PAKUANLATTE & Eril.

Secangkir kopi & kehilangan.

GEDUNG PAKUAN, akwnulis.com. Tak banyak kata yang bisa terucap, mulut serasa kelu dan cenderung terdiam. Hanya senyum kecil tertahan dan sebuah kata lirih yang menandakan terima kasih, dengan sajian cafelatte di dapur gedung pakuan ini.

Baristanyapun menjawab sama-sama, dengan tatapan tetap menerawang. Menghadapi sebuah kenyataan yang diluar dugaan. Harus melihat kembalinya Bapak Gubernur Jabar dan Bu Atalia serta ananda Zahra yang disambut oleh keluarga besar dengan uraian air mata serta isak tangis tertahan yang mewakili campur aduknya perasaan.

Tapi hal terpenting dari kehilangan ananda Eril ini adalah nilai ketegaran, keikhlasan, kesabaran dari seorang Ridwan Kamil. Sebagai sosok pimpinan provinsi jabar sekaligus seorang ayah yang harus kehilangan anak sulungnya yang dinyatakan meninggal tenggelam di sungai aare Switzerland. Juga ibu Atalia dan ananda Zahra, betapa kehilangan ini begitu menyentak dan diluar bayangan semuanya. Tetapi kekompakan Pak Gubernur, Ibu dan Keluarga memberikan nilai penting bagi penulis akan artinya kebersamaan, kekompakan serta kekuatan keimanan baik sebagai individu juga sebagai satu keluarga dalam menerima takdir kehidupan.

Penulis yakin, cobaan ini adalah skenario Tuhan, Allah Sang Maha Bisa Maha Penguasa. Insyaalloh dibalik kejadian ini, berkah dan hikmah yang lebih baik untuk pak RK, ibu dan keluarga telah menanti. Begitupun ananda Eril, insyaalloh mendapat surga Allah Yang Maha Pengasih.

Sruputan Pakuanlatte inipun terasa hambar, ikut merasa bersedih sebagai seorang ayah yang sedang kehilangan putranya menguasai seluruh indra di raga ini. Jadi maafkan jikalau tidak ada review sruputan yang ngabibita (bikin pengen) kali ini.

Betapa ujian kehidupan dunia yang luar biasa yang sedang dirasakan pimpinan kita. Doa terbaik untuk ananda Eril juga doa dukungan kesabaran dan ketawakalan untuk pak RK, ibu dan keluarga. Wassalam (AKW).

Alfatihah….

Kopi Korpri.

Ngopay sambil berseragam..

Photo : Sajian kopi Gununghalu berlatar seragam korpri / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Selamat jam seginih saudaraku pembaca blog ini, jangan merasa terganggu dengan kiriman link ini. Dijamin Ori tanpa Hoax… heuheuheu, dan sesuai tuntunan agama, maka ‘Iqra‘ atau bacalah…. Klo moo komen… itu lebih bagus, semoga nambah pahala.. Amiin.

Jangan terjebak dengan judul serta gambar dan langsung berpersepsi berbeda, maksud judul disinipun bukan mengkotak-kotakkan kopi menjadi milik ASN/PNS yang berseragam korpri di tanggal 17 setiap bulan ataupun tanggal lain yang menjadi hari besar nasional. Tapi momen kebetulan dikala memasuki sebuah cafe, berniat meng-kopay, ternyata banyak juga para pegawai berseragam korpri yang datang ke kafe ini karena baru saja bubar dari acara yang dihadiri Gubernur Jabar, Kang Emil.

Ceritanya….Gubernur Jabar dalam pengarahannya kepada pada Pejabat Eselon II dan III atau sekarang lebih panjang sebutannya yaitu Pejabat Jabatan Tinggi Pratama dan Pejabat Admintrator di lingkungan Pemprov Jabar menekankan bahwa :

Pertama, Jabatan itu sementara, jadi harus siap berpindah, bermutasi… eh bukan mutan ya.. tapi berpindah ke jabatan lain dengan berbagai instrumen penilaian yang ada… atau malah lepas jabatan karena sesuatu hal.

Kedua, Penilaian bagi ASN (aparatur sipil negara) ditentukan berdasarkan 3K, yaitu Kualifikasi, Kompetensi, dan Kinerja.

Ketiga, ASN yang diharapkan adalah memegang 3 hal penting yaitu Integritas, Melayani dengan hati dan Profesionalisme.

Photo : ASN lagi antri pesen kopi / dokpri.

Penekanan yang lebih penting adalah bagaimana seluruh ASN di Jawa barat bisa mengawal dan mewujudkan janji kampanye Gubernur-Wagub Jabar periode 2018-2023 dalam bentuk kegiatan kongkrit implementatif (…….tentu tetap harus berpegang pada regulasi)…. Jangan sampai.. awalnya desainnya kuda… eh di akhir jadi Kuya (kura-kura).. jauh bangeet khaan?..😜😜😜

Halah eung jadi serius beginih… tapi itulah beberapa penekanan dari pak bos, Kang Emil… yuk ah ngopay dulu
.. srupuuuut… sruputtttt.. eh srupuuuttt… puttt.

Kok tahu siih tentang arahan gubernur, nguping yach?”

Sebuah pertanyaan yang tidak usah dijawab ah, senyumin ajaaa….

Srupuuut…..

Sajian kopi arabica Gununghalu dengan manual brew v60 rasa lengkap after taste berry-nya… nikmat penuh sensasi, body mediumnya membuat familiar di lidah… nikmaat. Perbandingan 1:15 dan panas 90° celcius (kata sang barista), cukup berhasil mengekstraksi bean gununghalu ini sehingga tersaji rasa khas kopi arabica java preanger…. yummy.

Gitu ceritanya kopi korpri hari ini, oh iya lokasi ngopaynya di dekat tempat acara yaitu di Kabuci 372 Coffee, Jl. Kolonel Masturi, Cimahi Utara Kota Cimahi. Wassalam (AKW).