Kopi KOMA

menikmati Satu titik dua koma…

Photo : Japanese Arabica Gayo by Kopi KOMA / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Tangan mungil menulis di atas kertas pink wangi mawar, –satu titik dua koma, kamu cantik aku cinta-……… ahaay gombalan jadul anak 90an kembali hadir menggoda pikiran… ternyata waktu berlalu begitu cepat dan tak terasa, kepala 4 sudah di tangan, jangan macam-macam, tinggal bagaimana menata diri dan memastikan tujuan dalam kehidupan.

Sruput dulu…… nikmaat.

Segelas japanesse arabica gayo menemani hari ini, memberi rasa cerah ditengah suasana kesibukan yang begitu silih berganti bertubi-tubi. Cafenya simpel tetapi ciamik dengan harga sajian yang terjangkau, 25ribu.

“Dimana ini teh?”

inihh jawabannyaa…… Itu tadi nyambung sama gombalan jadul, nama cafenya KOMA kopi. Alamatnya di Jalan Siliwangi Bandung di seberang bank Mandiri. Cafenya simpel berlantai 2 dengan konsep minimalis tapi manis. Cocok buat nongkrong sendirian sambil mendamaikan pikiran dan lebih cocok tandem sama pasangan, bisa juga buat kumpul nyampe 10 orang di lantai 2 nya.

Ah udah ah… gitu aja dulu yaah. Wassaalam (AKW).

Bastaa Coffee Stand – Cianjur

Belajar ikhlas dan jangan lupa ngopi kohitala.

Photo : Suasana Cafe & v60 Gununghalu / dokpri.

CIANJUR, akwnulis.com. Nilai sebuah perjalanan kembali kepada tata nilai yang dianut sang pengembara. Jikalau dijalani tanpa keikhlasan maka bukan hasil optimal yang dicapai tetapi malah sebaliknya, Hasilnya belum tentu, badan cape juga lelah secara mental karena hanya gerutu dan penyesalan yang menghiasi perjalanan.

Maka cara terbaik adalah awali dengan niat keikhlasan dan semangat untuk menjadi bagian dari problem solving. Ibarat tutup pentil, meskipun sangat kecil dan remeh tetapi memiliki fungsi strategis untuk menjaga tekanan udara di ban mobil tetap terjaga dan perjalanan kendaraan akan selamat plus lancar.

Jadi bukan berarti harus menjadi penentu, karena semua ada waktunya. Kerjakan saja tugas yang diemban dengan baik, optimal penuh kerelaan… insyaalloh hasilnya lebih baik… malah melampaui perkiraan yang bisa di ukur.

“Nggak percaya?… coba ajaa guys”

***

Begitupun kali ini, dengan segala sisa tenaga setelah beredar di Pangandaran, …. iya pangandaran, ceritanya klik aja PANGANDARAN 1, PANGANDARAN 2, PANGANDARAN 3,…..

Maka dari pangandaran segera bertolak ke cianjur demi menjadi bagian problem solve ‘sesuatu‘, karena ini adalah tugas maka berusaha ikhlas dan menjaga semangat agar tetap stabil, meskipun kondisi badan mulai labil….. cemunguut.

Alhamdulillah tahapan proses bisa dijalani meskipun langkah panjang menanti, tetapi itulah kehidupan. Dikala berbuat kesalahan dan ada momen untuk memperbaiki, tunjukanlah dengan sebaik-baiknya, kami tunggu dan monitor secara berkala.

Photo : Sajian kopi Arabica Manglayang / dokpri.

Energy boosternya tiada lain, selain jelas keikhlasan dan kebersamaan juga ditambah menikmati sajian kopi manual brew di Bastaa Coffee Stand. Berlokasi di jalan Siliwangi 20 kp. Pasar baru Cianjur.

Dengan metode V60 dan beraneka biji kopi pilihan, kehadiran secangkir kopi ini membuat perjalanan panjang Pangandaran – Bandung – Cianjur tidak terlalu melelahkan… hanya ringsek aja hehehehe.

Arabica Gununghalu Jabarnya maknyus meskipun disajikan dalam cangkir biasa berwarna kuning, terus terang saja menjadi cepat dingin dibandingkan dengan pake botol kaca server…. maka harus segera disrupuuut dan habis… lalu pesen lagiii……

Sajian kedua adalah arabica manglayang diolah natural, hadir kembali dengan cangkir biasa tapi rasa luarbiasa….. langsung sruput lagi…. habis lagi, alasannya takut keburu dingin hehehehe.

