Mencari Vitamin C.

Pertemuan tidak disengaja bukan hanya say hellow saja, tapi bisa berbeda.

CIMAHI, akwnulis.com. Cerita kali ini adalah sebuah kejadian yang seperti kebetulan, padahal memang skenario Illahi yang sudah dirancang begitu rapih dan tidak terbantahkan.

Pagi hingga siang kesibukan di tempat kerja tidak berhenti, dari mulai penyusunan bahan da konsep hingga meeting – meeting berjarak dengan peserta terbatas plus 1 video meeting virtual yang harus dilakukan.

Yach, situasi waspada pencegahan pandemi corona membuat kita semua harus esktra adaptasi dan harus mampu mengikuti perubahan alam semesta ini. Status wfh (work from home) sudah diatur sedemikian rupa, tentu itu menjadi pedoman untuk memaksimalkan bekerja di rumah, tetapi… dalam satu minggu minimal 2 kali hari harus berada di kantor karena berbagai pertimbangan.

Meskipun tentu perjalanan kantor – rumah – kantor harus extra waspada bermasker, handsanitizer, sarung tangan hingga rajin cuci tangan. Hingga berjaga jarak dan membatasi durasi pertemuan dalam ber-meeting… ternyata yang membuat lelah mudah datang itu karena rasa kekhawatiran tentang penyebaran covid19 yang bisa memgintai dimana dan kapan saja.

Salah satu antisipasinya adalah penguatan diri khususnya asupan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh yaitu Vitamin C, meskipun tentu vitamin lainnyapun tetap penting.

Di sela istirahat kerja mencoba menjambangi beberapa minimarket dan warung untuk membeli vitamin C, ternyata dimana-mana stock kosong…. wadduh, lalu cek via online, harganya berlipat-lipat ngikuten harga masker dan hand sanitizer… alamaak, makin pusing.

Photo : Penerapan standar pencegahan di RM / dokpri.

Setelah waktu istirahat hampir habis, maka kembali bergerak menuju kantor. Tiba-tiba ada pesan whatsapp masuk, ‘Jangan lupa beliin masakan ya, di rumah nggak masak‘… plus nama rumah makan yang ditujunya.

Siettt….

Langsung belok kiri karena arahnya sedikit berlawanan dengan arah kantor, namanya RM dalaraos di jalan siliwangi Kota Bandung.

Ngeeeng……

Tiba di rumah makan, segera menuju etalase touchscreen, maksudnya tunjuk makanan di kaca yang jadi pilihan dan langsung dibungkus dengan ukuran sesuai request. Tapi sebelumnya mengamati kondisi sekitar, terlihat bahwa RM ini sudah menerapkan prinsip pencegahan covid19 yang dianjurkan oleh pemerintah, diantaranya tersedia bak cuci tangan lengkap dengan sabun cuci tangannya di teras lalu antrean dibuat tanda dengan stiker di lantai dan berjarak 1 meter, ada juga hand sanitizer di dekat tempat makanan touchscreen, semua pelayan dan pengunjung menggunakan masker, ada hijab plastik yang membatasi kasir dengan pembeli serta tidak melayani makan di tempat hanya untuk take away saja plus beberapa pengumuman seperti : wajib masker, wajib antri dan yang paling wajib adalah wajib bayar setelah milah milih masakan yang dibungkus.

Nah di kala mengantri inilah tetiba berinteraksi dengan seorang ibu, lalu menawarkan sebotol jamu rempah buatannya. Dari pembicaraan awal tersebut ternyata jamu rempah ibu ini sudah banyak yang mengkonsumsi… keren, dan yang paling menarik adalah pada saat menawarkan jeruk lemon dengan harga bersahabat.

Wah cocok nich, sumber vitamin C alami dengan harga terjangkau” dalam hati berbicara dan nggak pake lama langsung diputuskan membelinya..

Jreng.

Tuntas dari RM tersebut kembali ke kantor dan menghabiskan sisa waktu kerja dengan menyelesaikan beberapa berkas yang ada serta kordinasi via WAvideocall.

Gaya banget kontak-kontak pake videocall

Pada nggak tau yaa…. itu sangat berguna buat pelaporan kinerja harian guys. Jadi pas WAvidcal sambil di capture… dapet deh bukti koordinasinya.

Oh gitu” Sang penanya mengangguk-angguk mengamini komentar ini.

Kembali ke jeruk lemon, Bahasa latinnya citrus lemon dan memang sangat kaya vitamin C juga unsur vitamin lainnya sehingga cukup dengan diminum air perasannya pagi hari campur madu, sudah cukup memberikan asupan vitamin bagi kekebalan dan kesegaran tubuh. Hikmah perjumpaan tadi ternyata, vitamin C alaminya alias buah jeruk lemonnya langsung diantar ke rumah pake motor oleh ibu Wati yang berjumpa tadi, luar biasa.

Begitulah sebuah cerita sederhana tentang kejadian keseharian yang bisa dianggap biasa, ataupun bisa membaca beberapa makna hikmah yang terkandung dalam kejadian ini. Selamat menjalani perubahan kehidupan dengan tetap optimis dan mengkonsumsi vitamin secara teratur. Wassalam (AKW).

Welcome Nagami

Anggota Squad baru sudah datang.

CIMAHI, akwnulis.com. Skuad sumber vitamin C alami kembali menambah anggotanya. Jika di postingan terdahulu sudah bercerita tentang jeruk kumquat sang jeruk mini aseeem tapi manis dan dimakan tanpa kupas kulitnya. Maka sekarang telah hadir dua anggota baru yang dikirim langsung dari higara agro di kota yogyakarta, menembus perjalanan panjang serta berbagai posko pemeriksaan karena pemberlakuan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di wilayah Bandung raya.

Anggota baru ini masih rumpun jeruk mini tanpa kupas dengan jenis ‘Nagami‘. Katanya sih buahnya lebih manis… tapi musti sabar karena ternyata 6 bulan lagi batu bisa berbuah… ooh tidaaaak… ternyata masih lama hiks hiks hiks.

Tapi tidak apa, karena semuanya harus berproses. Lagian masih ada pohon jeruk kumquat yang sudah mulai berbuah lagi, nanti bisa berlanjut dengan panen jeruk nagami ini, Insyaalloh.

Tanpa banyak basa-basi, paket kiriman dari yogya segera dibuka dan langsung siapkan peralatan kerja. Ember bekas langsung disiapkan dan di beri lubang- lubang kecil dengan obeng panjang yang sudah dipanaskan dengan api biru kompor dapur. Tanah sudah siap begitupun seongok sekam, maka proses pemindahan tanaman dimulai… Bismillah.

Tadaaa.….. dua pot ember sudah diisi dengan bibit pohon jeruk nagami yang sudah berpindah dari yogya kesini. Masih kecil memang, tetapi insyaalloh akan menjanjikan.

Selamat bergabung para baby nagami. Semoga bisa bertumbuh besar dan berbuah ranum, banyak, manis enak penuh berkah serta memberi kebahagiaan kepada mahluk dan hamba Allah SWT. Wassalam (AKW).