Ngopay di Rancasalak Garut

Sinergi dalam nyeruput kopi disini, Rancasalak Garut.

Photo : Tempat manual brew oleh para Barista / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Sebuah sinergi harus diawali dengan aksi dan semangat membuka diri, apalagi sekarang ini adalah jamannya berkolaborasi maka sebuah kerjasama adalah sesuatu yang banyak musti dilakoni.

Begitupun dengan hari ini, berdiskusi bersama membahas sebuah aplikasi yang berguna untuk membantu menyeleksi para calon direksi yang akan menjadi pemimpin di lembaga keuangan ini.

Tak lupa dengan kenikmatan menyeruput kopi, perlu suatu sinergi dari sajian yang diharapkan dengan pola pikir dan keihklasan untuk menikmati kepahitan yang akan sirna menjadi rasa nikmat yang sulit dilukiskan dengan syarat adalah penuh rasa syukur atas nikmat yang Allah berikan.

Photo : Arabica wet hull Sunda Hejo / dokpri.

Apalagi jikalau tempat yang dituju ternyata butuh perjuangan untuk mencapainya, semakin terasa kesan dan keinginan untuk menikmatinya secara langsung di lokasi yang sebenarnya, sebuah daerah yang bernama jalan Rancasalak, Kadungora Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat.

Sebenarnya menikmati hasil roasting dari cafe Rancasalak ini sudah beberapa kali dan pernah ditulis di postingan terdahulu, salah satunya yang berjudul Sunda Hejo. Yup nama cafenya Sunda Hejo, sebuah tempat kongkow ngopay yang ternyata cukup ramai dengan aneka varian menu yang menyenangkan.

Tapi tetap, tujuan utamanya adalah ngopay, langsung diseduh sama yang barista yang bertugas, Yi Rizal. Pilihan pertama mencoba arabica wet hulled dengan komposisi 1:12, menggunakan peralatan V60 dan panas suhu air panasnya 90° celcius dengan pola putar searah jarum jam.

Hasilnya sebuah sajian kopi yang harum, body serta acidity standar… cocok buat pemula dengan after taste berry ada muncul selarik waktu.

Yang menarik, setelah kami duduk di kursi sambil ngobrol, sang barista mendekat dan menanyakan kesan kami terhadap sajian kopinya.

“Gimana kakak, sajian kopinya”

“Standar, cocok untuk pemula, bisa dipilihin bean recomended supaya lebih strong?”

“Siap Kakak, saya coba arabica pitalola yaa, pake komposisi 1:10 ya, dengan panas 90° celcius dan putarannya tetap ke kanan, ditunggu kakak’

” Oke dik, ditunggu”

***

Percakapan ringan mengalir meskioun diselingi sholat magrib bergiliran serta ke toilet bergiliran maklum toiletnya cuman 1 buah.. eh satu pintu, didalamnya agak luas dan ad 1 wc duduk, 1 toilet kencing cowok dan wastafel.

Photo : Arabica Pitaloka sunda hejo / dokpri.

Sajian yang kedua ini cukup nendang, strong tapi nggak bitter, harumnya dapet, aftertastenya muncul juga rasa buah-buahan rumpun berry dan selarik caramel dan keharuman asap.... Buat penikmat sajian ini cocok, klo buat pemula mah khawatir kaget dan trauma minum kopi tanpa gula.

Masalah harga per sajian agak lupa, karena ternyata ada kolega yang ikut gabung dan ikut ngebayarin… baik bingit yaaaa.

Selamat menikmati kehidupan dan jangan lupa menikmati sajian kopay, dimana bumi dituju disitu menikmati kopi jangan diganggu hehehehe, Wassalam (AKW).

***

Alamat :
Cafe Sunda Hejo, Kp. Rancasalak rt/rw.02/03 Rancasalak, Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat 44153 Indonesia

Espresso Ter-mewah.

Ternyata ini adalah sajian espresso termahal kawan…

Photo : Sajian espresso ter-mewah / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Perjalanan bandung – jakarta dengan bermobil memang butuh perjuangan, seiring dengan tangangan kemacetan di titik strategis di tol Cikampek -jakarta.

Tetapi apa mau dikata, tiket kereta habis, waktunya mepet… ya sudah bersama beberapa kru, meluncurlah menapaki jalan dengan segala kelengkapannya.

Maksudnya, isi bensin, isi e-toll card, isi perut di rest area (eh nanti inih mah), juga isi mobil dengan kresek indomaret/alfamart yang penuh dengan makanan ringan, minuman bersoda dan air mineral…. kayak piknik deh, satu lagi nyalakan aplikasi guglemap dan atau waze buat mantau perkembangan lalu lintas ke depan.

Berkat perkembangan teknologi, kita bisa (dibolehkan) tahu tentang sedikit masa depan lho…. tapi bukan urusan takdir yaa… tapi urusan jalan yang akan dilewati dengan bantuan aplikasi. Maka kita akan berusaha mengambil keputusan untuk memilih jalan terbaik, tercepat dan termudah yang dibantu dengan teknologi, meskipun tak sedikit yang malah tersesat karena guglemap nggak kenal sama panggung hajatan di tengah jalan, atau pagar komplek perumahan yang di gembok…. jadi…. meskipun teknologi bisa (sedikit-banyak) menolong kita, tetapi itu hanya gambaran singkat saja…..

