Emosi & Gayo Wine.

Macet bangkitkan esmozi, tapi semua kembali hepi karena kopi… mangga di cobi.

Photo : Kopi masih dibungkus / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Selamat pagi kawan, selamat beraktifitas di awal minggu ini.

Keluar dari rumah langsung disergap kemacetan, tepat di mulut gerbang komplek perumahan yang bersentuhan dengan jalan raya. Terlihat wajah-wajah menegang di balik helm dan kaca mobil kendaraan padahal waktu baru menyentuh pukul 06.00 wib.

Terlihat semua konsentrasi dan fokus kepada tujuan masing-masing. Terkadang tak peduli dengan kepentingan orang lain, tak mau mengalah dan saling mendahulukan… eh mendahului.

Macet tak terhidarkan karena merupakan gabungan antara peningkatan volume kendaraan di kalikan sikap ketidakdisiplinan maka menghasilkan kesemrawutan tingkat dewa.

Disinilah pengendalian diri dan esmozi (basa emosi) mulai diuji, maka…. mari kita ikuti ujian alami hari ini.

Tidak ada pilihan lain, kecuali jalani saja tanpa banyak terpancing emosi karena itu semua tiada guna.

Alihkan perhatian kita dari kemacetan dan kesemrawutan yang mendera, pikirkan hal-hal yang menyenangkan dan meng-enak-an. Sesuatu yang akan menyambut kita di kantor pada pagi hari yang penuh harapan.

Kirain seseorang, sesuatu itu maksudnya apa?.. berkas?.. emang menyenangkan??”

Pertanyaan yang penuh kepenasaran, tinggal ditanggapi santai dan….. setibanya di kantor, peralatan peraang siapkaan….

SIApp!!!!

Photo : Sajian V60 Arabica Gayo Wine / dokpri.

Air panas dinyalain, kertas filter V60 dan timbangan serta termometer dan tentu primadonanya adalah bean kopinya… pilihannya jatuh kepada :

Arabica Gayo Wine…..oleh-oleh bos Jamkrida Jabar yang beberapa waktu lalu beredar ke Aceh.

Pas bungkusnya dibuka… langsung menyeruak keharuman yang tajam mempesona…. segarnyaaa.

Grinder bergerak menghancurkan perasaan emosi eh biji kopi sehingga hancur luruh berserpih dan siap mengekstraksi diri dengan komposisi 1 : 10…. jangan lupa timbang duluu…..

Currr….. ah keharuman menyambut pagi dikala perlahan tapi pasti ekstraksi sedang terjadi, menghilangkan sisa beban hadapi kemacetan tadi, berganti hepi dan semangat pagi.

Akhirnya….. sajian V60 manual brew tersaji dan hadirkan sensasi rasa yang luar biasa. Body strong dan acidity full memenuhi rongga mulut serta memberi sensasi ninggal maksimal… begitupun aftertaste berynya kerasa bangeet…..

Srupuuut…. selamat menjalani minggu ini. Hatur nuhun, Wassalam (AKW).

Merajut Janji di Bekasi

Sebuah perjalanan yang penuh kesabaran serta ketenangan…

Photo : Sarapan Ayam buah / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah rencana adalah ihtiar dalam kehidupan dan ketegaran menjalani kenyataan serta keikhlasan menerimanya, itu yang kereeen.

Hari kerja di minggu ini diuji dengan kemacetan tingkat dewa. Senin pagi dari Cimahi ke Bekasi ditempuh dalam waktu 6 jam 30 menit… atau 6 jam dech karena terpotong dengan sarapan di Rest area Love 72 ruas jalan tol Cipularang.

Kemungkinan besar yang bikin kemacetan semakin parah adalah barengan dengan para pemudik long wiken yang kembali ke jakarta setelah libur lumayan panjang. Aslinya ampe nggak bisa berkata-kata karena kezeeel bin pegeeel.

