Salad & Udon

Pilih makanan yang banyak sayurannya, yummy…

BANDUNG, akwnulis.com. Lambung kiri dan lambung kanan kosong. Perlu diisi dulu kawan.

Salad ala-ala, tambah salad yang sudah tersedia plus sajian Udon dan kawan-kawannya yang menggugah selera.

Dimana ini?…. di sebuah restoran di daerah Dago Bandung, restoran yang berada di Hotel Sheraton Bandung.

Selamat makan kawan, Wassalam (AKW).

Kopi Setrikaan & Bahagia.

Berbuka puasa, tidak lupa bahagia dan nikmati kopi setrika….

Photo : Kopi double espresso dan setrika jadul / dokpri

CIUMBULEUIT, akwnulis.com. Berbuka adalah saat bahagia, tentu ada syaratnya yaitu melakukan ritual puasa.

“Klo nggak puasa, emang nggak bahagia pas (ikutan) berbuka puasa?’

“Kata aku sih, Enggak… Bahagia itu ada syaratnya bro, nggak percaya?.. silahkan di coba”

Sebuah jawaban yang belum memuaskan, tapi karena belum mengalami langsung suasana berbuka tapi sebenernya udah batal (berbuka puasa sebelum waktunya)… maka pendapatku tetep, ‘Bahagia berbuka itu jikalau berpuasa’.

“Trus khan perempuan ada siklus menstruasi, otomatis dalam satu bulan ramadhan ada hari-hari tidak berpuasa?” pertanyaan dengan rasa penuh perasaan kembali digelar.

“Bener itu mah, tapi untuk pembahasan awal tadi, aku nggak tahu, aku bukan perempuannn….”

Itulah sepenggal dialog yang saling mempertahankan argumen tentang salah satu definisi bahagia, padahal poin yang sangat pentingnya adalah sebuah rasa bahagia, wajib hukumnya untuk disyukuri, bukan dipertentangkan.

Omar Khayyam berkata, “Be happy for this moment. This moment is your life”

Tuhh… bener khaan?..

Jangan ketuker yaa, Omar Khayyam ini adalah sastrawan ternama di Iran sekaligus ilmuwan yang mendalami ilmu matematika dan astropologi yang lahir di Nishapur-Iran 18 mei 1048 dan meninggal pada 4 Desember 1131 H.

Di Indonesia juga ada sastrawan terkenal yaitu Umar Kayam yang lahir di daerah Nganjuk Jawa Timur pada tanggal 30 April 1932 dan meninggal pada tahun 2002, beliau adalah sastrawan, sosiolog dan seorang guru besar Fakultas sastra UGM (Wikipedia).

“Balik lagi ke pokok pembahasan kali ini, jadi berbuka puasa dimana, sama siapa dan apakah bikin bahagia?”

Photo : Japanese salad / dokpri.

Kembali pertanyaan bertubi mendera diri, yang pasti kali ini berbuka spesial sekaligus bisa nikmati kopi setrika.

“Naon deui eta?” Sang kawan penasaran sambil mengamati daftar menu sang telah tersaji.

“Silahkaan….” diriku ngloyor ke meja depan sambi membawa secangkir kecil double espresso karena terlihat ada objek menarik disana.

Objeknya adalah sebuah setrikaan masa lalu yang pake pengunci depan, biasanya sih kunci atasnya berbentuk kepala dan badan ayam jago.

Simpan gelas espresso disampingnya, pilih posisi dan….jepret!… Kopi setrikaan berhasil diabadikan hehehehehe.

Kembali ke meja tempat diskusi bersama dan bersiap sesaat lagi berbuka puasa…..

“Allahi akbar… Allahhhhh hu akbar…

….. dst”

Kumandang Adzan magrib membuncahkan rasa bahagia kami, menahan lapar dahaga sedari pagi, termasuk hindari hoax atau forward beritanya…. sekarang saatnya bahagia dengan berbuka puasa.

Bismillahiroohmanirrohim

Air putih dan 3 butir kurma menjadi pembuka, shalat magrib bergantian adalah aktifitas yang seharusnya. setelah itu, barulah kita menikmati bersama, sajian makan minum paket berbuka puasa.

Photo : gulai kepala kakap / dokpri.

Kopi setrikaan perlahan disruput… nikmaaat, dilanjutkan salad ala chef miss be resto yang begitu beraneka tumpah ruah… yummmy, hingga akhirnya appetizernyapun ternyata…. main coursenya kawan setia, Gulai kepala kakap yang menggiurkan…..yang kebetulan tembolok kawanku-nya terbatas, jadi bantu ngabisin hehehehehe. Selamat berbuka shaum di ‘Injury time’ bulam ramadhan tahun ini, Wassalam (AKW).

Kopi Alumni RLA

Menikmati kopi reuni terbatas di harpitnas..

