Kohitala Rest Area.

Tugas mendadak adalah perintah, Kopi hitam tetap bikin hati cerah.

Photo : Kopi Tubruk nangkring dulu / dokpri.

PURWAKARTA, akwnulis.com. Pagi yang cerah menyambut kedatangan raga ini dengan senyum yang merekah, tetapi ternyata sesaat kemudian datanglah sebuah titah perintah, “Sekarang ke Ibukota, ada tugas yang harus dihadiri segera”

Secarik surat dilengkapi lembar disposisi sudah siaga di depan mata, tiada alasan apapun kecuali kertas berisi perintah itu diterima dan segera mencari rekan yang bisa menemani perjalanan dadakan menembus kemacetan ke arah jakarta.

Cap cuss cyiiin.

“Trus gimana uang perjalanan dinas dan dukungan akomodasi lainnya?”

Sebuah pertanyaan klasik yang sering menjadi perdebatan hangat dalam sebuah perjalanan dinas.

Tapi kita coba bahwa itu bukan sesuatu yang perlu diperdebatkan, jalan saja dulu yang penting jangan lupa bawa lembaran visum perjalanan.

Nah, supaya perjalanan menembus kemacetannya tidak terlalu menjemukan, maka perlu rehat sejenak di perjalanan meskipun hanya sesaat saja.

Photo : Kohitala & Friend / dokpri.

Caranya?”

Pilihan sederhana adalah berhenti sejenak di salah satu rest area jalan tol.
1. Pergi ke ATM, ambil duit.
2. Sarapan
3. Ngopay Kohitala
4. isi bahan bakar
5. Isi e-toll

Khusus langkah ketiga dipastikan pesan kopi hitam tanpa gula, meskipun yang manual-an jarang atau nyaris tidak ada semua rest area… eh ada klo di rest area Cipali.. lha ini khan moo ke jakarta.

Bisa di baca di Kopi Mandheiling Rest Area 166 Cipali.

iya yaaa…. jadi pesan kopi hitam kopi tubruk aja, dengan catatan nubruknya nggak keras-keras, takut terpental. Trus ngambil photonya jangan lupa, sebagai bukti kepada dunia bahwa menikmati secangkir kopi tanpa gula juga bikin bahagia.

Setelah selesai semua langkah…

Go……move move.

Maka pergerakan dilanjutkan dengan kendaraan menjelajahi tol Cipularang- tol Japek dan geser dikit Tol Becakayu menjadi alternatif efektif untuk menghindari (sedikit) kemacetan menuju ibukota.

Di Ibukota sudah menanti Kohitala & Anggreknya.

Selamat beredar kawan, Wassalam (AKW).

***

Lokasi :

Rest Area Km97 arah jakarta, Cafenya yang paling deket dengan tempat wudhu Mesjidnya.

Mudik Lanjutan…

Berlanjut bergerak menjaga silaturahmi agar terus terajut.

CIMAHI, akwnulis.com. Disaat tuntas shalat Ied di kampung halaman tempat kelahiran, maka waktu terbatas dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk bersua dan bersilaturahmi dengan saudara, kawan dan handai taulan.

“Kok waktunya terbatas?”..

” Karena besok, sang istri harus bertugas sebagaimana tugas profesinya di bidang medis”

“Oohh….. gituu”

Maka sore harinya, kembali bergerak dan duduk dibalik kemudi. Meninggalkan kampung halaman menuju rumah tinggal selama ini.

***

Esok harinya, tugas menjaga anak semata wayang sebagai ‘bapak rumah tangga 1 hari’ mulai berlaku. Karena istri harus berdinas dulu… eh nggak satu hari, setengah hari saja.

Untungnya ada pembantu, sehingga tidak terlalu berat urusan dalam negeri eh… dalam rumah, yang perlu difahami bahwa urusan domestik perlu sekali-kali dirasakan dan dijalani… jaim jaan (jaga imah jaga anak)…..

Lalu….. preparing to go again.

“lha moo kemana lagi?….”

Bersiap meluncur ke Kuningan nanti sore setelah Istri tuntas ber-piket hari ini… cemunggutttt… Eaaa.

