Aneka Gaya pasca Meeting di Ibukota

Aneka gaya pasca meeting di Jakarta…..

Photo : Loncat basa basi / Pic by Mr Fd.

JAKARTA, akwnulis.com. Panas udara ibukota tidak menyurutkan langkah untuk terus bergerak menyusuri kenyataan… trotoar maksudnya, tetapi malah memberi nuansa berbeda dibandingkan melewati jalan Jenderal Sudirman Jakarta ini pake kendaraan… asli beda banget.

Tadi sih adem di ruang rapat, tapi pas keluar….. wuuuz… panas hawa menerpa meskipun ditemani angin yang setia.

Berjalanlah di trotoar segede gaban lebarnya… serasa dimana gituuu.

Pokoknya terasa beda, tanpa sadar kelakuan kekanak-kanakan muncul dan langsung ambil posisi…. eh belum, minta rekan untuk mengabadikan… gaya andalan.. loncaat tapi jaim… pengennya levitasi tapi jadinya loncat basa-basi heuheuheu.

Berjalanlah beriringan sambil tak lupa melihat suasana gedung-gedung pencakar langit pencabik harapan…. terus berjalan riang sekitar 1 km menuju stasiun MRT terdekat.

“Lha moo naik MRT lagi?”

Pertanyaan bingung dari seorang kawan yang sudah ikut beberapa kali naik MRT di agenda rapat sebelumnya.

“Ih kamu mah, aku khan belum pernah naik MRT…. sama kamu!”

“Ih jijaay…..不不不”

Keringat mulai muncul di ujung pori-pori, tapi kebersamaan menjadi penyejuk dilengkapi kelakar ringan tanpa beban, seolah tugas yang ada begitu ringan, padahal………

Padahal …. cukup menyita waktu, tenaga, uang dan pikiran.

***

Photo : Tiduran di MRT aah / dokpri.

Proses masuk MRT nggak kaku lagi karena beberapa orang sudah terbiasa, tetapi bagi yang belum pernah, kesempatan pertama itu adalah sebuah pengalaman berharga. Jadi wajar jikalau kembali muncul perilaku kekanak-kanakan, sikap memalukan yang mungkin terekam cctv di di dinding MRT, betapa manusia dewasa itu adalah anak-anak yang terkungkung raga menua.

Tuntas menggunakan MRT berpindah dengan skuter (suku muter) alias jalan kaki dari stasiun MRT menuju apartemen yang disewa oleh kawan-kawan perbankan….. pengen tahu aja.

Photo : Ngetik laporan di tempat yg nyaman / dokpri.

Namanya Apartemen Frazer Setiabudi Jakarta, … wah pengalaman baru nich… cemunguutt.. ngagidig… keringetan.

Masuk ke lokasi apartemen… wuih adem, naik ke lantai 4 apa 14 ya?… lupaa euy, ikutan masuk kamarnya… buseeet luas bangeet, kamarnya ada 3 buah dengan 1 kamar besar lengkap dengan toiletnya. Ada juga toilet diluar, trus ruang tamunya nyaman, televisi terkini yang besar deng sofa empuk, ada ruang makan yang bisa juga dipake buat meeting terbatas. Pantry, kulkas, dispenser…. ah jadi pengen bawa keluarga.

Photo : Kolam renang di lihat dari kamar / dokpri.

daan…… kolam renangnya dong… pikabiteun….

Photo : Kolam renang dewasa / dokpri.

Kolam renangnya outdoor terletak di lantai bawah sejajar dengan restoran dan pintu masuk tadi.

Kolam renang dewasanya nyaman banget, lengkap dengan fasilitas kursi santainya dan juga ada tenda peneduhnya. Kolam anak posisi terpisah dengan kedalaman 50 cm dan di dekatnya ada tempat permainan anak… pokoknya buat bawa keluarga… meskipun harga per kamarnyapun ajiib…. tapi minimal tahu dulu.

***

Photo : Kolam renang anak / dokpri.

Suasana yang nyaman tidak membuat terlena, tetapi digunakan untuk membuat laporan kepada pimpinan tentang meeting tadi, kesimpulan meeting dan sudah tentu langkah tindak lanjut.

Waktu 1 jam begitu berharga, maka gunakan sebaik-baiknya karena semua berbalut tugas negara. Meskipun…. Akhirnya jadwal kereta-lah yang memisahkan kita, harus berpisah dengan kenyamanan apartemen dan segar kolam renangnya, kembali berjibaku dengan lalu lintas ibu kota untuk mengejar jadwal kereta. Wassalam (AKW).

