking asyiknya ngopii dan makan ketan bakar yang nikmat, lupa waktu hingga jadinya datang terlambat….. hindari itu, inggaat!!!.

Ketan ketiga akhirnya menghentikan petualangan kuliner pagi ini. Bahan rapat sudah dibaca, perut kenyang juga terasa, plus sruput kopi pagi sudah terlaksana, …. Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban…

Lets gooo…. cap cuss. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Warung Kopi diantara Tanjakan emen – Gunung Karamat, Ciater Subang.

Cénghar Kopi Cimahi

Minum kopi sambil nikmati roti munu’u.

Photo : Cenghar kopi / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Eksplore kedai dan atau cafe kopi di sepanjang Jalan Pasantren Kota Cimahi terus berlanjut, diawali dari Cafe Rumah Pinus Coffee, lalu cafe DISINIcoffee dan sekarang ke arah atas kembali bersua dengan cafe yang menyajikan menu kopi kohitala, yakni cafe ‘Cenghar Kopi‘.

Cénghar adalah kata dalam bahasa sunda yang berarti segar, melek dan lebih waspada. Mungkin itu yang dimaksud sang pemilik cafe ini, setelah datang dan menikmati sajian dari menu yang tersedia maka akan segar dan ceria kembali, i hope so.

Photo : Tempat pesan & bayar, maaf photonya blur / dokpri.

Menunya banyak, tapi aku mah mau nulis yang kurasakan, kimunim eh kuminum, kumakan dan akhirnya kutulikan…. eh juga kubayar lho… jadi bukan endorse yaaa..

Urusan setelah tulisan ini ada yang baca dan jadi mau datang ke cafe-cafe ini… itu mah silahkan, anggap saja ini secuil referensi bagi siapapun yang kebetulan kepengen ngopi di wilayah sini.

Pertama, V60 Arabica Gunungtilu honey. Menu kopi pertama yang dipilih, untuk diracik sang barista Kang Dandi dengan komposisi beannya 15gr dan air 120ml pada suhu 85° celcius.

Hasilnya adalah sajian kopi dengan aftertaste berry sedikit manis-manisnya dan body serta acidity medium. Hanya saja dari sisi suhu agar kurang pas panasnya, mungkin sang barista ngejar agar aciditynya keluar, tapi itulah rasa yang ada.

Photo : Roti Aceng Munu’u / dokpri.

Kedua, Roti Aceng Munu’u. Roti ini dipilih karena home made dan mengandung kopi serta bentuknya kembung (munu’u, bahasa sunda). Disajikan dengan taburan tepung gula putih dan sebuah strawberry nangkring di puncak munu’unya, rasa lumayan didukung suasana alami area cafe cenghar ini. Namanya roti Aceng alias Ala-Cenghar, ada-ada aja, kirain yang bikinnya pak Aceng, temen kantor yang kebetulan rumahnya sekitar cimahi.

Ketiga, Javanesse Arabica Gunungtilu wash. Sajian kohitala (kopi hitam tanpa gula) tapi versi dingin sebagai menu penutupnya. Rasa dingin dan pahitnya kopi memberi tambahan sensasi segar (cenghar) dengan acidity lumayan plus aftertastenya berry, menutup jumpa kita di cafe ini. Tak bisa berlama-lama karena ada urusan lain yang nggak bisa ditunda.

Keempat….. Selamat ngopay di Cimohay kawan, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Cafe Cenghar Kopi, Jl. Pasantren No. 131 Cibabat Kota Cimahi.

Check Out – fbs

Pangalaman nu munggaran..

GARUT, akwnulis.com. Lungsur ti lantai 18 muru ka lobby mung sakolépat da numpak lift nu canggih. Saatos panto lift muka, teras muru ka resepsionis, badé nyanggakeun konci kamar.

“Barang-barang di kamar parantos kosong pak?” Padamel hotél naros.

“Teu acan Kang, sakedap urang bérésan” Gura-giru muru ka kamar deui, sakumaha pituduh ti petugas hotel, ulah aya nu kakantun di kamar, kedah kosong saurna.

Uah uih 3 kali ti basement ka lantai 18 karaos pisan rada répot, padahal teu nganggo tangga darurat tapi kana lift canggih téa. Alhamdulillah teu aya barang-barang di kamar nu kakantun, diakut sapuratina, metet minuhan mobil éspas kameumeut.

Saatos réngsé sadayana, nepangan deui ka petugas hotel di resepsionis, nyanggakeun konci kamar sakantenan wawartos wiréhna kamar parantos kosong teu aya anu kakantun. Ayeuna tiasa kaluar hotél muru ka lembur nu énjing pagéto janten ibur.

3 dinten ti harita, pulisi nepangan ka bumi, naroskeun korsi, kasur, AC sareng tivi nu dicandak kamari. (AKW).

