Arabica Wine DNA Coffee

H15 ramadhan, nyeduhnya Kopi Arabica Wine, yummy…..

Photo : Hasil seduhan Arabica wine DNA coffee / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Bersua dengan kolega lama yang juga penikmat kopi adalah kebahagiaan tersendiri. Apalagi mengusung prinsip Nikotala*), cucok sudah…. pembicaraan kesana kemari bercerita tentang suka duka masa lalu ditambah dongeng roasting-cupping-drinking weh hehehehe.

Tapi nggak bisa nyruput kopay karena siang hari masih bulan ramadhan.

Batal atuuuh…..

“Ini kopinya kang”…. sebungkus kopi dengan wadah plastik coklat dan ditempel label kertas bertuliskan DNA coffee dan roastingnya medium dan prosessingnya wine…. woaah arabica wine… tak terasa mulut membasah oleh liur yang tetiba hadir… geuleuh ih… yaa nggak ngeclak donk, ini khan cuman hiperbola…

“Duh jadi pengen mau cepet magrib, sok atuh adzan!”

Kawan lamaku Mang AT langsung tertawa, “Kamu mah sakaw kopay yach?”

“Hahahaha…. enggak!, cuman pengen bingitt”

Kami terbahak berdua, ternyata dengan tertawa mengurangi nafsu ingin ngopay lho, tapi setelah berhenti tertawa… eh pengen lagi ngopaay.

Keneh keneh kamu mah…

Akhirnya pembicaaraan berakhir karena ada meeting yang nggak bsa ditinggalkan. Kami berpisah setelah berbagi kisah, membahas kopi tanpa banyak basa basi dan tertinggal sebungkus arabica wine DNA Coffee yang akan segera dinikmati, nanti.

***

Rakaat akhir shalat witir hampir terganggu, di kala membaca salah satu surat juz Amma.. eh pikiran melayang ke Dangiang Nur Alam….
“Apa itu dangiang nur alam?”

“Ntar jawabannya yaa… solat dulu”

Photo : coffee wine siap dinikmati / dokpri.

….untung saja hanya sekilas… lalu kembali pegang kendali hingga ucap salam kanan dan kiri.

Dzikir pasca witir telah tuntas ditutup dengan doa niat shaum, setelah itu bergegas menuju ruang tengah, mempersiapkan prosesi yang sudah dinanti-nanti yaitu…. nyeduh kopi.

Oh iya.. jelasin yang tadi dulu, Dangiang nur alam itu adalah kepanjangan dari merk kopi, DNA coffee…. jadi bukan DNAnya deoxyribonucleid acid atau asam deoksiribonukleat, adalah sejenis biomolekul yang menyimpan dan menyandi instruksi-instruksi genetika setiap organisme dan banyak jenis virus (id.m.wikipedia.org).

Ihh kok jadi kesitu,…. DNa itu adalah dangiang nur alam. Penjelasannya lebih afdol klo bisa jumpa dengan sang pencetus nama itu, tetapi dari searching via website, istilah danging lebih merujuk kepada kekuatan diluar manusia yang memberi pengaruh kuat (komara) dalam perjalanan hidup ini….. ah ntar aja ah, bisi salah pengertian.

Tapi yang menarik ternyata sejalan dengan cerita Mang AT yang tadi siang ngirimin kopi ini. Bahwa petani pembuat kopi ini dalam prosesnya tidak hanya melakukan hal teknis sesuai aturan main memproses kopi, tetapi juga disertai ritual sembahyang, sholat dan doa, memohon kepada Allah Swt agar kopi yang dihasilkan sesuai harapan, itu semua atas ijin Allah Swt, Tuhan Sang Maha Pencipta…. Amiiin.

Prosesss…. proseeees… sess

Metode manual brewnya tetep pake corong V60 dengan segala keterbatasan penulis. Perbandingan 1 : 12, suhu air 88° celcius dan putaran air seduhan mengikuti arah jarum jam disertai pikiran jernih dan sebait doa…. prosesi penyeduhan berjalan sempurna…..

currr…..

serpihan biji kopi arabica wine DNA coffee berekstraksi dengan sepenuh hati, mengeluarkan potensi rasa yang tersembunyi…. tak sabar menanti.

Setelah gelas server berisi cairan hangat memanas kopi ini, dituangkan perlahan ke gelas kaca mini kesayangan…. currrr.

Srupuuuut……. waaaaaw…. puleeen.. eh rasanya nendang dengan proses roastingnya, tetapi lembut menyentuh syaraf-syaraf lidah, enak dan terasa menenangkan.

Body dan acidity bersaing di kelas serius, asamnya maksimal dibalut pahit getir yang kokoh bertahan, serta after taste yang begitu betah ninggal diujung lidah, woaah…. kopi wine yang sejajar atau lebih baik dari gayo wine….. Alhamdulillah, akhirnya ada juga yang bisa menyainginya.

“Kamu aja nggak gaul, padahal ujungberung khan deket, nongkrong di kedai aja, alamatnya di Jl. Walagri Mulya, RW.09, Pasanggrahan, Kec. Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat 40617”

Anggukan lemah menandakan persetujuan, tapi agak sulit untuk merealisasikan. Maklum istiqomah hehehehe.

