Kopi Sunda Kaweni.

Sruput mood booster sambil nikmati rasa dan pemandangan di bandung utara.

Photo : Sajian V60 kopi sunda kaweni / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Siang merangkak menuju senja, menyisakan keriuhan yang berlahan mendiam. Semilir angin meningkat intensitasnya, menyibakkan kesedihan yang sedari tadi melekat, untuk mengubah menjadi harap dan semangat.

Disinilah peran mood booster beraksi, memberikan kekuatan untuk semakin semangat menjalani hari dan produktif menghasilkan suatu karya yang berarti.

Bukan apa-apa kawan, ritme kehidupan itu dinamis. Terkadang penuh optimisme, tapi tak lama ditelikung oleh virus pesimisme. Senang di pagi hari, bisa tiba-tiba sedih karena sesuatu yang tak bisa diprediksi, atau sebaliknya. Itulah kehidupan.

Ingat pada tulisan-tulisan sebelumnya, JASUNI, Jalani syukuri dan nikmati.

Photo : Sebagian alat perang di eugene the goat / dokpri.

Nah fungsi kopi adalah salah satu mood booster dikala stamina menurun, otak stuck sulit mikir dan rasa hampa karena kehilangan pegangan… adaww, sekaligus menahan diri tidak ruab-raeb (makan cemilan sembarangan)… “Lha diet apalagi?”

“Hihihi, belajar disiplin om, memakan sesuatu pada waktunya, siapa tahu usus mengecil ke ukuran ideal dan efeknya… tubuh kembali ke ukuran semestinya”

Bahasa bersayap segera membuncah, menjadi jawaban dari pertanyaan yang tidak terduga. Bukan lagi diet, tapi sedang program ngecilin ukuran peujit (usus).

Kali ini, kopi yang tersaji memiliki nilai tersendiri. Terus terang, inspirasi menulis dengan tema ngopi kopi… adalah tema berharga yang senantiasa dianugerahi inspirasi beraneka rupa. Allhamdulillah, Nuhun Yaa Allah.

Tidak hanya dari sisi rasa, tetapi ada hal lain yaitu suasana dan siapa juga berapa harganya hehehehe. Suasana akan berbeda dan berhubungan dengan tempatnya dimana serta kapan waktunya. Kalau siapa, maka akan terkait sama sang peracik barista dan tentu (barangkali) siapa yang menemani siapa.

Sajian kali ini adalah kopi lokal yang diracik oleh Kang Agis sang barista, dengan temperatur air 90° celcius, perbandingan 1:12 dan metode manual brew V60, namanya Arabica Sunda Kaweni single origin yang diroasting dan diproduksi oleh Herd Coffee roaster Kopi Mandiri Jaya Sentosa Bdg. Varietasnya mix kartika & sigararuntang di tanam di perbukitan gunung Kamojang Jawa Barat.

Harga sajiannya 30 ribu, cukup lumayan, tapi seimbang dengan sajian rasa dan suasananya.

“Emang rasa dan suasananya gimana om, eh dimana ini teh?”

“Kalem atuh, satu-satu, meuni murudul bertanya teh”

Photo : Kang Agis barista lagi meracik / dokpri.

Rasanya nikmat, dengan acidity medium high dengan rasa citrun dan manis jeruk serta selarik rasa kacang-kacangan. Bodynya medium, aroma harum meskipun tidak ninggal lama di bawah lidah….

Untuk suasana recomended pisan, udara segar dan pemandangan bandung utara yang menghijau…. eh sedikit menghijau karena sudah mulai tergeser oleh munculnya aneka bangunan termasuk hotel-hotel gede lho….

Trus…. akses kesini agak butuh perjuangan, melewati jalan penduduk yang menanjak dan beberapa bagian masih rusak.

Aksesnya dari jalan sadang serang, tinggal cari jalan awiligar…. ikutiii aja belak belok dan menanjak… ntar ketemu aja.

Monggo yang moo nongkrong disini, nama cafenya Eugene the goat beralamat di Jl. Awiligar raya II, No. 2 Bandung Indonesia, 4019, cp 08996842225.