***

Pukul 14.00 wib, dengan packing super kilat maka kami bertiga sudah bergerak meninggalkan rumah (lagi) menuju Kuningan…. Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (..musti jelas, ntar disangka ke Kuningan Jakarta, beda banget tuch)….

……….

“Kok ceritanya nggak tuntas?”… (selow mas bro, musti jadi pilot dulu nich… ntar udah agak santai… dilanjut nulisnya yaaw).

Merajut Janji di Bekasi

Sebuah perjalanan yang penuh kesabaran serta ketenangan…

Photo : Sarapan Ayam buah / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah rencana adalah ihtiar dalam kehidupan dan ketegaran menjalani kenyataan serta keikhlasan menerimanya, itu yang kereeen.

Hari kerja di minggu ini diuji dengan kemacetan tingkat dewa. Senin pagi dari Cimahi ke Bekasi ditempuh dalam waktu 6 jam 30 menit… atau 6 jam dech karena terpotong dengan sarapan di Rest area Love 72 ruas jalan tol Cipularang.

Kemungkinan besar yang bikin kemacetan semakin parah adalah barengan dengan para pemudik long wiken yang kembali ke jakarta setelah libur lumayan panjang. Aslinya ampe nggak bisa berkata-kata karena kezeeel bin pegeeel.

Photo : Truk pasir kepleset / dokpri.

Ada objek yang bisa di ambil photonya ternyata truk pasir yang terjerembab di pinggir jalan tol, kasian tapi gimana, bingung nolongnya, duh semoga tabah hadapi kenyataan yaaa….

Melihat ke depan, antrian begitu panjang dan memang sulit untuk memilih, meskipun akhirnya tak tahan dengan kemacetan, segera mengambil arah tol exit gate Cibitung.

Eeeh… ternyata diluar tolnya juga sama. “Nasibbb ….nasib”

Photo : Mesjid di Rest area 72 / dokpri

Untungnya para peserta meeting di Bekasinya penyabar dan pemaklum semua, acara yang sedianya dilangsungkan pukul 10.00 wib, musti molor tanpa batas waktu yang pasti, menunggu kami yang masih bertualang dalam pusaran kemacetan.

***

Setelah bermacet ria di jalan inspeksi kalimalang, lalu belok kanan menuju jalur jalan pantura, jalur lokal karawang -bekasi maka suasana perjalanan lebih berwarna karena di tengah kemacetan bisa mampir dulu ke minimarket, warung ataupun mesjid sehingga momen macet spesial ini bisa dinikmati.

Ruar biasa……

Akhirnya dengan bersusah payah bisa tiba di tempat meeting disambut dengan adzan dhuhur yang menenteramkan hati.

Photo : Suasana Meeting / dokpri.

Tuntas sholat jama qashar dimulailah meeting yang muram plus juga ACnya sedang bermasalah…. otomatis jadi sauna dadakan… keringat mulai bercucuran, apa mau dikata….. lanjutkaaaan.

Di sinilah kesabaran dilatih, ketenangan diuji. Bertabur kata diplomasi mengeratkan janji untuk bersama-sama menyelesaikan resesi yang sedang dihadapi. Satu kata yang menjadi niat, kata… Semangaaat.

Akhirnya jam 4 sore mulai bergeser dari bekasong menyongsong tol yang diharapkan lowong…. ternyata zonk.

Macet lagi… macet lagi… tapi tidak seberapa dibanding keberangkatan tadi. Perlahan tapi pasti, merayap menapaki hari di jalan tol cikapek menuju arah tol cipali.

Lha moo kemana?”

“Lanjut malam ini meeting di Subang

Woalah perjalanan masih berlanjut, tapi tidak usah jadi ribut. JASUNI saja, jalani syukuri dan nikmati. Wassalam (AKW).

JALAN Versi AKW

Jalan-jalan harus sambil paham tentang pengertian jalan. Mau tau?… yuk atuh kita baca.

Pagi mas bro. Sekarang moo nulis tentang sesuatu yang udah lumrah kita tahu tapi giliran ditanya apa pengertiannya?

Pasti jawabannya, “Ya.. itu.. ya ono”

Coba dech, “Apa pengertian JALAN?”

