Kopi Buah Merah Putih

Ngopay sambil sarbu… nikmat.

Photo : Kopi buah merah putih ala chef akw / dokpri.

KUNINGAN, akwnulis.com. Semangaat pagi kawan, jangan terjebak dengan judul yaa…. klo penasaran tinggal baca saja. Judul dan konten tidak jauh kok. Tapi itu tadi, kekuatan judul bisa menarik pembaca untuk membaca tapi juga bisa mengecoh pembaca yang hanya baca judul dan sepintas info singkatnya.

Terus terang saja, ini tulisan adalah artikel ke-sekian yang ditulis dengan semangat ‘one day one article’, meskipun terkadang ada juga bolong-bolongnya karena kesibukan dan sejumput kemalasan. Tapi semangat menulis harus terus dipertahankan.

Tentang isi, lebih banyak curahan hati meskipun tentu menyimpan selarik informasi. Mayoritas bertema kopi dan ditambah cerita lain yang saling melengkapi.

Yuk kita biasakan nulis, nulis apa saja yang dialami sehari-hari.

***

Ini cerita kopi lagi, jangan bosen ya guys…

Setelah istri tercinta yang rutin menyajikan sarapan buah potong aneka rupa, maka ada ide untuk menata ulang buah-buahan potong yang tersaji.

Siapin piring dan perlahan menata ala-ala. Setelah selesai menata bergeser ke urusan kopi, manual brew kopi arabica puntang… jreeeng.

Kopi sudah siap, tanpa gula yaa…. eh tapi bagus juga jika disandingkan dengan potongan buah.

Ta.. daa….

Kopi buah merah putih, secangkir kopi di gelas kaca bersanding dengan buah semangka merah dan buah pear putih menghasilkan gradasi merah putiih…. kayaknya cocok klo tampil di sajian pas agustusan, bulan kemerdekaan RI.

Kopinya tetep masih manual brew Arabica Puntang, kopi kebanggaan jawa barat tea atuh….

Srupuut… suap2 buah potong… nikmatt.

Photo : Menata buah potong / dokpri.

Giliran penataan ala-ala buah potong yang satu lagi agak bikin tertegun. Karena anggur lonjongnya kok keliatan kayak ulat besar warna hitam….. hiiiiy.

Padahal di tengahnya ada buah plum, dikitari potongan buah semangka, lalu buah pir dan akhirnya potongan buah semangka…. nah anggur yang diatasnya jadi bikin aneh…

Tapi sudahlah, yang penting ngopay dan sarbu alias sarapan buah.

Jadi, kembali ke awal. Yuk nulis atau baca artikel secara lengkap yaa. Selamat wiken, Wassalam (AKW).

Kopi Ngasuh

Nyeduh Arabica puntang & Gayo Wine sambil ngasuh… inilah hasilnya.

Photo : Paw Patrol & kopikuu / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Seduhan kopi di malam hari menjadi teman setia untuk mengisi sisa hari sebelum berganti menjadi esok yang penuh harapan.

Seduhan kopi ini juga yang membantu mata dan badan agar tetap segar sambil menemani sang anak kesayangan yang senantiasa begadang karena ingin main bersama ayah sebelum terlelap di peraduan.

Kopi gayo wine dan arabica puntang pemberian Mr MN menjadi andalan malam ini. Tetapi ada yang beda, suhu air yang digunakan diturunkan di 78° celcius. Tujuannya untuk mempertajam acidity yang dimiliki kopi ini, yang sebenernya memang karakter gayo wine ini sudah mengusung acidity yang cukup tinggi.

Di saat corong V60 sudah bertengger di gelas server, terdengar di samping kanan, “Ayah ini kertas penyaringnya” suara anak kesayangan sambil membawa kertas filter V60. “Makasih sayaang”
“Sama-sama”

Lalu anak kesayangan mengambil teko leher angsa dan berlari menuju kompor gas yang sedang bertugas memanaskan air untuk prosesi penyeduhan.

Reflek diriku mengejar dan menahan gerakan si kecil nan lincah ini. Bukan apa-apa, air panas dan anak umur 3 tahun itu sangat beresiko.