Penasaran?…. monggo dicoba…

Jadi sebuah sajian kopi beraneka fungsi, sebagai mood booster sekaligus inspirasi tulisan yang tiada henti. Nambah silaturahmi sama barista juga menikmati suasana yang berbeda dan bikin pikiran lebih tenang bersahaja, masalah rasa itu tetap jadi yang utama, tapi ternyata kesatuan dari semuanya yang membuat semakin bersyukur atas karunia-Nya, Wassalam (AKW).

***

Kopi Arabica Sunda Hejo ‘Klasik Bean’

Kopi dalam balutan silaturahmi, kopi asli arabica klasik bean sunda hejo.

Photo : Sajian Kopi Sunda Hejo arabica / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Berkah silaturahmi itu salah satunya mendatangkan rejeki yang tidak disangka-sangka sama sekali. Begitupun dengan urusan menikmati kopi, tidak usah khawatir dengan stok yang sudah menipis, karena akan segera terganti.

Yakinlah itu.

Diawali dari sering mengganggu dengan share link tulisan blogku yang mayoritas berisi cerita tentang kopay (kopi) & ngojay (berenang) via japri kontak whatsapp kepada kolega, saudara dan teman-teman yang sudah ada di kontak smartphoneku… tentu semuanya sudah kenal duluan.

Tujuannya sangat sederhana, belajar memerangi hoax atau berita bohong/tidak jelas dengan membuat tulisan sendiri di blog dilengkapi photo hasil jepretan Smartphoneku.. sehingga hadir sebuah tulisan singkat dan ringan, …..mungkin nggak penting juga, tapi yang utama adalah…. diriku bisa bertanggungjawab atas apa yang di tulis dan dibagikan linknya kepada orang lain.

Gitu dulu yaach... oh satu lagi, rutin menulispun bisa menjaga otak tetap berfikir dan raga bergerak sehingga menghindarkan dari berbagai penyakit khususnya penyakit kepikunan lho.

Plus tulisan-tulisan ini bisa jadi warisan bagi anak cucu dan generasi selanjutnya.

Setuju khan?…. setuju aja, biar cepet.

***

Kembali ke hikmah silaturahmi tentang hadirnya rejeki, maka dalam pertulisan ini akan dibahas tulisan dengan tema ‘rejeki kopi’…....

Begini ceritanya… monggo… cekidot.

Photo : Kopi Arabica sunda hejo & prosesi V60 / dokpri.

** Rejeki Kopi **

Penulis mengenal beliau beberapa tahun lalu, sebagai pejabat di bidang audit dan pernah berinteraksi beberapa kali. Lalu sang waktu berlalu, tahun demi tahun berjalan tanpa menoleh ke belakang……. dan setahun terakhir berkomunikasi lagi karena memang nomor kontak WAnya masih tersimpan.

Komunikasinya bukan urusan dinas, tetapi mengomentari artikel di blogku yang dominan urusan kopi dan kopi dan kopi…. dan kopi.

“Kenapa sihh nulis kopi?”

Bentaar…..

“Emmmmm….. tema tentang kopi itu universal dan sangat luas, sehingga bisa dikaitkan dengan berbagai hal. Juga emang seneng kopi dan intensif sejak 2 tahun lalu”

Wadaw jawabannyaah….

Ternyata….. sekarang beliau sekarang mendapat amanah tugas di Kota Intan Garut, dan…….. yang cocok pisan adalah… sama-sama penyuka eh penikmat kopi.

“Mau nyoba kopi sunda hejo?, minta alamat lengkapnya”

Photo : Kiriman Kopi Sunda Hejo dan kawan-kawannya / dokpri.

Pesan via WA dari beliau, dijawab segera dengan memberi alamat lengkap…. ta-daaaa

Sehari kemudian sebuah dus besar JNE datang ke rumah dan diterima istri tercinta.

Awalnya bingung juga, tiba-tiba ada paket. Tetapi pas inget penawaran beliau, kayaknya kiriman kopi nich
.. Alhamdulillahirobbil alamin.

“Udah buka aja say, itu kiriman dari Pak bos,…. teman di Garut”

***

Malam hari baru tiba di rumah, dan setelah mandi serta tarawih… teringat untuk mencoba kopi kiriman beliau.

