Perpisahan Mendadak.

Perpisahan itu hadir karena ada pertemuan.

BANDUNG, akwnulis.com. Ternyata sebuah perpisahan itu tidak ada tanda-tanda, tanpa gejala ataupun rasa berbeda. Tetapi terjadi begitu saja. Tetapi hal yang terpenting adalah meyakini tentang destino atau takdir. Bahwa semua yang terjadi sekecil apapun sebenarnya sudah ada ketentuannya.

Apalagi perpisahan mendadak kali ini mengingatkan kembali kebersamaan kami yang begitu erat dalam menjalani kehidupan. Menapaki pantai, hutan, hingga trotoar kota dan kabupaten, menunggang motor dengan kecepatan adalah hiburan, termasuk mengakses jalan desa dan licinnya jalir ke hidden gems yang viral di media sosial. Selama ini begitu kompak kita bersama.

Namun akhirnya sang waktu jua yang menjadi batas kebersamaan. Sehingga momentum perpisahan harus dihadapi tanpa persiapan yang ada.

Nah sebenarnya kejadian siang inipun sungguh tidak terbayangkan. Karena dari pagi semua baik-baik saja, bisa menikmati secangkir kopi sebelum mengikuti aktifitas yang bejibun hari ini. Kopi yang hadir kali ini tentu bukan main-main, sebuah sajian kopi apik yang diproses dengan tahapan plus perasaan.

Kopi longblack dengan keharuman yang melenakan disajikan di sebuah tempat yang sejuk menghijau dengan background senada bertuliskan hotel aryaduta. Sruputan nikmat di pagi ceria sebelum ke ballroom tempat acara berlangsung, menjadi mood booster untuk suksesnya kegiatan hari ini.

Acarapun berjalan lancar hingga menjelang ishoma, tetapi disaat berusaha memenuhi target 6.000 langkah mengelilingi area atau kawasan hotel aryaduta, terjadilah kejadian yang penuh suka cita.

Anda mau cerita apa sih, kok muter – muter?”

Ih sabar dong, ini khan sedang berproses di kepala lalu bersiap meluncur di lidah dan melewati mulut maka akan berhamburlah kata-kata.

Ini masalahnya kawan” Dengan wajah sendu dan sembab karena perpisahan mendadak, jari telunjuk mengarahkan ke bawah kaki kiri. Terlihat sepatu dan bantalannya telah berpisah dan sulit digabungkan kembali. Karena memang sudah berbeda kepentingan plus hancurnya beberapa bagian karena dimakan usia dan kehampaan.

Sebagai penghibur hari, selain secangkir kopi ada juga cuplikan film romantis yang sedang happening di Netflix. Di film Love in the Villa disebut dengan istilah L’amore trova una via yang terjemahannya adalah ‘cinta menemukan jalannya’. Meskipun jalannya belum tentu sesuai dengan harapan tapi dalam film ini tentu berakhir dengan happy ending dan sangat kaya suasana keindahan budaya dan story telling tentang romantika romeo & juliet serta dapat menikmati keindahan kota verona italia… tapi ternyata masih sedih juga.

Maka disela jam istirahat bergegas mencoba memperbaiki perpisahan ini, namun apa mau dikata. Sudah sulit untuk menggabungkan kembali. Ya sudah akhirnya biarkan kenyataan yang akan membuka mata dan mengurangi kesedihan yang ada. Selamat jalan sepatu bootsku yang penuh kenangan. Wassalam (AKW).

1 Kopi 3 Hewan : Takdir.

Ngopi bersama aneka hewan, siapa takut… yu ah.

PANGANDARAN, akwnulis.com.  Pertemuan dengan seseorang ataupun sesuatu tidak lepas dari takdir yang ditentukan Illahi. Manusia hanya mahluk lemah yang sok perkasa dan mampu merencanakan sesuatu yang luar biasa. Padahal semua adalah berdasar kehendak-Nya. Tetapi nilai ihtiar dan kesungguhan hati dalam memikirkan, mengkonsepkan hingga melaksanakan sesuatu sampai terwujud dengan baik, itulah bagian dari ibadah seorang hamba.