Hikmahnya adalah, mari kita senantiasa bertaqwa karena Allah SWT sudah tahu arah kehidupan kita kemana…. sementara kita cuman tau dikit jalan yang (akan) dilalui aja terkadang suka jumawa…. sotoy dan sombong, tapi itulah dasar sifat kita semua heuheuheu.

Kembali ke cerita perjalanan bandung – jakarta, sesuai guglemap, warna merah hati terpampang di layar smartphone, menandakan kemacetan total siap menghadang. Si gugelmap nggak ngasih alternatif, jadi ya udah jalani aja…. ternyata bener, macet semacet-macetnya.

Segera makanan ringan dan minuman di buka, musik di mobil agak kencengin…. pokoknya bersiap melawan kebosanan…. maka 5,5 jam total perjalanan harus dijalani dengan keceriaan… ya iya laah, kalaupun sambil mutung dan marah-marah plus ngegerutu bin ngegerundel… “Tetep aja macet khan sob?”

Photo : Mesin espressonya / dokpri.

Alhamdulillah, tiba di jakarta menjelang sore langsung menuju tempat acara di kawasan bundaran HI, sebuah hotel megah yang nggak masuk standar biaya level kami… tapi indahnya rejeki, ada sponsor yang memberi kesempatan kepada kami, terima kasih.

Sebuah kamar yang luas dan strategis menyambut kami, juga kamar mandi yang lengkap baik shower, bathtube, toilet dan wastafel yang elegan. Serta yang paling membahagiakan adalah hadirnya mesin kopi yang bisa menghasilkan kopi espresso, dopio, americano lengkap dengan kopinya….. Alhamdulillah lagi.

Maka sebuah sebutan dan kesan mendalam menjadikan momen ini sebagai moment ngopay termewah, karena untuk menikmati sajian segelas espresso maka angka 2 juta lebih harus dikeluarkan….. maksudnya untuk bayar hotelnya hehehehe…. Nuhun pisan Mr.T.

Kepenatan melewati kemacetan tergantikan dengan fasilitas kamar yang begitu menyenangkan, meskipun tidak sempat menikmati kolam renang dan gym-nya tetapi secara keseluruhan tugas bisa dilaksanakan dan làncar……

….. kembali lagi urusan kopi….. nikmat banget ngopay di kamar, gratis, enak dan banyaak.. Asyik… srupuuuut.

Met wiken kawan, Wassalam (AKW).

Kopi di awal Januari

Ngopi awal tahun 2019, kemoon.

Photo : Segelas Picollo yang nikmat / dokpri.

LEUGAJ, akwnulis.com, Seiring waktu menapaki janji, seuntai makna kehidupan kembali dirangkai kembali.

Setelah setahun lalu penuh cerita dan beraneka suka duka, maka sekarang menyongsong awal tahun 2019 dengan optimisme.

Terkait urusan kopi, sudah diawali dengan manual brew rumahan Kopi Gayo Wine Aman Kuba, dan ngopi lainnya yang memang tidak selalu didokumentasikan.

Photo : Segelas Kopi hasil manual brew V60 / dokpri

Soalnya jadi sibuk ambil photo, kopi seduhannya keburu dingin… hehehehe, atau udah diseruput abis, eeh.. lupa belum diphoto saking nikmatnya.. Alhamdulillah deh.

Sekarang kebetulan ngopinya di cafe, ngedadak ada yang ngajak, siapa takut. Maka sajian kopi manual brew V60 dari biji kopi arabica.. aduh lupa namanya, itu juga saking nikmatnya (ntar diinget-inget dulu) ditambah dengan Picollo.

Itu dulu yach… (AKW).

Aku & Ngopi Saraosna V.5

Sekilas kehadiran di dalam aneka kesibukan kerjaan karena kopi adalah panggilan hati.

Sebuah surga bagi penikmat kopi, ajang jumpa tempat bersua para petani, roaster man dan barista tersaji apik di sepanjang mata memandang di halaman depan, samping kanan dan kiri hingga parkiran area gedung sate dalam acara Ngopi saraosna volume 5 yang digawangi Humas Jabar.

Sebuah acara yang dinanti banyak pihak tak terkecuali diriku, penikmat kopi dadakan hehehehe…..

***

Agenda rapat begitu padat dari pagi hingga sore, tapi agenda ngopi saraosna volume 5 jangan terlewatkan, apalagi banyak acaranya nggak hanya urusan festival kopi… bejibun acara dengan bertabur hadiah… yang jelas ultah BJB ke 57 dengan artis2 papan atas nasional, Sheila Majid-Padi-TantriKotak… ada juga Pagelaran wayang golek dan juga festival teh jawa barat… trus ada juga harmoni budaya antara jawa dan sunda yang ditandai dengan peresmian 3 ruas jalan yang bernama jalan Majapahit, Hayam Wuruk dan Citraresmi.