Melewati dus merah dan penasaran lihat isinya…. wadduh kok banyak banget ya?…

Kebayang nggak fren…. isi utamanya adalah sebungkus kopi arabica sunda hejo klasik bean, sebungkus kopi robusta dan sebotol kopi cold brew IPQ coffee... ditambah dengan beraneka makanan ringan oleh-oleh khas garut seperti kerupuk cungur, kripik bawang, dodol piknik original dan campur, dorokdok, kerupuk kulit, rangginang, roti bagelen plus baso aci instan….

Jadi prinsipnya adalah… kopinya ada, ditemani balad-baladnya banyak bingit…. bikin meriah.

Photo : Aneka kopi Klasik Bean Sunda hejo / dokpri.

Maka perjalanan di saat pengiriman, sang kopi tidak merasa kesepian, tetapi bersendagurau dengan kawan-kawan oleh-oleh keringan lainnya. Membawa kehangatan dan kebersamaan hingga tiba di tempat tujuan.

Alhamdulillah, hatur nuhun Pak Is atas kirimannya. Semoga kebaikan ini tergantikan dengan rejeki yang lebih banyak dan penuh berkah… serta suatu saat bisa kongkow bareng di Rumah Kopi Rancasalak 771 Kadungora Garut, bercengkerama sambil menikmati racikan manual brew di situ, Insyaalloh.

***

Prosesi yang pertama adalah manual brew pake V60 Arabica Sunda Hejo klasik bean semi wash dengan komposisi 1 : 15, menggunakan air panas bersuhu 90° celcius..

cuuurrr…. pelan tapi pasti.. menetes di tabung server.

Setelah tertampung semua, dituangkan ke gelas kaca mini merk duralex (gelas kesayangan… cuman itu yang dipunyai hehehehe).

Srupuut……

Uenaaak euy… rasa kopinya yang khas dan segar menyeruak di rongga mulut, seluruh lidah dan menyebar ke aneka arah sambil yang pasti meluncur ke lambung untuk berkumpul dan berproses.

Kopi arabica ini di roasting pada tanggal 30 april 2019 lalu… berarti 12 hari lalu, … pas banget tuh. Bisa munculkan rasa dan karakter kopi yang sebenarnya.

Aroma harum menyeruak indera penciumanku, acidity medium dengan rasa buah-buahan… berefek zegaar.. eh zegaaar… eh segaaar.

Body medium dan ada sedikit after taste ninggal di belakang lidah dengan menyisakan sejumput rasa lemon dan tamarind…. yang bikin asyik adalah rasa segarnya spesial sehingga tak perlu berlama-lama 200 ml yang tersajipun tandas di seruput tanpa syarat.

Yang robusta besok lagi ah nyeduhnya, sekarang udah hampir tengah malam….. udah ngantuk moo bobo dulu, bersiap menjalani puasa di esok hari.

Xie xie, merci beaucoup Pak Bos, Pak Is…

Mantabs kiriman kopinya, Haturnuhun, Wassalam (AKW).

Arabica Sunda Héjo – Yo Coffee

Amunisi Kopi hingga Sang Baristi.

Photo : Amunisi Manual brew V60 gayo wine / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Pagi ceria di dataran tinggi Kabupaten Kuningan begitu segar dan menenangkan. Apalagi di kala menikmati berlimpahnya air pegunungan, bikin betah dan pengen main air terus… tapi kenyataan harus di hadapi dan di jalani, musti pulang hari ini.

Trus supaya di jalan tiada kantuk yang hinggap di pelupuk mata, maka perlu dipersiapkan amunisi yang tepattt….. Kopi manual brew panas dan pilihannya sesuai stok yang ada adalah Arabica Gayo Wine.

Termos hijau kesayangan menjadi tempat penyimpanan sempurna, nanti di perjalanan sambil nyetir sekaligus nyuput kopay… eh nggak deng, bahaya nyetir sambil nyruput mah. Mendingan brenti sesaat baru minum kopi panas buatan olangan… yummy.

Tetapi ternyata rasa kantuk begitu ganas menyerang, apalagi Tol Cipali yang ‘lurus panjang’ makin mengukuhkan eksistensi kekantukan.

