MELBOURNE & KOPI – meeting & coffee

Sarapan jalan meeting jalan ngopi..

MELBOURNE, akwnulis.com. Makan pagi sekaligus ngopi Longblack di Golden Mug’s Cafe adalah memontum pertama menikmati kopi hitam tanpa gula di benua australia. Belum apa-apa udah kangen pengen minum manual brew V60 dengan diawali keharuman biji kopi yang di grinder sempurna lalu berproses seduhan lembut sehingga mampu berekstraksi maksimal, hmmm sedapnya.

Tapi itu masih di tataran khayalan, karena kenyataannya langsung berhadapan dengan agenda kegiatan yang cukup padat merayap. Buktinya sekarang sudah dua meeting terlaksana. Pertama meeting di Golden Mug’s cafe dalam rangka persiapan dan kedua adalah meeting serius di ABC Building Shoutbank bersama pengurus MSO (Melbourne Simphony Orchestra). Dari Novotel Hotel Central kami berempat berjalan kaki menembus suasana kota melbourne yang cerah namun terasa dingin berangin dengan cuaca sekitar 10 ° celcius.

Berjalan cukup jauh dan menghabiskan waktu sekitar 35 menit. Tetapi perjalanan skuter ini, maksudnya suku (kaki) muter ini begitu menyenangkan karena bisa menikmati suasana dan pemandangan kota yang beragam. Gedung-gedung modern dan gedung – gedung tua saling berdampingan dan menjadi sinergi lanskap yang memukau.

Juga perjalanan melewati jembatan yang dibawahnya mengalir sungai Yarra begitu memikat untuk diabadikan dalam pose terbaik sebagai bagian dari sejarah hidup.

Cetrek.
Cetrek.
Cetrek.

Diskusi dengan pihak MSO diawali dengan tahapan masuk gedung dan registerasi menggunakan mesin pendaftaran touchscreen dan akhirnya keluarlah kartu tamu lengkap dengan nama dan photo kita serta siapa yang akan dituju. Jadi jangan lupa nama kita, pekerjaan, alamat email dan nomor hp sebagai kelengkapan registerasi… lanjut.

Pada tahapan diskusi dan hasilnya nanti tertuang dalam nota dinas lampiran ya. Karena memang tulisan ini memang urusannya dengan perkopian yang kebetulan ngopinya nanti setelah tugas resmi tuntas ya… kecuali kalau pas meeting disuguhinya kopi, itu bakal beda lagi ceritanya.

Tuntas pertemuan maka saatnya berjalan kaki kembali menuju hotel. Tapi ternyata air hujan menyambut dengan derasnya, membuat kita berempat terpaksa berteduh dulu di balik bangunan tinggi sambil menunggu hujan mereda. Betul – betul summer yang aneh, tapi mari kita nikmati karena tidak setiap hari huhujanan (hujan – hujanan) di negeri orang.

Nah setelah agak raat eh mereda, mulailah berjalan kaki kembali. Meskipun sesekali masih harus menghindar dari tetesan butir hujan yang tiba-tiba datang. Disinilah kegesitan diuji. Sieeet.. nyingceet dan berteduh. Lalu berjalan lagi dengan rute agak berbeda dengan menyusuri boulevard sungai yarra yang luas banget, pokoknya buat para pedestrian mah kota ini surga.
Sebagai bukti dokumentasi maka beberapa swapoto bersama menjadi penting, kebetulan pak bos jago ambil gambar dengan smartphone canggihnya, lengkap sudah photo kami berempat dengan latar belakang keindahan kota melbourne ini.

Sebagai penutup tulisan ini, maka kesempatan bersua dengan secangkir kopi sambil menikmati deru hujan badai yang hadir tiba-tiba menjadi sensasi tersendiri.

Atuda nggak kebayang kawan, tadi jalan kaki dan berphoto riang menyusuri boulevard sungai yarra dalam keadaan cerah meskipun berangin, lalu pas sudah menyebrang jalan di jembatan suasana berubah menjadi teduh dan berawan. Maka diputuskan untuk berhenti sesaat di dekat stasiun… karena kebetulan juga melihat kedai kopi dan mungkin cemilan yang bisa menemani serta mengisi perut ini karena mungkin mulai kosong setelah energinya terkuras oleh jalan kaki siang ini.

Setelah pesan segelas americano eh longblack ukuran medium dan 3 cappucino ukuran medium juga. Kami berempat duduk sesaat sambil menikmati sore. Sementara Bu Enci memesan juga cemilan agak berat berupa chicken wings yang hadir menyusul.

Awalnya hujan gerimis saja tetapi hanya hitungan menit menjadi hujan besar dan berangin, seperti badai kecil yang mulai meresahkan. Semua aktifitas pergerakan manusia di jalanan terhenti dan menepi menghindari hujan yang mengganas. Hanya hitungan menit suasana berubah seperti badai dengan angin kencang dan air hujan yang begitu deras menghunjam bumi. Awalnya hati ini khawatir takutnya muncul banjir cileuncang melihat curah hujan yang begitu menggila. Tapi melihat wajah – wajah yang berteduh biasa saja dan hanya menepi menghindari hujan, berarti situasi begini adalah rutinitas. Ya sudah lebih baik duduk dan ngopi saja, kebetulan sajian kopi sudah hadir tinggal di eksekusi eh disruputi.

Bener saja, 4 menit kemudian suasana berubah. Hujannya tiba-tiba reda dan angin kencang berganti semilir angin yang menawarkan kedamaian, awan mendung perlahan pergi dan cahaya mentari kembali hadir meskipun terlihat malu-malu. Orang-orang bergerak kembali dengan aktifitasnya dan kamipun lanjutkan ngopi lalu setelah habis, bergerak pergi. Melangkahkan kaki lagi menuju hotel tempat menginap sambil menikmati luasnya trotoar di kota melbourne ini. Wassalam (AKW).

Author: andriekw

Write a simple story with simple language, mix between Indonesian and Sundanese language.

2 thoughts on “MELBOURNE & KOPI – meeting & coffee”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: