Merenungi Kohitala.

Menikmati Kopi tanpa menghabiskan.

JAKARTA, akwnulis.com. Secangkir kopi hitam terdiam dihadapan, menunggu apa yang akan terjadi sebagai sebuah kelanjutan. Secangkir kopi biasa yang hadir karena sebuah acara, rapat kerja yang ternyata memiliki makna tentang arti suatu tahapan pembangunan yang perlu banyak hal dibicarakan.

Ada rasa bersalah karena kehadiran secangkir ini bisa berakhir sia-sia. Tadinya ingin menolak untuk tidak disajikan. Namun pelayan hotel sudah langsung membagi – bagi snack dan kopi atau teh di meja peserta. Semoga sajian kopuli ini  bukan hanya menjadi pemanis meja belaka tanpa memberikan kenangan rasa yang menjadi pembeda. Begitulah jika kehidupan ini dicoba dimaknai secara detail tahapan prosesnya. Karena jika tidak meyakini awalnya seperti apa, biji kopinya jenis apa, proses roastingnya bagaimana, menyeduhnya manual atau dengan mesin kopinya bagaimana hingga siapa baristanya, maka rasa galau yang akan hadir di sekitar amigdala.

Bukan sekali dua kali, pasca menikmati sajian kopi yang tidak tahu asal usulnya, maka perut atau tepatnya lambung  berkreasi… eh bereaksi dan memberikan rasa tidak nyaman berkepanjangan. Ya tidak bisa menyalahkan perut juga tetapi sebuah kebiasaan yang telah membentuknya.

Kembali termenung menatap secangki kopi hitam yang disajikan tanpa gula sesuai permintaan. Ragu melekat dan kembali terdiam sambil konsentrasi membagi indera dengan berusaha mendengarkan para narasumber yang terlihat kompeten di bidangnya masing-masing.

Perlahan cangkirnya diangkat dan di dekatkan ke bibir, lalu sruput dikit untuk mencoba bagaimana rasa dan kelanjutannya. Mudah ditebak, ini akan berakibat jika dilanjutkan. Maafkan atas ketidaktuntasan menghabiskan kopi sajian rapat kali ini.

Tapi jangan khawatir, kehadiranmu hai secangkir kopi hitam tanpa gula tetap memiliki nilai dan makna. Sebuah jepretan kamera smartphone ini bosa mrnjadi abadi, apalagi dipadupadankan dengan refleksi pantulan atau bayangan lampu hias hotel yang luxury memberi kesan mewah dengan nuansa keemasannya.

Hikmah yang didapat adalah selalu berusaha melihat sisi baik dan sisi hikmah dari semua keadaan, berbagai kejadian yang menjadi kenyataan. Pasti memiliki sesuatu yang menjaga kita untuk senantiasa bersyukur dan belajar bagahia eh bahagia.

Selamat sore semua, mari kita sedikit menghela nafas dalam istirahat sore. Sebelum nanti malam berjibaku kembali dalam meeting yang perlu konsentrasi serta kebersamaan. Wassalam (AKW).

Espresso Pagi

Sruput dulu pagi-pagi…. biar suegeer.

BANDUNG, akwnulis.com. Mata terdiam memandang segelas kecil cairan pekat yang mengharumi kenyataan pagi ini. Gelasnya memang kecil alias mini banget tetapi tulisannya sudah menjawab sepintas tentang kepenasaran pembaca yakni satu kata ‘Espresso‘.

Singkat kata bahwa espresso ini adalah istilah yang hadir begitu jauuh dari benua eropa sana, tepatnya di italia. Asal kata dari ekspress yang berarti cepat, yakni menyajukan kopi secara cepat dan bisa dihabiskan dengan cepat karena hanya sekali tenggak bisa segera tuntas.

Cocok dengan sifat generasi millenial dan zelenial yang semuanya harus serba cepat dan praktis guys. Tapi kenyataannya masalah cepat mungkin cocok tetapi masalah rasa itu berbeda. Generasi millenial dan zelenial ini cenderung kurang suka sajian espresso original alias 7-9 gram bubuk lembut kopi yang disemburkan air panas sebanyak 45 ml, tentunya semburannya bukan pake mulut karena akan menimbulkan kejijikan karena ada unsur cudah eh ludah tetapi menggunakan mesin kopi yang miliki standar sendiri. Karena rasanya original yakni kopi murni alias ada kepahitan yang nyata.

Sebagai bukti adalah lebih banyak kopi warna warni dengan aneka cairan sirup yang digandrungi. Plus elemen lain seperti boba, konyaku dan nata de coco.

Kalau penulis sih sudah masuk generasi antara, yakni antara 40 ke 45 maka lebih fokus saja menikmati sensasi kepahitan rasa yang hadir dari sajian secangkir kopi epresso saja. Airnya sdikit tapi ekstraksinya ajib sehingga mampu membuat lidah bergetar dan rongga mulut terdiam dalam sensasi kepahitan yang komprehensif.

Jika belum puas maka pesan lagi saja double shot espresso atau disebut juga dopio. Weleeh ternyata pahit bingit…. tambahkan saja dengan air panas maka namanya berubah menjadi secangkir longblack.

Itulah pesanan yang tersaji saat ini, secangkir longblack dan secangkir kecil espresso. Keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu ekstraksi bubuk kopi yang diproses via mesin. Juga sama-sama disajikan tanpa gula. Pembedanya adalah 1 elemen saja, longblack itu ditambah 1 shot espresso lagi dan tambah air panas, itu saja.

Kepahitan yang dihadirkan tetap sama, namun dari tujuan menjadi berbeda. Espresso lebih cocok dinikmati pada waktu yang terbatas sedangkan jika butuh waktu kongkow atau menyendiri lebih lama maka longblacklah sebagai teman setia. Jangan khawatir dengan rasa pahit yang dihadirkan, karena disitulah kenikmatan yang bisa dirasakan.

Yuk ah, sruput dulu agar kesibukan pagi ini bisa diawali dengan semangat dan kesegaran. Wassalam (AKW).

***

Lokasi : Warung kopi eh cafe.

TIPS anti Galau2 – Ngopay Kopi Mandja.

Menikmati salah satu obat anti galau.

CIMAHI, akwnulis.com. Perjalanan siang yang cukup terik mengantarkan raga bergerak menjalani aliran kehidupan yang terus mengalir. Sementara perut mulai bernyanyi karena waktu makan siang sudah hampir terlewati. Jam tangan menunjukan pukul 14.55 wib. Tidak ada pilihan, berarti harus segera menepi dan mencari tempat yang menjual makanan dan dapat segera dinikmati.

Namun kemacetan mendera cukup panjang dan tidak seperti biasanya. Biasanya cuma padat saja, tidak sampai tersendat dan terdiam seperti sebuah hubungan pertemanan yang berubah menjadi percintaan hingga akhirnya bubar dan nggak temenan lagi… “Halaah kok malah jadi cerita perpisahan sih?”

Gpp atuh, ini khan sebuah cara menghibur diri daripada harus cemberut dan sumpah serapah. Karena tetap saja kemacetan tak bergeming, dan semua terdiam mengikuti perkembangan.

Begitupun raga ini, senyuman berusaha ditampilkan meskipun kekesalan karena kemacetan sudah memuncak memenuhi ubun-ubun. Tapi pikiran rasional harus dijaga, mungkin saja ada kejadian luar biasa di depan sana sehingga menghambat perjalanan semua.

Memang kesal dan galau itu milik semua dan secara harfiah serta sunatullah, rasa ini adalah sebuah keniscayaan dikala kitapun memiliki kemampuan untuk merasakan senang gembira bahagia dan ceria.

Bagaimana mungkin kita tahu perasaan gembira dan bahagia makanakala kita tidak paham tentang arti dan rasa galau sedih dan duka?”

Itu bukan pertanyaan retorika tetapi sebuah kalimat yang menyadarkan kita bahwa kehidupan itu penuh dinamika. Senang dan sedih, suka dan duka ataupun happy dengan galau serta banyak lagi pasangan dalam perjalanan kehidupan seperti siang dan malam serta laki-laki dan perempuan.

Jika ditulisan sebelumnya ada tips bahwa obat galau itu adalah POSTING & LUPAKAN GALAU. Itu hanya salah satu tips saja karena setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam melawan dan menyelesaikan kegalauan yang melanda. Dari beberapa respon terhadap tulisan awal ternyata selain posting di medsos maka pilihan obat galau adalah makan dan ngemil lho. Ada juga yang mengalihkan kegalauan dengan merokok, memancing atau touring motor atau mobil sambil menikmati suasana alam dan kuliner yang dilewati.

Ada juga mengalihkan kegalauan ini dengan menulis sebait puisi dan sejengkal kalimat untuk menggambarkan kegalauan. Juga bernyanyi baik di kamar mandi, di ruang karaoke atau tampil di panggung dan mendapat applaus tepukan tangan atas keberaniannya.

Nah tips tambahan dari penulis adalah jika galau melanda yang dilakukan adalah :
a. Memunguti kata di dalam kepala dan menjalinnya menjadi kalimat reka yang bisa hadirkan makna.
b. Menikmati prosesi penyeduhan kopi manual hingga tersaji menjadi segelas kecil penuh rasa.
c. Menyeruputnya dan merasakan sensasinya hingga dituangkan kembali dalam tulisan yang sedehana.
d. Mensyukuri kenyataan meskipun dengan segala kondisi dan keadaan, serta berharap semua bisa kembali baik-baik saja.
e. Melamun atau meditasi dan mencoba mengosongkan pikiran hingga terlarut dengan suasana alam.
f. Lanjutan dari poin e adalah berusaha segera tidur agar bisa menikmati keceriaan dalam mimpi indah yang penuh ketenangan.

Udah dulu ya, berhubung sekarang ada sedikit galau akibat paragraf awal yaitu kemacetan. Maka mlipir dulu ke kanan untuk melaksanakan tips poin b dan c yaitu menikmati sajian kohitala (kopi hitam tanpa gula) di Kedai Kafe Mandja Kolmas, sambil menunggu kemacetan terurai. Srupuuut, Wassalam (AKW).

*****

Cafe KOPI MANDJA
Jl. Kol. Masturi No.101 Cipageran Cimahi Utara Kota Cimahi Jawa Barat 40511

KOPI CINTA di Kota MAKASSAR.

Mencoba Kopi penuh romantisme, ternyata…

MAKASSAR, akwnulis.com. Menikmati kopi dapat dimaknai dari berbagai sisi, tidak hanya dari rasa tetapi ada asa juga pembeda dari setiap sajian yang ada. Kalau bicara idealisme maka ada 2 golongan besar sumber rasa kopi yaitu jenis beannya, apakah arabica, robusta atau liberica. Tapi jika berbicara praktis maka pertanyaan sederhananya adalah kopi menggunakan mesin atau diproses secara manual?.. nah pertanyaan lanjutannya menjadi panjang jika dikaitkan kesana kemari, meskipun pasti bahwa rasa menjadi yang utama. Apalagi jika sudah bersua dengan susu dan jenis jenis gula, maka aneka rasa menjadi variatif dan ini yang malah menjadi lebih menarik.

Karena penulis adalah aliran kohitala, maka kenikmatan secangkir kopi tanpa gula adalah sebuah hal yang nyata. Maka kecenderungannya adalah kopi hitam tanpa gula dengan model seduhan manual yang menggunakan filter, baik V60, flatbottom atau cemex. Tetapi jika tidak berjumpa, maka kohitala produk mesinpun tidak mengapa. Pilihannya sangat terbatas yaitu espresso, dopio, americano, long black saja karena disaat memilih cafelatte dan capucinno maka campuran foam susu telah merubah formulasi kohitala.

Ih kami idealis bingit, udah ngopi mah ngopi ajaa, nggak bisa nikmati hidup”

Bisikan atau komentar agak pedas kadang hadir menemani kenikmatan ini. Namun yang terpenting adalah sebuah prinsip tentang bahagia. Bahagia itu unik kawan, dan setiap manusia memiliki nilai bahagia masing-masing. Nah urusan menikmati kopi hitam tanpa gula ini sebuah kebahagiaan, karena tidak setiap orang bisa menikmatinya. Merasakan selarik manis dan aneka rasa asam yang mengitari lidah dan mulut padahal jelas – jelas kopinya hitam tanpa gula. Ini bisa hadir secara maksimal jika dilakukan seduhan menggunakan pola manual. Jika produk mesin, maka rasanya bisa ditebak. Kepahitannya mendatar dan flat.. eh sama ya? Sementara acidity dan aftertastenya agak sulit untuk ditangkap oleh indera pengecap ini.

Tapi lagi-lagi, menikmati kopi hitam tanpa gula bukan hanya rasa. Ada asa dan suasana yang menjadi kenikmatan lainnya termasuk keunikan nama kopi tersebut. Kali ini ada penamaan kopi yang menjadi daya tarik yaitu KOPI CINTA.

Kopi cinta, sebuah sebutan yang memberi kesempatan angan untuk berimajinasi dan menerka-nerka, makna dari kopi ini. Tentu ada yang berharap ada sisi romantisme pas menikmati kopi ini, atau mungkin benih cinta akan hadir pada saat menyeruput kopi ini. Bisa juga disajikan dalam cangkir berbentuk hati.

Maka cara terbaiknya adalah ayo kita buktikan saja. Memasuki tempat makan yang mengklaim merk kopi penuh romantisme…

Ternyata ini hanya branding marketing semata, karena resminya ini adalah rumah makan soto lamongan Cak Har dan ada menu kopi dengan label KOPI CINTA, itu saja. Karena pilihan kopinya hanya berdasarkan mesin saja dan kohitalapun hanya pilihannya americano dan espresso saja. Tapi supaya tidak penasaran maka pesan juga sajian sotonya yang memang memiliki rasa asli soto di pulau jawa sehingga serasa tidak berada di pulau sulawesi. Kehangatan kuahnya dan juga taburan koya sebagai ciri khasnya menambah kenikmatan rasa di sore hari penuh makna.

Kembali ke kopi cinta, pesanan americano tiba dengan cup putih dan ada cap dengan tulisan kopi cinta. Urusan rasa dan sebagainya biasa saja, seperti americano lainnya. Tidak ada analisis body, acidity dan aftertaste disini. Ya nikmati saja tanpa membawa perasaan yang beraneka.

Kalau melihat suasanapun biasa saja, tidak tampak romantisme yang berlebihan. Tentunya acungan jempol untuk ownernya yang bisa membawa dan bertahan dengan menu makanan yang jelas jelas bukan makanan khas makassar. Sruput dulu guys kopi cintanya, lumayan.

Tuntas menikmati kopi cinta tanpa cinta ini, maka raga bergerak ke luar kota menuju bandara yang akan menerbangkan semua rasa ini kembali ke bandung via penerbangan jakarta. Wassalam (AKW).

MENULIS DIATAS LANGIT

Menulis itu bahagia, apalagi menulisnya di atas awan

LAUT JAWA, akwnulis.com. Perjalanan menjelajahi udara dengan pesawat Airbus A320 ini menjadi pengalaman perdana pasca covid19 melanda dunia, maka ekspresi berbagai rasa sudah terangkung dalam tulisan sebelumnya yaitu  AKHIRNYA TERBANG LAGI.

Mengapa perjalanan dengan pesawat menjadi menyenangkan buatku?”

Tentu saja menyenangkan karena ada kesempatan untuk berkonsentrasi membuat tulisan tentang berbagai hal, meskipun tetap frame utamanya adalah tema NGOPAY & NGOJAY, yaitu sekitar cerita kopi, ngopi dan ngopi serta hal hal yang terkait dengan ngojay (berenang). Bisa berenang di kolam renang, pinggir pantai, sungai, kolam ikan ataupun di bathtube hehehe… bukan berenang ini mah tapi berendam.

Tentu full doa, karena harapan keselamatan menjadi utama. Agar bisa kembali ke rumah dan bersua bersama keluarga tercinta. Momentum take off dan landing jangan dijadikan momen menulis, tapi saat kontemplasi tentang betapa tidak berdayanya kita, manusia tanpa campur tangan Allah yang maha kuasa. Artinya kuatkan doa dan niat bahwa perjalanan ini adalah bagian dari ibroh sambil memaknai kekuasaan Illahi.

Nah kalau pramugari sudah mulai hilir mudik di koridor, saatnya menulis di note smartphone. Eh jangan lupa dari sebelum take off, mode airplane sudah on dan sementara terputus dengan dunia luar. Langsung menulis ya jangan bobo, kalau mau bobo mah di rumah aja heuheuheu. Kecuali bobo eh tidur memejamkan mata ini adalah teknik mengusir ketakutan karena pobia ketinggian, karena jelas ini tinggi sekali yakni 35 ribu kaki diatas permukaan laut, tepatnya laut Jawa.

Maka mulailah menulis, satu kata dua kata hingga akhirnya hasilkan kalimat berbuah karya. Tapi ingat, jangan dulu di upload di blog http://www.akwnulis.com dulu, karena hal ini perlu koneksi internet yang otomatis menyalakan akses jaringan telepon seluler dan berpotensi mengganggu jalur komunikasi penerbangan.

Menulis apa?”

Nah ini sih diserahkan kembali kepada jempol dan kata hati. Apa yang terasa itulah yang menjadi buah kata. Jangan berfikir ideal, biarkan saja mengalir tanpa banyak berfikir bahwa ini layak atau tidak layak. Menulis dan menulislah.

Saking asyiknya menulis tidak memperhatikan ibu yang disebelah kiri kursi wajahnya putih bukan karena perawatan, tapi ternyata stres karena takut ketinggian jadinya pucat pasi. Konsentrasi menulis sedikit terganggu karena suara safety belt ibu itu yang ngak bisa terkunci terus.

Trek, trek… terlihat ibu itu panik. Pas diperhatikan wah posisinya salah. Maka sambil menengok ditegurlah perlahan, “Maaf bu, itu posisinya terbalik”

Ibu itu mendongak, lalu mengikuti intruksi dan ‘trek‘ safetybeltnya terpasang sempurna. Ibu wajah putih pucat itu perlahan memerah.

Terima kasih ya dik”
Sama-sama bu”

Sebelum menulis dilanjutkan ternyata pramugari lewat di lorong penumpang sambil menawarkan berbagai sajian makanan dan snack serta minuman. Langsung pesan, “Kopi hitam tanpa gula satu ya mbak”
“Oke pak, 15 ribu”

Tring….. tak sampai satu menit, secangkir kopi sudah tersaji. Menemani perjalanan terbang perdana ini. Ngomong- ngomong terbang perdana dan bersejarah, maka ingatan bergerak di 4 tahun silam, inilah catatannya HISTORICAL FLIGHT KERTAJATI.

Melengkapi sajian kopi dan cara menikmatinya, dari saku jasket dikeluarjan gelas pyrex mini kesayangan. Lalu dari cangkir kertas perlahan tapi pasti dituangkanlah cairan coklat ke gelas kaca. “Eh kok nggak hitam ya cairannya?”

Coba dinikmati, srupuut… oalah ternyata kopi dan krimer tapi tanpa gula. Ya sudahlah lanjutkan saja srhputannya. Kepikiran mau komplen, eh tapi ini kan di pesawat. Ya sudah segini juga lumayan. Kalau mau minum kohitala manual brew V60 dan hangat, ya bekel sendiri atuh. Jadi ingat penerbangan tahun 2019, itu sengaja bawa kopi hangat dan dinikmati dipesawat ini tulisannya Ngopi HALU DI LANGIT.

Ya begitu dulu ya tulisannya, jadi sekali lagi kalau naik pesawat jangan lupa berdoa dan manfaatkan waktu tanpa koneksi dunia ini dengan menulis bagi yang suka nulis. Kalau yang suka tidur ya bobo, yang suka makan ya ngunyah aja terus tapi jangan lupa tawarin penumpang kanan dan kirinya siapa tahu laper juga hehehehe. Karena tentu saja kesenangan masing-masing orang itu berbeda.

Selamat beraktifitas dari hari kamis ceria. Wassalam. (AKW).

Americano Inkspirasi & Kruk penyangga.

Sruput Kopi dan berharap sembuh seperti sediakala.

BANDUNG, akwnulis.com. Memasuki pelatarannya relatif sepi, begitupun disaat keluar kendaraan dengan ditemani kruk untuk menjadi aksesoris di lengan kanan, sebagai pertanda bahwa ada sesuatu yang berbeda, sementara.

Inilah akibat dari terlalu memforsir diri dengan segala keceriaan dan kesenangan karena berbagai momentum yang dilewati sehingga satu hal penting terlupa. “Apa itu yang terlupa?”

Kondisi kaki kiri yang patah pada tulang jari atas kiri, patah menyilang TULANG KAKI PATAH 6 bulan yang lalu. Ternyata lupa, sehingga begitu aktif di acara menyemarakkan HUT RI ke 77 di kantor bersama seluruh rekan-rekan keluarga besar Disparbud Jabar.

Eh dilanjutkan dengan mengikuti latihan rutin tari tradisional ketuk tilu yang rencananya dipentaskan flashmob seribu penari pada hari puncak HUT Jabar ke 77 juga, meskipun pada hari H ternyata harus berdamai dengan kehadiran masyarakat yang begitu banyak sehingga para penari asli dan penari dadakan terpaksa berdamai dengan keadaan dan menari di hati masing-masing. Kaki kanan yakni telapaknya mulai terasa tidak normal, ada linu – linu yang timbul tenggelam.

Ternyata di hari sabtu dan minggunya mendapat titah untuk pergi ke sukabumi tepatnya di kaki gunung Halimun salak untuk menghadiri acara sakral tahunan kasepuhan ciptagelar SEREN TAHUN 2022 yang ditempuh dengan berbagai cara termasuk berjalan kaki menempuh jalan tanah merah dan berbatu untuk mencapai lokasi, disinilah kesakitan semakin menjadi. Tetapi kembali, semangat untuk menuntaskan tugas tetap membara sampai akhirnya kembali ke bandung hampir senin dini hari.

Dan pagi hari harus kembali bergabung dalam apel senin pagi yang merupakan bukti komitmen dalam balutan aplikasi TRK kebanggaan semua. Meski tertatih tapi itulah kenyataannya, ternyata kaki kiri semakin sakit dan harus beristirahat di ruangan. Maka untuk antisipasi hal – hal yang tidak diinginkan, segera kontak penyewaan alat kesehatan Griya Kami dan  sepasang kruk penyangga tubuh meluncur untuk menjadi teman beberapa waktu ke depan.

Esok harinya segera menuju pelataran rumah sakit, menuju lantai 3 dan disinilah raga yang ringkih terdiam menanti hasil rontgen serta titah dokter terhadap semua yang dirasakan.

Alhamdulillah tidak ada yang serius di kaki kiri hasil operasi, titanium tetap kokoh mencengkeram tulang. Hanya saja beberapa otot menegang akibat dipaksa beraktifitas melebihi kemampuan. Disinilah pesan yang penting bahwa kendalikan keinginan dan ingatlah bahwa kaki kirimu bukan kaki kirimu yang dulu, tetapi punya catatan cidera dan perbaikannya.

Maka pertemuan dengan Americano di cafe inkspirasi ini menambah rasa percaya dili.. eh diri untuk segera kembalikan kesembuhan diri meskipun dalam 2 minggu ke depan harus kembali berakrab ria dengan kruk si tongkat penyangga.

Sruput dulu ah kohitala hasil mesin kopi ini, kepahitannya tidak terasa karena rasa syukur atas kondisi kaki kiri yang bukan kembali cidera tapi kelelahan dari beberapa otot saja. Wassalam (AKW).

Kopi & Tabungan.

Ngopi obat galau serta jadi bijak mengelola tabungan.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah bisikan senja menemani kegalauan hati yang sedang merana. Terdiam tanpa bisa menghasilkan rangkaian kata, tetapi hanya berputar di dalam amigdala dan neocortex saja bahwa hari ini begitu terasa menderita. Padahal mungkin sederhana jikalau ditelusuri penyebabnya, yaitu berawal dari kebingungan karena kebutuhan keuangan yang ternyata terjadi ketidakseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran.

Mengapa menjadi galau, khan pendapatanmu besar kawan?” Sebuah tanya membahana dan menohok rasa sehingga sulit memberikan jawabannya. Ingin rasanya memberi penjelasan rentetan kata betapa beban pengeluaran bulanan begitu ketat dan dipengaruhi urusan eksternal yang fluktuatif. Tapi sebuah gengsi menahan diri untuk tidak mudah mengeluarkan curahan hati sehingga kesan pria cengeng akan menjadi label abadi.

Maka sambil terdiam dan menata hati, pemikiran terus berjalan mengevaluasi diri tentang mengapa ini semua terjadi. Runutan data – data keuangan segera disingkap dan diingat kembali, berbagai peristiwa yang telah terlewati dan terbukti membutuhkan sejumlah uang kembali dihitung meskipun tanpa coretan tinta namun dihitung garis besarnya saja.

Sebagai pelengkap sebagai obat penyembuh kegalauan, tak lupa seduhan kopi manual tanpa gula dengan metode filter menemani dalam indahnya kepahitan rasa. Sekaligus mengingatkan bahwa kegalauan ini tidak seberapa. Karena ternyata cara terbaiknya adalah bagaimana mengendalikan dan melawan keinginan diri sendiri.

Maksudnya bagaimana melawan diri sendiri?”

Pertama adalah menata kembali kedisplinan diri dalam mengeluarkan uang untuk segala kepentingan. Ketatkan uang agar tetap bertahan di rekening agar tidak kering. Yakinkan diri agar tidak semudah itu menggesek kartu debit atau kredit plus scan QR di berbagai merchan karena sebuah keinginan semata atau rengekan anak dan permintaan istri, tetapi harus rasional.

