Salad Curhat

Makan salad sambil curhat, nikmat.

Photo : Thai Beef Salad – Serasa SB / dokpri

BANDUNG, akwnulis.com. Dikala link tulisan blogku ini beredar menjelajahi dimensi pribadi via direct message whatsapps ataupun bisa diakses di halaman FBku. Maka mungkin saja persepsi terbentuk, mengkristal akhirnya menjadi sebuah konklusi bahwa gambaran diri ini seperti ini.

Maafkan jika ada yang tidak berkenan, jikalau sarapan paginya terganggu oleh direct message ataupun broadcast tentang tulisan-tulisan ini.

Yang pasti silahkan berpersepsi, menyusun prasangka dan menggamitkan reka sifat serta arah kehidupan yang sedang dijalani. Mumpung berprasangka itu masih free, belum berbayar.

Seperti postingan tentang makanan yang senantiasa menampilkan salad baik sayuran atau buah, bukan berarti diriku lagi diet mati-matian untuk mencapai berat ideal… tapi memang suka, dan…… bisa mengontrol berat badan yang semakin mendekati titik ‘the quintal’.

Atau minum kopi dan nyeduh kopi dimana-mana dengan syarat tanpa gula. Tidak usah disimpulkan bahwa diriku lagi sakit sehinggga hindari gula… penulis insyaalloh sehat wal afiat (cuman gemukan dikiit)….. atau memang gaya hidup sehat tanpa gula…

Tetapi memang ada hal yang lebih prinsip… yaitu diriku sudah merasa manis, jadi ngapain tambah gula lagi?…..

hehehehehe….. kabuuuur.

***

Cara yang paling simpel, buka link yang penulis kirim. Lihat, baca dan nikmati. Jikalau sempat memberi bintang atau komentar, insyaalloh segera di balas 1×24 jam sesuai dengan slogan yang tertera di pos hansip.

Photo : Caesar Salad / dokpri.

Jikalau tidak sempat membacanya, ya gpp juga. Itu khan pilihan. Maafkan kepada saudara-saudaraku pembaca blog ‘akwnulis’ ini jikalau postingannya membosankan, meng-salad-kan atau meng-kopi-kan, tapi itulah salah satu tema utama yang diusung. Maka sekali lagi… maafkan.. plis.. plis.. plis.

Catatan terpenting, tulisan ini bukan Hoax…. “are you agree?”

……….

Nah sebagai tema lain, ada tema ngojay (renang) dan yang tadi, per-salad-an. Yuk kita makan dulu Caesar Salad dan Thai Beef Saladnya Serasa Salad Bar….

“Lho kok ada 2 menu?….
Emang bisa dihabiskan sendiri?”

Sebuah pertanyaan yang wajar, tapi tenang saja, diriku nggak se-serakah itu. Ada saatnya nraktir teman, berbincang sambil kunyah-kunyah sayuran segar…. nikmaat.

Rasa segar sayuran dipadupadankan dengan irisan buah nanas, lalu toppingnya ada daging ayam asap untuk caesar salad dan daging sapi untuk thai beef salad menghasilkan paduan rasa nikmat meskipun bagi yang belum biasa bisa terjadi kebingungan rasa di mulut. Tapi itu tidak lama, selanjutnya biasa kok.

Terakhir, penulis masih makan karbohidrat seperti nasi dan kawan-kawannya. Tapi memang dalam porsi terbatas dan hanya 1x saja pada salah satu waktu makan. Antara makan siang dan malam, cuman nggak diposting… lha wong photo nasi ya gitu-gitu ajaa.

Itu saja curcol pagi ini, selamat beraktifitas dan menggapai mimpi masing-masing di hari ini dan esok lusa, Wassalam (AKW).

Indeks Reformasi Birokrasi

Sebuah catatan tentang Indeks Reformasi Birokrasi di Jawa Barat.

BANDUNG, Akwnulis.com. Hari ini tidak ada demonstrasi di depan kantor yang senantiasa berhasil memecah konsentrasi. Baca Mau Menulis Indeks RB. Segera sebelum briefing dimulai, ngetik di note smartphone tentang IRB, Indeks Reformasi Birokrasi

Dasar hukumnya :

Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2018 Tentang Grand Desain Reformasi Birokrasi 2010 – 2025.

