NGOPI DI SITU GEDE – salah kiblat.

Menyusuri danau Situ Gede sambil Ngopi dan shalat sunnah meskipun salah kiblatnya.

Bersiap berkeliling Situ Gede / Dokpri.

TASIKMALAYA, akwnulis.com. Perahu bergerak perlahan membelah ketenangan dari danau di tengah kota tasik yang memiliki luas 47 hektar ini dengan dipiloti eh dinahkodai oleh Kang Deni, pemuda tasik yang baik hati.

Deal awal sebetulnya keliling danau situ gede ini dengan biaya yang relatif terjangkau. 10 ribu rupiah per orang, tapi karena hanya berdua jadi 15 ribu per orang, worth it atuh. Let’s go. Apalagi dari obrolan bersama sang Nakhoda, bisa merapat ke pulau di tengah danau. Bisa berpetualang nich. Ntar ditambah deh ongkosnya.

Ada Mushola dan makam diatasnya kang” Gitu kata Kang Deni Nakhoda. Wah menarik juga, hayu nanti kita turun sejenak. Maka meluncurlah perahu berkelir hijau muda ini membelah ketenangan air danau yang ditemani angin pagi menyegarkan.

Maka perjalanan paparahuan dilanjutkan berkeliling danau yang penuh pemandangan hijau memikat mata menenangkan pikiran. Apalagi terlihat beberapa pemancing yang begitu setia menanti umpan disambar ikan dengan diam mematung dan fokus penuh konsentrasi. Ada juga pemancing yang all out karena kaki hingga paha terendam air danau dengan tangan tetap memegang pancing dan tatapan tajam melihat kukumbul (bhs sunda : penanda tali pancing yang nyambung ke mata kail berisi umpan, biasanya berwarna merah menyala).

Di perjalanan mengelililingi danau, terlihat perahu yang bergerak kencang menyusul pergerakan perahu kami yang memang disetting santai oleh sang nakhoda. Terlihat beberapa emak-emak berada di perahu yang melaju kencang, sedikit tersenyum simpul dan penuh permakluman, pasti The power of emak-emak. Sehingga bagi nakhodanya nggak ada pilihan lain lebih baik memacu kencang daripada kena semprot emak-emak.. Huss kok suudzon sih, mungkin ini mah.

Perahu emak-emak menyusul / Dokpri.

Jadi kami hanya dadah-dadah saja sambil tertawa disaat perahu berisi emak-emak tadi melintas dengan kencang. Sudah jelas tujuannya agak berbeda karena kami akan merapat ke tengah pulau untuk melihat mushola yang disebutkan tadi. Sebagai persiapan maka sesaat perahu merapat ke tepi, langsung wudhu dengan menggunakan air danau, karena di pulau tidak ada air wudhu. Kang Fammy agak kaget karena berwudhu dengan air danau, khawatir dengan standar sanitasi dan takut kulit wajah hasil perawatannya ada alergi hehehehe….. just a joke. Akhirnya hanya diriku yang berwudhu lalu hanjat (eh berpindah ke daratan / ke pulau) lalu menuju mushola, sementara Kang Fammy bergegas meniti jalur jalan berbatu ditemani Kang Deni Nakhoda untuk melihat makam yang ada.

Tuntas shalat dhuha, ada teriakan dari Kang Deni yang sudah kembali dari arah makam, “Pak maaf itu kiblatnya salah, kebalik”

Walah sedikit kaget, tapi tanggung atahiyat akhir, salam dulu aja. Setelah itu kembali memutar sajadah sesuai arahan kang deni dan kembali 2 rakaat dilanjutkan. Maklum baru sekarang sholat disini, lagian tadi langsung sholat aja sesuai posisi sajadah yang ada.

Allahu Akbar…..”

Tuntas dari pulau tersebut lalu menaiki perahu dan saatnya melanjutkan menikmati sajian kopi hitam tanpa gula dan kelapa muda yang sudah dibawa dari tadi. Kohitala panas begitu nikmat dan air kelapa melengkapi dengan kesegarannya, Alhamdulillah.

Itulah cerita singkat tentang menikmati kesegaran danau atau Situ Gede Kota Tasikmalaya dengan berbagai aktifitas dari mulai berlayar, wudhu di danau, shalat sunah salah kiblat hingga sruput kohitala dan air kelapa. Untuk yang penasaran dengan suasana riilnya dalam bentuk video maka bisa dilihat di channel youtube andriekw-ngopi di Situ Gede.

Pokoknya dijamin menyenangkan dan memberi rasa bahagia. Selamat sruput kopi dan berwisata kawan, Wassalam (AKW).

Menghijau di California

Nama itu bermakna, sesuatu itu bermaksud tertentu, lalu?