Photo : Truk pasir kepleset / dokpri.

Ada objek yang bisa di ambil photonya ternyata truk pasir yang terjerembab di pinggir jalan tol, kasian tapi gimana, bingung nolongnya, duh semoga tabah hadapi kenyataan yaaa….

Melihat ke depan, antrian begitu panjang dan memang sulit untuk memilih, meskipun akhirnya tak tahan dengan kemacetan, segera mengambil arah tol exit gate Cibitung.

Eeeh… ternyata diluar tolnya juga sama. “Nasibbb ….nasib”

Photo : Mesjid di Rest area 72 / dokpri

Untungnya para peserta meeting di Bekasinya penyabar dan pemaklum semua, acara yang sedianya dilangsungkan pukul 10.00 wib, musti molor tanpa batas waktu yang pasti, menunggu kami yang masih bertualang dalam pusaran kemacetan.

***

Setelah bermacet ria di jalan inspeksi kalimalang, lalu belok kanan menuju jalur jalan pantura, jalur lokal karawang -bekasi maka suasana perjalanan lebih berwarna karena di tengah kemacetan bisa mampir dulu ke minimarket, warung ataupun mesjid sehingga momen macet spesial ini bisa dinikmati.

Ruar biasa……

Akhirnya dengan bersusah payah bisa tiba di tempat meeting disambut dengan adzan dhuhur yang menenteramkan hati.

Photo : Suasana Meeting / dokpri.

Tuntas sholat jama qashar dimulailah meeting yang muram plus juga ACnya sedang bermasalah…. otomatis jadi sauna dadakan… keringat mulai bercucuran, apa mau dikata….. lanjutkaaaan.

Di sinilah kesabaran dilatih, ketenangan diuji. Bertabur kata diplomasi mengeratkan janji untuk bersama-sama menyelesaikan resesi yang sedang dihadapi. Satu kata yang menjadi niat, kata… Semangaaat.

Akhirnya jam 4 sore mulai bergeser dari bekasong menyongsong tol yang diharapkan lowong…. ternyata zonk.

Macet lagi… macet lagi… tapi tidak seberapa dibanding keberangkatan tadi. Perlahan tapi pasti, merayap menapaki hari di jalan tol cikapek menuju arah tol cipali.

Lha moo kemana?”

“Lanjut malam ini meeting di Subang

Woalah perjalanan masih berlanjut, tapi tidak usah jadi ribut. JASUNI saja, jalani syukuri dan nikmati. Wassalam (AKW).

Pecak Bandeng & Bersyukur

Kuliner Banten dan Pengabdian.

Photo : Pecak bandeng & kopi hitam / dokpri.

BEKASI, akwnulis.com. Perjalanan panjang menuju Kabupaten Pandeglang perlu stamina dan keikhlasan. Sebetulnya jikalau tidak terjebak kemacetan cukup dengan 4-5 jam saja, itu dibuktikan dengan perjalanan tengah malam dari Bandung dan di tol Cikampek keluar di pintu tol Karawang Timur, menyusuri jalur arteri pantura hingga akhirnya masuk lagi di pintu tol Bekasi Barat…. amaan terhindar dari kemacetan di ruas tol Karawang – Bekasi.

Trus blasss….. membelah dini hari menuju tujuan melewati tol Jakarta – Merak dan tiba di Pandeglang disambut dengan kumandang adzan shubuh. Berarti sekitar 4,5 jam pejalanan karena dikorting waktu istirahat di KM72 Cipularang.

Pulangnya… perjalanan Pandeglang -Bandung ditempuh dengan waktu 9 jam perjalanan….. 2x lipaaat. Berangkat pukul 3 sore dan tiba di Bandung tepat pukul 12.00 malam.

Pertanyaannya : “Apakah semua harus disesali atau dijalani dan disyukuri?”