Diem khan…. 🙂

Klo ngobrolin jalan, pasti semua orang sudah tau. Lha wong tiap hari musti nginjek jalan klo mau aktivitas. Minimal nggak nginjek beneran, ya ngelewatin diatas kendaraan. Moo milik sendiri, pinjeman, masih cicilan atapun angkol alias angkutan online. Dari mulai jalan gang, jalan perumahan, jalan gede yang agak besaran dikit. Itu tuh yang klo 2 mobil papasan musti ati-ati, klo nggak spion bisa ilang atawa rusak. Agak jauh lagi jalan gede yang pake pembatas di tengahnya hingga jalan tol.

Yang bikin ngegelitik tuh, klo ngikutin definisi aturan, apa pengertiannya jalan?… ubek ubek ubek, tanya sono-sini plus donlot via gugel. Dapet tuh Undang2nya, UU 38 Taun 2004 tentang Jalan. Kelar rasa penasaran, buka-buka halaman.. widihh tebel bingit. Lha gimana bacanya?… waktunya kapan?.. pertentangan bathin dimulai.

Tapi semangat tinggi musti dijaga, lawan kemalasan. ‘Iqro’ … kata Alqur’an juga, Bacalah!!!

Jadi, Jalan itu definisinya adalah Prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukan bagi lalu lintas yang berada pada permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan / atau air, serta diatas permukaan air kecuali jalan kereta api, jalan lori dan jalan kabel. Ps1.4.

Wow ternyata jalan tuh bukan hanya yang diatas tanah bro, dibawah air juga masih disebut jalan termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya. Diitung-itung secara garis besar ada 17 istilah yang musti dipahami… woyy pusing pale niich.

Tapi tuh dia lagi2, kembali terusik dan tertantang buat coba baca, coba hafalin (yakin sulit bingit) hingga muncul inspirasi dari pengalaman terindah masa SMU ngapalin rumus kimia, khan itu pake singkatan tuh… siapa tau cocok buat ngapalin tentang pembagian jalan.

Secara garis besar, dari sisi peruntukannya, jalan terbagi jadi 2 yaitu jalan umum dan jalan khusus.

Jalan Umum adalah Jalan yang diperuntukan untuk lalu lintas umum. Sementara Jalan khusus adalah jalan yang dibangun oleh instansi, Badan Usaha, Perseorangan, atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri. Tuh udah 2 jenis tentang jalan. Nah jalan khusus nggak dibagi lagi, tapi jalan umum terbagi 4 lagi yang disingkat dengan SIFUSTAKEL (itu singkatan versiku yaa… jangan pada protes).

SIFUSTAKEL yang artinya SIstem, FUngsi, STAtus dan KELas.

Jadi jalan umum itu yang pertama adalah Sistem Jaringan jalan berarti saling berhubungan menjadi kesatuan dari berbagai jenis jalan. Sistem Jaringan jalan ini terbagi menjadi 2 sistem yaitu PRISEK (bukan bhs inggris yaaa….) atau Sistem Jaringan Jalan PRImer dan Sistem Jaringan Jalan SEKunder.

Kedua, Jalan umum itu berdasarkan fungsinya terbagi menjadi 4 bagian yaitu Jalan Arteri, Jalan Kolektor, Jalan Lokal dan Jalan Lingkungan atau supaya nggak mudah lupa ya kita singkat aja menjadi kata baru yaitu ARKOLOLI (ARteri KOlektor LOkal dan LIngkungan).

Ketiga, Jalan umum berdasarkan status dibagi menjadi 5 status. Nah yang ini hati2 karena tidak ada jalan yang statusnya Jomblo, LDR ataupun HTS (Hubungan tanpa status). Yang jelas kelima status jalan ini lebih didasari batas kewilayahan yaitu Jalan nasional, Jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kota dan jalan desa atau klo disingkat adalah NASPROKAKODES.

Keempat, Jalan Umum ini terbagi atas kelas. Lagi-lagi ini bukan urutan kelas 1, 2 dan seterusnya tetapi terbagi 4 menjadi : Jalan Bebas hambatan, jalan raya, jalan sedang dan jalan kecil. Mau disingkat lagi supaya mudah ngapalin?…
Singkatannya adalah BEHARASEDKEC. Pembagian kelas jalan ini berdasarkan spesifiKasi penyediaan prasarana jalan untuk pengaturan penggunaan jalan dan kelancaran lalu lintas. Diatur dengan UU 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas & Angkutan Jalan Raya.