Pas moo pesen yang ketiga, beberapa pandangan mata rekan kerja terlihat agak gimana gitu…. urunglah pesannya. Tapi minimal semangat bisa kembali hadir membara.

Eh ada sedikit lagi diujung cangkir… srupuut… Tandass. Wassalam (AKW).

***

Kopi Sarongge Bogor

Cerita Kopi dari Pakansari.

Photo : Sajian kopi & backgroundnya kopi juga / dokpri.

BOGOR, akwnulis.com. Tiada kesan abadi jikalau tiada yang menuliskan kisah perjalanan lengkap dengan dokumentasi. Maka tulislah apa yang kamu kerjakan, tulislah apa yang kamu rasakan, jangan takut dengan bagus atau jeleknya tulisan karena tujuannya bukan perlombaan menulis, tetapi jejak indah jalinan kata memberi nuansa catatan kehidupan yang berbeda.

Dokumentasi akan semakin seksi manakala ada cerita yang bisa digali, apalagi sambil menikmati sajian kopi, lengkap sudah dan perjalanan hidup bakalan lebih indah.

Meskipun pekerjaan dan target terkadang meleset, tapi ngopi bisa menjadi penghibur hati. Dikala tugas tuntas dan sukses sesuai rencana, maka kopi juga bisa menjadi penyempurna.

Jadi, biarkan kopi bicara….

Photo : Biji kopi Sarongge Bogor / dokpri.

Kali ini mencoba salah satu kopi arabica yang (kata pelayannya) asli dari bogor, dinamainya ‘Arabica Sarongge Bogor‘, lets try guys…

Prosesnya tetep pake manual brew V60 dan hasil diskusi singkat dengan barista di Kavez Coffee Roastery yang terletak di area Stadion Pakansari Kabupaten Bogor ini menggunakan air 90° celsius untuk proses penyeduhan dengan perbandingan 1:13.

Sambil menunggu proses manual brew kopi, maka berkeliling sambil mendokumentasikan suasana cafe yang mulai ramai ini. Cafe yang nyaman dengan pilihan tempat No-Smoking, juga lebih luas smoking areanya baik di dalam cafe juga outdoor. Termasuk di lantai 2, tapi hanya buka malam minggu saja untuk lantai 2 ini.

Photo : Pilihan biji kopi siap disaji / dokpri.

Pas balik ke meja, eh sajian kopinya sudah ada, langsung photo (maklum kekinian) baru disruput-kumur-telan…. yummy nikmaaat. Acidity dan bodynya stabil. yach medium, meskipun aftertastenya tidak terlalu kentara tetapi selarik citrun muncul malu-malu.

Photo : Kavez Coffee Roastery / dokpri.

Inilah sejumput kalimat tentang cerita menikmati kopi di tanah bogor ini, beberapa tulisan terdahulu tentang kopi bogor ini ada Kopikir, juga Kopi Mandailing di cafe Migliore. Selamat wiken sahabat, Wassalam (AKW).

Ngopay di Warung Garut.

Menikmati sajian kopi garut di warungnya.

GARUT, akwnulis.com. Dikala malam mulai menjelang, sebuah rasa menyeruak membuka peluang. Setelah lelah bekerja seharian tibalah saatnya menikmati pemandangan sambil bersantai tanpa gangguan.

“Tapi ini sudah malam kawan”

Ya gimana lagi, tugas pekerjaan tetap harus dituntaskan meskipun melewati jam yang sudah diikat aturan. Nggak usah itung-itungan, Allah Maha Tahu, kerja aja, insyaalloh mendapat rejeki yang berkah dan insyaalloh melimpah.. Amiin.

Bergeraklah raga menyusuri jalanan di kota garut jawa barat, mencari sesuap kopi yang masih bisa didatangi, meluncuur….

Photo : Arabica halimun selatan V60 / dokpri.

Dengan bantuan gugelmep plus waze serta silaturahmi dengan penguasa lokal, maka tidak sulit menemukan cafe yang menyajikan kop dengan berbagai pilihan bean serta model pemprosesan lokal dari mulai aeropress, v60, calita dan kawan-kawannya.

Sajian pertama, Arabica halimun selatan garut full wash. Tangan terampil barista Warung Garut yakni kang Away bergerak sinergis memproses pesanan manual brew dengan cekatan.

Photo : Kang Away Barista Warung Garut / dokpri.

Bodynya lite tetapi acidity medium high dengan after taste ada selarik rasa manis… Sruput dulu..