Berangkaaat…..

Nyoba MRT jakarta.

Akhirnya bisa menikmati MRT di negeri sendiri.

Photo : Kartu single trip MRT & kartu duit elektronik / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Sebuah kebanggaan menyeruak dikala meeting tuntas dan waktu luang masih tersedia sebelum tiba saatnya harus kembali ke Bandung menggunakan kereta api dari stasiun gambir jakarta.

“Emangnya moo kemana?.. ngopi yach?”

Ahay, pertanyaan tentang ngopi alias minum kopi menjadi common judge bagi diriku, sebagai penggila kopi, penyuka kopi yeaah… pokoknya minum kopi kapanpun dimanapun. Padahal, itu hanya pencitraan kok. Itu hanya sekelumit rutinitas kehidupanku yang merupakan salah satu syukur nikmat terhadap rejeki yang ada yaitu bisa menikmati kopi tanpa gula, kopi asli seduh manual dan offcourse without sugar, karena sudah manis seeeh….

Gubrak!!!!

Trus yang bikin keren adalah, semakin kita bersyukur dengan salah satu nikmat Illahi ini, semakin sering berkesempatan, berjumpa dengan beraneka jenis kopi atau kedai kopi, restoran yang menyediakan sajian manual brew hingga pas dapet kamar hotel…. eh ada mesin espressonya… ngopi lagi. Alhamdulillah.

Balik lagi ke waktu luang ini, meetingnya di area perkantoran SCBD (Sudirman Central Business Distrik) Jakarta, dan deket banget sama pintu masuk ke MRT Jakarta.

“Ohh… moo nyoba MRT, belum pernah yach?.. kacian”

Ya memang belum pernah, maklum jarang ke kota besar hehehe. Ah nggak usah dimasukin ke hati klo ada pernyataan nyinyir mah, biarkan saja. Memang belum pernah naik MRT di Jakarta, jadi mari kita coba. Cekidot.

Masuk dari stasiun Istora menuju Stasiun Bunderan HI, lalu keluar area stasiun… trus masuk lagi... jadi start resmi dimulai dari Stasiun Bundaran HI….. berangkaaat.

***

MRT Jakarta (Mass Rapid Transit) menjadi kebanggaan diriku sebagai warga NKRI, jadi bagi yang belum pernah mencoba MRT, nggak perlu musti terbang ke singapura. Sekarang tinggal beredar di ibukota, cari akses ke beberapa stasiun MRT….. langsung cobaa.

Oh iya, yang kepo dengan MRT ini, dari mulai sejarahnya, siapa yang jadi penanggungjawabnya, berapa biayanya termasuk bagaimana kelanjutan dari proyek MRT ini, tinggal pantengin aja.. eh emangnya radio.. 不不不, maksudnya klik aja website resminya DISINI.

Photo : Kolase ekspresi girang naik MRT / dokpri.

Nah karena aku juga baru berkesempatan nyoba sekarang, maka pengen berbagi sekaligus pamer, semoga menjadi informasi yang bermanfaat sekaligus ngomporin yang belum pernah nyoba, pasti ketagihan lho… dijamin.

MRT yang sekarang sudah resmi beroperasi terbentang dari Bundaran HI, nggak pas bundaran HI sih. Tetapi sedikit bergeser ke depan Plaza Indonesia ada petunjuk yang sangat jelas tentang pintu masuk MRT. Baik di kiri jalan depan Plaza Indonesia, di ssberang jalan Thamrin ataupun di jalur tengah tempat naik busway, cuman klo lewat jalur busway ini musti lewati dulu orang-orang calon penumpang busway baru di ujung ada jalan turun ke bawah tanah.

“Ticketnya gimana?”

Nggak usah khawatir, pokoknya turun dulu aja ke bawah tanah… cuss, bisa via tangga dengan anak tangga yang lumayan banyak… latihan dengkul, atau bagi calon penumpang prioritas tersedia lift yang diperuntukan untuk lansia, bumil, busui dll.

Nah pas nyampe lantai bawah, banyak penawaran kartu duit elektronik baik dari beberapa bank nasional seperti e-money mandiri, flazz bca, brizzi bri, jak-card ataupun tiket sekali jalan yang dikeluarkan pihak MRT yaitu single trip card yang berlaku selama 7 hari.