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi No 20 Tahun 2010 Tentang Roadmap Reformasi Birokrasi 2010-2014.

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi No 27 Tahun 2014 Tentang Pedoman Membangun Agen Perubahan di Instansi Pemerintah.

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi No 11 Tahun 2015 Tentang Roadmap RB 2015-2019.

Trus di level pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah dibuat beberapa regulasi turunannya hingga yang terakhir yaitu :

Keputusan Gubernur Jawa Barat No 060.05/kep.896-Org/2018 Tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Gubernur No 060.05/Kep.949-org/2016 Tentang Tim Reformasi Birokrasi di Lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang ditandatangani pada tanggal 4 september 2018.

Secara umum terkait Reformasi Birokrasi ini terdapat 8 area perubahan yang meliputi :
1. Manajemen perubahan
2. Penataan perUUan
3. Penataan penguatan Organisasi
4. Penguatan Tata laksana
5. Penataan SDM aparatur
6. Penguatan Akuntabilitas Kinerja
7. Penguatan Pengawasan
8. Peningkatan Kualitas Pelayanan publik

Hingga saat ini Reformasi Birokrasi merupakan akhir dari RB jilid 2 dengan 3 sasaran yaitu :
1. Birokrasi yg bersih dan akuntabel
2. Birokrasi yg efektif dan efisien
3. Birokrasi yg memiliki pelayanan publik berkualitas.

***

Terkait pelaksanaan reformasi birokrasi ini menjadi salah satu indikator keberhasilan kinerja pemerintah yang dikenal dengan IRB yaitu Indeks Reformasi Birokrasi yang sekaligus juga menjadi IKU (Indikator Kinerja Utama) dari beberapa SKPD di lingkup Pemerintah Provinsi Jawa Barat terutama di Sekretariat Daerah yang memiliki tupoksi sebagai Auxualiry staf dimana IRB ini bersumber dari 5 penilaian komponen hasil :
1. Nilai Akuntabilitas Kinerja (NAK).
2. Nilai Kapasitas Organisasi.
3. Nilai Integritas Organisasi (Nilai Persepsi Korupsi).
4. Nilai Opini BPK.
5. Nilai Persepsi Kualitas Pelayanan Publik.

***

Dari 5 komponen penilaian IRB tersebut tentunya bikin penasaran, monggo ini penjelasan singkatnya ;

Pertama, Nilai Akuntabilitas Kinerja (NAK) adalah sebuah perhitungan yang mengaitkan antara Perencanaan dan pelaksanaan program kegiatan yang dibiayai oleh APBD sejalan atau ngefek kepada Visi & Misi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), atau lebih simple-nya : duit APBD nyambung nggak dengan Pelaksanaan Visi & Misi pembangunan daerah. Provinsi Jawa Barat sudah lebih dari 80% nilai ini sehingga mendapat peringkat BB.

Kedua, Nilai Kapasitas Organisasi. Ini sedang dilakukan bersama pihak Lembaga Administrasi Negara RI melalui bidang KANIGARA yang diawali dengan survey kepada para pejabat struktural, jadi masih berproses. Tunggu yaa hasilnya.

Ketiga, Nilai Integritas Organisasi (Nilai Persepsi Korupsi). Ini adalah penilaian independen dari lembaga eksternal baik KPK ataupun lembaga internasional dengan indikator tertentu. Tetapi sangat erat kaitannya dengan perilaku koruptif tidak hanya di lingkup Provinsi Jawa Barat juga termasuk di 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat.

Keempat, Nilai Opini BPK. Kalo nilai ini Pemprov Jawa Barat berbangga hati karena mampu mempertahankan 6 tahun berturut-turut mendapatkan opini BPK sebagai WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Pettahankannnn..

Kelima, Nilai Persepsi Kualitas Pelayanan Publik. Ini adalah penilaian eksternal yang dilakukan oleh Lembaga Ombudsman. Tentu dengan metode dan indikator tertentu yang langsung survey ke masyarakat. Meskipun hasilnya berpotensi bias karena ketidakfahaman responden antara pelayanan publik yang dilaksanakan pemerintah provinsi dengan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat.

***

Catatan kegiatan Diseminasi Awal Kajian Survey Kapasitas Internal Pemerintah Provinsi Jawa Barat, 11 Oktober 2018 di Bandung. (AKW).