Macet pagi & Avocado Coffee.

Cerita macet dan kopi bray…

Photo : Avocado Coffee at Kedai Kopi Kamu / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Keluar rumah di jumat pagi, suasana segar menanti. Meluncurlah dengan riang hati menuju tempat bekerja yang menampung raga serta pikiran setiap hari… insyaalloh bisa tiba disana lebih pagi.

Ternyata… baru saja keluar komplek perumahan…. Kendaraan di jalan terlihat diam… alamaaaak maceet… dari depan komplek perumahan… wadduh…..

Berfikir sejenak…..

Bener macettt euy.

Ya sudah mau apa dikata, eh mau dikata apa… macet ya macet, lha wong mobil ini nggak bisa tiba-tiba buka atap… nyalain baling-baling bambu dan.. wuuuutz… terbang dengan sekejap menuju kantor, meninggalkan para pengguna jalan yang bengong melihat kejadian ini… ngayal loo.

Eitt…. justru ini kesempatan menulis, udah hampir semingguan agak tersendat menulis karena kompilasi antara kemalasan dan hoream plus dibalut ke sok-sibukan.

*Jangan lupa, sebelum menulis pasang rem tangan dulu dan perseneleng netral ya bro*

Mulaii…..

Dihadapanku sudah hadir segelas tinggi sajian kopi yang ‘katanya‘ jadi andalan di tempat ini. Meskipun bukan kohitala tapi patut dicoba karena memang tanpa gula tapi ditambah alpukat karena ini memang avocado coffee ceunah…

Coba ah… srupuuuut… seger, lembut dan rasa kopinya masih terasa… Lumayaaan.

Eh tapi kok kerasa lembut dan kayak ada jellynya?…

Sebagai penghilang rasa penasaran, segera beranjak dari meja dan bergerak ke tempat kassa dimana beberapa pelayannya lagi ngumpul disana.

“Kang, avocado coffeenya pake susu ya?”

“Iya kakak, sedikit susu juga ada jelly, supaya surprise pas di sruput”

“Makasih kang”

Ada rasa galau dan senang berkecamuk di jiwa. Pembuat galaunya itu pelanggaran prinsip kohitala (kopihitamtanpagula) yang ternyata disajian yang disruput in ada unsur lain yaitu susu, alpuket dan.. jelly…. masuk pelanggaran sedang nich.

Tapi senangnya adalah mencoba varian lain sajian kopi dengan rasa unik dan tanpa gula tetapi alpuketnya yang lembuut…. eh ternyata ada peran susu disituh…. ya sudah sruput aja, jangan sering-sering tapi yaaa..

Alhamdulillah sebuah momen kemacetan di pagi hari bisa memberi kesempatan menulis kembali. Meskipun dituntaskan beberapa waktu lalu setelah terlepas dari rutinitas pekerjaan yang terus mendera. Selamat menuju wiken kawan, Wassalam (AKW).

***
Lokasi :
Kedai KOPI KAMU
Jl. Tamansari No. 66 Lb.Siliwangi, Coblong Kota Bandung.

Caffogato Ngopdul.

Kopi aja berpasangan, kamu gimana?

BANDUNG, akwnulis.com. Malam minggu adalah malam yang tepat untuk sedikit relax dan menarik nafas sejenak setelah senin-sabtu berjibaku dengan tugas dan perintah yang datang bergelombang tanpa ragu.

Hang out bersama keluarga menjadi pilihan utama, khususnya bersama anak istri jalan bersama.

“Kemana?”

Yang pasti jangan lupa sempatkan ngopi meskipun waktu yang ada hanya sedikit lagi.

Kebetulan mampir di cafe Ngopdul dan bersua dengan sajian kopi yang berpasangan, sehingga unrecommend untuk yang jomblo… ups maaff…

Photo : Caffogato / dokpri.

….namanya Caffogato yang merupakan perkawinan silang antara caffelatte dan afogato. Disajikan di wadah berbeda tapi hadir bersama-sama, begitupun meja-meja sekitarnya, para pengunjung adalah mayoritas pasangan anak muda yang sedang pedekate, first date, atau merajut hubungan yang tertunda hingga yang hampir berpisah karena ada penghianatan penuh keluh kesah. Juga 2 meja, pasangan keluarga bersama 2 anak dan orangtuanya…. sungguh bahagia.

Jadi ternyata sajian kopipun berpasangan, apalagi kamu…. baiklah para jomblowan dan jomblowati, jangan patah semangat.

