Arabica Wine Tangkuban Parahu.

Sruput kopinya dan hadapi masalahnya.

Photo : Arabica wine Tangkuban parahu / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Gemericik hujan menjelang sore ini begitu mendukung suasana hati yang sedang gundah merindu, merindukan suasana damai tanpa banyak tekanan dan kewajiban.

Tapi itulah kehidupan, dikala semua seakan baik-baik saja. Disitulah sebuah hambatan hadir. Meskipun tinggal kita ambil pilihan, hambatan ini adalah penghalang atau hambatan ini adalah sebuah tantangan?…. pilihan tentu ditangan kita.

Meskipun ada sedikit tergoda untuk tidak ngapa-ngapain, karena ada prinsip ‘Sebuah masalah itu tidak akan sulit jika tidak dikerjakan‘….. jangan terjebak prinsip yang tidak jelas. Pengalaman membuktikan bahwa membiarkan masalah adalah menghasilkan masalah baru dan semakin menumpuklah dengan masalah-masalah di awal hingga akhirnya kewalahan.

Jadi, mari kita hadapi setiap tantangan dengan treatment masing-masing. Yang paling penting adalah identifikasi dulu apakah masuk kategori urgent, berat dan berimplikasi luas, hingga yang sedikit bisa dijeda sehingga bisa menarik nafas untuk bertanya kepada semesta sebagai bahan jawaban yang dapat memberikan sejumput puas bagi sebagian besar pihak yang terkait.

Lho kok sebagian besar sih, bukannya semua harus puas?”

Dengan seringai riang, meluncurlah jawaban sakti, “Maaf kawan, Kami, Aku ini bukan alat pemuas hehehehehe”.

Tapi tetap berusaha lakukan yang terbaik untuk hadapi hambatan yang ada dan mengubah persepsinya sebagai tantangan, bukan halangan. Insyaalloh semua bisa dilewati, meskipun urusan waktu penuntasan tentu berbeda satu sama lain.

Sebagai mood booster dalam menghadapi tantangan ini, perlu dihadapi dengan kesabaran dan juga ketenangan….. nah urusan mencari suasana tenang, jangan lupa…. sambil nyruput kopi.

Photo : Sajian Arabica Wine Tagkuban parahu / dokpri.

Maka, pilihannya kali ini adalah arabica wine tangkuban parahu dengan metode manual brew V60. Dibuatin orang kali ini mah, mau bikin sendiri nggak sempet karena berbagai pertimbangan dan alasan… alasan terkuat mah hoream hehehe.

Tetapi karena dibuatin orang maka harus menerima kelebihan dan kekurangannya, begitupun sajian kali ini. Ternyata air panas yang dipake nyeduhnya dibawah 90° celcius.. jadinya hangat-hangat kuku saja. Padahal ….mm aku mah seleranya panas 90° celcius, tapi ya sudah nggak ada salahnya juga karena pasti alasannya adalah agar aciditynya lebih terasa dikala diseduh dengan suhu yang lebih rendah.

Tetap disyukuri saja karena bisa menikmati kohitala tanpa repot menyiapkannya.

Srupuuut…… bodynya medium dan aciditynya high dengan secubit rasa wine yang menggigit bibir diujung waktu. Profile sajiannya ada selarik rasa fruitty dan tamarind…. nikmaat.

Alhamdulillah kawan, suasana kebathinan relatif lebih nyaman sambil berusaha menyelesaikan beberapa urusan kerjaan yang perlahan tapi pasti bisa diselesaikan.

Selamat menikmati hari ini kawan. Wassalam (AKW).

Bikin Detox Margarita.

Mencoba buat sendiri, Detox Margarita…. hasilnya…

Photo : Detox Margarita-ku / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Setelah mereview minuman sehat ‘detox margarita, hadir seuntai janji untuk mencoba membuat sendiri, tentu dengan resep ala-ala. Ditambah beberapa request dari pembaca setia blog ini yang penasaran gimana cara buatnya, maka… mari kita coba.

Kembali ke beberapa hari lalu, pas pertama kali menikmati ‘detox margarita’ala Greenandbeans yang menyegarkan dilanjutkan dengan membongkar sisa-sisa minuman….. yang hadir di hadapan mata adalah potongan batang sereh, daun sirih yang diremukkan, potongan jeruk lemon dan es batu yang sudah hampir hilang karena berubah menjadi cairan.

Nggak banyak cingcong, pada kesempatan pertama ke supermarket, tentu dengan full masker, handsanitizer dan jaga jarak dengan semua orang maka beberapa bahan tersebut bisa dibeli sebagai persiapan membuat minuman segar ini di rumah.

pendek cerita… sang waktu bergulir…

Sekarang sudah siap dengan semua bahan yang ada, tapi eits…. ada yang salah… yang dibeli bukan daun sirih ternyata… tapi daun salam… wkwkwkwk dasar bapak-bapak, ini mau bikin sayur kali yeee?…

Tapi bingungnya tidak lama sebagai pengganti daun sirih hijau, karena di halaman belakang ada tanaman sirih meskipun sirih hitam. “Yang penting daun sirih, ya khaaaan?”