Photo : Sajian V60 Arabica Puntang Wine / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Hari kamis lalu adalah harpitnas alias hari kejepit nasional karena setelah hari rabunya libur karena pencoblosan, ditemani KOPI PEMILU, hari jumatnya libur nasional hari paskah, otomatis tersematlah harpitnas. Jangan lupa karena tanggal 17-nya libur maka pakaian Korpri harus dipakai.

Ternyata nyampe di kantor banyak yang saltum (salah kostum), pada pake batik biasa. Disini mah berlaku hukum alam, klo perbandingannya banyak yang berkorpri maka yang berbatik biasa yang kemaluan… eh yang malu, begitupun sebaliknya. Saling ledek pasti ada.

Kecuali yang saltumnya bos, nggak berani ledek-ledekan, paling secara halus heu heu heu… emang kamu mahluk halus?

Udah ah kok ngebahas saltum sih, sekarang pengen cerita tentang makna persahabatan dan persaudaraan yang diawali dari sebuah proses seleksi diklat yang kekinian dengan metode online dan video converence… tidak lagi menggunakan alat tulis karena semua serba digital. Hingga akhirnya lulus dan bersama-sama mengikuti training yang spesial, Reform Leader Academy.

Hari kamis lalu, agenda meeting ternyata bejibun juga di hari kejepit. Tapi tetap semangat dong. Di sela agenda makan sianglah, kami bisa bersua dengan sang Ketua Alumni RLA, memanfaatkan waktu yang sangat singkat.

Pertama pembicaraan hangat ditemani sajian manual brew Arabica Puntang wine di Gesa cafe, itu tuh yang di basement gedung sate samping pintu masuk museum, lengkap sudah kopi-kopi jawa barat, nggak bakal nyesel dech.

Photo : Nasi Hainan ala resto G&B / dokpri.

Untuk masalah makananan maka bergeserlah ke GreensandBean di jalan Bahureksa. Jalan kaki menuju lokasi agar memenuhi target 6000 langkah minimal sehari, tentu sambil ngobrol dan tengak tengok karena takut ada kendaraan nylonong mencelakai diri dan sang Ketua Alumni.

Photo : Teh biru bunga telang & seragam korpri / dokpri.

Pilihan makanannya adalah Nasi Hainan dan Vietnamese salad. Sementara sajian minumannya di-matchingkan dengan seragam korpri, maka teh biru yang menjadi pilihan, yaitu teh khas di resto ini yang menghasilkan warna biru, berasal dari bunga telang… nama resminya di sini adalah ‘Teh… halah lupa, ntar aku japri dulu.

Yang pasti, waktu maksi terbatas ini bisa dinikmati bersama dalam balutan tali persaudaraan RLA yang tak kan lekang oleh waktu, insyaalloh keberlanjutan kristalisasi program EODB ruang riung dapat segera terwujud di Kampus kita Kiarapayung.. srupuut… aaam.

Salam Reformers, Wassalam (AKW).

Brunch at Sensa Hotel

Perjalanan rasa di area Cihampelas Walk Bandung..

Photo : 2 mini salad tersaji / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Variasi sajian makanan menjadi ilmu tersendiri. Meskipun ini tidak berdiri sendiri, diawali dengan pemilihan bahan makanan yang tepat, cara pengolahan yang benar dan pelaksanaan penyajian yang menarik dengan rasa yang mudah dinikmati banyak orang.

Di masa SLTP SLTA dulu, mulai mengenal dengan mata pelajaran tata boga. Sebuah mata pelajaran yang berhubungan erat dengan makanan serta minuman. Jauh sebelum itu, di masa kecil sebenernya sudah mulai beraktifitas seperti ini dengan istilah ‘papasakan‘ alias masak pura-pura tapi beneran… eh gimana siih?

Maksudnya masaknya sambil bermain dengan kawan, membuat perapian darurat, pake ketel kecil atau penutup kaleng kue, mentega dan minyaknya ambil dari dapur orangtua. Yang dipasaknya biasanya nasi dengan potongan bawang putih merah tanpa ukuran jelas plus garam. Yang paling sering masak eh goreng kerupuk… gampang dan dapat dinikmati bersama-sama.

Kalau sekarang, anak-anak mungkin babakaran dengan marsmallow dan barbeque, sementara di masa lalu adalah bakar jangkrik dan belalang yang begitu mudah di dapat dari kebun sekitar tempat bermain untuk menu penuh protein dengan rasa yang tak kalah dibanding daging ayam (pada waktu itu yaaa).

Pengalaman masa kecil yang menyenangkan.

Photo : Appetizernya buah potong / dokpri.

Hari ini, sajian makanan yang dibuat dengan ilmu tata boga yang terus berkembang, membuat tampilan yang lucu untuk dipandang, pas di mulut dan yang pasti rasanya harus lezaaat.

Begitupun dengan hari ini, berjumpa dengan sajian makanan dan buah-buahan yang menarik sajiannya juga penasaran dengan rasanya… kemoon.. cobian.