Kedua adalah menjadi nasabah yang bijak sehingga dalam menggunakan produk perbankan tidak hanya terpaku terhadap satu produk dan fasilitas saja. Jalin komunikasi dan manfaatkan berbagai produk agar penyisihan uang kita lebih efektif dan bisa tersimpan dengan baik. Meskipun dengan perkembangan teknologi informasi saat ini betapa mudahnya uang yang ada di rekening kita mengalir keluar tanpa terasa, eh terasa sih. Tetapi secara psikologis kok ringan ya mengeluarkan uang 1 – 2 juta karena tidak melihat phisiknya.

Coba kalau kita ambil cash dulu di ATM, baru digunakan membeli atau membayar sesuatu, maka terasa berbeda.

Nah kalau mengacu data yang ada dari Publikasi Otoritas Jasa Keuangan dalam kurun waktu 1 tahun periode april 2021/2022 terdapat peningkatan tabungan sebesar 0,30% (Rp 652.125 Miliar) dan peningkatan tabungan sebesar 0,13% (Rp 325.042.Miliar) dari data tersebut terlihat bahwa trend menabung mengalami peningkatan dari sisi dana pihak ketiga yang terkumpul.

Makin banyak orang menabung, tinggal bijak tidaknya kita sebagai nasabah untuk menggunakan tabungan tersebut.

Ketiga adalah manajemen keuangan yang mengacu pada philosopi keuangan yaitu “Don’t put all your eggs in one basket”. Istilah ini umum di dunia investasi, tetapi menabungpun adalah salah satu investasi terdahulu yang sangat umum serta dikenal oleh kita semua. Maka sebagai nasabah yang bijak jangan hanya menyimpan uang dalam bentuk tabungan saja di bank BRI tetapi juga produk lain seperti deposito, tabungan berjangka, logam mulia ataupun KPR.  Perlu mulai juga mengenal dunia saham meskipun diawali dengan investasi recehan. Syaratnya adalah jangan takut mencoba tetapi banyak bertanya dan mencari referensi yang jelas tanpa tergiur oleh pihak yang bermulut manis menjanjikan gain yang tidak masuk akal.

Sruput kopinya dulu kawan, body dan acidity yang berpadu medium bold dilengkapi aftertaste rasa berry dan kesegaran lemon membantu kurangi kegalauan sore ini. Perlahan membuka hati bahwa semua hal harus direncanakan termasuk urusan keuangan.

Selain sebagai individu yang belajar melek tentang pengelolaan keuangan sekaligus belajar sebagai penyuluh digital yang membantu saudara kita lainnya untuk bersama-sama paham tentang pengelolaan keuangan. Juga sebagai pengendali diri sendiri dalam mengelola keuangan secara bijak dan terukur. Bagi yang sudah berkeluarga maka keputusan pengelolaan uang harus berdasarkan diskusi bersama sehingga bisa saling melengkapi dan menyempurnakan pengambilan keputusan yang ada.

Karena tidak sedikit dari kita yang pengelolaan keuangannya mengalir begitu saja. Dapat gaji bulanan atau pendapatan dari usaha dan langsung digunakan untuk keperluan bulanan. Di saat tertentu ternyata tertekan atau stres yakni pada saat keuangan tidak seimbang antara pendapatan dan pengeluaran, atau ada istilah tentang gaji ‘lima koma’ yang artinya bukan gajian sebesar Rp 5 koma sekian juta tetapi tanggal 5 sudah koma karena gaji habis untuk keperluan bulanan saja.

Nah, diri inipun sekarang menyadari bahwa keputusan 2 tahun lalu dikala berinvestasi membeli rumah dengan mengambil KPR ke bank tentu memiliki konsekuensi untuk disiplin membayar cicilannya sementara rumah satu lagi yang digadang-gadangkan laku terjual, hingga saat ini masih betah menjadi bagian harta tidak bergerak yang menunggu jodoh pembeli. Akibatnya ketidakseimbangan terjadi dan disadari bahwa kedisiplinan dalam menghemat pengeluaran bulanan adalah harga mati. Meskipun disiplin ini begitu berat dan penuh godaan ingin berbelanja hehehehe. Lha malah curcol ya.

Kembali ke topik tulisan ini bahwa kegalauan sore ini bisa dimaknai memiliki berbagai sisi. Dimensi awal adalah pemahaman untuk pengendalian diri dan disiplin, lalu dilengkapi pemahaman tentang seputar perbankan dan sikap bijak nasabah yang baik serta dimensi luasnya adalah berbagi  wawasan dan pengetahuan plus tidak lupa menikmati kohitala (kopi hitam tanpa gula) sebagai mood booster pamungkas menghadapi tantangan kehidupan yang penuh variasi.

Selamat menghadapai tantangan dan cobaan eh godaan hari senin kawan, Wassalam (AKW).

NGopay di RASAHAUS & Kahoot.id

Meeting – Games – Ngopay – Ngojay – Meeting.

BEKASI, akwnulis.com. Ikutan rapat koordinasi afaupun sosialisasi adalah hal yang biasa. Tetapi di acara kali ini, iseng – iseng ikutan kuis interaktif yang digawangi panitia pake aplikasi kahoot (kahoot.id). Sebuah aplikasi permainan interaktif yang menarik dan sekakigus ngetes peserta tentang pemahaman terhadap materi yang diberikan.

Selama ini biasanya via zoom, tapi kali ini hybrid sehingga yang offline di acarapun bisa ikutan. Balap cepat baca soal dan pijit jawaban di layar smartphone masing-masing…. rame.

