Ngopi itu PenThinK.

TASIKMALAYA, akwnulis.com. Sebuah tanya menggelitik di rongga dada, “Apakah Ngopi itu penting?

Ayo jawab….. pasti bakalan beda-beda.

Bagi yang tidak suka ngopi atau minum kopi, maka ngopi itu membuang waktu dan juga duit. Mendingan or lebih baik minum minuman lainnya…. bener nggak?

Tetapi bagi penikmat kopi, seakan menjadi wajib menyeruput secangkir, segelas, sebejana, sesloki kopi hitam.. seolah hari terasa sedih jikalau tak bersua dengan sesruput kohitala…

Jadi ngopi itu penting kawan dan lebih penting adalah ngopi ditempat yang memang penting.

Dimana itu?……

Tempatnya masih sekitar mesjid Agung Kota Tasikmalaya, atau lebih spesifik lagi dekat bubur zaenal, bubur legendaris di kota tasik…. “Ketemu nggak?”…. yo wis gogling aja mbak mas.

Kok jadi penting ngopi di tempat itu?

Begini kawan, ngopi disini menjadi penting karena di menunya tersedia pilihan kopi hitam tanpa gula yang diseduh manual dengan V60 dan vietnam drip dan juga ada menu-menu lainnya… menu kopi-kopi kekinian. Kafenya memang tanpa AC, tetapi suasana relatif bersahabat kecuali di siang tengah hari… yaa sedikit berkeringat kawan.

Paling terpenting ngopi disini adalah nama cafenya juga penting, yaitu cafe PenThink…… apakah gabungan dari pen (pulpen) dan Think (berfikir) yang artinya bisa berfikir dan menuangkannya dalam coretan-coretan pulpen atau mungkin juga memang dibaca jadi ‘penthing‘…. entahlah karena sang barista malah ternganga pas ditanya tentang arti nama cafe yang dijaganya.

Photo : Sajian V60 Arabica Kintamani / dokpri.

Pilihan kopi seduh manualnya sangat terbatas, cuma ada arabica bali kintamani, tapi mungkin segmentasi pembelinya yang menu lainnya…. yang pasti minimal mampir kesini bisa jadi penting hehehehehe.

Sajian manual brew V60nya menggunakan gramasi 15gram dan 150 ml air panas dengan suhu 87° celcius dengan harga 18K persajian. Pas di sruput, yaa lumayan…. acidity medium dan body medium, ada juga sedikit yang ninggal kepahitnikmatan dibawah lidah. Hanya saja terasa kurang panas, karena diriku aliran SPDC (sembilan puluh derajat celcius).

Itulah pengalaman ngopi ditempat ‘PenThink‘ di Kota Tasikmalaya. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
PenThinK Coffee
Jl. Galunggung No.85 Kota Tasikmalaya.

Belajar Bahasa asing itu Penting

Penting juga sedikit paham tentang bahasa asing…

Perjalanan menjelajahi detik dan menit adalah sebuah cerita hidup yang terancang rumit tetapi jelas tercatat dalam labirin lauh mahfudz. Begitupun hari ini, seiring perjalanan takdir maka bisa menjejak lagi di tanah luar dan menjadi sebuah perjalanan yang penuh rasa syukur.

Meskipun karena keterbatasan bahasa, semua dijalani dengan ceria. Salah dikit mah boleh atuh, yang penting nggak bikin orang celaka.

Termasuk hari ini. Hari ini dapet 2 kejadian selama beredar tugas di Negara Singapura.

Mau tau?……

***

Pertama adalah riweuh habis batere handphone di negeri orang. Program meeting yang diatur ternyata menyulitkan mencari tempat colokan…. atuh kebayang khan beberapa orang mulai panik. Maklum rata-rata bapak-bapak ISTI (ikatan suami takut istri) yang whatsappsnya musti on terus untuk menghindari kecurigaan… kasiaan deh.

Pas ditempat meeting ternyata nggak ada colokan yang pas karena pake steker internasional yang kakinya 3…. sedih langsung mendera wajah bapak-bapak yang udah nenteng kabel charger sana sini… moo keluar dari ruang meeting.. yaa nggak mungkin.

Akhirnya terhenyak menjatuhkan badan di kursi peserta diskusi sambil menghela nafas panjang. Padahal sebenarnya kita bisa bersyukur dengan HP mati. Jadi istirahat sesaat, terutama jempol nggak bakal cape mijit-mijit permukaan HPnya.

Apalagi yang udah nggak bawa kabel charger atau power bank… meranaaaa….. padahal agenda meeting bejibun ampe tengah malem.

***

Tepat pukul 10 malam. Rapatpun usai…. dua orang bapak berjalan cepat melewati lobby gedung dan keluar ke halaman menuju jajaran toko di seberang jalan….

Menuju toko yang terang benderang, tokonya tidak terlalu ramai dan terlihat tulisan besar ‘Money Changer’.

… Ternyata si Bapak bukan moo nuker duit tapi moo beli ‘Charger‘ buat hapenya. Maklum bahasa inggrisnya terlalu pintar plus tekanan bathin karena HPnya nggak ada listrik jadi moo beli Charger di Money Changer trus cari colokan buat NgeCas….

?????

Padahal kenapa nggak beli powerbank aja?…

Entahlah……

Itu cerita yang pertama.

***

Kedua, adalah disaat akan meeting hari ketiga. Bapak-bapak berjalan menyusuri trotoar karena parkirnya bis tidak bisa depan gedung.

Pada saat sedang berjalan bersama antay-antayan alias berurutan, tiba-tiba tertahan karena bapak-bapak yang melaju paling depan berhenti nggak pake basa basi.

“Ada apa nich?”
“Ada apa?”

Ternyata…. mereka harus berhenti dulu membaca plang peringatan. Khawatir ada informasi penting yang harus dipahami, maklum di negeri orang. Nich photonya…. cekidoot.

Catetan : Danger khan mustinya dihindari yaaa???

Setelah tuntas ngintip ke dalam secara bergiliran, barulah melanjutkan perjalanan dan sampai di tempat meeting tepat pada waktunya.

***

Gitu dech ceritanya, yang pasti satu kesimpulan terpatri. Pemahaman bahasa asing itu penting. Penting pisan. Haturnuhun (AKW).