“Weiits… mentang-mentang jumat pagi ya, jadi begitu agamis?”

Hehehe, tidak kawan. Ini adalah bagian penting dalam kehidupan sebagai mahluk tuhan, dimana kita wajib mengikuti jejak sikap Rasululloh yaitu Tablig, menyampaikan kebaikan.

Nah kalau Rasul mah dakwah, penulis mah begini aja. Nulis sesuatu yang mengingatkan diri sendiri sekaligus tulisannya di share ke kolega via WA. Siapa tahu ada yang baca dan tergerak hatinya. “Betul khan?”

Tulisan sekarangpun tidak jauh dari makna takdir tadi. Manusia berkehendak tetapi Allah yang menentukan.

Sebenernya spoilernya sudah ada di tulisan awal yaitu KOPI & TEMAN DI TENGAH MALAM. Temanya tetap yaitu perkopian namun kali ini berhubungan dengan kehadiran mahluk tuhan yang lain yaitu binatang.

Ulangi dikit ya, di tulisan sebelumnya itu adalah pertemuan dengan kumang. Kumang atau lebih dikenal dengan umang-umang atau kelimang darat (dardanus celidrus) serta dalam bahasa inggrisnya ‘terrestrial hermit crab” adalah jenis krustasea deapod dan masih merupakan bagian familia kepiting kelapa yang cenderung hidup sendiri.

Yang menariknya adalah kumang ini bisa lepas dari cangkangnya dan bisa pake cangkang siput laut, kerang, juga potongan pohon yang berongga. Kali ini dia pake cangkang kerang atau kewuk sebagai rumahnya.

Maka menyeduh manual brew V60 kopi garut dan dengan perbekalan yang ada termasuk gelas kaca, bisa bercengkerama dengan kumang sambil mengabadikannya perlahan bergerak keluar dari cangkang kerang adalah momentum yang wajib disyukuri. Disengajain tengah malam cari kumang dan kopi manual mah susah pisan guys.

Lanjut sambil nunggu shubuh ngedit video… eh bukannya shalar tahajud yaa… gpp ketang suka-suka. Hidup itu pilihan. Jadi inget kata pak Gubernur RK kemarin, “Cintai yang kamu kerjakan dan Kerjakan yang kamu cintai”... hayu ngedit ah…  eh wudhu dulu.

***

Pertemuan kedua antara kopi dan binatang itu terjadi dikala mengabadikan sajian segelas kopi racikan sendiri berlatar belakang mentari yang malu-malu terbit di ujung cakrawala pantai timur pangandaran. Alhamdulillah, begitu indahnya sunrise ciptaan Tuhan. Warna kuning keemasan berpadu padan dengan permukaan perak laut pangandaran bersama deburan ombak yang membuat raga dan hati bergetar. Luar biasa sekali kawan.

Disitulah seekor kucing liar datang dan mendekam di dekat gelas kopi yang sedang diabadikan.. ya sudah cetrek cetrek cetrek.

Eh satu hewan lagi nggak mau ketinggalan untuk diabadikan bersama mentari yang semakin menghangat. Berarti ini hewan ketiga. Yaitu seekor ayam jago. Perlahan datang dan langsung berpose bersama kehangatan sang mentari serta secangkir kopi racikan pribadi.

Sungguh menyenangkan sruputan kopi kali ini, ditemani berbagai mahluk tuhan yang hadir tanpa direncanakan.  Di mulai dari seekor Kumang, lalu seekor kucing dan akhirnya seekor ayam jago. Sebuah sensasi menikmati kopi yang penuh arti. Selamat berkreasi dan mensyukuri hari ini. Wassalam (AKW).

Mariottalatte Yogya.

Sebuah perjalanan, tugas dan harapan.

