Antar Moda Bdg – Bandara Kertajati.

Uji coba salah satu antar moda, dari Bandung ke Bandara Kertajati pake Toyota Hiace CKU.

Photo : Diskusi sebelum pergi / dokpri.

KERTAJATI, akwnulis.com. Berita tentang rencana pengalihan rute penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung ke Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka semakin santer tersaji diberbagai media dan dilisankan di beberapa acara seremonial oleh para pejabat, tepatnya hari sabtu tanggal 15 Juni 2019…. woaah menghitung hari atuh.

Boleh baca juga artikel ‘Fasilitas Bandara Kertajati 1.’

Pertanyaan paling gampang, “Untuk para penumpang dari Kota Bandung atau daerah lain pake apa?”

Baca lagi berita juga medsosnya BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat), disebutin udah ada beberapa kali rapat pembahasan dengan para operator pengusaha antar moda dan disebutkan sudah siap melayani perjalanan calon penumpang dari berbagai kota untuk mengantar ke bandara kertajati dan juga para penumpang pesawat yang turun di Bandara Kertajati untuk dilanjutkan ke kota tujuan.

Photo : Daftar antar moda / sumber website bijb.

Disebutin diantaranya DAMRI, City Trans Utama, Eca Express, Lintas, dan P trans, di website bijb.co.id juga dicantumkan nomor kontak yang bisa dihubungi…. Pertanyaannya, “Udah siap belum nggak siih antar moda-nya?”….. ” Harus dicoba langsung inih maah”

Ciusss….. cari-cari info, kontak sana sini dan searching info tentang kesiapan antar moda.. kemon guys.

***

Hasilnya … jengjreeeng.
…. sabar yaa.

Jreng….

Pertama rencana pengen naik armada DAMRI dari Pool Kebon Kawung Bandung deket Stasiun Kereta Bandung,…. ternyata sekarang belum ada yang jalan ke Kertajati, tetapi pada saat tanggal 15 Juni 2019, dipastikan DAMRI sudah ready….. gagal nyobain DAMRI, tapi gpp, … nanti aja pada waktunya.

Photo : Shuttle di depan hotel Topas Pasteur / dokpri.

Kedua kontak-kontak dengan berbagai pihak dan tentu dengan BIJB,… akhirnya kami mendapat akses dengan salah satu travel yang siap yaitu CTU.. City Trans Utama… awalnya kirain shuttle eh travel City Trans… ternyata beda lagi… ya udah gpp…. kemooon coba.

Akhirnya sepakat, rabu pagi (12/06) mencoba armada shuttle CTU, dan dipilihin yang VIP… iya vip ya?… Mobil Toyota Hiace 2019 2500cc dengan 7 kursi penumpang yang empuk dan nyaman…. dilengkapi colokan usb di setiap kursi buat ngecas hape dan sebagainya juga tempat dudukan botol minuman. Kaki juga nyaman karena jarak cukup lega…. harga per orang untuk rute Bandung ke Kertajati Bandara dan sebaliknya Rp 105.000,-.. itu harga promo, klo normalnya Rp 120.000,-/per orang.

Photo : Para penumpang di dalam Hiace / pic mr IH.

Oh iya, shuttlenya dari Hotel Topas Pasteur dan rutenya melalui GT Pasteur menyusuri Tol Cipularang lalu masuk Tol Cikampek dan melanjutkan ke Tol Cipali hingga akhirnya keluar di KM158 GT Kertajati. Keluar tol sudah jelas petunjuknya… pertigaan belok kiri dan ikuti petunjuk hingga akhirnya ada pertigaan lagi… belok kiri… udah masuk jalan Akses Bandara Kertajati… Horeee.

Perjalanan dari Bandung tepatnya shuttle Hotel Topas hingga tiba di Terminal keberangkatan Bandara Kertajati adalah kira-kira 180 menit atau 2,5 jam perjalanan….

Kemooon terbang…. eh belum, ini khan uji coba dulu.

Photo : Pose hepi yang mau berangkat ke Kertajati / dokpri.

Untuk penumpang yang perlu travel CTU ini juga travel-travel lainnya, di lantai 1 Bandara Kertajati sudah tersedia 1 counter pembelian tiket yang merupakan gabungan dari berbagai operator antar moda dengan berbagai kota tujuan, seperti Bandung, Cirebon, Bekasi dan Kuningan.