Kesimpulannya tentang jalan ini coba apalin dulu aja dech :

SIFUSTAKEL Dibagi 4 yaitu :

PRISEK 2
ARKOLOLI 4
NASPROKAKODES 5
BEHARAYSEDKEC 4

Jadi jalan terbagi 2 yaitu jalan umum dan jalan khusus, trus jalan umum itu ada 15 Kriteria bro… jadi totalnya ada 17 khaan…

Semoga tulisan ini bikin penasaran, so capcus donlot UU 38/2004 & UU 22/2009… Baca tuntas bro… ada semua pengertian lengkap.6

Atau… Klik ini aja :

21 PENGERTIAN JALAN.

Wassalam (AKW).

Catatan : Singkatan-singkatan yang dibuat itu murni niatan agar mempermudah menghapal dan selanjutnya memahami.

Levitasi di tanah Sriwijaya.

Akhirnya mencoba loncat lagi dengan segenap perjuangan dan pengorbanan akibat meroketnya berat badan.

Perjalanan kali ini menyeberangi Selat Sunda menuju Pulau Sumatera, itu kalo perjalanan darat dengan mobil – naik kapal feri – naik mobil lagi. Klo via udara ya lurus aja kali… dari Bandara Husein Sastranegara hingga mendarat di bandara Sultan Mahmud Badarrudin II. Bandara ini berjarak kurang lebih 45 menit dari Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan. Maka kamipun dari Bandung sudah berbatik sehingga turun di pesawat bisa langsung naik mobil menuju tempat pertemuan tanpa perlu berganti pakaian. Jikalau ada keringat maks tinggal disapu dengan deodoran atau parfum yang setia menjadi kawan perjalanan. Turun dari mobil langsung kunjungan, praktis khan?…

Diluar kunjungan itu, ada target lain yaitu nambah koleksi Jumpshot dan Levitasi. Kesempatan pertama photo loncat dilakukan sambil peninjauan pintu gerbang Tol Palindra (Palembang – Indralaya), tapi ternyata gagtot (gagal total) apalagi suhu udara dan terik mentari menyengat ubun-ubun kami sehingga hasilnya seperti ini.

Photo loncatan yang gagtot / dokpri.

Jangan ngledek ya warganet, tapi perjuangannya wajib diapresiasi. Kesempatan kedua di sore hari berhasil menjadikan momen loncat yang indah (kata yang loncat). Perjalanan dengan perahu selama 1 jam menyusuri sungai Musi hingga tiba di Pulau Kemaro. Berpusing-pusing eh berputar-putar mengelilingi pulau kecil ini hingga akhirnya berJumpshot berlatar belakang pagoda kelenteng yang cerah penuh warna.

Photo : Semangat meloncat / dekpri.

Ternyata loncatan perdana berbuah tertawa karena disaat meloncat, jilbabnya ikut terbang dan menutupi mukanya. Jadi buat para abege puteri yang berjilbab juga ibu-ibu yang sudah berumur agar hasilnya maksimal, bukan wajah jadi ketutupan kerudung.

Photo : Jumpshot Kura2 Ninja / dokpri.

Gaya pertama adalah jumpsot Kura-kura Ninja dengan pakaian serba hitam menghasilkan photo loncat yang (bisa jadi) kenangan. Meskipun smartphone harus terjatuh dari saku pakaian karena tak siap pas dipaksa meloncat mendadak.

Photo : Levitasi (maksa) di P. Kemaro / dokpri.

Untuk photo levitasi kali ini belum mendapatkan hasil sempurna, banyak faktor terutama mancungnya perut dan otomatis berat badan meningkat sehingga ripuh bin repot untuk ngambil adegan levitasi. Yach segini ge lumayan.

Photo : Mentari sore di P.Kemaro / dokpri.

Sebelum meninggalkan pulau Kemaro ini tak lupa abadikan mentari sore yang tak lama lagi akan tenggelam di ujung cakrawala. (Akw).

FGD ttg Kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek

Reportase pribadi diskusi FGD bareng stakeholder dipimpin Kadishub Jabar (25/07) tentang Kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek.