CONDONGCATUR, akwnulis.com. Pagi hari sudah kembali menikmati semilir angin kota Yogyakarta dengan memegang erat pinggang mas gojek yang melaju sedikit kencang karena sebuah permintaan. Udara segar dihirup bersama berbagai nuansa kenangan yang begitu kental di kota ini. Sulit memang melupakannya.

Melewati ruas jalan besar dan sesekali masuk jalan kecil plus menyusuri sisi kampus UGM dan terus menuju sebuah hotel yang tertera dalam surat undangan, Hotel JW Marriot Yogyakarta. Perjalanan 17 menit dari jalan sosrowijan ke lokasi. Setelah berterima kasih dan pijit tombol bintang lima dilanjutkan dengan prosesi photo selpi dengan background hotel yang dituju.

Cetrek…
Cetrek..

Ini penting guys, karena setiap photo aktifitas dinas ini bernilai rupiah. Tentu dengan pelaporan rutin dalam aplikasi kegiatan harian dilengkapi syarat lainnya. Kebetulan juga seneng photo selpi, jadi ya saling melengkapi hehehehehe.

Materi rapat nanti di bahas di nota dinas, dalam tulisan singkat ini lebih menyoroti sajian kopinya sekaligus tempat ngojaynya yaitu kolam renang, lha terlalu bertele-tele masa iya berenang di kolam ikan. Apalagi hotel bertabur bintang maka jelas standar kolam renangnya segede gaban. Entar ah, di jam istirahat coba beredar.

Ternyata, keinginan menggabungkan Ngojay (berenang) dan Ngopay (ngopi sruput kopi) langsung cespleng dikabulkan Tuhan. Pertama adalah ruang meeting dilantai 2 acara Kemenparekraf ini tersedia mesin kopi… yuhhhu… minimal espresso, latte  cappucino, americano bisa direquest.

Setelah bersabar 24 jam lebih karena ‘gagal ngopi’ hehehehehe.. lengkapnya di tulisan ini YOGYA, KOPI & MATI. maka sekarang diberi jawaban dan kesempatan yang lengkap. Bisa ngopay daaan….

Kedua, ternyata pemandangan dari koridor depan ruang meeting tersebut adalah kolam renang infinity pool yang luas… Alhamdulillah lengkap sudah.

Maka sebelum acara resmi dimulai, langsung pesen kopi caffelatte dan mengabadikannya dengan background kolam renang.

Cetrek…. inilah hasilnya.

Sebuah gambar yang mewakili tema besar dari blog ini yaitu ngopay dan ngojay, memberi kesan tersendiri. Meskipun jelas bahwa ini bukan hanya kebetulan dan keberuntungan saja. Tetapi sebuah takdir dari Illahi Rabbi. Maka tunduk syukur dan berdua adalah sebuah ritual pribadi dari segala kemudahan ini. Baru setelah itu srupur tiada henti…. eh… maksudnya sruput dulu dan jika dimungkinkan pesan lagi. Karena petugas hotel yang menggawangi mesin kopi tetap setia berada disisinya dan disibukkan dengan reques para penikmat dan pecinta kopi yang hadir dari berbagai penjuru nusantara untuk hadir di meeting ini.

Sebuah nama tersemat untuk secangkir kopi ini, yaitu Mariotalatte Yogya. Maafkan jika terkesan maksa, namun itulah keindahan kata yang menjadi pengingat tentang sebuah rasa, kesan, tempat dan kenyataan.

Selamat ngopay dan diskusi kawan. Wassalam (AKW).

Coffee & Me.

Cerita kopi & sejumput motivasi..

Secangkir Kopi di Pagi hari, memupuk Harapan & Keberkahan Pagi ini

Photo : Americano & Sirih Gading / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Itulah rangkaian kata yang hadir tanpa banyak bertanya dan diabadikan menjadi caption bersama frame photo yang senada. Photo sederhana dimana secangkir americano berpadu dengan tanaman sirih gading yang segar dan sudah lebih dulu terpublikasi di laman Instagramku : @andriekw.