Buat para Barista, kompetisi menjadi ajang pembuktian diri sekaligus silaturahmi…. rameee dech.

Tapi…. nggak bisa semua diikutin karena tugas abdi negara adalah yang utama, jadi setelah tuntas tugas barulah bergegas menuju tempat acara yang dikemas begitu bengras dan bisa diakses masyarakat luas.

***

Sambil berjalan cepat melewati stand-stand tenda putih yang berjajar rapih, mata tengok kanan kiri dan semuanya menyajikan kopi asli, baik berupa green bean, hasil rosting yang di packing dengan ciamik plus peralatan standar untuk menyajikan para penikmat gratisan yang datang untuk sekedar penasaran mencoba rasa ataupun yang serius menikmati dan akhirnya jadi pembeli.

Pertama IPOK ALEUH, kedua Kopi Cimanong dengan merk dagang DIQ coffee yang mengklaim tastenya Bonteng eh Cucumber eh Ketimun… eta eta keneh…. trus bergerak lagi, banyaaak kopiii. Pinginnya beli atu-atu, apadaya modal tak memenuhi… jadii….. menelan air liur aja dulu. Nggak lupa mampir di Kopi Kiwari Farmernya yang punya Produk Kopi Arabica manglayang sebagai yang ketiga.

Keempat…. nyebrangin panggung depan gedung sate yang berdiri megah dan lagi acara…

Tapi karena waktu terbatas sebelum jumatan, segera hunting kopi di stand selanjutnya… keempat dapetnya Kopi Mayapada Pangalengan yang di klaim tastenya Strawberry dan Peach dengan proses natural honey… oke deh.. ntar di coba.

Kelima, kopi garut yang di roasting sama roaster-man handal, kang dikdik yang jenaka dan bersahaja. Banyak pilihan kopi, tapi lagi-lagi sang budget bernyanyi. Terpaksa harus memilih yang terbaik dari yang baik….. pilihannya Bean Kopi Pangauban Garut, langsung diseduh sama sang barista… manual brew spesial dengan flat bottom blue bottle… wuih suatu kehormatan…. selain rasa khas arabica java… bakal muncul taste guava.. penasaran nich..

Tapi karena terburu-buru dan imajinasi terbang kesana kemari, rasa quavanya belum terasa tapi nikmatnya itu tiada tara.

Keenam, ada kopi luwak Ciwidey yang langsung samber dan cobain yang udah diseduh… tapi…. tastenya belum onn… ntar aja coba manual brew di rumah…. meskipun masih terstigma dengan bayangan biji kopi keluar dari pantat luwak, tapi hasrat mencoba terus menggebu. Harga lumayanpun akhirnya ditebak juga… beli deeh.

Ketujuh, udah pasti beli cold brewnya 238 Coffee and Roastery buat stok pribadi dan… eh lupa pertama itu beli bean kopi dari sukabumi yang di klaim tastenya cempedak… ceunah. Jadi ini ke delapan aja dech.

Hadduh…. udah ah.

Persiapan jumatan lanjut kudu rapat di dago atas. By acara kopi saraosna… semoga nanti di beri sempat untuk menikmati suasana dan keakraban sambil kongkow dengan penikmat kopi aneka rasa. Wassalam. (AKW).

***

Catetan :
Acara Ngopi Saraosna Volume 5 mulai hari jumat, 11 Mei sd 12 Mei 2018.. malem minggu berlokasi di halaman gedung sate. Berbagai agenda tersaji termasuk kegiatan HUT BJb ke 57 yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu Tanggal 13 Mei 2018 di Jalan Diponegoro dan Jalan Majapahit (Eks Jalan Gasibu Barat).

Ngopi saédanna.

Hayu édankeun lur…

Photo : Ngopi sareng dunungan ogé balad gawé / doklang.

Jelema pabeulit patingkuriling, dahareun ngaleuya. Oncor badag oncor leutik nyaangan kariaan. Peuting karék gé ngarawu poék, langsung hégar méncrang caraang. Ahéng pisan. Jampana pasulabreng pinuh ku rupa-rupa kukuluban. Papais, bugis, hui, sampeu jeung suuk ngabibita nu ngaliwat. Aya ogé duét maut, bandrék bajigur.

Nu matak uruy mah, loba pisan jongko dadakan, iimahan maké kenténg kararas dipasieup daun jagong ngora jeung tangkal kopi. Aya réwuan jongko, nu panglobana tukang kopi nu datang ti sikluk gunung, ti juru pasir ngadon adu rasa adu jajatén. Ogé kiripik kicimpring, opak jeung pilus teu hilap burayot sareng rangesing ngabagéakeun rahayat nu datang ngadon sukan-sukan di pakarangan karajaan.

Sagala rupa kopi sayogi, nu diolah biasa ogé anu diteureuy heula ku careuh tuluy dipodolkeun, réwak béak ku rahayat. Barungah bari surak. Jaipongan jeung wayang golék teu maké eureun. Éh eureun kétang pas adan isya jeung subuh.

Hayu ngopi saédanna… éh saraosna.(Akw).