SURABI HANEUT – shotm

Sarapan Yuk…. sarapan nikmat berkarya hebat.

SHOTM / dokpri.

Padalarang, akwnulis.com. Pagi hari tiba memberi kesempatan kita untuk berkarya. Senin pagi adalah rutinitas yang harus didampingi oleh semangat untuk menyongsong tugas – tugas minggu ini.

Meskipun sebetulnya ada sejumput lelah, dan kemalasan karena ternyata sabtu dan minggu kemarinpun tetap bekerja, bukan digunakan bercengkerama dan melepas lelah dengan keluarga tercinta. Tetapi kembali harus dimaknai bahwa pengorbanan dan kesabaran ini memiliki makna dan hikmah bagi semua.

Sebagai mood booster di pagi hari ini, tentu seduhan kopi hitam tanpa gula dan panas agak kurang pas, apalagi perut belum terisi makanan sedikitpun. Khawatir sang lambung terkaget-kaget dan bereaksi dengan otot kontraksi ataupun asam protein yang berubah menjadi ketidaknyamanan yang menjengkelkan.

Maka dipilihlah sajian makanan yang bisa tersaji dengan cepat, memiliki unsur karbohidrat dan sedikit protein plus rasanya juga tetap enak.

Pilihannya jatuh kepada sajian makanan tradisional jawa barat yang dilengkapi toping kekinian, yaitu SURABI HANEUT.

Perpaduan tradisional dan kekinian itu adalah pilihan menu surabi haneutnya. Kali ini dipilih Surabi Haneut Oncom Telor plus Mayoneis (SHOTM)… kelihatannya enak.

Ternyata bener kawan, datanglah surabi yang berlumur mayoneis warna kuning ke-orange. Oncom dan telornya tersembunyi. Tetapi setelah dibelah dan dicicipi, maka rasa paduan oncom dan telurnya terasa pisan dilengkapi dengan rasa mayoneis yang khas. Lengkap sudah, Alhamdulillah.

Nyam nyam… selamat sarapan kawan. Sempatkanlah sarapan di pagi hari ceria, agar badan tetap segar dan perut (agak) kenyang sehingga lebih fokus dalam mengerjakan tugas – tugas yang ada dihadapan. Selamat Pagiiiii… Wassalam (AKW).

Obat Penenang – Kopluprégar

Ketenangan hadir melalui obat yang tepat.

Photo : Sajian Koplupregar lengkap dengan peralatan/ dokpri

JATINANGOR, akwnulis.com. Dinginnya malam di Kamar 103 Kampus Kiarapayung begitu kejam menghujami kulit tipis kami. Sesekali angin menyelusup, menyapa dengan seringainya menyusuri kuduk yang kerap meremang.

Untung saja obat penawarnya ada, beberapa bungkus obat penenang tradisional dengan peralatan lengkap satu kontainer plastik. Dibawa khusus untuk menghadapi situasi seperti ini.

“Obat penenang?, hati-hati ah, jangan sembarang bawa obat begitu. Nanti diciduk petugas”

“Udah selow aja kata Wahyu juga (maksudnya lagu Selow yang dinyanyiin Wahyu), cuman segini doang” sambil mengeluarkannya dari dalam kontainer.

Wahhh… ini mah banyak sekali, ah bahaya ini mah.. bahaya” suara parau kawanku yang phobia dengan penangkapan. Tangannya tak henti meremas bungkus alumunium voil.

“Baca atuh bungkusnyaaa…. ini bukan tablet isinya bro, isinya bijiiiii…. biji kopiiii”

“Biji kopi?… tadi katanya obat penenang?”

“Iya penenang hati yang sedang galaw karena rasa dingin dan kegamangan.. ahaaay”

“Sialaaan”

Segera berlari menghindari kejaran kawan yang kalap karena nggak terima dengan kejadian ini.

Makanya jangan phobia berlebihan.

***

Setelah peralatan lengkap di meja, prosesi dimulai. Pasang kertas filter dicorong V60, timbang biji kopi dan digrinder dengan ukuran suka-suka, goyang-goyang 2-6. Siapkan air panas dengan termos pemanas.. josss.

Sang waktu menjadi saksi dikala air panas membasahi dulu kertas filter, serpihan biji masuk saringan, proses blooming bikin harum ruangan yang sebelumnya diawali oleh aroma biji kopi Luwak Garut yang terpecah oleh keperkasaan mesin grinder.

92° celcius sebuah angka yang tepat untuk menyeduh biji kopi spesial dari salah satu tokoh di garut, nuhun pak haji Aam… currr, puter-puter.

Tes.. tes… obat penenang menetes di bejana kaca transparan.. horee.. horeeee…

Aroma khas arabica menyeruak menjadi penenang pertama, diikuti dengan acidity maksimal khas kopi luwak (jangan sambil bayangin kopi yang keluar dari ‘anu’ luwak yaaa….. ), body kopinya medium dan dari keseluruhannya nikmat maksudddnyaaah.

Photo : para pemburu ketenangan / dokpri.

By the way, anyway…. obat penenang itu bernama Kopi Luwak Premium Garut (Koplupregar) versi spesial yang diproduksi oleh CV Dwi putra laksana….

Srupuuut.. srupput, gelas-gelas mini menyambut kehadiran obat penenang suasana ini secepat kilat, sehingga 50gr kopi yang berubah jadi cairan hitam coklatpun tandas dalam waktu singkat.

“Alhamdulillah, udah pada tenang semuanya,……”

“Iyaaaaaaa.. tenang dan senang”

Dinginnya malam sekarang menjadi sahabat, karena dipererat kebersamaan yang berbalut ketenangan. Canda dan tawa serta cerita Bali, Bogor dan Sukabumi serta Cimahi menguatkan kembali chemistry yang telah terjalin kuat di kaki Gunung Manglayang ini. Wassalam (AKW).