Pertanyaan tentu seputar inpassing jabatan fungsional adyatama pariwisata dan ekonomi kreatif, tetapi ketajaman mata dan kekuatan sinyal smartphone menjadi pendukung utama. Ternyata kombinasi tersebut membuat nickname akwnulis.com berhasil memuncaki  games di batch 1 ini kawan, Alhamdulillah.

Iseng – iseng berhadiah dan diundang ke depan untuk mendapatkan hadiah. Apalagi pak Kepala Pusat SDM yang langsung menyerahkan dan berphoto bersama. Cetrek.

Pertanyaan dari MC sederhana, “Kok bisa cepet banget jawabannya pak?”, “Jempolnya banyak ya?”

Betul neng MC, jempolnya ada lima

Pantesan

Itulah cerita awal tentang menjuarai games sesi pertama. Tetapi jika setelah makan siang masih ada sesi games, aturannya nggak boleh ikut lagi, khawatir menang lagi dan menutup kesempatan yang lain hehehehe. Padahal belum tentu juga, cuma aturan adalah aturan. Ikuti saja, apa susahnya.

Nah sambil istirahat agak menjauh dari lokasi acara, hunting kopi langsung beraksi. Karena jelas ada cafe di lantai 6. Eh tapi shalat dulu ke mushola, baru cuss TeKaPè.

Nama cafenya lucu, RASA HAUS. Menunya tidak ada versi manual, tetapi semuanya pake mesin. Ya sudah americano langsung dipesan. Sambil menunggu kopi tersaji, bergeraklah mengitari area cafe sambil tetaoi ditemani tongkat kruk yang sementara menjadi pengingat bahwa kaki kiri sedang tidak baik – baik saja.

Area cafe RASAHAUS ini strategis, dengan area indoor yang o smoking dan outdoor yang cozy plus pemandangan menariknya adalah bisa melihat suasana taman dan kolam renang dibawahnya dengan leluasa.

Tapi kesempatan menikmati pemandangannya terhenti oleh suara sang pelayan yang sudah ada disamping kanan lengkap dengan nampan kebesarannya.

Silahkan Kakak, ini Americano-nya”

Terima kasiih

Asyik deh, srupuut yuk. Tanpa perlu basa – basi maka beraksilah tangan menjulur menjangkau cangkir dan mendekatkan pada bibir. Regukan pertama hangat dan nikmat, begitupun regukan kedua dan ketiga memenuhi rasa haus ingin minum kohitala hari ini.

Lalu sebagai pelengkap menu hari ini, pesanan salad versi cafe ini menjadi penyegar mulut sekaligus menghilangkan kantuk karena rasa bumbu asam pedasnya yang cukup membuat lidah bergoyang dan hati degdegan.. hahay lebay.

Namun ingat, sesi acara masih berlanjut. Jadi tak bisa berlama-lama di cafe RASAHAUS ini. Tetapi harus kembali ke lantai 10 dimana acara sedang berlangsung.

Maka berakhirlah sesi menikmati kohitala di cafe ini, raga bergerak menuju acara meskipun sebagian jiwa masih melekat pada mesin kopi di cafe ini. Wassalam (AKW).

***

CAFE RASA HAUS, Lt.6 Hotel Ultima Horison Bekasi.

KOKYO Coffee Pangandaran

Ngopi di KOKYO yuk.

BULAKLAUT, akwnulis.com. Jikalau pagi tadi dimanjakan oleh sajian KOPI & KELAPA di pinggir pantai barat dengan kopi yang seadanya di emak penjual jajanan maka dikala sore menjelang perlu mencoba sajian kopi yang diproses secara manual v60.

Bergeraklah jemari mencari informasi di sekitar layar smartphone dan muncul beberapa pilihan. Sebagai pelengkap maka tanya-tanya juga kepada beberapa orang yang kelihatannya adalah akamsi atau orang sini.

Om kalau kafe atau kedai kopi yang nyediain kopi seduh manual dengan V60 dimana ya?”

Wajahnya agak bingung, trus nunjuk salah satu kafe di depan. Yach sudah kayaknya harus sambil bergerak deh.  Kayaknya salah nanya hehehehe.

Di layar smartphone ada sebuah pilihan namanya KOKYO KOPi, kayaknya sih kopi susu begitu yang biasa anak muda sekarang dengan aneka campuran susu, matcha, coklat dan sebagainya. Tapi ternyata ada juga pilihan manual brew V60, nah ini baru pilihan tepat. Meluncuuur….

Hmmn.. tempatnya gabung sama restoran tapi agak depan dan akses tersendiri. Ruangannya juga enakeun dan benar saja, ada sajian manual brew dengan corong V60 dengan pilihan biji kopinya adalah Enrekang Bungin Nating, Anaerobic wash Exotic java dan Arabica Kerinci Natural.

Pilihannya jatuh pada arabica Exotic Java karena penasaran dengan noticenya yang menyebutkan ada sweet yang exotic.

Nah yang bikin penasaran juga adalah nama cafenya, KOKYO. Lontaran pertanyaan kepada teteh pelayan dan Yoga sang barista disambut dengan kebingungan tapi jadi pe er mereka untuk mencari tahu apa arti sebenarnya. Nah besok lusa mampir lagi harus sudah ada jawaban.