Photo : Dokumen pribadi

Pembahasan tentang kemacetan di tol Jakarta – cikampek menjadi bahasan menarik dalam FGD (Focus group discusion) yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Selasa (25/07). Karena dirasakan oleh banyak pihak bahwa perjalanan melewati tol jakarta – cikampek belakangan ini menjadi suasana yang tidak menyenangkan dengan kemacetan yang luar biasa.

Termasuk para pegawai PT Jasa Marga sendiri yang notabene operator jalan tol tersebut tidak menggunakan mobil via jalan tol tetapi menggunakan moda transportasi kereta api.

Photo : Dokumen pribadi

Kadis Perhubungan Provinsi Jawa Barat membahas tentang Konsep tentang konsepsi pembangunan jawa barat yang terbagi dalam 3 kluster kawasan metropolitan yaitu kawasan BoDeBeKarPur, Bandung Raya dan Cirebon Raya. Didukung oleh 3 titik pertumbuhan di koridor Jabar selatan yaitu Palabuan Ratu – Rancabuaya- Pangandaran yang tertuang dalam Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2014.

Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa barat sebesar 5,67% diatas rata-rata pertumbuhan nasiobal sebesar 5,02%. Sebaran kawasan industri serta profil angkutan barang dimana hingga bulan juni 2017 masih 92% menggunakan transportasi jalan raya.

Kondisi eksisting di area jalan tol jakarta – cikampek terdapat 4 pembangunan yang berskala nasional yaitu :

1. Pembangunan jalan tol elevated II Tol Cikampek – Bandung.

2. LRT jabotebek

3. Pembangunan simpang susun  Cibitung – cilincing.

4. Kereta Cepat Jakarta Bandung

Jika tidak diantisipasi segera maka kemacetan akan semakin parah dan tidak terkendali. 

Photo : Dokumen pribadi

Diskusi berlangsung dinamis dengan pembicara selanjutnya adalah Dirlantas Polda Jabar yang membahas poin-poin penting keberhasilan penanganan kemacetan ini yang harus dilakukan jika bicara jangka pendek adalah dengan contra flow dan buka tutup gerbang tol secara bergiliran. Serta pemanfaatan teknologi ter-anyar seperti pada saat penanganan lalu lintas mudik dan balik lebaran tahun ini seperti RTMC dan ATCS. 

Insyaalloh pada hari minggu, 30 juli 2017 di Bundaran HI, Jakarta. Kadishub Jabar dan Dirlantas Polda Jabar akan menerima Penghargaan Presiden yang diserahkan Wapres atas keberhasilannya dalam mengamankan dan lancarnya arus mudik dan balik lebaran tahun ini.

Photo : Dokumen pribadi

Karena dampak kemacetan memiliki implikasi yang luas tidak hanya kerugian langsung seperti penggunaan bahan bakar dan waktu perjalanan yang panjang, tetapi hilsng juga kesempatan melakukan kontrak, deal deal dan transaksi keuangan akibat terjebak macet berjam-jam.

Perwakilan dari PT Jasa Raharja, PT KAI, Pelindo II, PT Jasa Marga, Kadin dan para akademisi saling bertukar pangdangan dan sharing keilmuan serta pengalaman terutama kaitan forecasting kondisi jalan tol sesuai dengan perspektif dan kajian masing-masing yang memang perlu dikaji secara akademis tetapi juga berpacu dengan waktu untuk target implementasinya. Pada intinya pihak terkait siap mendukung program pemerintah di bidang transportasi ini.

Kesimpulan dari FGD ini adalah :

1. Merancang pergerakan arus transportasi darat  dialihkan menggunakan Kereta api dan laut (pelabuhan)

2. Mengatur pergerakan orang dan barang dengan mengoptimalkan pola rekayasa lalu lintas.

3. Mengatur tarif moda transportasi pengganti; 

4. Perlu regulasi dari pemerintah pusat untuk mengatur pergerakan manusia dan barang serta bersifat mengikat bagi semua pihak.

Photo : Dokumen pribadi

Demikian tulisan singkat tentang FGD yang bertema kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek akibat pembangunan 4 proyek strategis ini. Setelah ditutup acara ini dilanjutkan makan siang dan ternyata menimbulkan antrian panjang, sehingga disarankan melakukan rekayasa lalu lintas menggunakan contra flow he he he. (Akw)