Menulis tanpa Kopi.

Hayu ah tetap menulis dan memamah biak..

Photo : Fruit Chicken Salad / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Pagi yang cerah memanggil semua insan untuk segera melakukan peredaran di muka bumi ini demi mencari rejeki dan tentunya menjalankan tugas sebagai hamba untuk beribadah sesuai dengan pedoman Sang Pencipta.

Begitupun raga ini, masih terjebak kenikmatan selimut dunia meskipun shalat shubuh sudah sedari tadi ditunaikan. Memang kuat banget aura selimut di jam-jam segini. Begitu hangat dan menenangkan sekaligua mengantukkan hehehehe.

Itulah godaan, hayu mariii kita lawan dengan semangat kebersamaan.

Kali ini ingin bercerita tentang hari-hari tanpa kopi, tanpa sruputan yang pernah menjadi bagian sehari-hari. Sungguh berat menahan dan mengendalikan diri ini.

Apalagi kesempatan menikmati kopi sangat terbuka lebar, tetapi kembali ke prinsip awal. Belajar berjanji dan berkomitmen untuk melakukan perubahan memang diperlukan pengorbanan.

Jadi dikala teman sejawat menikmati secangkir capucino dan sajian makan siangnya beef cordon bleu… aku hanya bisa menyaksikan tanpa geming dan tiada ekspresi berlebihan.

Cukuplah dengan sebotol air mineral dan sejumput pemandangan serta dilengkapi sajian chicken salad yang berpadu dengan buah-buahan.

Itulah sebuah perjalanan kehidupan, ada perubahan dan ada kenyataan yang tidak bisa kita lewatkan. Yang terpenting adalah peganglah niat dan komitmen dengan kuat manakala sudah dilisankan untuk dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Ternyata kenikmatan chicken salad yang tersaji cukup lengkap. Potongan ayamnya cukup mewakili rasa protein hewani dilengkapi potongan aneka buah plus sayuran dan tentunya dengan dressing yang tepat… meskipun belum mengenyangkan hu hu huuu..

Selamat menikmati cerita akwnulis.com di awal bulan september 2020 ini. Prinsipnya sederhana, jangan berhenti menulis, lanjutkan dan terus berkarya. Minimal tulisan ringan keseharian dan jangan khawatir dengan cacian atas tulisan yang dibuat, biarkan mengalir dengan membawa sebagian beban kehidupan yang tak kan berhenti selama berada di alam fana ini. Wassalam (AKW).

Kopi Cirkunsum

Beredar di 3 wilayah dan dapat 3 kopi.

Photo : kopi tahu / dokpri

CIMAHI, akwnulis.com. Nulis tentang kopi memang membuat inspirasi tidak pernah berhenti. Meskipun bukan kopi dalam arti sebuah sajian kopi, tetapi tetap unsur kopinya menjadi bagian utama dalam drama kehidupan ini.

Minggu lalu, perjalanan raga ini beredar di wilayah Ciayumajakuning.. eh minus indramayu tapi ditambah sumedang. Berarti ke wilayah Cirkunsum… ah kamu mah bikin singkatan seenaknya banget.

“Lha… knapa ada yang sewot?”

Sebuah singkatan bertujuan mempermudah mengucapkan serta membuat menempel di memori lebih lekat. Meskipun terkesan lebay. Contohnya : GoimJekisam (Goreng Ikan Mas Jeruk Sunkist sambel)… itu khan seena’e dhewe… tapi khan jadi unik. Bener nggak?

Lupakan dulu singkatan-singkatan, sekarang kita bahas perjalanan ke wilayah Cirkunsum.

Pertama, Kopi Tahu (Tofu coffee)
Nah apa itu?… nggak usah pake mikir, ini hanya sajian kopi hitam tanpa gula ditemani tahu sumedang sepiring lengkap dengan cabe rawit (cengek) yang digoreng sebentar. Rasanya nikmat, sruput kopi, am tahu sumedang yang masih hangat dan empuk… nikmaat.

Mana lontongnya?….” Demi alasan pencitraan, maka lontongnya tidak tersaji pada gambar hehehehehe. Sajian ini hadir di daerah Ujungjaya Kabupaten Sumedang.

Photo : Kopi buah / dokpri.

Kedua, Kopi Buah (fruit coffee)
Kalau ini tersaji di daerah Beber Kabupaten Cirebon. Kopinya tetap kopi hitam tanpa gula, yaa kopi kapal api juga nggak apa-apa. Lagian sebagai tamu nggak sopan dong kalau minta pribumi nyiapin kopinya manual brew dengan metode V60 dan beannya arabica wine.

Nggak lucu atuh.

Maka cara terbaik adalah nikmati dan syukuri, terus buat kombinasi, photo dan jangan lupa bikin singkatan. Ini namanya Kopi Burusak (ramBUtan jeRuk SAlaK)…. kerasa khan maksanya?…. tapi jikalau ada komplen, saya terima. Tinggal edit dikit dan berubah, khan ini blog pribadi… lagian daripada share berita hoax mendingan bikun tulisan di blog pribadi dan… share. Bener nggak?

Photo : Kopi Luwak lieuk / dokpri.

Ketiga adalah Kopi Luwak lieuk (coffee alone).
Apa itu?…
Kopi ini tersaji di Wilayah Kuningan. Kopi luwak sachet… di klaimnya kopi luwak asli. Ya gpp… sruput aja. Urusan kualitas rasa.. ya pasti beda dengan hasil metode manual brew yang bersih tanpa ampas. Nah untuk namanya ‘Luwak lieuk‘ itu merujuk ke bahasa sunda ‘Luak lieuk’ atau culang cileung… eh masih sundanesse… artinya nengok kanan kiri dan ke segala arah karena merasa sendirian.

Naah… kopi luwak ini merasa sendirian karena tidak ditemani sajian lainnya hehehehehe.

Begitulah muhibah kopi ke 3 kabupaten di Jawa barat ini.

“Jadi kamu jalan-jalan itu cuman buat nulis kopi?”

Jawabannya jelas : BUKAN. Saya beredar dan berjalan-jalan ini karena tugas pekerjaan yang harus dikerjakan seiring peralihan tugas yang baru. Nah tulisan kopi ini sebagai bumbu penyemangat bahwa ada sisi lain perjalanan dinas yang bisa di eksplorasi.

Jalani, rasakan, tulis, dan nikmati…. secara keseluruhan.. jangan lupa Menikmati.

Dont forget, my blog principle is Simple Story With Simple Language (SSWSL). Wassalam (AKW).