Tulisan singkat itu adalah penyemangat, dan menguatkan motivasi agar diri ini senantiasa berfikir optimis dan tidak mudah menyerah atas keadaan. Meskipun memang rangkaian proses adaptasi terus dilakukan demi sebuah makna profesionalisme dan menjaga komitmen sekaligus belajar lebih mendalam tentang makna sebagai pelayan di dunia birokrasi yang penuh dinamika serta tantangan.

Awalnya tentu dapat dirasakan atau dibaca pada tulisan ‘Kopi Adaptasi‘, lalu bergulir seiring waktu maka hadirlah tulisan singkat lain yang tak jauh dengan sikopihitam atau kohitala (kopi hitam tanpa gula). Meskipun kalau urusan menulis tentang kopi sudah dijalani 2 tahunan lho…. menulisnya santai saja tetapi yang coba dipertahankan adalah konsistensi.

Ngobrolin konsistensi, yang coba dilakukan simple banget kok. Rutin menulis dan upload di blog, titik. Nah nulisnya diusahakan bertema dan tema utama adalah Ngopay dan Ngojay, alias dunia perkopian dan sesekali tentang kolam renang atau sambil berenang sekalian… atau jika sedang hoki, bisa dapet satu framenya adalah gambar secangkir kopi dan pemandangan kolam renang…. tapi itu jarang, mungkin entar ditulisan selanjutnya.

Bisa juga sebagai variasi, nggak musti sajian kopi. Tapi pilihan menu lain yang masih berkerabat dengan kopi di buku menu yang tersaji. Seperti sajian hot matcha kali ini, jangan lupa minta disajikan plus double senyuman. Senyum sang penyaji sekaligus baristi juga seulas siluet senyum di permukaan gelas yang penuh arti.

Photo : Hot Matcha / dokpri.

Jadi, mari menulis dengan semangat ODOA (one day one article)…… ini terinspirasi dari ODOJ (one day one juz) …. persiapan menyambut bulan ramadhan dimana harus diperjuangkan dan dilaksanakan mengaji 1 juz per hari sehingga satu bulan bisa khatam 30 juz, Bismillah.

Kembali urusan kopi, ternyata memang itulah sumber inspirasi. Meskipun harus diyakini bahwa sebuah kebetulan itu tidak murni kebetulan. Itu semua sudah ada catatannya di langit sana (baca : Lauh mahfuz) hanya saja kita sebagai manusia diberi berkah ketidak tahuan, agar apa?…. agar kita senantiasa mengambil hikmah atas semua kejadian. Apakah menggerutu atau ikhlas terhadap kenyataan nasib, apakah bersyukur atau takabur dengan segala kemudahan hidup ini, itu pilihan masing – masing.

Seperti gambar ‘Soto & Kopi’, itupun sebuah momentum yang hadir tanpa reka dan yasa alias rekayasa. Karena terjadi dikala akan sarapan pagi di salah satu rest area Tol Cipali sekaligus order secangkir kopi tubruk, ditubruk pelan – pelan saja dan dihadirkan tanpa gula.

Photo : Soto & Kopi / dokpri.

Nah mereka bersanding dalam frame gambar dan melengkapi koleksi photo per-kopi-anku yang kembali memberi motivasi untuk terus berkarya meskipun sederhana.

Ini kopiku, mana kopimu?”

Selamat pagi dan selamat memaknai hari demi hari, Wassalam. (AKW).

Cerita Mantan OB (Open Bidding).

9 cerita dan satu makna : menulislah.

BANDUNG, akwnulis.com. Perjalanan mengikuti turbulensi telah berakhir seiring dengan tuntasnya shelter seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP). Sebuah momen singkat yang menghasilkan aneka pengalaman, beragam cerita, rasa suka dan duka hingga ketegangan yang datang tanpa diduga.

