Flores Red Honey vs Covid19

Antara Waspada, kerja dan Arabica Flores yang menggoda selera.

Photo : Masker & petugas / dokpri – sketsa.

BANDUNG, akwnulis.com. Pas kebagian jadwal piket di kantor.. eh masuk kantor, maka berbagai perlengkapan juga disiagakan. Masker kain dipakai, hand sanitizer di botol kecil udah masuk saku celana kanan, sabun cair di celana sebelah kiri. Tak lupa semprotan kecil berisi disinfektan untuk menyemprot gagang pintu dan permukaan toilet disaat kebelit eh kebelet pipis atau eek. Plastik sarung tangan buat bikin kue juga ready di tas, dan jas hujan jikalau memang hari hujan.

Bukan parno bin panik tapi waspada, sebuah prinsip yang harus dipegang dalam memerangi wabah ‘gaib’…. halah kok segitunya pake sebutan gaib segala. Memang bener kok, tapi ini hanya istilah, karena virus corona tidak terlihat tetapi efeknya dahsyat dan kita tidak tahu virusnya ada dimana dan sedang apa sama siapa?….

Maka antisipasi pencegahan pribadi menjadi penting dan utama. Begitupun dengan pembatasan jarak yang jelas atau bahasa kerennya phisical distancing… pembatasan jarak phisik harus menjadi prinsip, tak peduli sedekat apapun…. buatlah jarak.

Photo : Arabica Flores Red Honey siap minum / dokpri.

Lha pusing dengan istilah, kemarin – kemarin nyebutnya social distancing, belum paham bener… eh udah diubah lagi. Kayaknya yang dulu anak sosial yang bikin dan sekarang anak fisika yang nimpalin, trus anak biologi istilahnya belum muncul?” Sebuah celotehan yang mengundang senyum, lumayan ngurangin stres dalam suasana menegangkan ini sambil memori menerawang masa-masa menyenangkan di kala menjadi siswa SMA.

Tiba di kantor tentu bekerja, disemprot dulu, hand sanitizer, cuci tangan dan tetap masker menutup sebagian muka. Tuntaskan konsep dan perbaiki segera, buat surat serta koordinasi dengan berbagai pihak plus video conference dengan mitra – mitra yang tersebar diseantero jabar dan banten raya.

Tetapi jangan lupa, dikala jam istirahat tiba, maka hiburan hakiki diri ini adalah menyeduh kopi dengan sebuah prosesi yang tak luput dari dokumentasi.

Menu makan siang sudah diorder ke mamang ojol via aplikasi, sambil menanti saatnya menyeduh kopi dengan metode Vsixti (v60) dan pilihannya adalah Arabica Flores red hani (honey) hasil roasting Suka Sangrai.

Maka….. jeng.. jreng… proses pembuatan kopi tanpa gula yang mungkin lama dan bertele-tele bagi yang tidak biasa. Tapi jangan salah kawan, dibalik keribetan prosesi penyeduhan manual ini tersimpan keribetan…. eh sama aja, tersimpan sebuah kenikmatan dan rasa syukur yang semakin menguatkan kita untuk senantiasa nyeduh kopi sambil senantiasa bersyukur atas nikmat kehidupan dari Allah SWT.

Sesaat ketegangan karena pandemi corona agak terlupa, seluruh indera dalam raga fokus kepada prosesi di depan mata, hingga akhirnya hadir se-wadah kopi panas kohitala yang menggoda selera.

Tuangkan ke gelas kecil…. dan… srupuut.

Owww….. Body medium, acidity medium serta rasa segar menengah mengitari lidah dan rongga mulut bagian tengah. Menyegarkan pikiran dan menenangkan harapan, rasanya medium tetapi mampu memberikan ketenangan, Alhamdulillah.

Selamat berkarya dan tetap waspada, dimanapun berada. Protokol kesehatan menjadi utama dan nyeduh kopi secara manual jangan tertunda. Semangaaaat, Wassalam (AKW)

***

Catatan di bungkusnya :

Flores Red Honey Single origin, Farm : Aurelia Dagabo, Process : Red honey, Altitude : 1300 – 1500 Mdpl, Varietas : Kartika, Lini s 795, Roaster : Sukasangrai, Flavor notes : Vanilla, Orange, Brown sugar, Herb.

Kopi FWA anti COVID19

Yg lain kerja dirumah, aku mah ngopay aja.

BANDUNG, akwnulis.com. Perkembangan penyebaran Virus yang dikenal dengan COVID19 diantisipasi dengan banyak hal, termasuk aktifitas tugas rutin dari aparatur sipil negara. Pagi ini … eh sejak tadi malam istilah yang paling ngetren di jagad maya yang melingkupi lingkungan WA grup, line dan Telegram serta WAcall adalah istilah FWA.

Naon eta FWA?”

Eta geuning, yang sudah ramai diperbincangkan dalan beberapa hari eh minggu terakhir, yaitu…. bahasa simpelnya dulu yaa… para pegawai bekerja di rumah.

Ohhh…. itu, trus kenapa baru tadi malem ramenya?

Karena di lingkup pemprov jabar, tadi malam eh kemarin sore Surat Edaran Sekdanya terbit dan otomatis menjadi pedoman untuk mulai mengatur mekanisme bekerja di rumah.

Trus hubungannya kerja di rumah dan FWA apa?”

“Ih nggak sabaran kamu mah, slow sloww”

“Okeh okeh”

Sambil benerin masker yang terpasang diwajah, eh di depan idung dan mulut, maka mencoba meraba-raba… membaca berulangkali dan (mencoba) memahami tentang instruksi pemerintah pusat hingga daerah yang disebut dengan istilah FWA (flexible working arrangement) yang pengertian bebasnya adalah pegawai dimungkinkan melaksanakan tugas di rumahnya masing-masing secara fleksibel demi menekan penyebaran pandemi COVID19.

Maka diaturlah fleksibelnya kehadiran para ASN ini dengan berbagai prasyarat, diantaranya dilakukan sistem shift sehingga bergiliran melaksanakan tugas dikantor, kecuali Pejabat Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator atau level I dan II di setiap unit kerja.

Tapi yang kebagian bekerja di rumah juga tetep kudu (harus) produktif, dengan cara melaksanakan tugas yang diberikan dari pimpinannya plus melaporkan secara online pekerjaannya melalui aplikasi TRK dan absensi online dengan KMOB dimana posisi lokasi rumah menjadi lokasi dinas luar selama FWA ini berlangsung.

“Trus hubungannya dengan kopi gimana?”

Gampang pisan, karena diriku ternyata masuk kategori yang dikecualikan.. sehingga musti stanby di kantor seperti biasa selama FWA ini. Jadi….. kopilah yang menjadi teman setia, menemani kesepian ini hiks hiks hiks…. karena jika bersosialisasi dengan teman lain… atuh melanggar prinsip ‘Social Distancing’…

Naon deui eta?

Ih kamu mah euweuh kanyaho, itu di medsos berseliweran infona, intinya hindari kontak dengan siapapun, dan jaga jarak”

Nah karena bersentuhan atau kontak dengan orang lain mah dilarang, maka kontak paling aman mah sama…

sama Kopi… hehehehe

maka…..

Hari pertama FWA diberlakukan, kopi Lanang Arabica Peaberry yang menemani….. prosessss……. dengan metode V60 dan panas 90° celcius, komposisi 1 : 15 dan gramasi (kira-kira) 19gr maka berproseslah……. manual brew perdana FWA di ruangan kerja sambil tidak lupa mengerjakan tugas-tugas rutin sebagai Abdi Negara. Wassalam (AKW).