Akhirnya yang paling aman sambil digendong dech. Maka prosesi penyeduhan menggunakan pola 1 tangan. Karena tangan kirinya megangin badan anak kesayangan yang nggak mau diem.

Currr……. perlahan tapi pasti gayo wine terekstraksi, berikutnya arabica puntang… 2 sajian kopi berbeda dengan satu tangan… heuheuheu lumayan pegel.

Photo : Secangkir kopi dan pigure minni mouse dkk / dokpri

Akhirnya manual brew ala ala tercipta sambil terus mendengarkan celoteh anak kesayangan, “Hai guys, hari ini aku bantu ayah bikin kopi… harum guys…. eh gitu dulu ya guys.. jangan lupa like dan subscribe yaa” ini terilhami youtube, ampyuun dech.

“Ayah hayu sini minum, kopinya disiniii” rengekan tengah malam yang tidak bisa dinegoisasi. Hanya menurut saja yang bisa dilakukan, sambil menenteng segelas kopi kecil arabica puntang.

Kompromi belum selesai, karena gelas isi kopi inipun harus dikolaborasi dengan mainan kesayangannya, chase – paw patrol.

Ya…. sudah pasrah, yang penting bentar lagi anak kesayangan mau bobo sebelum tengah malam terlewati. Wassalam (AKW).

Kopi Alumni RLA

Menikmati kopi reuni terbatas di harpitnas..

Photo : Sajian V60 Arabica Puntang Wine / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Hari kamis lalu adalah harpitnas alias hari kejepit nasional karena setelah hari rabunya libur karena pencoblosan, ditemani KOPI PEMILU, hari jumatnya libur nasional hari paskah, otomatis tersematlah harpitnas. Jangan lupa karena tanggal 17-nya libur maka pakaian Korpri harus dipakai.

Ternyata nyampe di kantor banyak yang saltum (salah kostum), pada pake batik biasa. Disini mah berlaku hukum alam, klo perbandingannya banyak yang berkorpri maka yang berbatik biasa yang kemaluan… eh yang malu, begitupun sebaliknya. Saling ledek pasti ada.

Kecuali yang saltumnya bos, nggak berani ledek-ledekan, paling secara halus heu heu heu… emang kamu mahluk halus?

Udah ah kok ngebahas saltum sih, sekarang pengen cerita tentang makna persahabatan dan persaudaraan yang diawali dari sebuah proses seleksi diklat yang kekinian dengan metode online dan video converence… tidak lagi menggunakan alat tulis karena semua serba digital. Hingga akhirnya lulus dan bersama-sama mengikuti training yang spesial, Reform Leader Academy.

Hari kamis lalu, agenda meeting ternyata bejibun juga di hari kejepit. Tapi tetap semangat dong. Di sela agenda makan sianglah, kami bisa bersua dengan sang Ketua Alumni RLA, memanfaatkan waktu yang sangat singkat.

Pertama pembicaraan hangat ditemani sajian manual brew Arabica Puntang wine di Gesa cafe, itu tuh yang di basement gedung sate samping pintu masuk museum, lengkap sudah kopi-kopi jawa barat, nggak bakal nyesel dech.

Photo : Nasi Hainan ala resto G&B / dokpri.

Untuk masalah makananan maka bergeserlah ke GreensandBean di jalan Bahureksa. Jalan kaki menuju lokasi agar memenuhi target 6000 langkah minimal sehari, tentu sambil ngobrol dan tengak tengok karena takut ada kendaraan nylonong mencelakai diri dan sang Ketua Alumni.

Photo : Teh biru bunga telang & seragam korpri / dokpri.

Pilihan makanannya adalah Nasi Hainan dan Vietnamese salad. Sementara sajian minumannya di-matchingkan dengan seragam korpri, maka teh biru yang menjadi pilihan, yaitu teh khas di resto ini yang menghasilkan warna biru, berasal dari bunga telang… nama resminya di sini adalah ‘Teh… halah lupa, ntar aku japri dulu.