Jadi inget istilah dulu di kampung, “Wilayah yang jalannya berkelok-kelok itu namanya pasti wewengkon Cioray. Tetapi klo wilayah yang jalannya luruuus.. pannjaang, itu namanya wewengkon Tol”…… upsss…. iya gitu ajaah.

Ngantuk sambil nyetir itu berbahayyyaah…. Setermos hijau kopi arabica gayo wine pun akhirnya menyerah.. eh habis di sruput untuk menahan kantuk, karena tanggung jawab di belakang kemudi ini harus penuh konsentrasi supaya bisa mengendalikan kendaraan dengan baik dan benaaar.

Lepas Tol Cipali masuklah ke Tol Cikampek sedikit dan berbelok kiri ke Tol Cipularang, rasa kantuk kembali menyerang…. sementara amunisi kopi panasnya sudah tandas menghilang.

Akhirnya di putuskan mencari kopi keberlanjutan dengan memgarahkan kendaraan memasuki rest area 72A, siapa tahu ada yang jualan kopi seduh manual.

Tralaaaa…. parkir di depan toilet umum yang terlihat bersih. Melangkah ke sampingnya mencari kopi dan akhirnya berjumpa dengan Yo coffee di Yomart.

Photo : Gerobag Yo Coffee dan Baristi / dokpri.

Harganya untuk manual brewnya hanya 10 ribu saja dengan pilihan kopi yang dikemas menarik.. seduh manual lho. Tinggal pesen dulu dan bayar di kasir Yomartnya, balik lagi ke gerobag Yo Coffee dan bersiap menikmati nikmatnya kopi.

Kopi arabica sunda héjo yang menjadi pilihan untuk di seduh dan yang nyeduhnya adalah baristi Neng Choria53 (akun IGnya bro…..), dengan komposisi 15gr berpadu dengan 180ml air panas 85° celcius menghasilkan sensasi arabica khas jabar dengan acidity cenderung medium meninggi.

Hasil seduhan dimasukkan ke termos hijau kecilku. Memberi amunisi untuk melanjutkan berlari.. eh mengemudi menuju janji yang harus ditepati. Wassalam (AKW).

BIJB Ngajomantara.

*diajar deui nyerat sajak sunda.

Hariring peuting ngaguligah dina rasa
Ngaronghéap teu numbu rupa
Hiji ngimpi hayang jadi nyata
Miboga karya keur kamajuan tanah sunda.

Tanah pasundan nu urang saréréa
Aya bagja ogé waspada
Sagala nyampak pinuh mangpaat
Tapi aya sakolébat nu tacan kebat

Gunem catur teu matak ibur
Macangkrama nangtukeun pola
Ngadu élmu ngumbar jajatén
Ngawangun bandara kudu bisa

Sanés ukur mung cicaheum leuwipanjang
Tapi wangunan wedel nu langkung pirang-pirang
Pikeun patalimarga warga sa dunya
Bari numpak kapal udara

Bandara Husein tos heurin usik
Nusawiru nembé ngarintis
Kukituna…
Para inohong laju ngawangkong
Kotrat kotrét badami neang bongbolong

Dikawitan ku Gupernur Bapak Dani Setiawan
Dugika danget ayeuna, 2 periodé bapa Ahmad Heryawan
Impénan sajorélat deui janten kanyataan
Bandara agreng nu bakal mitembeyan

Kertajati ngajadi bukti
Majaléngka ngaréka mangsa
Ciayumajakuning sajatina ngadalingding
Jawa barat beuki ngaronjat

NKRI mingkin ngajadi
Patalimarga lancar antar nagara
Tanah sunda lain ukur carita
Tapi jadi jugjugan saalam dunya

Munggah haji teu tebih deui
Kantun ngajugjug ka kertajati
Muru mekah madinah di tanah suci
Neang pahala oge rido ti Gusti nu maha suci.

Écagkeun kabutuh séwang-séwangan
Silih suluran silih rojong
Ngamumulé jiwa gotong royong
Supados ngawujud naon nu dipikahoyong

Hayu urang silih rojong
Sareundeuk saigel sabobot sapihanéan
Pikeun ngawujudkeun Bandara kareueus urang saréréa.