BANDUNG, akwnulis.com. Sebuah nama tempat tentu memiliki arti dan tujuan tersendiri, begitupun penamaan manusia yang sering diistilahkan dalam bahasa sunda, sebuah nama adalah hasil dari proses penggodokan dan diskusi yang alot disebut dengan istilah ‘ngabubur bodas ngabubur beureum‘ …. atau pengertian bebasnya adalah sudah dipikirkan matang-matang dan penuh perhitungan serta pertimbangan, seperti dibuat dengan memasak bubur beras putih dan bubur ketan hitam.

Coba iseng perhatikan nama masing-masing, resapi makna dan ketahuilah artinya. Ada yang berdasarkan nama bulan kelahiran seperti : Agus, karena lahir bulan agustus, septi, okti, novi hingga desi. Bisa juga kombinasi nama hari dan tanggal seperti ‘saptuji‘ artinya lahir hari sabtu tanggal hiji(satu-bhs sunda). Ada juga yang diberi nama sesuai situasi, contoh ‘Aldino‘ sebuah nama agak internasional ternyata sebuah singkatan dari ‘Alhamdulillah dia nongol’, karena memang pas proses kelahirannya agak sulit… nah gitu lho, banyak sekali arti nama lainnya yang berdasarkan berbagai pertimbangan pada saat dilahirkan.

Trus yang dirasakan oleh penulis, nama itu adalah doa dan juga arah karier ke depan, terlepas itu kebetulan atau cocokologi tetapi menjadi sebuah momen kebetulan yang harus disyukuri.

Namaku ANDRIE dan dengan kenyataan saat ini pas sekali, yaitu diawali dengan sekolah kedinasan, trus lulus mengabdi di kabupaten selama nyaris sembilan tahun lalu pindah ke pemerintah provinsi dan menjadi pegawai negeri atau ASN di daerah provinsi yang merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sehingga Andrie itu singkatan dari Anak Negara Daerah Republik Indonesiaaaa…….

Bener khaan?……”

Udah ah urusan nama pribadi, sekarang moo nulis tentang sebuah nama di benua amerika sana yaitu daerah California.

Lha ngapain ngebahas California?”

California itu nama…. nama tempat”

Photo : Hidroponik at California / dokpri.

Jadi….. California itu adalah negara bagian terbesar di Amerika Serikat dan di negara bagian inilah terletak kota-kota menarik seperti Los Angeles, San Diego dan San fransisco. Negara bagian ini memiliki luas wilayah 423.970 km persegi dengan jumlah penduduk 39,4 juta jiwa (2017, source : biro sensus AS)…. wadduuh ternyata lebih banyak penduduk provinsi jawa barat yaaa?… provinsi jawa barat jumlah penduduknya 48 juta jiwa dengan luas wilayahnya 35ribu km persegi.. 8% dari luas California.

Lha ngapain ngitung-ngitung itu?”

“Ya biarin aja, peduli amat sih”

“Ih galakkkk…..”

***

“Gini pren, Ini aku lagi di California, tepatnya di rooftop hotel California Jalan Wastukencana Bandung..” belum tuntas berbicara, langsung diserobot komentar, “Jiaah gubrak, dasar luu… kirain beneran di Amrik, trus ngapain disitu?”

Tanpa banyak membuang waktu, segera dijelaskan tentang sekelumit kondisi California versi hotel ini. Klo fasilitas hotel sih biasa saja, hotel dengan kelengkapan meeting dan menginap serta coffeshop yang belum sempet icip-icip.

Photo : Dibalik tulisan nama hotel / dokpri.

Tadinya moo liat kolam renangnya, eh ternyata nggak tersedia. Jadi coba cari lagi objek lain yang menarik….

tadaaa….

Ternyata rooftopnya seger banget. Serba menghijau, tanamannya banyak sekali dan ada gazebo yang berisi aneka tanaman hidroponik.

Photo : Hamparan Bandung dilihat dari California / dokpri.

Begitupun pemandangan lepas ke hamparan Kota Bandung, termasuk menikmati keanggunan gunung tangkuban perahu.

Yang pasti mah menjadi bahan buat tafakur, dimana semua keindahan ini adalah rejeki dan nikmat serta berkah kasih sayang Allah Swt. Suasana menghijau di atap kota juga kemampuan indra penglihatan dan seluruh fungsi tubuh untuk merespon ini semua, pada hakikatnya harus menjadi bagian tasyakur bin nikmah dalam menjalani kehidupan ini.

Gitu aja?”

“Iyah….”

Hening sesaat, Wassalam (AKW).

***

Source :
1. Wikipedia/wiki/California
2. Biro sensus AS