Arabica Karo Natural Tosca Cafe

Sajian manual brew V60 sambil menanti datangnya kereta.

Photo : Prosesi sang Barista beraksi / akw.

Menanti sang Argo Parahyangan datang ke haribaan perlu diisi dengan aktifitas yang positip. Positi versi aku.

“Tahu nggak contoh kegiatan positif?”
“Ya tahu donk, kegiatan yang bernilai baik dan bermanfaat”
“Aiiiih pintar kamuuu!!”

Nah di Gambir ini ada tempat langgananku, agar makin segar serta berfikir positip setelah otak dan raga berjibaku dalam suasana kerja di ibukota negara.

***

Pilihannya jatuh sama sahabat setia, cafe Tosca coffee di Gambir. Sambil menanti kereta yang belum tiba, saatnya berbincang santai sambil nyruput kopi pilihan sang Barista, kopinya Karo natural yang tersaji segera.

Dengan corong V60nya, air panas 92° celcius serta pola penyeduhan yang bertingkat agar ekstraksinya maksimal, berharap sesuai cerita akan muncul rasa nangka. Benarkah?…

Segera sang Barista Tosca coffee beraksi. Jangan ditinggalkan dan terima hasil saja, nikmati juga prosesnya. Perhatikan detailnya, disana ada suatu perpaduan nilai seni dan rahasia setiap barista. Bahwa cara yang berbeda menghasilkan rasa yang tak serupa, meskipun dengan biji kopi yang sama. Percaya teu?…

Terserah dech….. egp.

***

“Silahkan Bang, persembahan kami, manual brew Karo natural” sebuah kalimat yang di nanti. Segera disambut dengan sukacita, gelas kecil dan satu lagi, botol gelas saji berisi 228 ml kopi tanpa gula.

Photo : Sajian ciamik kopi arabica Karo natural versi Tosca coffee / akw.

“Kok tahu jumlahnya 228 ml?”

“Gaul donk… hehehehehe. Jadi gini. Sang Barista tadi nyiapin air panasnya 250 ml trus biji kopinya 15 gram. Di giling, diseduh perlahan dan berekstraksi. Nah residu di filternya itu ada sisa air panasnya sekitar 22 ml”

“Ampyuun… ngejelimet amat hidupmu. Nyeduh kopay aja di itung… cape dech”

“Lhaaa kok Situ yang pusing?, jangan nanya klo gitu mah.”

Perdebatan yang nggak penting, tapi itulah seni hidup. Terkadang yang nggak penting kata orang lain, mungkin penting untuk diriku, atau sebaliknya. So simple.

Yuk ah… sruput duluuu….

***

Aroma harum menyentuh hidung, rasa tipis di awal membawa acidity medium dan body medium arabica menyentuh lidah dan mulut. Lalu rasa tipis berubah menebal di akhir lidah, taste nangka yang dijanjikan hadir selarik rasa, sepintas ingatan.

“Bisaan euy”

Senyum sang Barista terlihat senang, begitupun diriku. Belajar menikmati proses hingga akhirnya menyecap hasil racikan kopi, yaitu jenis arabica Karo Natural.

“Kereta Argo Parahyangan dari Bandung telah tiba di jalur dua,…… dst”

Sebuah pengumuman khas yang memisahkan kebersamaan ini. See you next time, Barista Tosca dan kopinya. Wassalam (AKW).

Koffie Tandjoeng Natural Winey

Unboxing dan manual brew olangan biji kopi dari Gunung Manglayang Timur yang di proses spesial.

Alhamdulillah setelah tersimpan 1 minggu, akhirnya saatnya tiba. Membuka bungkusnya, rasakan aroma beannya dan bersiappp untuk di eksekusi eh diextraksi via V60…. kemoon.

***

Saat gunting mulai memotong bungkus atasnya, langsung aromanya menyengat bikin hidung mengembang… wangii.

Pas terbuka dan aroma beannya bebas bersua dengan indera penciuman, nikmat yang misterius kembali mendera. Wangi alami kumpulan biji kopi yang tersaji dari proses panjang penuh tantangan.

Segera Willman Grinder beraksi di putaran 2-3-2 menghasilkan harum yang makin membahana di rumah mungil ini… yummy.

V60 berkertas filter sudah siap dengan pembasahan awal, dengan rumus 1 : 10 dan 28 gram siap beraksiiiii…..

Jeng jreng…..

Cairan ajaib sudah jadi… segera masuk gelas mini bening dan sruputttt…. nikmaaat.

Hasilnya tidak keruh, bening coklat gelap. Aromanya wueddan… menggoda. Aciditynya medium high dan fruittynya nendang bangeet… efek semi wine nya kerasa lho. Lidah berdansa dan menahan rasa karena winenya begitu lembut menyengat tapi kena.

Memang kopi itu misteri. Proses extraksi munculkan aneka sensasi. Karena faktos penyebabnya banyak bingit pren. Coba cari-cari referensi tentang ini dan ternyata bean dari manapun dan apapun jenisnya itu….

….. membawa 4 komponen utama yang akan bereaksi disaat proses extraksi. 4 sekawan itu adalah Insoluble oils (minyak tak larut), soluble gases (gas larut), insoluble solids (padatan tidak larut) dan suloble solids (padatan larut)… ntar yaa penjelasan detailnya yaa… (moo dipelajari dulu).

Yang pasti kopi tandjoeng dengan proses Natural Wine ini bikin sensasi berbeda dan pengalaman tak terlupakan. Ada taste anggurnya, stsrawberry dan jeruk serta rasa manis karamel ada sedikit, meskipun dominannya adalah haseum seungit nu sesah leungit.

Oh iya di bungkusnya ditulis natural winey….. maksudnya wine yaa.. nggak percaya?.. monggo coba.. ajib deh.

Akhirnya……

Hatur nuhun teh Lilis, produk kopinya kereen. Juga om Budi selaku pembina setia Kopi di Pemkab Sumedang. Wassalam (AKW).

***
Catatan :
Merk dagang : Koffie TandjoengBean : Arabica Gunung Manglayang Timur
Proses bean : Natural Winey
Roasted medium
PIRT 5103211010739-22

Moo order and more info :
Teh Lilis Ciyarsih 081324293679