Ihtiar ukur saréat
Urang saréréa tangtos tihothat
Tapi takdir dina panàngan Allah nu Maha Kuat
Sumerah diri ka gusti unggal ngarénghap

Hatur nuhun Yaa Allah nu Maha Suci
Mugi ieu pamaksadan tiasa ngajadi Hatur nuhun kasadaya pinisepuh
Ogé para pajabat nu tawisanna masih ampuh

Hatur nuhun anu kasuhun
Hampura bilih aya kecap nu bala
Laku lampah kirang merenah
Ogé panampian nu kirang tumaninah

Pung…. ngapung ngajomantara
Ngabelesat maratan dunya
Ngalayang mapay kahayang
Mawa bagja jeung kareueus urang sunda

Boga bandara internasional kartajati
Nu jadi bukti cinta sajati
Ti Pamarentah keur rahayat ieu nagri
Pemprov Jabar mugi walagri.

‘Pung…
Pung geura ngapung
BIJB ngajomantara..
Pungggg…..’

*Hurip BIJB….* (AKW).

Moal jalir kana jangji
Insyaalloh sinareng ridho Gusti
BIJB ngapung sasih mei*)

*)Tambihan ti Teh Anita.

​Si Ua Édun

Reuwas geuning Ua téh ngawadulna janten kanyataan.

Photo : jeprétan simuing

Ngajanteng teu percanten kana naon nu nuju ditingali. Ngajeblag seratan dina latar beureum matak sérab tur ngaburinyay, geuning leres pisan sasauran pun Ua 10 taun katukang.
Teu kedah lami ngimpleng da émutan mah napel na uteuk, néetang detik gé sajorélat tos tiasa dugi kana dongéng baheula, sanaos ukur dina sirah tapi karasa asa karék kamari.

Di buruan tajug Ua mapagahan. Simuing mendeko ngaregepkeun naon waé carita ua, pon kitu deui jang Dugil jeung cép Ratno, balad ngaji nyantri kalong.

“Yeuh barudak, ulah sieun ku ngalamun. Pék ngalamun paluhur-luhur, meungpeung ngalamun mah teu kudu mayar,” saur Ua écés béntés antare. Tiluan unggeuk bari ngembang kadu.

Simuing panasaran tuluy nanya ka si Ua, “Dupi Ua nyalira gaduh cita-cita naon nu yakin bakal kadugi?”

Ua nyéréngéh, teras ngawaler “Tingalikeun engké mah ngaran Ua bakal ngajomantara, lain urang lembur waé nu wanoh tapi urang kota puseur dayeuh, kabéh bakal ningali Ua jeneng jeung aya di tempat-tempat penting.”

Tiluan seuri konéng, ngupingkeun pun Ua ngawadul bin ngarahul. “Asa jauh pisan éta ngarahul téh”.

Ayeuna simuing ngajanteng kénéh payuneun display hurung nu ukuranna 2 x 4 meter, aya ditempat patalimarga jalma nu turun unggah kapal udara. Puguh hébring pisan. “Édun si Ua” gerentes haté leutik, ngiring reueus sanaos Ua mah tos lulus ti dunya fana, kulem tibra di makam Pasir Astana.

Mung sakitu anu kapihatur, sateuacan ditutup lawang sigotaka, nepangkeun pun Ua, wasta Éyé Suréyé. Cag. (Akw).

Kacapi salira

Jentréng kacapi kahirupan ngawirahma mulutan katresna. Nyulusup na dada mentok muru jajantung nu ngadadak ratug. Rasa kadeudeuh bet jadi nyaliara. Meulit kana uteuk ngabatek kahayang, jadi poho sagalana.

Padahal ukur sapira, wirahma rasa ngahaleuangkeun panineungan. Basa harita mimiti wawuh ka salira. 

“Punten bapa, kénging enéng ngiring diajar ngajentréngkeun kacapi?”

Éta pertarosan nu ngajentréngkeun sagala rasa. Témbok sakola nyakséni, kacapi daria bisa mawa bibit rumpaka keur ngagayuh dunya.

Sanajan sareng salira teu junun ka balé nyungcung. Tapi rasa nu ngajorélat dina lamunan, ngawangun kasono nu teu bisa dilisankeun. Ngagayuh ka janari, kacapi ditangkeup bari lalaunan diusapan.