Untuk jawabannya maka kembali kepada kita sang penerima amanah sementara raga dan jiwa, yang hanya sebentar saja singgah di dunia fana.

Jikalau disesali, lelah sudah didapat, pegalpun memang tak perlu bercerita karena sudah menjadi kenyataan.

Maka….. cara terbaik adalah memaknai perjalanan ini dengan konsep tasyakur binnikmah.

Masih diberi kesempatan sehat dan kuat, masih diberi keluangan waktu untuk bergerak menyusuri jalan raya melintasi 2 provinsi yang tidak semua orang berkesempatan seperti ini.

“Bener nggak?”
“Bener juga”

Trus untuk keluarga di rumah, mungkin merasa terganggu karena tengah malam baru pulang sebentar … eh berangkat lagi dan besok malamnya dini hari baru tiba. Semoga pengertian keluarga yang di rumah menjadi bagian dari ibadah.

Semua lelah ini insyaalloh menjadi berkah, dan silaturahim dalam rangka tugas ini adalah rangkaian kerja yang juga bermakna ibadah.

***

Photo : berbagi ekspresi di sini / dokpri.

Tiba dini hari di kamis pagi bukan berarti menjadi hari libur, ada kewajiban masuk kantor yang tak terelakkan, apalagi tugas dan kerjaan lain sudah menanti.

Ya sudah jalani, nikmati dan syukuri.

Sebagai penutup cerita, photo awal di tulisan ini adalah penghibur di perjalanan di kala perut mulai terasa lapar. Sajian ‘Pecak Bandeng’ RM Ibu Khadizah di Kota Serang menyambut kami dengan segarnya ikan bandeng dan bumbu pedasnya yang begitu mengurai keringat serta cucuran air mata kepedasan. Dilengkapi dengan nasi putih yang pulen plus secangkir kopi tanpa gula, memberi semangat kami untuk tetap berkarya dan tetap ceria. Wassalam (AKW).

Catatan Pagi 121118

Perjalanan pagi yang butuh kesabaran tinggi.

Senin pagi menjelang disambut kemacetan dimulai dari pintu gerbang perumahan, rrruar biasa. Padahal waktu tepat menunjukan pukul 05.46 wib.

Kelihatannya hampir semua orang yang beraktifitas pagi ini memiliki pemikiran yang sama dengan kepentingan berbeda-beda, “Berangkat pagi-pagi supaya nggak kena macet”

Jadinya, sebuah janjian hakiki yang tidak terkomunikasi satu sama lain, berkumpullah pada beberapa titik jalan tertentu yang memang menyempit karena ada aktifitas.

Pertama, jalan keluar kantung-kantung perumahan dimana bersua antara para penghuni komplek perumahan dengan para pejuang pagi.

Kedua, pasar pagi. Tanpa perlu dijelaskan, semua paham kenapa pasar pagi jadi lokasi macet di pagi hari. Pasar agak tumpah ke jalan, orang-orang banyak berhenti dari kendaraan, ya sudah bottle neck.

Ketiga, jalanan depan sekolah. Sabar ya, para pengantar anak-anak tercinta ataupun siswa-siswi itu sendiri mulau masuk sekolah.

Keempat, perempatan atau bunderan yang menjadi titik pertemuan gelombang pemberangkat pagi dari berbagai lokasi, bersatu di bunderan atau bersilangan di perempatan. Ini mah momen dimana kesabaran dan keberanian dipertaruhkan. Sabar terus nggak dikasih jalan, nyuruduk maksa sok berani juga berbahaya, jadi fleksibilitas dan waspada yang menjadi kunci utama.

Kelima, depan pom bensin. Disinipun harus bersabar karena ternyata banyak para pejuang pagi yang musti minum bahan bakar dulu karena kendaraannya haus. Jelas keluar masuk bikin tersendat.

