Berenang & Bimbimbab.

Antara lamunan dan kenyataan terseliplah harapan.

Photo : Bandara Incheon / dokpri.

DI LANGIT, akwnulis.com. Raga yang menembus waktu melewati langit angkasa dengan kecepatan 942 km/jam di ketinggian 10.363 meter tentu memerlukan relaksasi…… Harapannya adalah setiba di tanah air disambut dengan rebahan di kasur yang empuk lalu menuju area whirpool yang menjadi salah satu fasilitas hotel di jakarta sanah….

Berendam sambil pejamkan mata.. kehangatan air whirpool yang memberikan pijatan lembut namun terukur, terasa menenangkan dan memberi sensasi kesegaran terbaru….

Segala kesegaran raga bisa kembali dengan segera dan bersiap melakukan aktifitas rutin di senin pagi.

Pilihan lainnya adalah berenang santai di kolam renang ukuran olimpic sambil membebaskan pikiran dari segala macam permasalahan atau urusan yang ternyata (klo dipikirin doang) … nggak bakalan selesai-selesai.

Pilihannya cukup 2 saja, pertama pikirkan dan lakukan langkah-langkah penyelesaian dan kedua, biarkan saja jangan dikerjakan… seperti pepatah sesat yang sering berseliweran di jagad medsos kita dalam bentuk meme, atau kata-kata di status WA, Fb, Telegram, Line, WeChat dan lainnyah…. Bunyinya :

“Pekerjaan akan menjadi mudah manakala tidak dikerjakan.”

Photo : Kolam renang Hotel Borobudur Jkt / dokpri

Klo dipikir-pikir bener juga lho, tapi konsekuensinya adalah… Memang (seolah) lebih mudah… tapi kepercayaan kepada kita dari pemberi pekerjaan (client or bos) akan luntur dan musnah… ujung-ujungnya pekerjaan menjauh dan pergi menjauh… begitupun dengan rejeki, salary dan bonusnyah heuheuheu…. alias nggak punya pekerjaan heuheuheuheu.

Jadi segimana beratnya beban tugas dalam pekerjaan, kerjakanlah dengan semangat ikhlas dan menahan emosi meskipun mungkin ada hal yang mengganjal di hati.

Ingat kepada orang lain yang tidak seberuntung kita punya pekerjaan dan penghasilan, maka kembali ke laptop…. kerjakan saja sesuai kemampuan kita, bismillah… nah kerjakan tugas dengan penuh keikhlasan….

Ahay kok jadi ngelantur begini?… efek naik pesawat kali yaa… jadi pengennya turun pesawat langsung menuju hotel, lalu mandi air hangat dan rebahan…. ntar udah segeran lanjut ke whirpool dan dipijat aliran air hangat sambil berendam.. ahhh kabayang nikmatnyaa..

Tapi…… kenyataan nggak begitu. Ntar pas mendarat bakalan langsung kordinasi dengan sopir sang penjemput, dan setelah itu langsung menuju Bandung melewati jalur tol Jakarta cikampek lalu cipularang…. semoga kemacetan tidak terlalu parah dan bisa tiba di rumah pada senin dini hari… I hope.

Sambil menunggu kenyataan terjadi, kembali terlarut dalam lamunan berendam di whirpool hotel aryaduta ataupun berenang santai di lantai 8 kolam renang Hotel Merlyn Park juga di kolam renang ukuran olimpic Hotel Borobudur Jakarta…. lumayan membuat hati senang sambil perlahan tapi pasti mencoba menyantap sajian bimbimbab di kabin pesawat korean Airlines ini. Sambil nengok ke sebelah … takut salah cara penyajian dan cara makannya….. dan buka saus odolnya….. tuangkan ke nasi dan sayuran, maka aduk-aduklah semua……

Photo : Bimbimbab di Korean Airlines / dokpri.

“Gimana rasanya?”

“Enak, alhamdulillah” menjawab dengan wajah agak meringis karena rasanya sedikit asing di lidah, tapi karena urusan rasa ada kemiripan dengan lotek atau lecel, maka sang lidah relatif mudah menyesuaikan… dan sekaligus mulut mengunyah dan menelan untuk menghabiskan….