Lalandong – fbs

Haté marojéngja, kedah kumaha?

GARUT, akwnulis.com. Indung peuting maturan raga nu marojéngja, baluweng teu puguh rasa. Pakasaban teu bisa jadi alesan, urusan kulawarga ogé lain caturkeuneun. Kabéh ngaguluyur sakumaha ilaharna. “Tapi naha haté bet tagiwur teu puguh rasa?”

Ningali buku tabungan jeung sertifikat geus lumayan ngahunyud minuhan brankas, kitu deui mobil jeung motor pasesedek di garasi.

Jikan jeung budak kukurilingan mapay nagara-nagara sabudereun dunya, unggal usik laporan dina médsos séwang-séwangan. Sabulan katukang di wilayah asia, ayeuna keur anteng di dataran éropa. Tapi keukeuh ieu haté teu puguh rasa.

Tungtungna buru-buru balik ka lembur, sumujud ka indung bapa. Ménta panghampura ogé pituduh supaya haté jadi tingtrim jeung daria.

“Jang, wayahna ulah loba ngarahul, geus ayeuna mah gawé sing junun sanajan hirup ngontrak bari sagawé-gawé, sabar jeung tawakal”

“Sumuhun Ema, Nuhun” waleran dareuda, teras amit mundur muru kana motor bari teu hilap ngahurungkeun aplikasi, sugan waé aya nu order.

Ayeuna haté tenang da geuning hirup mah ukur pupulasan. (AKW).

Ngopi di DISINI Cafe

Menikmati kesendirian dulu DISINi.

Photo : Sepedaku Disini Koppie / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Pantesan dari tadi dicari-cari sepeda kesayangan kok nggak ada di belakang rumah, udah tanya sana sini, malah dijawab senyuman, kezeeel dech.

Jangan-jangan di depan rumah, berlarilah raga ke depan halaman yang berbatasan langsung dengan Jalan Pasantren Cimahi…. ternyata tidak ada, malah disambut deru kendaraan yang melintas, saling berebut mengejar harapan pagi masing-masing.

Dikala, hati semakin was-was, sebuah tepukan lembut di punggung kanan cukup mengagetkan, “Nggak usah galau, sepedamu sudah diabadikan, tuh disana” jari lentiknya menunjuk ke arah tengah rumah yang terdapat lekukan ruangan tempat dimana bercengkerama.

Secepat kilat berbalik badan dan menuju tempat yang ditunjuk, ternyataa…. sepeda kesayangan ada disana. berdiri tegak dengan penuh keanggunan dan menyatu menjadi ornamen penting dalam fragmen kehidupan.

***

Itulah sepenggal angan yang terbersit dikala melihat ornamen dindingnya adalah sebuah sepeda ontel tua yang menjadi saksi dalam roda kehidupan. Sekarang sudah tenang beristirahat di dinding putih tanpa khawatir di congklang eh di naiki oleh pemilik atau siapapun karena agak ribet klo musti nurunin dan naikin lagi ke dinding hehehe…

Ini adalah salah satu sudut ornamen yang ada di Cafe DISINIkopi. Salah satu cafe yang menyajikan menu kopi di area jalan pesantren Kota Cimahi. Jika sebelumnya mencoba kenikmatan suasana dan sajian kopi plus complemennya di RUMAH PINUS COFFEE, nah sekarang di cafe yang berbeda.

Photo : Es Americano / dokpri.

Untuk kopinya memang tidak ada manual brew pake V60 atau kalita juga aeropress, tetapi kopi hitamnya versi mesin saja yaitu : espresso, americano dan longblack. Ditambah dengan menu-menu makanan lainnya. Tempatnya cozy, enak buat nyantai dan juga sambil ngerjain tugas kuliah atau kerjaan…. yaa sebagai alternatif tempat kongkow sih lumayan… tapi buat pengopi kohitala, hanya bisa puas dengan americano saja.

Sebagai pelengkap tentu perlu ada sajian makanan pendamping, maka dihadirkanlah sebuah menu yang pasti disukai semua orang yaitu Indomie goreng sambel matah… awww menggoda… tapi khan ga boleh…. ya udah icip-icip dikit ajaaa… abiss weh.

Photo : indomie sambal matah / dokpri.

Pilihan kopinya adalah es americano alias es kopi tanpa gula….. segarnya rasa pahit dan dingin memberi ketenangan dan kenyamanan… aslinaaa….

Menu makanan lainnya tidak berani dicoba karena sebenernya semangatnya hanya pengen ngopay aja, jadi segelas es americano sudah cukup memenuhi dahaga kohitala kali ini. Selamat beraktifitas kawan, Wassalam (AKW).

Catatan :
Cafe DISINIkopi, Jl. Pasantren No. 178 Cibabat Kota Cimahi.