Perahu Layar.

Jadwal Ngasuh di hari Libur…

Photo : Perahu layar spidol / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Perlahan tapi pasti sang pagi sudah mulai bergegas menuju panasnya siang, sementara aku masih mengasuh anak semata wayang yang sedang senang-senangnya bermain dan membuat berantakan segala macam. Apalagi Ibundanya sedang berdinas, maka praktis waktu mengasuh adalah sebuah keharusan.

Usia 4 tahun lebih adalah usia anak yang sangat tidak mau diam, selalu penasaran, ingin mencoba apapun tanpa takut dengan dampaknya… lha iya maklum anak-anak. Maka orang dewasanyalah yang lebih waspada, melihat gerak geriknya.. atau sekalian melebur bermain bersama, tertawa dan membuat anak nyaman bermain tanpa merasa sedang diawasi.

Lagian kita sebagai orangtua pasti lebih jago donk untuk berperan sebagai anak kecil, karena kita semua orang dewasa pernah menjadi anak kecil, “Coba acungkan tangan yang lahir langsung tiba-tiba jadi dewasa?…..”

Photo : Perahu layar berpenumpang / dokpri.

Pasti nggak ada, nah sementara sepintar-pintarnya anak, mereka belum punya pengalaman menjadi orang dewasa, maka kita harus memakluminya.

Meskipun, terkadang emosi kita berbuncah, suara meninggindan teriakan yang berkibar manakala melihat anak kesayangan nakalnya bukan main, dari mulai tak mau diam, naik turun meja makan, numpahin air di meja, naik ke kulkas sendiri, ngawur-ngawur terigu, dan beragam aktifitas yang menggetarkan hati…. maksudnya menyedihkan hati maka semuanya adalah berpusat pada pengendalian emosi.

Contoh kesabaran orang tuaku dalam menghadapi kenakalan diriku, bisa di baca di Ngendok-Ramadhan. Betapa menjadi orangtua yang baik itu butuh perjuangan & kesabaran.

Photo : Spidol faber castle / dokpri.

Hari ini.. eh hari minggu kemarin, adalah bermain bersama anak dengan memanfaatkan spidol susun dari fable castle, awalnya hanya menggambar-gambar tetapi setelah bosan, tertarik dengan gambar di kotak tempatnya ternyata bisa dibentuk menjadi bentuk lain dengan disertakan 9 buah konektor plastik yang bisa merangkai spidol spidol ini menjadi bentuk yang menarik.

Tadaaa….. salah satunya adalah membuat perahu layar… setelah mengutak-atik dan mencoba-coba, akhirnya berhasil juga (bapaknya) bikin perahu layar dari spidol. Anak senang dan bapak senang, menjalani hari libur dengan bermain bersama sambil menunggu ibunda nanti pulang kerja. Wassalam (AKW).

Kopi Kelinci

Nikmati kopi sambil ngasuh, inilah hasilnya.

Photo : Kopi kelinci putih / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Photo dan tulisan singkatan ini hanya sebuah refleksi di hari tadi. Manakala waktu libur tiba dan saatnya bersua manja bersama anak tercinta.

Sang anak semata wayang asyik dengan kelincinya yang berlari kesana kemari, bikin gemes dan jerit-jerit. Si Ayahnya juga sibuk bikin kopi Arabica Sunda Hejo pake saringan V60, sambil nenemin anak bermain, tetap waspada kok, tidak ashik… eh asyik sendiri.

Photo : Kopi kelinci coklat / dokpri.

Hasilnya terjadi kolaborasi tak biasa, dimana seteko kaca kopi panas siap saji bersanding dengan kelinci-kelinci lucu yang ternyata mau berpose sesaat, sambil (mungkin) meresapi rasa kopi yang segar hasil ekstraksi.

Wilujeng Ngopay bray (AKW).

Kopi Ngasuh

Nyeduh Arabica puntang & Gayo Wine sambil ngasuh… inilah hasilnya.

Photo : Paw Patrol & kopikuu / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Seduhan kopi di malam hari menjadi teman setia untuk mengisi sisa hari sebelum berganti menjadi esok yang penuh harapan.

Seduhan kopi ini juga yang membantu mata dan badan agar tetap segar sambil menemani sang anak kesayangan yang senantiasa begadang karena ingin main bersama ayah sebelum terlelap di peraduan.

Kopi gayo wine dan arabica puntang pemberian Mr MN menjadi andalan malam ini. Tetapi ada yang beda, suhu air yang digunakan diturunkan di 78° celcius. Tujuannya untuk mempertajam acidity yang dimiliki kopi ini, yang sebenernya memang karakter gayo wine ini sudah mengusung acidity yang cukup tinggi.

Di saat corong V60 sudah bertengger di gelas server, terdengar di samping kanan, “Ayah ini kertas penyaringnya” suara anak kesayangan sambil membawa kertas filter V60. “Makasih sayaang”
“Sama-sama”

Lalu anak kesayangan mengambil teko leher angsa dan berlari menuju kompor gas yang sedang bertugas memanaskan air untuk prosesi penyeduhan.