Habis tandas dan dibonusin senyum pramugari mirip personil blackpink… pas dia ambil nampanku… terlihat makanannya bersih semua alias habis.

Akhirnya mencoba terlelap, dan membayangkan kembali berenang di air hangat, sebelum akhirnya….. harus berdamai dengan kenyataan dan menyiapkan diri melanjutkan perjalanan darat sekitar 4-5 jam… untuk kembali meriung dengan keluarga tercinta juga tugas-tugas negara yang telah menanti dengan setia untuk penyelesaiannya. Wassalam (AKW).

Semedi di Jacuzzi.

Mendamaikan hati menenangkan rasa…

Photo : Whirlpool The Clove Hotel / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Biru itu bangkitkan rindu, segarmu mengundang syahdu. Pagi yang dingin ternyata tak sedingin hatimu, karena pemanas rasa sudah bekerja, menghasilkan kehangatan yang sekilas tak kentara.

Jalaran kehangatan mengalir di dalam kolam jacuzzi, berteman gelembung dan angin pagi, terasa menenangkan hati, tapi ingat.. hanya kolam jacuzzi…

Lho kok?…

Karena kolam anak dan dewasanya masih menggunakan air mentah bin dingin kawan… Ya iya laaah, masa musti dididihkan dulu, harus berapa lama daya serta listrik serta biaya menjalankannya…. ngehayal ih.

Tapi jangan salah kawan, hati yang dingin lebih sulit untuk dihangatkan, kecuali ada momentum yang dibalut suasana keakraban serta niat tulus dan usaha yang dianggap mengagumkan.

“Emangnya siapa yang hatinya dingin kawan?”

Photo : Segarnya kolam dewasa/ dokpri.

Sebuah pertanyaan yang memerahkan pipi menyempitkan dada, karena mengingatkan kepada ketidakberdayaan. Justru hadirnya raga di kolam renang ini adalah usaha untuk melupakan dinginnya hati seseorang.

“Hahahaha….. bawa kompor aja mang, insyaalloh segera menghangat dan bisa sambil bikin masakan”

Tawa berderai mendampingi raga yang mulai menunggangi dinginnya air kolam renang dewasa ini. Dinginnya air yang menusuk pori, menghasilkan reaksi penolakan dengan panas tubuh… ada kompromi disana sehingga yang hadir adalah rasa segar dan sepucuk ulam hangat kedamaian.

Kolam renang dengan kedalaman 1,5 meter ini cukup leluasa jika dinikmati sendiri, tetapi kalau sudah hadir manusia dewasa lebih dari 6 orang dan tentunya berenang… akan terasa kolan renangnya sempit, apalagi kalau nggak kenal… kayaknya sih moo kenalan dulu hihihihi.

Tuntas menggerakkan badan di kolam renang berair dingin, segera bergeser ke ujung kiri, kolam jacuzzi.. whirlpool.

Oh iya klo merunut sejarah, jacuzzi itu nama produsen di Amrik yang memproduksi whirlpool, jadi aja secara umum nyebut jacuzzi, padahal itu mah merk hehehehe…

Lanjut yaa…..

Gelembung kehangatan menyambut dengan pijitan mesra meskipun tanpa perasaan, tapi itu dirasa cukup untuk bisa membantu menikmati kebahagiaan sesaat di pagi ini… hmmmm.

Pejaman mata membuka ruang semesta, mengumpulkan kedamaian yang menyehatkan jiwa. Rasa melayang menyeruak disekujur raga, sensasi relaksasi menghasilkan suasasi anti sensi, inilah kebahagian sesaat yang bisa dinikmati.

Selamat berhari minggu kawan, mari syukuri sepercik kebahagiaan dalam hidup ini, meskipun sesaat tetapi itu penuh manfaat. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Clove Garden Hotel Bandung
Jl. Awiligar Dago Pakar II Bandung Utara Jawa Barat.