Sebelum pesan sajian selanjutnya, diselingi dulu mencoba satu sloki arabica garut selatan yellow cattura… gratis, milik ini mah.

Sajian kedua adalah arabica papandayan dengan metode manual brewnya tetep v60…. prosesss

Warung Garut ini adalah cafe yang cukup luas terletak di Jalan Pahlawan Garut. Tempatnya nyaman dengan berbagai variasi menu lengkap baik western ataupun asia. Tapi bukan itu tujuannya, karena sajian secangkir kopi yang akan menyelesaikan pertanyaan ini, apalagi jikalau kualitas beannya premium, komposisi seduhan yang tepat baik suhu, rasa dan suasana, maka tinggal dinikmati tanpa banyak basa basi.

Photo : Arabica Papandayan V60 / dokpri.

Sajian kedua, rasa pahit bodynya cukup kuat, dengan acidity medium cenderung low dengan aftertastenya muncul juga karakteristik profile serasa dark chocholate.

Akhirnya seiring waktu yang beranjak melewati dini hari, maka sesi mengopipun harus berakhir karena esok pagi berkutat kembali dengan berbagai tugas yang tiasa henti. Perlu istirahat dan recharge body agar tetap bugar tiada henti, Wassalam (AKW).

***

Diskusi di Serantau Coffee.

Diskusi sambil ngopi, meskipun tempatnya berganti.

Photo : Sajian manual brew v60 / dokpri.

Bandung, akwnulis.com. Terkadang ketidaksengajaan menghasilkan pengalaman baru. Begitupun hari ini, mencoba bersua di satu tempat yang dikira bakalan menyenangkan, berdiskusi sambil menyeruput kopi, ternyata….

Mencoba berjalan kaki dari kantor ke tempat rencana diskusi memakan waktu 19 menit saja, lumayan gerakkan badan… ehh ternyata… cafe-nya masih tutup… sebuah tanda ‘close‘ tergantung didepan pintunya.. nyeseek deh.

Segera kabari kawan yang hampir tiba juga di lokasi, ‘tempat bersua berubaah’, langsung mata dan telinga pasang lebar-lebar mencari informasi tempat terdekat dengan dua syarat minimal, ada kopi manual dan tempat diskusi…. tadaaa

Photo : Suasana Serantau Coffee / dokpri.

Hanya berjarak 200 meter kaki melangkah, eh ada cafe coffee, langsung menyeberang jalan dan memasuki lokasi cafe… senangnya berjumpa dengan grinder, mesin espresso manual dan beraneka bean coffee yang memanjakan hati.

Kawan diskusi segera diberi informasi, tak berapa lama datang tanpa basa-basi. Mencari tempat duduk yang presisi… hayu mulai diskusi, eh jangan lupa pesen dulu kopiiii.

Kopi manual brew V60 menjadi sajian hakiki, beannya lupa, yang pasti ini arabica karena kombinasi acidity medium dan body low-med serta ada after tastenya memberi perbedaan cita dan rasa.

Diskusi berlangsung seru, karena ternyata terdapat informasi yang belum berpadu. Tetapi seiring waktu, kesamaan frequensi pemahaman menghasilkan padu serasi informasi yang saling melengkapi, untuk bersama-sama membangun, mengawasi dan menjaga lembaga agar semakin bagus dan menjadi juara. Merdeka!!!…

Oh iya, nama cafenya Serantau Coffee, beralamat di Jl. Lombok No.19 Bandung.

Selamat menjalani hari, berdiskusi, susun strategi dan hasilkan solusi sambil jangan lupa menyruput kopi. Wassalam (AKW).

Emosi Kopi.

Secangkir kopi & setampuk emosi.

Photo : Cold drip Tollu Batak / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Perbincangan hangat yang tetap berkaitan dengan angka kinerja semakin rame, dibahas dari berbagai sisi dan aneka kemungkinan. Ternyata dikala sebuah case dibahas bareng-bareng, banyak persepsi dan definisi yang terkadang mirip padahal punya arti tersendiri.

Disinilah keterbukaan fikir dan hati menjadi ciri, bagaimana maknai suatu masalah adalah peluang dari datangnya hikmah.

Tidak setuju adalah bentuk sikap yang dipilih, tetapi back-up pengambilan keputusan itu sebaiknya adalah didasari regulasi dan juga bisikan hati nurani.

Sepakatpun belum tentu selamat, karena sepakat untuk melanggar, akan masuk kedalam hitungan permufakatan jahat. Jadi pemahaman dan kendali emosi harus kuat, disitulah akan hadir suatu dimensi keputusan yang tepat.