Setelah semua siap, resepnya eh caranya adalah :

1 lembar daun sirih hitam
1 buah batang sereh/serai
2 potongan jeruk lemon
1 sendok teh madu dan 400-500 ml air panas

Pertama, bersihkan semua bahan dan cuci dengan bersih.
Kedua, batang serai dipotong 3 bagian dan digeprek agak remuk.
Ketiga, daun sirih diremas agar sedikit hancur.
Keempat, masukan ke dalam gelas atau botol atau poci satu persatu.
Kelima, siram dengan air panas sekitar 400-500 ml

Biarkan 15 – 20 menit, dan setelah itu siap dinikmati.

Panas dan hangat dong?”

Aku sih senengnya yang hangat-hangat panas, meskipun aslinya pake es batu, jangan salah kawan, dengan kehangatan ini lebih nikmat lho.

Yaa klo moo ikutan aslinya, tinggal ditambah es batu aja, gampang toh.

Lagian ini adalah eksperimenku juga, seperti ditambah madu untuk pemanis, itu dikira-kira aja. Bisa lebih banyak tergantung selera. Tapi aku sih sedikit aja madunya karena memang udah maniees dari sonohnyah… ahaay.

Aku sih pake botol plastik bekas minuman yang berukuran 500ml, lalu diminumnya dituangkan ke gelas kecil… sruputt.. nikmat.

Alhamdulillahirobbil Alamin, rasanya pas, mirip dengan yang dipesan kemarin. Daun sirihnya tidak pahit pahang, malah segar dan sedikit menjadi nyereng rasa mint ditambah sedikit rasa manis dari madu dan segar hangaaat pokoknya mah…

Berhasil…. berhasilll… berhasill..

Srupuut…..

Malah dicoba seduh lagi untuk kedua kalinya dengan 400ml air panas dari dispenser, tetep muncul rasa segar bahan-bahan alami tersebut.

Begitu deh, pembuatan ‘detox margarita’ ala akwnulis.com, selamat mencoba. Wassalam (AKW).

Espresso Ungu

Sendu itu perlu tetapi dengan sruputan maka sendu bisa berlalu.

Photo : Espresso & bunga Ungu / dokpri.

KBB, akwnulis.com. Dikala sendu berpadu rindu, maka sajian bunga ungupun terasa bernuansa biru. Gemericik air hujan yang singgah di sore ini, melengkapi perpaduan rasa sendu yang terus berpadu.

Untunglah secangkir kopi bercangkir putih mencairkan suasana, dengan rasa kental double espresso menghadirkan kekuatan dan kepahitan yang nyaris sempurna, ditemani serpihan manisnya kenyataan yang berbeda.

Sruputan pertama membuka pikiran yang hampir galau menjadi tenang, perlahan tapi pasti mengembalikan logika kepada jalan yang seharusnya. Biarpun sang rasa masih terus menggelayut dengan godaan iba, tetapi keajegan dalam bersikap adalah sebuah prinsip yang harus diperjuangkan, sekarang, nanti dan seterusnya.

Tapi ternyata gerimisnya hanya sekejap, langsung berganti dengan lebatnya pertanyaan plus gelegar halilintar kepenasaran. Diskusi menjadi hangat dan menegangkan.

Nah…daripada bingung dengan silang pendapat yang tak berkesudahan, padahal jelas bahwa berbeda pendapatan.. maka sruput lagi sisa espresso di cangkir putih, srupuuut…… perasaan lebih tenang. Karena pahit sadisnya espresso berubah menjadi manis dikala belajar ikhlas menerima perbedaan.

Diskusi berlanjut sambil terus menyeruput, kesenduan dan rindu sudah tidak lagi ribut, tapi melarut seiring tuntasnya hujan sore yang sedari tadi beringsut. Wassalam (AKW).

Kopi Tupoksi.

Kerja dulu baru sruput… eh sruputt dulu, baru kerjaa.

GARUT, akwnulis.com. Secangkir kopi hadir mengawal pagi, secercah harap berkumpul dalam tumpukan data yang lengkap dikelilingi kerangka pekerjaan yang relatif tetap.

Sebelum map pekerjaan dibuka maka sajian kopi dulu yang lebih dulu berhadapan dengan muka. Biarkan sruputan perdana menjadi penyemangat rasa dan selanjutnya berjibaku dalam diskusi penuh makna.

Jadi, jangan ragu bahwa seiring pekerjaan yang rutin sepanjang hari selalu ada sisi-sisi penting yang wajib disyukuri. Selain rasa syukur memiliki pekerjaan yang pasti, sekaligus rasa syukur bisa menyeruput kohitala berulang kali…. gratis lagi hehehehe.

Selamat pagi kawan, selamat bergelut dengan tupoksi*) serta jangan lupa ngopi. Wassalam (AKW).

***

*)Tupoksi : Tugas Pokok & Fungsi.