Menikmati pagi

Sarapan pagi menjaga energi diri.

BANDUNG, akwnulis.com. Hari kedua masuk kerja setelah libur lebaran tentu penuh semangat dan harapan. begitupun untuk menjaga mood yang lagi bagus ini, sajian minuman pagi dan berita di koran merupakan kombinasi yang sempurna.

Makanannya apa?”

“Ih kepo kamuh… aku mah lagi bahas minuman”

“Payah deh”

Komentar yang bikin panas kuping dikesampingkan, biarkan dia ngoceh dengan segala ke-tahu-annya. Yang pasti sarapan eh.. minuman pagi ini tidak terganggu, bisa dinikmati sembari meniti pagi ditemani semburat mentari yang sinarnya sudah menelisik ke ruang kerja ini.

Koran PR hari ini menjadi santapan kekinian, informasi menjadi sesuatu yang penting, meskipun cara memilah dan memilih informasi… itu yang sangat penting.

Oh ya, minuman yang tersaji bukan kopi karena ini mah dibujeng-enggalna (harus tersaji cepat), jadi teteh putih…. eh teh putih yang bisa disajikan cepat dan tentu nikmat.

Yang penasaran teh putih… Klik aja ‘Menikmati Teteh Putih’.

Cukup diseduh pake air panas, eh.. tehnya kira-kira 2 jumput… ya sekitar 20 buah pucuk teh.. klo yang moo diitung dulu monggo.. yang jalur kira-kira juga mangga… hidup itu khan pilihan…. tunggu 5 menit dan..
.. nikmatiiii…. tapi perlahan-lahan nyuruputnya.. panas lho.

Praktis khan?… klo ada panggilan ibu bos… tinggal caw… dan nggak ribet musti beresin peralatan.

“Jadi ngopi brenti?”

“Ya enggak atuh…. ini mah hanya variasi saja….. Hidup khan harus berwarna”

Bisa aeee…..

Akhirnya pagi cerah dan teteh putih mengantarkan sang pagi menuju siang tanpa basa-basi. Wassalam (AKW).

Teteh Putih

Mencoba menikmati hasil racikan kehidupan.

Photo : Teh putih / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Untuk mendapatkan hasil atau khasiat yang luar biasa, maka perlu perjuangan dan cara yang juga luar biasa. Senada dengan istilah ‘hasil tidak akan menghianati proses’, maka yakinlah bahwa berusaha dengan bersungguh-sungguh akan mendapatkan hasil yang terbaik.

Hal prinsip yang tidak boleh dilupakan adalah senantiasa berdoa dan bersyukur bahwa semua proses hingga hasil akhir itu adalah atas kehendak Allah SWT.

Maka muncul pertanyaan menggelitik, “Berarti bisa saja setelah kita berusaha bersungguh-sungguh ternyata hasilnya tidak sesuai harapan atau malah buruk?”

Bisa saja, jika Allah berkehendak”

“Jiah kumaha atuh?”

Percakapan imajiner ini tak kan berakhir karena jawaban yang muncul akan diikuti rentetan pertanyaan lain.

Disinilah keimanan berperan, memberi keteguhan dan ketenangan dalam proses perjuangan menjalani kehidupan. Begitupun dikala mencapai hasil yang diharapkan, maka rasa syukur yang harus dikedepankan.

Nah, dikala hasil yang dicapai ternyata tidak sesuai harapan padahal merasa berusaha bersungguh-sungguh. Akan muncul beberapa opsi, pertama adalah instrospeksi, jangan-jangan usaha yang kita lakukan ternyata belum optimal. Atau Kedua, memang Allah menguji kesabaran dan kepasrahan kita untuk senantiasa menerima kenyataan dengan ikhlas dan nirprasangka. Karena apa yang terbaik menurut kita, belum tentu terbaik menurut Allah, begitupun sebaliknya.

Photo : Nyeduh dulu white tea di kantor / dokpri.

Menulis beberapa paragraf tadi sambil mengamati sajian teh putih atau white tea yang dinyatakan memiliki berbagai keunggulan yang luar biasa. Hal itu terjadi karena proses yang dilakukan untuk menghasilkan sajian teh putih ini melalui proses yang panjang.

Teh putih atau teteh putih?”

“Ih kamu mah, teh putih, teh yang paling mahal dan berkhasiat”

Selidik punya selidik, proses awal pengambilan bahan tehnyapun spesial banget. Yang digunakan untuk membuat teh putih adalah 3 pucuk tertinggi dari setiap pucuk teh. Dipanen hanya dalam waktu 30 menit saja, dari jam 05.00 wib sd 05.30 wib. Begitupun dalam proses selanjutnya. Tujuannya adalah untuk menjaga antioksidan dalam pucuk teh ini tetap bertahan serta keunggulan lainnya hingga proses penyeduhan dan bisa dinikmati dengan indra perasaan… eh indra perasa.

Cerita ini hadir dari perbincangan dengan tokoh teh jabar, seorang sesepuh yang bergelut dalam dunia teh di jabar dari beberapa pukuh tahun silam, bersua di acara yang pernah digelar di halaman gedungsate beberapa bulan lalu.

Hayu kita ngeteh dulu, seduh teh putih… bersama teteh putih.. ups… kabuur.

Selamat nge-teh kawan, Wassalam (AKW).