Hasil akhir adalah yang terbaik dan qodar dari Allah SWT, sebagai salah mahluk tuhan di bumi maka salah satu tugas kita adalah ikhtiar dan mengambil hikmah dari seluruh rangkaian perjalanan kehidupan ini.

Gambar awal blog ini adalah momen shalat jumat dengan adaptasi kebiasaan baru di antara proses Seleksi Terbuka JPTP yang telah berlalu.

Dalam tulisan ini, hanya ingin berbagi tentang sejumput kata yang dirangkum menjadi beberapa cerita, di permanis sajian photo sederhana tapi nyata yang terjadi selama proses seleksi terbuka.

1. Deadline, sebuah judul yang menceritakan pemberkasan administrasi, yang mau baca klik saja DEADLINE.

2. Proses Uji assesment menghasilkan tulisan IKUTI TAHAPAN & TYPICA PUNTANG.

3. Muncul juga semangat berkompetisi tetapi tetap tersenyum, diwakili oleh tulisan SENYUM SINGA.

4. Saking tegangnya jadi laper melulu… maka diwakili oleh coretan MAKANAN & TULISAN.

5. Tidak lupa mencoba menenangkan diri di area uji kompetensi yang tercermin dari tulisan TURBULENSI KOPI.

6. Ujian dilanjut dengan pembuatan makalah dan wawancara, yang diwakili dengan tulisan DOUWE EGBERT & GULA CAIR.

7. Masih sesi Ujian, hasilkan juga tulisan KOPI AKB.

8. Setelah lolos 3 besar, memasuki sesi wawancara dengan Tim Penguji Profesional hingga wawancara langsung dengan Gubernur, ternyata belum sempet menulis karena ketegangan meningkat. Diwakili saja dengan meme TEH PAKUAN seperti gambar dibawah ini.

9. Sesi akhir adalah Tes Kesehatan yang lengkap dan menghasilkan cerita KOHITALA PRAMITA.

10. Ditutup oleh tulisan singkat fiksi berbahasa sunda yaitu CEK LAB – fbs.

Alhamdulillah, ternyata lumayan juga, terdapat 9 tulisan yang mewakili perjalanan singkat menikmati eh menjalani turbulensi dan akhirnya kembali normal.. eh new normal… eh AKB… ya begitulah.

Selamat menikmati dan menjalani hari-hari penuh adaptasi. Satu catatan penting, keberanian iseng-iseng menulis ini yang menjadi poin penting dalam mengikuti seleksi terbuka JPTP ini, meskipun hasil akhir adalah sebuah takdir.

Selamat kepada akang teteh (soalnya diriku peserta seleksi termuda) yang telah mengemban amanah jabatan JPTP untuk sukseskan JABAR JUARA. Wassalam (AKW).

IKUTAN

Ya sudahlah….

CIMAHI, akwnulis.com. Sebuah aplikasi yang pernah booming dua tahun lalu, sekarang hadir kembali diantarkan oleh kegabutan banyak orang karena terkekang sangkar pandemi.

Padahal aplikasi ini 4 bulan lalu hampir hilang dari peredaran atau malah sudah tidak dipakai lagi , tetapi ternyata takdirnya berbeda kawan….. karena memiliki tema hiburan lintas usia dan keyakinan maka cukup membantu mengurangi kebosanan banyak orang dan meng-eksis-kan individu dalam ranah dunia media sosial yang mengharu biru.

Jadi, bukan ikut-ikutan ini mah, tetapi tepatnya IKUTAN, titik. (AKW).

Pikir & Putuskan.

Mikir atau nggak mikir, putuskan.

Photo : Serangga lewat langsung jepret, nggak pake mikir / Dokpri.

SAGULING, akwnulis.com. Sebuah niat memang tidak cukup jika tidak dilanjutkan dengan emprak (implementasi), tetapi setiap individu memang memiliki pertimbangan masing-masing dengan berbagai perspektif rasional dan irasional atau gabungan keduanya untuk memutuskan suatu keputusan yang akan berpengaruh bagi ritme kehidupannya sekarang dan juga masa yang akan datang.