Jangan sampai artinya dalam bahasa indonesia sunda, yaitu ‘Kok Kieu?” Ini mah berarti rasa kopinya nggak enak jadi komplen hehehehe.

Maka jelas bahwa penamaan sebuah cafe coffee tentu harus ada philosopinya. Setelah itu sang owner wajib mengajarkan makna nama itu kepada seluruh pegawainya terutama front office dan barista. Jadi tidak akan bingung lagi disaat ada pelanggan iseng dan nanya-nanya.

Urusan rasa dari kohitala yang tersaji lumayan enak, ada keseimbangan body dan acidity serta aftertaste yang menyegarkan dilengkapi dengan suasana cafe yang ditata apik meskipun mungil tapi cantik.

Yang penasaran dan pengen ngopi disini yaa googling aja. Tapi kalau malas googling lokasinya sebelah kiri terhalang 2 bangunan daru hotel Arnawa Pangandaran. ‘Hotel arnawa sebelah mana?’… monggo googling lagi.

Udah ah, sekarang mah sruput dulu ah….. hasil karya barista KOKYO Coffee. Alhamdulillah. Wassalam (AKW).

Kohitala versi Hotel di Kuningan.

Studi banding kopi di restoran pas breakfast… ternyata.

CILIMUS, akwnulis.com. Setelah dini hari menyeduh kopi lalu tidur dengan lelap karena raga yang lelah memang perlu beristirahat. Ba’da shubuh perlahan menuju balkon dan kembali menyeruput kohitala buatan sendiri sambil memandang suasana pagi gunung ciremai. Betapa indahnya lukisan alam ciptaan Tuhan, Alhamdulillahirobbil Alamin.

Edisi kopi asli tanpa gula buatan sendiri akhirnya habis disruput ditemani kehangatan mentari pagi yang perlahan tapi pasti menyebarkan kedamaian dan keberkahan setiap pagi di dunia fana ini.

Tulisan tentang menyeduh kopi dini harinya bisa dibaca di KOPI & GUNUNG CIREMAI.

Sebagai lanjutannya maka perlu dilakukan studi banding tentang kopi yang ada. Meskipun tidak terlalu berharap banyak dengan rasa dan kualitas kopi tanpa gulanya.

Bersegera mandi dan keringkan badan dengan handuk lalu berdandan… halah berdandan, maksudnya cuman pake body lotion dan minyak rambut saja. Cukup itu. Lalu bergegas ke lantai lobby tempat restoran berada.

Setelah berkeliling lumayan juga pilihan menu untuk sarapannya, ah jadi inget anak istri. Ntar ah diajak nginep disini. Kaki bergerak mengelilingi area restoran hingga akhirnya menemukan yang dituju. Setoples kaca bening berisi kopi bubuk dan setoples lagi gula pasir serta termos besar berisi air panas.

Tanpa perlu dinanti-nanti, segera buka toplesnya dan ambil 2 sendok mucung bubuk kopi ini lalu dituangkan di cangkir yang tersedia. Terus air panasnya dicurahkan perlahan – lahan. Maka terciptalah secangkir kopi hitam panas tanpa gula dengan keharuman yang menggoda, entah kalau urusan rasa.

Beranjak dari situ mencari meja dimana tempat berlabuh, eh tapi lebih tertarik untuk ngopaynya di samping kolam renang yang areanya diluar restoran. Lengkap sudah temanya Ngopay dan Ngojay. Bergegas pamit ke petugas restoran sekaligus ijin, karena cangkirnya akan dibawa keluar menuju pinggir kolam renang.

Udara pagi menyapa serta pemandangan indah Gunung Ciremai yang begitu menggoda. Sungguh kohitala yang penuh makna, karena bukan hanya bicara rasa tetapi juga makna dibalik lukisan alam yang nyata.

Duduk di kursi dan secangkir kopi di meja pinggir kolam renang Hotel Horison Tirta Sanita begitu mendamaikan hati dan mencerahkan pikiran serta menghilangkan kegalauan. Tapi perkara nyebur ke kolam renang terpaksa ditunda dan dikendalikan karena waktu yang tersedia begitu mepet, apalagi dapat informasi Bos besar dua akan hadir secara langsung di acara, jelas kita harus hadir lebih dulu….. semangaat.

Oh iya, sruputannya lupa. Sambil memandang jernihnya kolam renang maka prosesi bibir menyentuh cangkir lalu cairan hitam penuh sensasi ini memberikan pengalaman berbeda. Bismillah.

Srupuuut… hmmm…

Kopi hotel cenderung blend dengan mayoritas robusta yang miliki rasa flat pahitnya serta minus acidity dan aftertaste. Bodynya yang menonjol, tetapi pada kopi tubruk ini ada rasa harum yang menghibur dalam rasa yang terbatas.

Sruput lagi… suegeer.

Itulah cerita singkat kohitala versi manual brew dengan biji pilihan yakni arabica wine versus kopi tubruk breakfast hotel yang juga tanpa gula. Insyaalloh masing-masing memiliki nikmat dengan sudut pandang yang berbeda.

Selamat ngopay gaiis, jangan lupa dinikmati disyukuri dan tulis atau dokumentasikan agar menjadi warisan literasi yang (mungkin) suatu saat akan berarti. Wassalam (AKW).