Reflek diriku mengejar dan menahan gerakan si kecil nan lincah ini. Bukan apa-apa, air panas dan anak umur 3 tahun itu sangat beresiko.

Akhirnya yang paling aman sambil digendong dech. Maka prosesi penyeduhan menggunakan pola 1 tangan. Karena tangan kirinya megangin badan anak kesayangan yang nggak mau diem.

Currr……. perlahan tapi pasti gayo wine terekstraksi, berikutnya arabica puntang… 2 sajian kopi berbeda dengan satu tangan… heuheuheu lumayan pegel.

Photo : Secangkir kopi dan pigure minni mouse dkk / dokpri

Akhirnya manual brew ala ala tercipta sambil terus mendengarkan celoteh anak kesayangan, “Hai guys, hari ini aku bantu ayah bikin kopi… harum guys…. eh gitu dulu ya guys.. jangan lupa like dan subscribe yaa” ini terilhami youtube, ampyuun dech.

“Ayah hayu sini minum, kopinya disiniii” rengekan tengah malam yang tidak bisa dinegoisasi. Hanya menurut saja yang bisa dilakukan, sambil menenteng segelas kopi kecil arabica puntang.

Kompromi belum selesai, karena gelas isi kopi inipun harus dikolaborasi dengan mainan kesayangannya, chase – paw patrol.

Ya…. sudah pasrah, yang penting bentar lagi anak kesayangan mau bobo sebelum tengah malam terlewati. Wassalam (AKW).

Transformer Americano

Bergerak bersama menyelamatkan bumi, dilanjutkan ngopi.

Photo : Siap bertarung bersama menyelamatkan bumi / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. lagi jalan menyusuri semak belantara pertokoan, melihat lalu lalang para pelancong dan petualang cuci mata sambil menggamit tangan mungil anak tercinta. Tiba-tiba mata tertumbuk sesosok besar, berdiri tegak dengan penuh kegarangan. Senjata di tangan kanan dan kiri serta penuh amunisi. Sesaat tersentak kaget dan menghentikan langkah.

“Ayaaah…. mau jadi tampomerr!” Tiba-tiba terdengar request dari anak kecil yang tadinya bengong melihat sesosok besar berada dihadapan.

“Tampomer?” Agak loading sedikit, maksudnya Transformer kali ya?. Robot canggih yang bisa salin rupa menjadi mobil-mobil mahal tergabung dalam pertikaian semesta antara Autobot dan Deception.

“Robot besar say?”
“Iyyyaa ayaaah, yang ituu!!” Telunjuknya lurus menuju jajaran robot besar yang berbaris menanti perintah untuk bergerak bersama manusia menyelamatkan bumi dari kehancuran.

***

“30 ribu kakak” itu jawaban dari penjaga robot penyelamat bumi. Transaksi terjadi, sementara calin customer kecil ini terus memilih dari beberapa robot yang tersedia.

“Ayah yang blue”

“Mangga geulis”

Darah pendukung persib ternyata menetes ke anak semata wayang ini, jajaran robot berwarna lain tidak mau dinaiki, pengen yang warna biru. Halik ku Aing heu heu heu.

Jadilah kami berkolaborasi menjadi bagian dari transformer selama hampir 10 menit. Menjelajahi dunia dengan gerakan kaku yang diatur konsol di tangan kanan dan kiri. Sabuk pengaman melindungi kam dan anak kecil yang awalnya tegangpun akhirnya bisa menikmati. Rentetan tembakan serta misil tempur yang meluncur menghancurkan musuh-musuh bebuyutan, memaksa pasukan deception hengkang dari muka bumi kembali ke planetnya di ujung luar sabuk milky way.

Dor dor dor dor… blaaar….. jegerrr!!!

Teretet… ter..ter.. dor dor dorr!!!

Pertarungan sengit yang menyenangkan, anaknya seneng, bapaknya seneng. Untung aja bapaknya masih punya jiwa kekanak-kanakan, jadinya main bareng.

“Seraaang musuhhh”
“Tembak ayaaah”

Istri tercinta memperhatikan keseruan ini sambil duduk di sofa pengunjung, tak lupa mengabadikan pertempuran ini dengan gadget canggihnya.

Akhirnya pertempuranpun usai.

Photo : Secangkir Americano Coffee Justus / dokpri.

Setelah lelah bertempur menyelamatkan bumi, maka kebutuhan jasmani harus segera dipenuhi. Kami bergegas melepas sabuk pengaman dan turun dari robot transformer yang melanjutkan petualangannya menjaga bumi dari musuh dan enemy.. ih sama aja ķamu mah.

Sambil menunggu sajian makanan yang dipesan, maka secangkir americano coffee ala kafe Justus Pascal 23 menjadi booster bagi diri agar segar kembali dan terus bersemangat mengasuh anak istri yang menjadi tanggung jawab abadi, lahir batin. Wassalam (AKW).