Jodoh di tangan Tuhan, tapi…. kalau kamu tidak berjuang meraihnya… maka selamanya di tangan Tuhan. heuheuheu… cemunguutz… eaaaa.

Sruput dulu…… slurp…. yummmy. Selamat bermalam minggu, bersama pasangan yang sah. Wassalam (AKW).

Kopi di Senin Pagi

Senin pagi berbagi cerita kopi.

Apel pagi di senin pagi adalah momen silaturahmi sekaligus pengecekan absensi. Mendengarkan arahan dari pentolannya pimpinan, nambah wawasan sekaligus nambah vitamin D yang berasal dari sorotan sinar mentari di pagi hari.

‘I like Monday Guys’

Meskipun harus bertarung dengan kemacetan pagi, tetapi semua harus dijalani tanpa basa-basi. Atur saatnya bangun tidur dan tetapkan berangkat lebih pagi sehingga ada jeda untuk sedikit menghela nafas dikala terhadang kemacetan di beberapa titik pemberhentian. Ada perempatan yang memghambur banyak roda dua mengantar anak sekolah serta pekerja lainnya, bunderan yang akrab jadi botlle neck, jajaran sekolah yang kumplit dari mulai SMP, SMK dan ada SD, lengkapp sudah…. tapi itu adalah dinamika. Jalani dengan ikhlas dan berangkatlah di hari senin lebih pagi.

Apel pagi tuntas dilanjutkan dengan salaman terbatas. Bersua dengan wajah-wajah pejabat yang menduduki jabatan barunya pasca di rotasi hari jumat lalu. Setelah itu, ya kembali ke ruangan untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada. Termasuk bersiap untuk meeting hari ini.

Tiba-tiba hp bergetar, ada pesan WA masuk, ‘Pagi pa, meetingnya gimana klo di taman belakang gedung sate? Saya dan tim udah disini.’
Nggak pake lama langsung jawab, ‘Oke, 5 menit lagi meluncur’

***

Urusan meetingnya nggak usah dibahas, yang lebih penting adalah suasana rapat di alam terbuka dengan menyecap udara pagi, begitu berbeda. Segar dan penuh inspirasi. Meskipun satu meja tidak bisa dikuasai sendiri karena fasilitas publik, tetapi disitu serunya, jadi rapat bareng-bareng hehehehe.

Yang lebih seru, dapet rejeki pagi. Secangkir kopi susu dengan gelas khusus.

“Maksudnya?”

Gelas khusus penguasa eh pengelola gedung sate. Isinya tetep kopi susu, tetapi nilainya yang berbeda. Nilai rejeki, nilai kebersamaan dan nilai silaturahmi.

Sruputt… ludddes. Wassalam (AKW).

***

*)buat yang penasaran pengen ngopi disini. Dateng aja jam 10.00 wib, lokasinya di parkir timur gedung sate, ada cafe Gesa yang sedia aneka kopi juga cemilan, plus wisata sejarah ke museum gedung sate yang buka hari selasa sd minggu.

Arabica Lestari Kopi – Garut

Unboxing trus Nge-Manual brew Kopi Arabica Java Produksi Lestari Kopi – Garut Indonesia, monggoo…..

Ba’da asyar di minggu sore, celah waktu tersedia sambil menemani gerakan lincah anak ceria yang terus menguntit nempel ayahnya. Yup, hari libur memang dijanjikan untuknya. Meskipun sesekali tentu ada tugas dinas ataupun keperluan lain yang akhirnya harus sesaat berpisah dengan anak semata wayang.

Sebuah janji dan harapan bahwa bisa memberikan waktu terbaik buat sang anak disaat dia mulai menapaki kehidupan semenjak lahir hingga mencapai usia dewasa. Minimal hingga golden age bisa menemani maksimal wabilkhusus di hari libur, karena hari kerja hanya bisa bersua di malam hari saja.

Semoga nanti di hari tua, sang anak tetap setia dan akan menjaga serta merawat orang tuanya karena dulu di kala kecil dan haus kasih sayang, ayah bundanya selalu ada untuknya..

Ehh unboxing kopinya lupaa….

Oke guys kesempatan sore ini, nyobain mes├ęk (unboxing) biji kopi ukuran 250 gram produksi dari Lestari Kopi Garut Jawa Barat. Garut itu berada di arah Tenggara Kota Bandung, banyak gunung disana dan kopi lestari ini salah satunya.

