Jempol Ke Bawah

Suatu aksi akan muncul reaksi, apakah ada hubungannya dengan kopi?

Photo : Contohnya gini ‘jempol ke bawah’ / dokpri

CIMAHI, akwnulis.com, Baru saja keluar pintu tol Baros dan bersiap belok kanan menuju jalan arteri, tentu lampu sein kanan dan maju perlahan dengan hati-hati. Setelah dirasa relatif aman, tidak ada kendaraan baik motor ataupun mobil, segera kemudi digerakkan berbelok ke kanan.

Pas belok, dari samping kiri terlihat mobil warna silver mepet dan melaju kencang.

Srett!!! Reflek kaki menginjak rem dan membiarkan mobil silver tadi mendahului dari sebelah kiri.

Tapi yang bikin gundah dan mancing emosi adalah, si pengemudi seperti sengaja menghalangi jalan ini dan… tiba-tiba terlihat kepalanya nongol, dan tangan kanan keluar dengan jempol ke arah bawah…..

Cerita versi satu.

“Shiitt….”

Darah muda berdesir, segera tancap gas dan kejar si kurang ajar ini.

Lepas lampu merah ke arah Jalan Leuwigajah perjalanan semakin menegangkan, dua mobil bergerak zigzag menyiasati kepadatan di jalur jalan yang ramai. Pengemudi mobil silver terlihat tegang dan agak panik melihat mobil yang sekiranya tidak akan mengejar ternyata tetap membuntuti di belakang, dengan lampu jauh menyala. Padahal dia sudah bermanuver dengan menyalip sebuah angkot dan beberapa manuver nyalip yang gagal karena padatnya kendaraan, yang pasti gerakannya membahayakan pengemudi lain.

Belum puas melihat kepanikan itu, pepet teruss….. dengan lampu jauh dan klakson makin buat keder tuh mobil depan.

Disaat melewati bunderan Leuwigajah, mobil silver itu bergerak zigzag lagi… daan hampir nyeruduk motor yang ditumpangi… “owww maygatt!” mobil silver langsung belok kanan menuju arah Baros, diriku terhenti oleh kemacetan sekaligus memastikan tidak ada motor yang diseruduk aksi ugal-ugalan pengemudi edan tadi.

Setelah memastikan tidak ada yang tercederai, segera melanjutkan perjalanan menyeberang jembatan tol menuju arah Margaasih, berbeda dengan tujuan mobil silver ugal-ugalan tadi. Hati masih degdegan cepat dan nafas tersengal, “Sialan tuh orang”

Cerita versi dua.

Pada saat melihat kepala pengemudi nongol di kaca depan dan mengeluarkan tangannya dengan jempol ke bawah. Otomatis menarik perhatian diri, bahwa ada yang terjadi dengan ban mobilnya. Khan jempolnya nunjuk ke bawah.

Segera didekati, siapa tahu butuh pertolongan. Tetapi ternyata selepas lampu merah, mobil silver itu terus bergerak dan sedikit zigzag.
“Jangan-jangan roda penggerak mobilnya bermasalah sehingga tidak stabil gerakan mobilnya”
Kepadatan jalanan hampir menghentikan mobil silver tersebut, segera di dekati dan pijit klakson, Teet!!! …. teeet!!!

Lha ternyata nggak berhenti juga, tapi tetap gagaleongan alias zigzag yang bisa saja membahayakan pengguna jalan lainnya.

Tiba di bunderan, hampir saja menyenggol motor disebelah kanannya. Mobil silver itu mengambil arah belok kanan.

Ya nggak diikutin karena arahnya sudah berbeda. Semoga pengemudinya tidak apa-apa dan tiba di tujuan dengan selamat tidak kurang suatu apapun.

***

Itulah dua cerita yang berawal dari ‘jempol ke bawah’, masing-masing memberi respon berbeda.

“Ayo kalau pembaca yang menjadi bagian dari kejadian ini, kira-kira tindakan mana yang akan dipilih?”

Silahkan jawab sendiri. Tapi yang pasti semua respon diri terhadap suatu kejadian akan memberi hikmah dan pelajaran dalam jalinan kehidupan.

Photo : Sajian kopi aceh di divisi sebelah / dokpri

Nah sambil merenungi, tindakan apa yang mungkin dilakukan jika dalam kondisi ‘jempol ke bawah’, alangkah lebih indah, dengan nyruput kopi dari wadah, meskipun bukan di tempat mewah, yang pasti bikin perasaan jadi ceraaah… (maksa supaya akhirannya -ah.)