Keenam, perilaku. Nah ini PR kita semua. Bagaimana perilaku berkendara yang sopan, teratur serta berperikendaraanan. Kita tahan sikap slonong boy, grasa grusu, emosional, klakson terus dipijit, apalagi meludahi orang saking sebelnya pas pake helm full face…. atuh lamokot olangan.

Ketujuh, paras cantik. Ternyata inipun menimbulkan kemacetan pagi ini. Paras cantik di angkot dengan duduk paling belakang, sehingga jelas terlihat dari luar. Dua orang pejuang pagi bermotor, terjungkal karena kurang konsentrasi.

“Lho kenapa?”

Ternyata disaat angkot melaju, kedua pemotor ini yang kemungkinan jomlo atau memang seneng lihat yang bening-bening terpana melihat bidadari di angkot. Disaat angkot berhenti karena akan menaikkan penumpang lain, kedua pemotor ini bukan injak rem. Tapi ngeloyor sambil wajah terus melekat ke kaca belakang angkot.

Jedduk!!!

Keduanya nambrak bemper belakang angkot dan terjungkal. Sementara angkot ngeloyor jalan tanpa cidera, kedua pemotor ini terjatuh dengan 2 rasa sakit, sakit kebentur juga sakit karena malu.

Akibatnya kemacetan mengular karena tertahan 2 motor yang terjungkal bersilangan ditambah pemotor lainnya pada berhenti untuk ngambil photo kejadian plus selpi, lalu segera diunggah di medsos masing-masing.

Keenam, ....monggo dilanjut…

***

Ah siluet pagi memang menyajikan bermacam tafsir imaji, tapi kembali kesabaran diuji agar bisa menjalani hari penuh arti. Wassalam (AKW).

Liburan & Benkrush

Macet itu bikin lelah otak dan pegal hati, untung ada ‘benkrush’.

Bunderan leuwigajah tinggal selemparan batu untuk tiba dirumah. Setelah dari ba’da shubuh tadi beredar ke ibukota, sebuah perjalanan PP yang lancar. Berangkat jam 06.00 wib dari Cimahi Selatan dan tiba di bilangan Kelapa Gading jam 8 pagi, lanjut ke Pejaten Jaksel hingga tuntas sholat jumat. Balik kanan ke arah Bandung via JORR lancar jaya. Bekasi yang biasanya adalah area kemacetan yang menyesakkan dada dan memegalkan kaki serta melelahkan jiwa (pernah lewat pas sore di hari kerja terjebak hingga 5 jam.. hanya di tol bekasi aja) sekarang lancar jaya. Tapi…

Di daerah karawang tersendat hingga terdiam.. “Siap2 kaki pegal dan pinggang panas”.. tapi tetap doa dalam hati berharap agar segera melewati kemacetan ini…

Tiba-tiba terdengar sirine, dan di kaca spion kanan terlihat sebuah ambulan bergerak menyeruakkan antrian kemacetan… “Kesempatan nich!” Segera agak ke kiri memberi jalan sambil siap-siap menggabungkan diri dengan ambulan dan rombongannya.

Settt!!!! … Mobil ambulan diikuti satu bis kecil dan dua avanza putih melewati.. ada celah.. segara sein kanan dan….. setttt!!! Segara ikutan bergabung dengan rombongan. Tak lupa lampu hazzard dinyalakan.

Memang tidak nyaman ikut-ikutan rombongan ditengah kemacetan, perlu konsentrasi tinggi agar tidak terjadi tabrakan atau nyenggol kendaraan lainnya. Trus rem mendadak dan gas mendadak plus ganti perseneling secepat kilat adalah kewajiban yang harus dipahami, dikuasai dan dipraktrekkan. Eits tidak lupa juga berdoa khususnya untuk yang diambulan, “Semoga Allah segera memberi kesembuhan” atau bagi yang sudah menjadi jenasah, “Allahummagfirlahu Warhamhu Waafihi wa’Fuanhu..”