Sebagai pembuka, senampan buah iris eh buah potong dengan kesegaran dan aneka warna menarik plus 2 buah bunga kuning bikin sajian lebih semarak. Yummy.. segerr.

Photo : Sajian Aneka salad yang menawan / dokpri.

Lalu beraneka salad mini tersaji dengan apik, pengen ngambil semua… tapi khan harus ingat orang lain juga kapasitas perut ini. Sehingga pilihannya jatuh kepada 2 sajian salad. Satu sajian salad sayuran seafood dan satu lagi salad mayonies… kecil tapi enak lho.

Giliran makan beratnya tentu saja sayuran dan goreng ikan yang menjadi pilihan. Tak lupa tahu goreng aci pedas dan sapi lada hitam menjadi pelengkapnya. Yang jadi pembeda, si potongan daging ikannya itu mirip cireng, penganan jajanan makanan ringan yang ngehits di Bandung. Pas dimakan… ya tetep ikan goreng, yaitu daging ikan dori.

Photo : Sajian main course / dokpri.

Beraneka sajian makanan dan buah-buahan yang ditampilkan, diolah dan disajikan dengan berbagai teknik berdasarkan keilmuan dan tentu pengalaman sang Chef di meja dapur hingga sajian apik sang pelayan menjadi salah satu momen tasyakur binnikmah hari ini. Betapa berkah Illahi tiada henti, dengan segala kesempatan dan kemudahan ini. Alhamdulilah.

Selamat menjalani hari dengan tetap bersyukur dan menata hati. Wassalam (AKW).

***

Lokasi : Restoran Lt.3 Sensa Hotel, Cihampelas Walk Bandung.

Salad & Teh Kasih Sayang

Sajian salad yang menemani kebersamaan…

Photo : Ranch Chicken Salad / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Getar hati melingkupi sebuah janji, menghiasi perjalanan hidup yang sesungguhnya adalah misteri. Disini sebuah kepasrahan diuji, “Apakah mampu memaknai hari tanpa tergoda kanan kiri?” … “Atau masih tergetar dan muncul rasa dan ingin seperti orang lain?”

Monggo jawab sendiri.

Begitupun dengan kehadiran pasangan hidup kita, terkadang karena terbalut rutinitas, seolah perjalanan hidup ini biasa saja, business as usual. Padahal, Allah Swt sudah memberikan kesempatan kepada kita untuk memilih manusia ciptaan-Nya untuk menjadi pasangan hidup, insyaalloh hingga ajal memisahkan.

Memang siih, ada yang milih sendiri via jalur bobogohan eh pacaranan yang sebenernya nggak ada administrasi tertulisnya hehehehehe, ada juga yang dipilihin… dipilihin ortu, teman atau dipilihin bos hehehehe.

Ada juga yang langsung terima tanpa proses pemilihan….

“Lha kok jadi bahas pemilihan seeh?”
“Maklum moo pemilu minggu depan, tanggal 17 april 2019”

“Jadi metode pemilihannya gimana brow?”

“Pertama e-purchasing, kedua pengadaan langsung, ketiga penunjukan langsung, keempat tender cepat dan terakhir pilihannya tender.”

“Deuh…… mentang-mentang ikutan diklat Barjas loo…..”

Photo : Marakesh mint tea / dokpri.

Diskusi tidak berlanjut karena memang beda situasi, yang satu ngapalin moo ujian, satu lagi persiapan moo nyoblos. Yang bikin satu tujuan sama adalah rasa kasih sayang yang semakin kuat dan tentu dihadapi, ditanggung dan disyukuri bersama.

Cara paling praktis tentunya berbincang berdua sambil makan di tempat yang nyaman dan romantis… ahaaay.

Ditemani sejumput chicken salad (jiaaah.. sejumput, padahal sepiring metung) dan sajian teh spesial atau artisan tea yang bisa direfill 2x (air panasnya). Pilihan kali ini adalah Marakesh mint, sajian teh tawar dengan aroma dan rasa mint yang menyegarkan.

Trus, salad kasih sayangnya begitu indah dipandang segar dan bercahaya. Ayamnya empuk bangeet, sayuran segar, potongan almond dan apel hijau dan saus dressingnya yang nikmat di lidah makin mengukuhkan kebersamaan ini, namanya Ranch Chicken Salad.

Photo : Ikan koi menemani kebersamaan kami / dokpri.

Kombinasi sempurna antara sajian salad dan Marakesh Mint tea siang ini. Menemani waktu bersama istri tercinta di salah satu restoran di jantung Kota Bandung. Perbincangan berlanjut ditemani gerakan gemulai ikan koi di pinggir meja kami, terkadang mendekat atau tiba-tiba menjauh sambil memamerkan warna warni tubuhnya yang mempesona.

Happy wiken kawan, selamat menikmati detik dan menit penuh kasih sayang. Wassalam (AKW).