Hatur nuhun, Wassalam (AKW).

Kopi di awal Januari

Ngopi awal tahun 2019, kemoon.

Photo : Segelas Picollo yang nikmat / dokpri.

LEUGAJ, akwnulis.com, Seiring waktu menapaki janji, seuntai makna kehidupan kembali dirangkai kembali.

Setelah setahun lalu penuh cerita dan beraneka suka duka, maka sekarang menyongsong awal tahun 2019 dengan optimisme.

Terkait urusan kopi, sudah diawali dengan manual brew rumahan Kopi Gayo Wine Aman Kuba, dan ngopi lainnya yang memang tidak selalu didokumentasikan.

Photo : Segelas Kopi hasil manual brew V60 / dokpri

Soalnya jadi sibuk ambil photo, kopi seduhannya keburu dingin… hehehehe, atau udah diseruput abis, eeh.. lupa belum diphoto saking nikmatnya.. Alhamdulillah deh.

Sekarang kebetulan ngopinya di cafe, ngedadak ada yang ngajak, siapa takut. Maka sajian kopi manual brew V60 dari biji kopi arabica.. aduh lupa namanya, itu juga saking nikmatnya (ntar diinget-inget dulu) ditambah dengan Picollo.

Itu dulu yach… (AKW).

Gayo Wine Stasiun Kopi

Cerita perkembangan blogku sambil menikmati sajian V60 Gayo Wine di dekat Situ Buleud.

Photo : Sajian V60 Gayo wine di Stasiun Kopi / Dokpri.

Perjalanan hidup adalah misteri, meskipun sering kita ingin semua yang akan terjadi adalah sesuai alur fikir diri. Padahal disitulah indahnya kehidupan, ketidaktahuan adalah berkah kehidupan.

Begitupun diriku bersama blog akwnulis.com ini yang sudah melewati tahun pertama. Yup, dahulu masih platform gratisan yaitu akwnulis.wordpress.com. Cukup menikmati dengan berbagai kemudahannya, terutama dari sisi ke praktisan bisa nulis di Smartphone, masukin image, tuntaskan editing dan posting saat itu juga tanpa perlu membuka laptop atau PC.

Kekurangannya cuma satu, ada iklan dari wordpressnya yang tentu tidak bisa diriku kontrol, dan yang keren adalah iklan yang tampil di blog wordpress ini akan sesuai dengan tema iklan yang pernah di klik oleh seseorang yang sering berselancar di dunia maya.

“Wah asyik, blognya banyak iklannya, traktir donk”

“Kamu teh punya villa ya?, kok iklannya vila mulu”

Berbagai pendapat yang memberi semangat untuk membuat blog tersebut menjadi lebih baik dan bebas iklan.

Itu bukan iklan aku hiks hiks hiks.

***

Alhamdulillah seiring waktu, blog inipun sudah menanggalkan embel-embel gratisannya. Namanya menjadi akwnulis.com, dan yang paling signifikan adalah halaman blog ini adalah bersih dari iklan. Sehingga lebih nyaman dalam membukanya.

Eh kok jadi bahas blogku seeeh, kita khan mau ngopi dan nongki-nongki…

“Siaap?…”
Meluncurrrrr

Photo : Salah satu sudut cafe yang bebas asap rokok / dokpri.

Memasuki halaman kafe terasa nuansa cozy yang dibangun. Jajaran kursi outdoor juga yang berada di dalam ruangan. Sebelah kanan langsung terlihat kesibukan beberapa pegawai dan tentunya kasir yang melayani pembayaran.

Yeaah, Akw sudah tiba disini, Stasiun Kopi Purwakarta.

Pilihan tempat di siang hari ini masih sangat mudah, apakah mau smoking room ataupun ruangan yang bebas asap rokok. Pastinya “No Smoking room” jadi pilihan, rekanku yang perokok ngikut aja. Giliran dia mau merokok, yaa tinggal keluar aja, gampang khan.

Photo : Lesehan outdoor Stasiun Kopi / dokpri.

Akw memilih tempat duduknya yang strategis, disamping jendela yang langsung bisa melihat ke arah luar. Jadi kalau janjian dengan seseorang, bisa langsung lihat siapa yang datang, apalagi kalau blind date, siapa tahu yang datang nggak cocok dengan profilenya, khan bisa siap-siap.