Meskipun, lelah itu manusiawi, apalagi bukan hanya lelah fikir dan lelah ragawi tapi lelah emosi yang bisa berpengaruh terhadap berbagai kemungkinan di kemudian hari.

“Maksudnya lelah emosi itu apa gan?”

Maksudnya secara emosi kita disudutkan, permalukan, diejek dengan kata-kata penuh dendam tetapi dalam forum yang relatif formal… meureun kitu hehehehe, “Puas nggak?”

“Nggak banget”

“Yaa maklum, saya khan bukan alat pemuas 🤣🤣🤣”

“Jadi supaya kepenasaranku tuntas gimana?”
………. terdiam sejenak, mikir.

“Coba iniiii!!!” Sajian Cold drip kopi Tollu Batak langsung disodorkan, tanpa tedeng aling-aling langsung dituangkan ke gelas dan di-sruput perlahan…… hmmmm.

Photo : Sajian Qore Kelloo Coffee / dokpri.

Beberapa menit saling berdiam diri, menikmati sajian kopi dingin dan perlahan tapi pasti otak & hatipun mendingin…. sang detik tersenyum simpul.

“Enak euy seger, ada yang lain?”

Alhamdulillah, komentar pertama pasca minum kopi terasa menenangkan hati. Langsung saja sajian selanjutnya disorongkan. Kopi Ethiopia Qore Kelloo dengan metode manual brew v60.

Sruput….

dan srupuut lagiii.

Wajahnya memerah dan senyumnya merekah, pembicaraan selanjutnya bernuansa lebih cerah dan masalah yang terjadi bisa dimaknai dengan sebuah proses meraih hikmah yang penuh berkah.

Diplomasi kopi menjadi saksi, bahwa kepahitan yang tersaji hanyalah kamuflase abadi. Dibalik kepahitan yang terjadi, hadir rasa manis hikmah yang tersembunyi. Wassalam (AKW).

Ngopi di Eugene The Goat.

Ngopay selanjutnya di Eugene the goat, Bandung.

Photo : Cafe Eugene the goat / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Menikmati suasana semilir senja sambil nyuruput kopi hitam itu…. sesuatu bingiit. Apalagi jika perpaduannya ideal, kopinya mantap dan pemandangannya yang damai menghijaukan hati.

Sesi satu adalah menikmati sajian kopi sunda kaweni, monggo yang penasaran klik aja INI.

Nah tempatnya.. eh cafe coffeenya adalah ‘Eugene The Goat‘… wuiiih keren nanya khan?… tapi jadi penasaran.

“Kang Agis, klo artinya Eugene the goat itu apa?”

Baristanya senyum, mikir dikit, baru jawab, “Euh.. goatnya sih Kambing… eh domba… iya gitu aja ah”

“Nuhun kang” Nggak nanya lanjut ah kasian. Moo googling aja….

Ternyata…..

Setelah berselancar di dunia mang gugel, ada sebuah kesimpulan, pribadi inih mah….. Eugene itu berasal dari bahasa perancis kuno, dari nama yunani, Eugenios (dari eugenes = bangsawan) yang artinya laki-laki.

Klo goat sih jelas, artinya kambing. Jadi Eugene The Goat, itu artinya ‘Domba Jalu’… alias domba jantan… heuheuheu jadi kereeen nya.

Jadi… mari kita ngopay di Cafe Domba Jalu….

Photo : Arabica Kerinci Banira / dokpri.

Sajian kedua adalah Kopi Kerinci Banira single origin, dengan komposisi 1 : 12, suhu 90° celcius dengan metode seduh manual V60. Kopi ini berasal dari kerinci sungai aro, dengan varietas mix ateng & lini s dengan pengelolaan fullwash.

Hasil racikannya menghasilkan sajian kopi dengan body tebal medium dengan acidity mendekati maksimal, asem dan lekat di lidah serta after tastenya adalah rasa manis vanilla bercampur dengan selarik rasa anggur….. euh.. sama asam jeruk hadir sesaat… srupuuut. Harga 30 ribu per sajian.

Nikmaaat….

Ditemani semilir angin yang menenangkan jiwa, rasa kopi yang ada semakin terasa, apalagi ini adalah sajian kedua, melengkapi sajian pertama arabica sunda kaweni yang sudah habis beberapa menit yang lalu…. Selamat menjalani hari ini. Wassalam (AKW).

***