Pejuang Kopi – Parakan Muncang

‘Biarkan kopi mengeluarkan rasanya sendiri’

Sebungkus Pejuang Kopi / dokpri.

Yuk kita unboxing kopi lagi… segera liat di tempat penyimpanan. Well… congratulation.. masih adaaa… bungkus coklat 200 gram.. tadaa..

Nggak pake lama, cari gunting dan di buka… aroma acidity dan fruity menyeruak segar… langsung colokun kabel grinder ke stopkontak. Beannya masuk ke wadah grinder… trek!!.. nyalakan…..
zrrrrrrrrrrr…..zzrrrrrtr..zrrrrr

Grinder bekerja di ukuran 7-8 supaya hasil grindernya jadi bubuk kasar yang cuuucok buat di manual brew pake V60.

***

Jangan bosen baca tahap persiapannya kawan… memang begitulah yang sebaiknya dilakukan untuk dapetin secangkir kopi asli dengan pola seduh manual. Termometer, corong V60, filter, bejana, gelas ukur, timbangan digital, teko gosseeneck, air panas dan jangan lups kopinya hehehe.

“Are you ready?”

Currr!!!!…. penyeduhan dimulai dengan komposisi 1 : 20 ah…. air panas menari sambil mengucur searah jarum jam mengelilingi bubuk kopi yang ikhlas untuk berekstraksi, menghasilkan rasa original yang diproses oleh seorang pemula tapi bergaya barista profesional heu heu heu.

***

Ini hasilnya segelas pejuang kopi / dokpri.

Hasilnya……. wooow… nendang mas brooow!!!! (Sesuai dengan tagline di bungkusnyaaah : ‘Biarkan kopi mengeluarkan rasanya sendiri’)

Aromanya kuat dan fruittynya tajam, body bold bikin sedikit terdiam karena pahitnya terdiam agak lama di ringga mulut plus aciditynya yang tinggi mendekati rasa winey yang setengah mateng berfermentasi serta taste fruitty yang berlimpah ruah, ada selarik rasa anggur juga jeruk trus… muncul asamnya kedongdong dan tomat.. pokoknya over all… sebuah sajian pahit menyegarkan bikin sore ini penuh keceriaan. Wassalam (AKW).

***
Catatan :
Tulisan di blog ini adalah hasil panca indera pribadi yang masih awam dengan kopi tapi belajar menjadi ‘Penikmat’ cairan hitam penuh misteri.

Kopinya :
Pejuang Kopi Warung Bako
Parakan Muncang
Tagline ‘Biarkan kopi mengeluarkan rasanya sendiri’
WA 0817627262 / 082115545437
IG @waroengbakocofee / @
Waroengbakogarut
________________________

Renungan Suci 2017

Ikut mengisi kemerdekaan dan menghormati para pahlawan bangsa, Dirgahayu Indonesiaku.

Photo gdsate : dokpribadi.

Selarik cahaya di langit menggandeng bintang yang setia menghias malam. Beraneka warna ceria menambah gagah bangunan tua bersejarah yang sekaligus adalah kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu Gedung Sate.

Terlihat kendaraan banyak terparkir serta hilir mudik manusia dengan menggunakan jas dasi lengkap kopeahnya. Ada apa gerangan?….

Yang pasti bukan hajat kawinan atau khitanan, tapi semua pegawai pemprov Jabar yang diberi amanah jabatan sedang hadir bersama dalam rangka resiko jeneng alias resiko jabatan untuk mengikuti rangkaian acara HUT Republik Indonesia ke 72 tingkat Provinsi Jawa Barat, dimana malam ini adalah acara ‘Renungan Suci.’

Bicara resiko jeneng atau resiko jabatan maka kehadiran para pejabat struktural dari seantero jawa barat tentu karena rumus kewajiban dan tertuang dalam surat edaran yang beredar beberapa waktu lalu. Wajib hadir tanpa kecuali, meskipun yang sakit mah pasti mengecualikan diri. Tapi sakit beneran bukan sakit pura-pura karena malas datang malam-malam, itu namanya ‘nyakit.’

Photo sedang isi absensi : Dokpri.

Absensi double di pintu masuk Gedung sate menjadi magnet tersendiri. Semua antri dan membubuhkan tanda tangan sesuai kolom yang tersedia. Di bagian dalam gedung sate tersedia bandrek bajigur dan seupan cau serta kue-kue lainnya. Organ tunggal di sudut kiri semakin meyemarakkan malam sebelum berangkat bersama ke Taman makam pahlawan.

Photo Bis pengantar : Dokumen Pribadi.

Pukul 23.00 semua bergerak menuju TMP Cikutra dimana upacara Renungan Suci akan dilangsungkan. Fasilitas negarapun kembali tersedia, bis – bis berbaris di depan gedung sate sudah siap mengantar para peserta upacara. Bisnya pun keren-keren lho. Tetapi yang menggunakan kendaraan pribadipun tidak dilarang, yang penting semua menuju ke lokasi renungan suci. 

Photo pintu masuk TMP Cikutra

Perjalanan dengan bis VIP milik Pemprov Jabar hanya 10 menit saja. Kami sudah tiba di halaman TMP Cikutra. Terlihat jejeran parkir kendaraan para peserta renungan suci sudah ngentep peda. Di hadapan terlihat tangga batu yang diapit oleh 2 tugu batu besaaar yang menyambut kedatangan para peserta renungan suci malam ini. Terasa suasana takzim dan penuh penghormatan atas jasa para pahlawan kusuma bangsa. Tepat melewati dua tugu besar yang menjadi gerbang masuk TMP, berhentilah sejenak, sikap sempurna dan berikan penghormatan terbaikmu, lalu melangkah mantap menuju tempat upacara.

Photo : Dokumen pribadi.

Jajaran nisan putih berbaris rapi, menjadi tanda bersemayamnya 5.688 raga para pahlawan yang telah berjuang untuk meraih kemerdekaan 72 tahun lalu. Selain pejuang yang raganya bersemayam disini. Banyak juga para pejuang yang dimakamkan diluar taman makam pahlawan. Semoga kehadiran kami para peserta apel kehormatan dan renungan suci ini adalah salah satu bentuk perhormatan dan penghargaan dari kami sebagai generasi penerus untuk mengisi kemerdekaan ini dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Satu hal yang harus diperhatikan sebagai peserta apel kehormatan dan renungan suci ini pada saat penghormatan kepada arwah para pahlawan yang dipimpin komandan upacara, kita harus ikhlas dan jangan berharap dijawab atau ada yang balas hormat.

Karena klo ada yang balas, itu berabe. Hehehe.

Tepat pukul 00.00 Wib Tanggal 17 Agustus 2017 acara Apel Kehormatan dan Renungan Suci digelar. Semua khidmat mengikuti acara ditengah temaram malam dan suhu dingin menggetarkan tulang.

Photo : Dokumen pribadi

Setelah selesai rangkaian acara, semua bergerak meninggalkan TMP Cikutra kembali ke rumah dan keluarga masing-masing. 

Dinginnya malam terus menguntit raga yang bergerak meniti kepastian sang waktu. Rembulan hilang dibalik pekatnya awan dini hari. Tetapi satu hal yang tetap terpatri, aku bangga menjadi bagian NKRI.

170817 

Dirgahayu Republik Indonesia tercintaku. (Akw).