Yang pasti, waktu maksi terbatas ini bisa dinikmati bersama dalam balutan tali persaudaraan RLA yang tak kan lekang oleh waktu, insyaalloh keberlanjutan kristalisasi program EODB ruang riung dapat segera terwujud di Kampus kita Kiarapayung.. srupuut… aaam.

Salam Reformers, Wassalam (AKW).

Kolam Renang & Arabica Puntang – Hotel Geulis Bandung

Kerja tetap dipacu dan disitu ada sesuatu.

Photo : Lorong Hotel Geulis Dago Bandung / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. siang menjelang sore tidak lepas dari diskusi tentang persepsi dan intrepretasi dari aneka pasal yang menyangkut nasib direksi. Terjadi dilema di area neocortec dan amigdala, terjebak antara ilmu hukum dan tarian angka-angka. Wah musti rehat sejenak ini mah.. gaswaat.

“Maaf pak, saya ke belakang dulu”

“Silahkan pak”

Terbebas dari pembahasan meskipun dalam waktu yang super singkat, tapi inilah jeda yang sebenarnya.

Karena pamitnya ‘ke belakang’, maka segera bergerak ke belakang hotel. Mengikuti petunjuk yang menempel erat di dinding. Lurus terus menyusuri lorong sambil menikmati detail ornamen hotel butik ini, bikin adem.

Setelah mentok, ada petunjuk belok kanan agak keatas. Ada tangga dengan enam undakan, buka pintu dan tadaaa…… suasana membiru memberi ketenangan dan bikin adem kepala setelah berkutat dengan pasal dan cinta.. upss.

Photo : Kolam renang mini Hotel Geulis / dokpri.

Kolam renang mini menyambut, meskipun kecil tapi lumayan masih bisa dipake renang.. yaa maksimal berdua orang dewasa heuheuheu. Ini hanya fasilitas untuk yang menginap, tapi tetap saja ingin berbagi info ini, siapa tahu pas nginep disini, Hotel Geulis….

Ada juga untuk kolam renang anak, kecil banget tapi yang penting bersih dan nuansa segar. Kursi pantai tersedia, bilasan ada, juga prosotan mini buat anak. Disampingnya ada tempat fitnes, jadi bisa renang trus fitnes ataupun sebaliknya.

Photo : Kursi pantai dan prosotan / dokpri.

Sambil perlahan menghela nafas panjang, serasa beban pikiran sedikit berkurang.

“Wadduh rapaat….” ingatan kembali kepada tugas di ruang rapat. Balik kanaaaan…. berjalan setengah berlari. Tapi sebelum sampai ke ruang rapat, belok sejenak menuju wastafel, membasuh muka menenangkan rasa untuk kembali bersua dengan angka.

***

Trek!!

Pintu ruang rapat terbuka, olala suasana rapat berbeda. Di meja masih berserak dokumen yang ada lengkap dengan coretan dan garis merahnya. Tapi yang bikin membelalak adalah sebuah meja baru disampingnya.

Photo : Manual brew V60 Arabica Puntang / dokpri.

“Silahkan pak dicoba, saya pesenin kopi manual brew v60 dengan beannya puntang arabica, khusus buat bapak” Ibu pengundang rapat menawarkan dengan tulus.

“Woww…. makasihhh, sungguh tersanjung”

Srupuut….. nikmatt.

Aroma kuat arabica puntang menyelusup di indra perasa. Memberi bunga bunga semerbak menenangkan otak. Body yang tangguh tebal tapi mantap. Acidity ‘ninggal‘ medium high khas puntang memanjakan rongga lidah dan tetap nyaman di lambung. Taste fruitty nya kerasaa…. emang arabica puntang tiada duanya. Berarti ini arabica puntang metode V60 ala Cafe Geulis.

Yummy….

Pembahasan rapat selanjutnya semakin lancar, pikiran tenang dan tarian angka serta pasal-pasalpun terasa lebih ringan.

Jadi, .. kolam renang & kopi arabica puntang, bikin kerjaan lancar dan pikiran segar.

Wilujeng ngojay dan ngopay bray, Wassalam (AKW).