Bagaimana caranya kita tahu dampak dari keputusan kita?

Ya lakukan dulu, jangan berandai-andai atau melamun tak berkesudahan kawan… atau malah pilihannya nggak jadi.. menunda.. menunda.. akhirnya melupakan karena dengan berbagai pertimbangan. Ya… Itu sih kehidupan, karena setiap tahapan hidup adalah pilihan. Bukan masalah salah dan benar dengan perbedaan pilihan yang ada, tetapi kesiapan kita manakala konsekuensi pilihan itu yang harus dihadapi.

Berhitung berbagai kemungkinan dari suatu pilihan adalah wajib karena kita diberi anugerah akal dan pikiran, ditambah dengan mencari referensi dari berbagai literatur plus mengumpulkan testimoni dari orang-orang yang punya pengalaman tersendiri terkait konten yang akan diputuskan.

Tetapi memutuskan sebuah pilihan tentu tidak cukup dengan akal dan pikiran logika matematis fisika biologis sosial sastra dan guru BP….. lha kok jadi jurusan di SMA... maksudnya komprehensif gitu lho…. logika berfikir tersebut ditambah referensi dan testimoni ternyata tidak cukup. Itu semua penting karena akan menghadirkan keputusan yang sistematis dan terukur…. tetapi.. terdapat hal yang super penting yang harus diyakini yaitu Takdir Illahi.

Artinya dari semua tahapan pertimbangan akal tadi, akhirnya adalah sebuah kehendak yang sudah tertulis di atas langit didalam kitab lauh mahfudz yang harus diyakini dengan keimana rohani.

Terkadang sebuah keputusan diambil dengan rumus 99+1%, yaitu 99% nekat dan 1% logika… tapi tentu bersiaplah dengan kemungkinan dampak dari pengambilan keputusan ini.

Menurutmu yang ideal bagaimana dalam mengambil keputusan?

Sebuah pertanyaan pribadi yang mungkin mendapat jawaban subjektif, tapi tidak apa selama memang itu kenyataannya.

Penulis dalam mengambil keputusan bervariasi. Ada yang gercep (gerak cepat)… apalagi urusan diskon be-ol (belanja online) yang dimulai pukul 00.00 wib… terkadang pertimbangannya hanya beberapa detik hehehehe… nggak kalah sama ibu negara.

Photo : Helikopter lewat langsung nggak pake mikir, jepret / Dokpri.

Nah ada juga keputusan yang penuh pertimbangan dan perhitungan juga diskusi intens dengan pendamping hidup alias ibu negaraku hingga akhirnya akhirnya dilengkapi oleh kenekatan berjamaah dan tidak lupa senantiasa membaca Basmallah… karena ini memang sudah ada takdirnyahhh…

Pernah juga sih ngambil keputusan nggak pake mikir, langsung aja putuskan dan ambil…. tapi cepat atau lambat lebih sering hadirkan sesal karena ternyata keputusan yang diambil kurang tepat dan cenderung ngasal.

Tapi mikir kelamaan juga jangan, sayang nanti momentumnya terlewati… maka keluwesan mengambil keputusan dalam pilihan-pilihan yang senantiasa tersaji di dalam perjalanan kehidupan fana ini adalah keharusan.

Selamat mengambil pilihan dan menjalani indahnya dinamika kehidupan, Wassalam (AKW).

Bersepeda itu Takdir.

Manfaatkan mode switch dalam jalani takdir kehidupan.

Photo & barangnya : dokumen pribadi 🙂

Hidup itu unik dan penuh dinamika serta terkadang miliki daya kejut yang perlu dihadapi dengan keikhlasan. Karena dengan keikhlasan maka perjalanan kehidupan ini terasa lebih nyaman. Juga kepasrahan serta yakin kepada takdir Illahi. Tidak ada yang kebetulan, semua sudah diatur dalam catatan Allah SWT tetapi kita manusia tidak diberi kemampuan untuk tahu.