Sehingga kemacetan bisa tersuay… eh tersibak dan bisa lebih cepat melewatinya. Melewati karawang perjalanan lancar hingga… keluar pintu tol Baros-Cimahi, senangnyaah..

Ehhh…. ternyata keinginan untuk tiba di rumah segera harus sirna karena tiba di bunderan leuwigajah, kemacetan mendera. Semua kendaraan terdiam termasuk ratusan roda dua yang juga terjebak dalam kemacetan…. disinilah kesabaran di uji.

Dikala lalulintas libur panjang alias long wiken dipastikan menciptakan titik-titik kemacetan, Ehh… ternyata……. kena juga tuh kejebak macet ampe 1 jam terdiam, rasanya jleeb.. dongkol. Nggak bisa ubah haluan pilih jalan lain meskipun jalan memutar karena seakan jadi ikan yang terjebak dalam bubu. Nggak bisa gerak kanan kiri ataupun mundur…

Sambil memandang sekeliling terlihat wajah-wajah kesal dan lelah karena ternyata diam dan diam tak bergerak hingga 45 menit…. parah bangeett.. untung saja ada angkot yang mengalihkan ketidaksabaran ini.

Di kaca belakangnya tertera tulisan besar “Benkrush”, awalnya berfikir bahwa sopir angkot atau pemiliknya adalah nasabah yang menjadi korban dari bankrutnya sebuah bank sehingga terjadi penarikan uang nasabah secara besar-besaran (rush) tetapi ternyata tidak ada uang cash di bank nya dan terbayang kerusuhan nasabah di kantor bank tersebut (bankrush)…. eh tapi nulisnya pake hurup ‘e’ bukan ‘a’… jadi kira-kira apa ya?

Mencoba dengan pendekatan ‘Empatic sopirangkotisme’ alias mencoba membayangkan seakan menjadi supir angkot itu.. konseenntrasi.. satu detik.. dua detik… mulai terasa gerah dan lelah nyopirin angkot di tengah kemacetan. Trus membayangkan sebulan lalu pesen dipasangan tulisan itu sebagai penghias kaca belakang angkotnya.. Zlapp!!! Dapatt jawabannya.

Mau tau?… atau mau tau bingit?..

Ternyata sederhana teman2 pembaca… itu adalah salah satu kosa kata dalam bahasa sunda yaitu ‘bengras‘ artinya ‘jernih atau jelas‘. Supaya lebih modern dan gaya maka gaya penulisannya ditambah-tambahin supaya mirip kosakata bahasa inggris… jadilah ‘Benkrush’.

Alhamdulillah.. hasil menganalisis tulisan itu membantu melupakan kemacetan dan akhirnya maju perlahan hingga tiba di rumah 1 jam kemudian. (AKW).

FGD ttg Kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek

Reportase pribadi diskusi FGD bareng stakeholder dipimpin Kadishub Jabar (25/07) tentang Kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek.

Photo : Dokumen pribadi

Pembahasan tentang kemacetan di tol Jakarta – cikampek menjadi bahasan menarik dalam FGD (Focus group discusion) yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Selasa (25/07). Karena dirasakan oleh banyak pihak bahwa perjalanan melewati tol jakarta – cikampek belakangan ini menjadi suasana yang tidak menyenangkan dengan kemacetan yang luar biasa.

Termasuk para pegawai PT Jasa Marga sendiri yang notabene operator jalan tol tersebut tidak menggunakan mobil via jalan tol tetapi menggunakan moda transportasi kereta api.

Photo : Dokumen pribadi

Kadis Perhubungan Provinsi Jawa Barat membahas tentang Konsep tentang konsepsi pembangunan jawa barat yang terbagi dalam 3 kluster kawasan metropolitan yaitu kawasan BoDeBeKarPur, Bandung Raya dan Cirebon Raya. Didukung oleh 3 titik pertumbuhan di koridor Jabar selatan yaitu Palabuan Ratu – Rancabuaya- Pangandaran yang tertuang dalam Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2014.

Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa barat sebesar 5,67% diatas rata-rata pertumbuhan nasiobal sebesar 5,02%. Sebaran kawasan industri serta profil angkutan barang dimana hingga bulan juni 2017 masih 92% menggunakan transportasi jalan raya.

Kondisi eksisting di area jalan tol jakarta – cikampek terdapat 4 pembangunan yang berskala nasional yaitu :

1. Pembangunan jalan tol elevated II Tol Cikampek – Bandung.

2. LRT jabotebek

3. Pembangunan simpang susun  Cibitung – cilincing.

4. Kereta Cepat Jakarta Bandung

Jika tidak diantisipasi segera maka kemacetan akan semakin parah dan tidak terkendali. 

Photo : Dokumen pribadi

Diskusi berlangsung dinamis dengan pembicara selanjutnya adalah Dirlantas Polda Jabar yang membahas poin-poin penting keberhasilan penanganan kemacetan ini yang harus dilakukan jika bicara jangka pendek adalah dengan contra flow dan buka tutup gerbang tol secara bergiliran. Serta pemanfaatan teknologi ter-anyar seperti pada saat penanganan lalu lintas mudik dan balik lebaran tahun ini seperti RTMC dan ATCS. 

Insyaalloh pada hari minggu, 30 juli 2017 di Bundaran HI, Jakarta. Kadishub Jabar dan Dirlantas Polda Jabar akan menerima Penghargaan Presiden yang diserahkan Wapres atas keberhasilannya dalam mengamankan dan lancarnya arus mudik dan balik lebaran tahun ini.

Photo : Dokumen pribadi

Karena dampak kemacetan memiliki implikasi yang luas tidak hanya kerugian langsung seperti penggunaan bahan bakar dan waktu perjalanan yang panjang, tetapi hilsng juga kesempatan melakukan kontrak, deal deal dan transaksi keuangan akibat terjebak macet berjam-jam.

Perwakilan dari PT Jasa Raharja, PT KAI, Pelindo II, PT Jasa Marga, Kadin dan para akademisi saling bertukar pangdangan dan sharing keilmuan serta pengalaman terutama kaitan forecasting kondisi jalan tol sesuai dengan perspektif dan kajian masing-masing yang memang perlu dikaji secara akademis tetapi juga berpacu dengan waktu untuk target implementasinya. Pada intinya pihak terkait siap mendukung program pemerintah di bidang transportasi ini.

Kesimpulan dari FGD ini adalah :

1. Merancang pergerakan arus transportasi darat  dialihkan menggunakan Kereta api dan laut (pelabuhan)

2. Mengatur pergerakan orang dan barang dengan mengoptimalkan pola rekayasa lalu lintas.

3. Mengatur tarif moda transportasi pengganti; 

4. Perlu regulasi dari pemerintah pusat untuk mengatur pergerakan manusia dan barang serta bersifat mengikat bagi semua pihak.

Photo : Dokumen pribadi

Demikian tulisan singkat tentang FGD yang bertema kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek akibat pembangunan 4 proyek strategis ini. Setelah ditutup acara ini dilanjutkan makan siang dan ternyata menimbulkan antrian panjang, sehingga disarankan melakukan rekayasa lalu lintas menggunakan contra flow he he he. (Akw)

Bersepeda itu Takdir.

Manfaatkan mode switch dalam jalani takdir kehidupan.

Photo & barangnya : dokumen pribadi ๐Ÿ™‚

Hidup itu unik dan penuh dinamika serta terkadang miliki daya kejut yang perlu dihadapi dengan keikhlasan. Karena dengan keikhlasan maka perjalanan kehidupan ini terasa lebih nyaman. Juga kepasrahan serta yakin kepada takdir Illahi. Tidak ada yang kebetulan, semua sudah diatur dalam catatan Allah SWT tetapi kita manusia tidak diberi kemampuan untuk tahu.