Bicara after taste, variasinya lumayan, dominan rasa fruitty…eh jeruk lemon dan dark chocolate, plus selarik karamel dilingkupi oleh keasaman maksimal…. jeddd.. dank pokoknya. Seakan keasamannya menggigit bibir dengan rasanya. (Lebay nyaaa?…..)

Buat kelompok aliran bergula, mungkin kurang cocok menikmati kopi ini. Tetapi bagi penikmat kopi jalur nikotala*)… very recomended.

Srupuut….. hmmmmmm… nikmatt… Alhamdulillahirobbil alamin. Hatur nuhun Mang AT, Wassalam (AKW).

***

*)nikotala : nikmati kopi tanpa gula.

Istiqomah & Kopi.

Mengembalikan makna Istiqomah, juga ngopi yang istiqomah.

Photo : Jalan Lurus di Cilamaya / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Sebuah garis lurus terbentang diantara berbagai garis lain yang berbentuk variasi dengan segala maksud dan tujuan. Dalam istilah islam, sebuah sikap yang teguh dan lurus sesuai dengan pedoman keislaman dikenal dengan istilah ‘Istiqomah’.

“Wah jadi ceramah ginih bro?”

“Mumpung bulan ramadhan yaaa?”

Dua komentar yang langsung nyolot dikala mencoba menyampaikan pendapat tentang istilah ini.

Terlepas dianggap sebagai ceramah bulan ramadhan, sebenernya lebih ke ngingetin diri sendiri. Terus terang aja, klo denger kata ‘Istiqomah‘ yang connect di otak justru singkatannya yang memiliki arti jauh banget dari makna yang sebenernya.

“Istiqomah itu singkatan dari Ikatan Suami Takut Istri apalagi di rumah”….

Tuhhhh khan jauh pisaaaan….. ternyata maknawi yang begitu mendalam bisa terselubungi oleh makna berbeda dan terkesan main-main.

Maafkan kami Yaa Allah…

Nah makanya nulis ini, sebagai bagian dari perbaikan diri dan mengembalikan makna Istiqomah kepada arti yang sebenar-benarnya.

***

Kamu istiqomah nggak?” Pertanyaan dari temen agak bingung jawabnya. Ini maksudnya istiqomah yang mana?….

Inget sama istri di rumah, jadi senyum sendiri. Bukan takut istri aku mah, tapi segen heu heu heu…. trus klo makna istiqomah yang sebenernya, maka langsung tertunduk malu, “Apa bener diri ini sudah mengerjakan tuntunan agama secara sempurna dan lurus tanpa banyak cela dan goda?”

Istiqomah itu adalah seorang muslim yang senantiasa menegakkan, mengamalkan dan membela tegaknya agama islam secara konsisten dan berpendirian teguh (haq), sedikitpun tidak memiliki kecenderungan ke jalan yang menyimpang (bathil) tanpa mengenal situasi dan kondisi didasari keyakinan yang benar kepada Allah Swt dan Rasul-Nya.*)

Itu dia makna istiqomah yang sesungguhnya, insyaalloh tidak akan terjebak pemikiran atau lebih mengutamakan singkatan plesetan dari sebuah istilah yang begitu baik dan memiliki arti yang penuh keberkahan.

***

Photo : Arabica DNA coffee versi Wine / dokpri.

Nah urusan nyeduh kopi juga harus istiqomah….. alias memegang teguh pada satu patokan garis lurus, yaitu Nikotala (nikmati kopi tanpa gula), belajar konsisten dengan petunjuk berpadu pada keyakinan yang ada. “Setuju?”

“Ih dasar ini mah, nulis istiqomah ternyata ujung-ujungnya kopi juga”

“Kalem mas bro, khan sesuai makna istiqomah, dari awal khan blog ini memang fokus dengan tema kopi serta sedikit berenang, ingaat… Ngopay & Ngojay, Inget nggak?”

“Ah kamu mah, alesannya adaa aja. Trus yang sekarang diseduh kopi apa?”

“Nahh….. gitu donk, malam ini giliran sebungkus kopi spesial yang dinikmati tetap menggunakan metode V60, merknya DNA Coffee, singkatan dari Dangiang Nur Alam”

“Woaaah nggak sabar pengen tahu gimana rasanya”

Photo : Ngasuh anak dan dombanya / dokpri.

Tapi mohon bersabar yaaa… cerita DNA coffeenya di tulisan besok yaa… soalnya malem ini khan masih hari minggu, agendanya ngasuh anak semata wayang yang lagi sibuk sama dombanya, katanya lagi sakit jadi harus diberikan perawatan intensif supaya cepat sembuh.. gitu katanya.

Sebagai teaser maka ditampilkan dulu yaa…. secangkir kopi dan bungkus kopi DNA coffee yang akan dibahas esok hari. Selamat berpuasa di hari ke-15, Wassalam (AKW).

***

*)Sumber : Ensiklopedia Pengetahuan Alqur’an & Hadits, Kamil Pustaka, 2017.