****

Sajian pertama adalah kopi Arabica Gayo wine yang menggunakan teknik manual brew V60 dan sajian kedua adalah ‘fied enoki mashroom’, itu tuh jamur enoki digoreng crispi disajikan dengan saos siap cocol. Panduan yang tepat untuk cemilan menjelang makan siang.

Banyak lagi menu lainnya, termasuk kata pelayannya adalah ‘steak maranggi’, tetapi berhubung perut masih agak terisi, ya ditangguhkan dulu pesan makanan beratnya hehehehe.

Kopi Gayo winenya sesuai ekpektasi, disajikan dengan botol server hario dan gelas kecil. Dituangkan perlahan di gelas, srupuuut…. nikmaaat.

Sebuah rasa khas gayo wine menggoyangkan lidah, memberi sensasi rasa fruity yang mengena, paduan rasa berry dan anggurnya memberi suasana berbeda. Meskipun memang cukup kuat rasanya bagi pemula, tetapi nikmatnya disana, disaat lidah dan perasa di sekitar mulut disergap aliran acidity yang medium high dengan body medium tetapi menebal rasa pahit dan asamnya di akhir lidah, sebuah sensasi rasa memberi kesegaran penuh makna.

Photo : Fried Enoki Mushroom siap dinikmati / dokpri.

Nggak lupa juga ngemil jamur enoki goreng crispi sambil berbincang bersama kawan, colek saus sambalnya baru masuk ke mulut, renyah garing dan nikmat, Alhamdulillahirobbil alamin.

Bagi yang penasaran dan kebetulan beredar di Kabupaten Purwakarta, posisinya di pusat kota di dekat Situ Buleud. Tinggal ketik di googlemap ajaStasiun Kopi Purwakarta’, pasti jumpa.

Oh ya, klo bawa mobil parkirannya bisa masuk ke halaman 2-3 mobil ataupun dipinggir jalan saja. Itu jikalau siang hari dan bukan .alam minggu, karena dimalam minggu jalan ini ditutup, menjadi arena rendervouz dan kuliner jalanan yang penuh sesak dengan manusia lalu lalang.

Trus giliran bayar, semua free. Alhamdulillah, Pak Bos Purwakarta datang menemui, menemani minum lopi dan nongki-nongki hingga akhirnya ngebayarin semua yang tersaji, “Hatur nuhun pisan Pak Bos RH”

***

Oke gitu dulu ya para pembaca setia blogku. Selamat menikmati blog ini tanpa iklan dan jangan lupa ngopi,

“Kenapa harus ngopi?”

“Karena pahitnya kopi dapat mengurangi atau menghilangkan pahit getirnya kehidupan”

Sampai jumpa di tulisan berikutnya, Wassalam (AKW).

Sibuk vs Ngopay

Biar sibuk yang penting ngopay… nggak percaya?… ya baca lanjutannya.

Betapa waktu yang 24 jam serasa menyempit karena berbagai aktifitas bejibun dan beraneka macam pisan. Daan….. waktu menulispun terpaksa tersendat dulu karena dapet tugas khusus buat sedikit rehat dari aktifitas dan diberi aktifitas lain… ntar ceritanya yaa..

Sekarang mah moo ngobrolin kopaaay… eh kopiii.

Jadi meskipun tulisan tentang ‘unboxing coffee’ agar tersendat bukan berarti ngopinya brenti bro.. tapi postingannya aja yang tertunda 🙂

Nggak percaya?…..

Nich buktinya, kopi gayo di manual brew V60 tersaji dibuat Barista Cimahi. Rasa body yang strong, aroma sedang plus acidity sedang mendaki bikin nempel rasa agak tebal di rongga mulut kehidupan.

Trus nggak lupa juga coldbrewnya ‘WestJava’ dari 238 coffee & roastery… dingin dari kulkas… diminum..

Glek
Glek
Glek….

Nikmat pisan lur.

Lha itu mah kopi dibikinin orang… yang nyeduh sendirinya mana?

Bentaaar…..

Hihihi.. ternyata yang bikin sendiri terbatas bingit dokumentasinya.

Ya udah ini aja dulu…. hasil manual brew V60 Kopi Lestari Java Preanger… nggak tanggung langsung di brew untuk 4 porsi jadi 50 gram langsung sikat 400 ml air panas 90 derajat celcius… jossss…

Hasilnya tersaji kopi nikmat yang mewarnai hari itu… maaf bukan hari inih.

Wilujeng ngopi lur. Wassalam (AKW).

….