Sesaat bungkus hitamnya dibuka, harum bean arabica 100% menyeruak disambut ujung hidung yang langsung menghirup aroma kesayangan. Nggak pake lama, Grinder Willman mengeksekusi 50 gram beannya di putaran 2-3-4-2, suara gilingan plus semerbak harus kopi menebar kedamaian di ruang tengah, menciptakan parfum alami yang membumi.

Air panas 91 derajat sudah siap, V60 dan filterpun standbye…. saatnya mempertemukan bubuk kopi kasar-halus dengan air panas sehingga menghasilkan misteri extraksi yang bakal jadi sensasi.

Diawali dengan proses blooming untuk membebaskan soluble gases agar bergabung dengan udara bebas, dilanjutkan ber-manual brew dengan putaran suka-suka. Yang pasti semua itu dilakukan untuk membiarkan rasa yang terpendam itu bisa timbul dan memberi kenikmatan.

***

Proses manual brew ini cukup singkat karena kondisi lingkungan mendukung, anak cantik lagi bobo dan 2 ponakan meriung sambil terpesona memandang tangan cekatan Bhariste-Amatir ini agar segera hasilkan kopi yang diinginkan.

Sambil memandang tetesan air kecoklatan di ujung V60, “Mau ya Om, tapi pake gula dikiiit!” Reques ponakan masih bisa ditahan dengan tetap fatsun menggunakan rumus kopi tanpa gula.

***

Tiba-tiba suara mungil yang khas terdengar disamping kiri, “Ayah.. ayaah.. kupiii.” Ayshaluna sudah bangun rupanya, heboh liatin yang lagi nyeduh kopi. Trus kakak-kakak sepupunya yang dari tadi diem jadi ikutan, “Kopiii.. kopii .. pake gulaaa!!!”

Tangan kanan masih nyeduh, tangan kiri gendong anak kesayangan yang nggak mau diem. Setelah tuntas hasil V60 di teko transparan, segera dituangkan di gelas kecil spesial. Ternyata rengekan dan permintaan untuk di beri susu dan gula tidak berhenti… gimana ini?.. dilema.

Udah ah… minum dulu… glek.. glek.. yummmy…..

48 gram kopi berpadu dengan 500 ml air panas bersinergi menghasilkan sajian kopi dengan aroma khasnya, acidity medium, low fruitty dan kepahitan hanya segaris terlintas di lidah, sisanya rasa asam sedikit terdiam di ujung lidah…. nyam nyaam..

***

Sambil menikmati kopi Arabica Lestari Garut ini, sebuah kesadaran agar tidak egois dengan kopi murni tanpa gula mulai merayapi jiwa. Bagaimana memberikan rasa bahagia kepada anak dan ponakan yang sedari awal proses begitu antusias mengikuti prosesi manual brew, tapi di akhirnya pas hasil tersaji… mereka tidak menikmati… egois khan?.

Akhirnya keputusan cepat dibuat, ambil 3 sachet tropicana Sweet dan 1 bungkus susu bubuk Dancow. Gabungin dengan kopi hasil seduhan… kocokkk, putar putaar.. kocook page tangan… eh sendokk…. warnanya berubaaah… “Jadi Kolek?”

Bukaaan… tapi jadi Kopi susu… Anak dan ponakan bersorak girang, karena mereka pasti bisa ikutan nyicip. Berebut ambil gelas masing-masing dan disorongkan ke hadapanku… ramee dech…

Masing-masing nyoba setengah gelas dan dengan wajah sumringah, “Enak Om”, trus Ayshaluna binar teriak, “Mantaap ayaah” sambil jempol tangan kanannya diacungkan…. Bahagia itu sederhana, senantiasa berbagi dan hapuskan egois diri.

Pas nyoba nyicip kopi susu dadakan… awww manis bingiiit, padahal kata para ponakan masih agak pahit….

Maklum aku khan udah maniiies dari sono nya… aww.. aww

***

Akhirnya drama kopi susupun usai, sisanya dimasukin ke botol untuk diabadikan. Meskipun akhirnya diminum juga hingga tandas oleh anak dan ponakan.

Wassalam (AKW).

***
Catatan :

100% Kopi Arabica
Kopi Roasbeen Medium
250gr

Komposisi SPKP 13648/3205/17
Halal
Diproduksi oleh Lestari Kopi – Garut Indonesia.
CP 085322577167