Ngopay & Gunung Ciremai

Nikmati kopi dini hari, dijamin nikmat dan tunduh…

CILIMUS, akwnulis.com. Tepat tengah malam raga ini menjejakkan kaki dihalaman hotel berbintang di wilayah kabupaten Kuningan. Terasa sepi dan tenang, ya iya atuh khan tengah malam dan lokasinya jauh dari jalan utama. Lengkap sudah.

Tapi tenang kawan, ini bukan cerita horor. Tapi catatan kecil seputar kopi dan kopi yang ternyata selalu memberi ide dan menciptakan jalinan kata untuk membuat jempol bercerita dan mulut terdiam tetapi komat kamit mengunyah ide sekaligus sebait doa karena lorong menuju kamar terasa panjang dan berbeda.

Ayat kursi dan Alfatihah terus dibaca hingga akhirnya masuk ke kamar yang sudah dipesan sebelumnya, “Assalamualaikuuum”

Teriakan salam menguatkan hati memasuki kamar yang sudah dipesan sebelumnya. Terasa sepi dan dingin karena semburan udara dari AC. Nah sebelum bersiap menyeduh kopi, bersih – bersih badan dari mulai cuci tangan, cuci muka, cuci kaki hingga badan… atau lebih singkatnya disebut mandi, segera dilakukan.

Segeeer…..

Jam menunjukan pukul 01.00 wib, sudah harus terlelap dalam tidur pagi ini. Namun efek dari perjalanan yang dipenuhi suasana merem serta terkantuk-kantuk alias nundutan, eh sampai di hotel malah segar, apalagi sudah mandi. Makin fresh.

Sambil menunggu sang kantuk menghampiri, maka pagelaran peralatan kopi manual disiapkan yang sengaja dibawa dari kediaman. Kopi kali ini masih setia dengan arabica winenya Sylvasari Coffee Gununghalu, lumayan 2 X lagi nyeduh masih bisa gaiis.

Kertas filter V60, corongnya, juga gelas bejana kaca tak ketinggalan. Kalau air panasnya tenang, ada fasilitas hotel. Jadi tinggal dipersiapkan saja.

Jengjreng….

Bubuk kasar arabica wine bersatu dengan seduhan air panas dari teko hotel menghasilkan tetesan kenikmatan dan keharuman khas yang mendamaikan. Suasana dini hari terasa semakin berarti.

Setelah semua siap tersaji maka prosesi yang pasti adalah sruput dulu diawali Basmallah dalam hati. Srupuut… nikmaaaat.

Setelah 2 gelas tuntas membasahi tenggorokan, maka sisanya dimasukan ke dalam termos tabung yang sengaja bawa juga dari rumah. Tujuannya untuk dinikmati dipagi hari manakala mentari sudah terbit berbuncah cahaya dengan latar belakang gunung ciremai yang perkasa.

Ternyata 2 gelas eh ternyata masih kurang, maka segelas kecil lagi sajian kohitala ini membasahi tenggorokan. Perlahan rasa kantuk datang dan mendekati tempat tidur lalu pelan-pelan merebahkan raga yang sebenernya sudah lelah dan perlu istirahat…… zzzzzzz.

Selamat memaknai hari dan mengurai mimpi dalam rasa syukur yang tiada henti. Wassalam (AKW).