Inilah sekelumit ceritanya,… ahayy.

Kamis sore, sambil menyetir kendaraan. Sang otak nggak mau diam, merancang rencana esok hari dengan segala pertimbangan subjektif dan objektif. Evaluasi singkat sambil meraba lemak yang mulai bertumpuk kembali di pinggang kanan kiri, maka jawabannya adalah “kurang olahraga“… dengan misi itu di break down menjadi strategi dan akhirnya mengerucut dalam kebijakan. Dikerucutkan lagi menjadi program, dan implementasinya adalah Rencana Kerja untuk sasapedahan esok hari… 

Nyampe rumah pas adzan magrib berkumandang. Segera bergegas membersihkan diri sebelum ocon dengan putri semata wayangku. Mandi 5 menit bisa kelar dan dijamin badan agak bersih. Kenapa harus kilat?… karena panggilan, “Ayahh… ayaah” dan gedoran tangan mungil di pintu kamar mandi akan berkumandang jika lebih dari 5 menit di kamar mandi.

Wajar toh anak kangen sama ayahnya yang sibuk bekerja dan pulang kerja (hampir selalu) disaat mentari sudah tenggelam dari cakrawala.

Photo & barangnya : dokumen pribadi ๐Ÿ™‚

Setelah shalat isya, anak cantik sedang asyik makan dengan ibu dan neneknya. Perlahan ke belakang dan mempersiapkan sepeda serta kelengkapannya untuk digunakan besok pagi ke kantor. Kacamata, sepatu, kaos kaki, celana berpelana, hingga manset dan topi sepeda sudah disiapkan untuk menyambut esok hari. Setelah tuntas segala persiapan untuk esok, kembali bercengkerama dengan anak tercinta hingga menemaninya berdoa sebelum tidur sambil netek ke ibunya. 

Ternyata selesai doa dibaca bukan terlelap yang ada tetapi mata kembali cerah cรฉnghar dan ceria. Jadilah malam itu begadang hingga tengah malam. Bergantian menemani anak 16 bulan yang tak henti berjalan dan berlari kesana kemari.

Sambil nungguin sang anak yang terus bermain, melirik handphone karena indikator kelap kelip menandakan ada sesuatu. Waktu menunjukan pukul 23.11 wib, ternyata ada pesan whatsaps dari bos.

“… besok hadiri agenda rapat di Hotel Mulia Jakarta jam 08.30 wib s.d selesai…”

Lemaslah sudah karena program kegiatan yang dirancang sesuai misi pribadi esok hari harus bubar berantakan.

Segera dijawab pesan tersebut, …”Siap pa, laksanakan.”

Photo & barangnya : dokumen pribadi ๐Ÿ™‚

Segera otak pake mode switch dan merunut rencana tindak. Tak banyak langkah yang harus dijalani, yaa kalau dirinci sebagai berikut :

 1. Hapus rencana bersepeda esok hari.

2. Cari temen yang bisa nyetir untuk ke jakarta. Soalnya jumat sore dari jakarta ke bandung itu perlu perjuangan dan kesabaran ( ….pernah trauma macet jakarta ke bandung 8 jam dong).

3. Cek Tiket kereta api via aplikasi PT KAI, sesuai perkiraan, untuk pulangnya sold semua gerbong dan semua jam.

4. Ngasih pengertian ke istri klo besok harus ikut terbangun dini hari, klo poin ini ‘aman‘ karena istriku faham kondisi kerjaan suamiww..

5. Masang alarm 30 menit sebelum berangkat, buat jeda mandi, ganti baju dan berhias… aww.

6. Terakhir yang terberat…. lupakan dulu rencana bersepeda esok hari dan mungkin terganti kesempatan di lain hari.

Gitu aja dulu…

Selamat menjalani takdir masing-masing :). (22/07) (Akw)