Kopi Tupoksi.

Kerja dulu baru sruput… eh sruputt dulu, baru kerjaa.

GARUT, akwnulis.com. Secangkir kopi hadir mengawal pagi, secercah harap berkumpul dalam tumpukan data yang lengkap dikelilingi kerangka pekerjaan yang relatif tetap.

Sebelum map pekerjaan dibuka maka sajian kopi dulu yang lebih dulu berhadapan dengan muka. Biarkan sruputan perdana menjadi penyemangat rasa dan selanjutnya berjibaku dalam diskusi penuh makna.

Jadi, jangan ragu bahwa seiring pekerjaan yang rutin sepanjang hari selalu ada sisi-sisi penting yang wajib disyukuri. Selain rasa syukur memiliki pekerjaan yang pasti, sekaligus rasa syukur bisa menyeruput kohitala berulang kali…. gratis lagi hehehehe.

Selamat pagi kawan, selamat bergelut dengan tupoksi*) serta jangan lupa ngopi. Wassalam (AKW).

***

*)Tupoksi : Tugas Pokok & Fungsi.

Ganti Bos

Pergantian itu alami dan perubahan itu niscaya. Jadi?….

Photo : Halaman buku berganti ditemani secangkir kopi/dokpri.

Berganti pimpinan…… secara otomatis berganti ritme dan suasana kerja. Karena setiap orang yang menjadi pimpinan memiliki karakter unik masing-masing.

Bagaimana sikap sebagai bawahan?

Gampang… segera adaptasi alias menyesuaikan.

Hehehe ngomong yang gampang, pelaksanaannya butuh sikap sungguh-sungguh dan ikhlas lho brow..

Kenapa?.. karena sifat dasar manusia pasti sudah nyaman dengan sebuah rutinitas dan kebiasaan yang telah terlaksana sedemikian lama…

Apalagi pas dapet zona nyaman… pasti ingin mempertahankan kondisi yang sudah tercipta.

Dengan adanya perubahan bos baru, maka galau mendera. Khawatir dapet tugas yang berat dan takut nambah tugas kerjaan.

Padahal… perubahan itu keniscayaan. Tidak ada di dunia fana ini yang tetap, semua berubah seiring gerakan waktu yang tak mau menjeda diri barang semenit, karena itu takdir sang waktu.. terus berjalan.. tik.. tak.. tik.. tak.

Jadi yang terpenting adalah…. atur mindset dan cek rasa ikhlas kita untuk menuju perubahan. Trus jalani pekerjaan sebagai wahana ibadah dan mencari nafKah bagi keluarga.

Tetapi tetap berpegang kepada regulasi agar tata nilai diri tetap berisi. Utamakan kesantunan dan tentu komunikasi yang elegan sehingga proses perubahan ini akan landai tanpa hambatan dan rintangan.

Ksatria baja hitam aja ‘Berubaaah!!!!’ Masa kita nggak?

Yang senyum dan paham ksatria baja hitam berarti udah berumur kepala 4 yaa.. ayo ngaku..

***

Jadi tidak perlu khawatir dengan bos baru. Gaya dan pola kepemimpinannya tentu harus kita ikuti sesuai dengan aturan, yang baiknya di ikuti.

Trus…… klo ada yang kurang baik, monggo pasang kuda-kuda gunakan jurus ‘halimunan‘. Agar bisa sedikit hilang dari pandangan tapi tetep berada di lingkaran.

Ah kok jadi ngoceh terus… udah ah. Kerja yuk… pertama sesuai tupoksi… selanjutnya sesuai tupoksi… tapi yaa kadang-kadang ada juga tugas lain yang mungkin agak sesuai tupoksi…

By the way.. tupoksi tuh singkatan dari tugas pokok dan fungsi yaa…. bukan tukang tepok yang seksi.. 🙂

Selamat malam kawan. Selamat menyesuaikan dan menua bersama heu heu heu. (AKW).