Photo : Counter aneka Shuttle antar moda di lt.1 Bandara Kertajati / dokpri.

Gitu dech pengalaman singkat nyobain salah satu antar moda dari Bandung ke Bandara Kertajati, pake CTU, City Trans Utama… over all, enakeun, empuk dan perjalanan nyaman, juga ada karaokenya, meskipun kemarin didominasi lagu koplo Nella K dan Via V…. jadi hafal lagunya hihihihi.

Photo : Kendaraan Toyota Hiace mendarat di area keberangkaran bandara Kertajati / dokpri.

Makasih Bu An-BIJB atas kemudahannya juga Mas Sudar yang jadi pilot eh sopir Hiace kemarin. Semangaaat…….

Boleh baca juga artikel ‘Fasilitas Bandara Kertajati 2.’

Sekarang moo beredar dulu di Bandara nich, ada 3 lantai yang mau diubek. Wassalam (AKW).

Bo wero

Diskusi ringan yang berbobot bersama The Legend.

Photo : Capture jilid buku ‘bo wero’ / dokpri

Buku adalah jendela jiwa penjaga raga agar terus merangkai makna dari setiap detik perjalanan dunia. Serasa sudah banyak buku dan gejala kehidupan yang telah dibaca, ternyata itu nggak ada apa-apanya.

Itu dibuktikan di kala bersua dan diskusi bersama sang Legend, beliau membahas perjalanan hidupnya. Romatika ke-keraskepalaan-nya, gaya dan usul nylenehnya hingga berada di posisi antagonis berhadapan dengan aturan sistem yang melingkupinya. Sampai mengisi waktu pensiun dengan berkegiatan ringan, tenang dan bersahaja.

Beberapa judul – judul buku yang sudah di lalapnya menjadi bukti haus ilmunya beliau, Pak Indrarto The Legend.

“Kamu tahu buku berjudul -Bo Wero-?”

“Euh….. belum pernah baca pa..” menjawab pelan sambil tergagap. Pertanda memang belum baca dan otomatis tidak paham isinya.

Pa In tersenyum, “Nggak apa-apa klo belum tau. Itu adalah buku yang pernah saya baca. Isinya mbling, nyeleneh, tetapi punya makna mendalam tentang kehidupan dan menjadi referensi keteguhan saya dalam menggenggam prinsip aturan”

“Waaah…. keren tuh buku pak”

“Tapi kayaknya udah langka sekarang buku itu” kata beliau. Kembali anggukan kepala meng-amini.

Tapi otak bergerak dan bersiap nyari di internet, buku apa itu.

***

Selesai shalat isya di tengah malam, segera membuka internet di smartphone dengan kata kunci ‘Bo Wero’

Jreng…..

Beberapa blog mengulas singkat tentang buku ini yang merupakan karangan Wandi S. Brata terbitan Gramedia Tahun 2003 dengan judul lengkap : Bo Wero – Tips mbeling untuk menyiasati hidup. Ada 2 cerita yang dimunculkan dan semakin menarik nich buku.

Bo wero adalah singkatan dari peribahasa jawa yaitu ‘ombo wero wero’ yang artinya menggambarkan sesuatu yang sangat luas tanpa batas. Trus untuk dapetin suasana yang tenang dan damai tanpa batas itu tidak harus di beli dengan mahal karena sebenarnya itu semua ada dalam diri kita, cuma belum tau bagaimana cara menemukannya (gitu kata mas Andana di blognya).

Jadi makin penasaran….

Ada beberapa penawaran penjualan buku di bukalapak tetapi ternyata stoknya habis, eh di Amazon juga ada atau via aplikasi seperti goodreads. Sementara mah capture dulu cover bukunya aja dulu. Ntar moo hunting ke Toko Buku Gramedia atau mungkin di Pasar Buku Palasari Bandung.

***

Balik lagi dengan Pak Indrarto Sang Legend, diskusinya terus mengalir dan lagi-lagi judul buku yang muncul menjadi basic referensinya juga teori – teori filsafati yang menjadi warna sikap serta perangai beliau yang sering jadi kontroversi.

Penasaran?…

Tunggu yach tulisan selanjutnya. Wassalam (AKW).