Klo yang pertama kali, mendingan pake kartu yang dikeluarkan MRT, lumayan buat kenang-kenangan, untuk selanjutnya bisa pake e-money yang sudah dipunyai.

Pembelian single trip cardnya bisa via petugas, harganya 20ribu untuk kartunya dan 14ribu untuk biaya dari stasiun HI sampai Stasiun Lebak bulus…. murah khaan?... atau juga melalui mesin.

Caranya gampang, baca petunjuknya secara seksama dan sejelas-jelasnya, ikuti instruksi, keluar deh kartu yang diminta… jikalau bingung, bertanyalah pada petugas…. ingat dengan pepatah lawas, ‘Malu bertanya sesat di jalan, besar kemaluan susah berjalan’.

Beres urusan kartu, baru menuju mesin entri. Tempel dan masuklah kita ke area keberangkatan, tengak temgoklah petunjuk yang bertebaran… ikuti instruksi.

MRT yang datang akan membuka pintu otomatis, maka prioritaskan orang yang keluar dan masuklah dengan tertib.

Jikalau dapat tempat duduk, duduklah. Tapi prioritaskan lansia, bumil, busui dan… lihatlah petunjuk diatas kursi prioritas… jelas kok disana.

Lebih aman berdiri sambil berpegang tali, jangan lupa ambil photo selpi dan segera upload karena para netizen menanti….. eaaaaaaa.

Dari Stasiun Bundaran HI kita akan berhenti di stasiun dukuh atas-setiabudi-benhil-istora-senayan-sisingamaraja-blok M-blok A-haji nawi-cipete raya-fatmawati-.. hingga berakhir di stasiun Lebak Bulus.

Klo udah nyampe, jangan lupa photo-photo lagi, trus tap tiket di mesin untuk keluar, dari situ cari mesin lagi atau petugas untuk beli tiket 14ribu atau top up kartu elektronikmu… masuk lagi dech dengan cara yang sama, tap lagi di pintu masuk…. cekidot.

Nah…. saran aku sih, pilih gerbong MRT terakhir… dijamin masih kosong melongpong.

Trus?….

Disinilah sifat asli wong ndesonya muncul. Pertama sih pose jaim (jaga image), lalu mulai sedikit berulah, pegang sana sini, loncat-loncat… ih bikin malu aja.

Malah diriku juga kepeleset saking semangatnya loncat dan diabadikan oleh seorang rekan…. hasilnya jadi bisa berpose tiduran di lantai gerbong MRT…. aduuh malu. Tapi apa mau dikata, sekarang semua orang jadi pewarta dengan modal smartphonenya, jadi harus ikhlas jikalau photo nggak kobe (kontrol beungeut/wajah) kita tiba-tiba nongol di WAgrup tetangga… alamaaak.

Ah udah ah seru-seruannya, akhirnya kembali duduk di kursi yang tersedia karena di stasiun berikutnya mulai masuk penumpang lainnya dan semua kembali jaga sikap seolah-olah tidak ada kehebohan apa-apa.

Trus yang menarik untuk MRT koridor Bundaran HI sampai lebak bulus itu akan kita dapatkan 2 pengalaman sekaligus. Yaitu perjalanan gelap dari bawah tanah, trus di daerah depan Al Azhar sebelum Blok M, gerbong MRTnya muncul ke permukaan dan langsung berada di atas jalan serta hamparan kota jakarta selatan, excited bingit.

Jadi, yang belum mencoba.. disegerakanlah, bukan hanya menikah bagi para jomlo yang sudah berani eh mampu yang disegerakan, tetapi menjajal MRT inipun harus menjadi prioritas…. mungpung masih agak lowong.

Photo : Dulu, naik MRT di Singapura / dokpri.

Besok lusa tentu akan menjadi lebih padat karena merupakan tulang punggung transportasi massal di Jakarta… percayalah.

Oh iya satu lagi, ada satu stasiun yang akses langsung ke mall yaitu stasiun Mall Blok M… keren khan?… jajal MRT trus nge-mall, shopping, masuk lagi MRT… tepat waktu, murah, cepat dan bersih….. ayoo cobaa.

Oke itu dulu aja cerita kelakuan ndesoku, jikalau dulu berteriak girang karena bisa menjajal MRT di negeri singa, sekarang lebih berbangga karena menikmati MRT di negeri sendiri. Wassalam (AKW).