Inilah sekelumit ceritanya,… ahayy.

Kamis sore, sambil menyetir kendaraan. Sang otak nggak mau diam, merancang rencana esok hari dengan segala pertimbangan subjektif dan objektif. Evaluasi singkat sambil meraba lemak yang mulai bertumpuk kembali di pinggang kanan kiri, maka jawabannya adalah “kurang olahraga“… dengan misi itu di break down menjadi strategi dan akhirnya mengerucut dalam kebijakan. Dikerucutkan lagi menjadi program, dan implementasinya adalah Rencana Kerja untuk sasapedahan esok hari… 

Nyampe rumah pas adzan magrib berkumandang. Segera bergegas membersihkan diri sebelum ocon dengan putri semata wayangku. Mandi 5 menit bisa kelar dan dijamin badan agak bersih. Kenapa harus kilat?… karena panggilan, “Ayahh… ayaah” dan gedoran tangan mungil di pintu kamar mandi akan berkumandang jika lebih dari 5 menit di kamar mandi.

Wajar toh anak kangen sama ayahnya yang sibuk bekerja dan pulang kerja (hampir selalu) disaat mentari sudah tenggelam dari cakrawala.

Photo & barangnya : dokumen pribadi 🙂

Setelah shalat isya, anak cantik sedang asyik makan dengan ibu dan neneknya. Perlahan ke belakang dan mempersiapkan sepeda serta kelengkapannya untuk digunakan besok pagi ke kantor. Kacamata, sepatu, kaos kaki, celana berpelana, hingga manset dan topi sepeda sudah disiapkan untuk menyambut esok hari. Setelah tuntas segala persiapan untuk esok, kembali bercengkerama dengan anak tercinta hingga menemaninya berdoa sebelum tidur sambil netek ke ibunya. 

Ternyata selesai doa dibaca bukan terlelap yang ada tetapi mata kembali cerah cénghar dan ceria. Jadilah malam itu begadang hingga tengah malam. Bergantian menemani anak 16 bulan yang tak henti berjalan dan berlari kesana kemari.

Sambil nungguin sang anak yang terus bermain, melirik handphone karena indikator kelap kelip menandakan ada sesuatu. Waktu menunjukan pukul 23.11 wib, ternyata ada pesan whatsaps dari bos.

“… besok hadiri agenda rapat di Hotel Mulia Jakarta jam 08.30 wib s.d selesai…”

Lemaslah sudah karena program kegiatan yang dirancang sesuai misi pribadi esok hari harus bubar berantakan.

Segera dijawab pesan tersebut, …”Siap pa, laksanakan.”

Photo & barangnya : dokumen pribadi 🙂

Segera otak pake mode switch dan merunut rencana tindak. Tak banyak langkah yang harus dijalani, yaa kalau dirinci sebagai berikut :

 1. Hapus rencana bersepeda esok hari.

2. Cari temen yang bisa nyetir untuk ke jakarta. Soalnya jumat sore dari jakarta ke bandung itu perlu perjuangan dan kesabaran ( ….pernah trauma macet jakarta ke bandung 8 jam dong).

3. Cek Tiket kereta api via aplikasi PT KAI, sesuai perkiraan, untuk pulangnya sold semua gerbong dan semua jam.

4. Ngasih pengertian ke istri klo besok harus ikut terbangun dini hari, klo poin ini ‘aman‘ karena istriku faham kondisi kerjaan suamiww..

5. Masang alarm 30 menit sebelum berangkat, buat jeda mandi, ganti baju dan berhias… aww.

6. Terakhir yang terberat…. lupakan dulu rencana bersepeda esok hari dan mungkin terganti kesempatan di lain hari.

Gitu aja dulu…

Selamat menjalani takdir masing-masing :). (22/07) (Akw)