Kopi MERDEKA

17an tetap ngopay.

CIMAHI, akwnulis.com. Setelah bebas meloncat merdeka pasca mengikuti upacara virtual Peringatan HUT Republik Indonesia ke 75 maka kembali ke rutinitas adalah kenyataan. Agak sedih memang, biasanya langsung dilanjutkan dengan lomba-lomba dan berbagai kemeriahan dalam rangka peringatan kemerdekaan. Dari mulai yang paling standar yaitu panjat pinang, balap karung, makan kerupuk dan main bola berdaster, balap bawa kelereng pake sendok dimulut, atau masukin botol ke paku… eh paku ke botol hingga lomba ML (mobile legend) dan PUBG level dunia.

Rencananya memang akan dilaksanakan dengan berbagai modifikasi ala adaptasi kebiasaan baru (AKB), tapi bakal kebayang pelaksanaan balap makan kerupuk akan berlangsung sangat lama waktunya dan perlu tempat luas. Karena yakin para peserta akan sangat kesulitan berlomba memakan kerupuk yang digantung seutas tali rapia dengan menggunakan masker baik masker kain atau medis apalagi plua face shield… mungkin baru bulan depan tuh kelar makan kerupuk setelah panitia kelelahan dan masker plus face shieldnya curi curi dibuka hehehehehe.

Photo : Upacara HUT RI di masa pandemi covid19 / dokpri.

Apalagi balap bawa kelereng pake sendok dimulut, ini juga pasti melanggar protokol kesehatan terutama penggunaan masker, tapi secara esensi, kerumunan manusia dikala lomba-lomba inilah yang beresiko menjadi tempat penyebaran virus covid19.

Maka dengan berat hati, ikhlaskan kebiasaan perayaan hari kemerdekaan yang semarak di tahun-tahun yang lalu untuk tidak dilaksanakan tahun ini, demi sebuah perjuangan bersama memerangi penyebaran pandemi ini. Sudahlah, kembali ke aktifitas bias meskipun ada setangkup duka mendera.

Memangnya suka juara kalau lomba-lomba bos?”

Pertanyaannya simpel tapi jawabannya panjang lho, karena bukan masalah juara dalam berlomba. Tetapi keceriaan dan kebersamaannya itu yang tiada tara, tertawa bersama dalam kondisi lucu-lucuan berdaster atau wajah cemong karena gigit koin di semangka yang sudah bertabur oli ataupun menjadi skuad panjat pinang yang meraih sukses tertinggi… kebahagiaan dalam kebersamaan dan kekompakan dalam keceriaan adalah nilia-nilai kehidupan yang tiada hingga, alhamdulillah.

Photo : Kopi merdeka / dokpri.

Untuk mengobati kegalauan ini, maka tiba di rumah langsung mencari stok biji kopi yang tersedia, oow masih ada Arabica karlina manglayang.

Tanpa basa basi, grinder, siapain kertas filter, basahi dulu dengan air panas, tuangkan bijinya di atas kertas filter di corong V60, seduh perlahan penuh perasaan sambil mengurangi kesedihan karena tiada lomba-lomba di peringatan hari kemerdekaan.

Hmm… aroma kopi menyeruak memberikan kenyamanan, menenangkan perasaan dan tentu memberi jawaban atas dahaga kopi yang selalu hadir dalam sendi kehidupan.

Srupuuut…. MERDEKA, Wassalam (AKW).

LONCAT MERDEKA 75

Merdeka dan loncatlah….

BANDUNG, akwnulis.com. Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 tahun ini, 2020 dilaksanakan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pelaksanaan upacara di setting sedemikian praktis dari sisi tata upacara dengan tetap berpegang kepada tata cara upacara hari besar nasional. Yang paling menonjol adalah kehadiran peserta, hanya sedikit orang yang ada di tempat upacara. Ini semua ihtiar kita semua dalam menjalani protokol kesehatan di masa pandemi virus corona19 yang terus mengobrak abrik sendi-sendi kehidupan masyarakat dunia.

Tetapi tidak usah berkecil hati kawan, pelaksanaan upacara tetap bisa berjalan, tetap khidmat dan menyebarkan aura cinta bangsa dan semangat mengisi kemerdekaan dengan slogan nasional INDONESIA MAJU. Tentu dengan kehadiran disebar ditempat yang berbeda demi prinsip phisical distancing dan jaga jarak… eh eta eta keneh. Nah.. dengan kemajuan teknologilah kita semua bisa tetap ber-Upacara meskipun sebagian besar menatap layar televisi atau layar putih infokus juga layar laptop masing-masing.

Kenapa tidak?.. inilah salah satu adaptasi kebiasaan baru kita. MERDEKAA….

Pelaksanaan upacara yang dijadwalkan selama 2 jam, diawali pukul 08.00 wib hingga pukul 10.00 wib ternyata bisa dilaksanakan lebih cepat, cukup 60 menit saja semua tuntas. Jika tahun lalu lebih lama dan semua terkonsentrasi di lapangan Gasibu Bandung serta lengkap dengan kehadiran peserta yang mencapai ribuan, aneka persembahan tarian tradisional dan paduan suara dengan lagu-lagu tradisional setelah acara upacara utama, tahun ini berbeda. Tapi itulah kehidupan, dinamis dan tetap harus optimis.

Meskipun upacara virtual, kami tetap hadir bersama seluruh pejabat struktural, berpakaian resmi baik jas dasi ataupun berbaju korpri serta tak lupa peci hitam bagi laki-laki…. Hidup NKRI.

Setelah rangkaian upacara tuntas, ada jeda waktu bersama yang harus di manfaatkan sebaik-baiknya.. apa itu?… sesi PHOTO BERSAMa…. berangkaaat, cari spot photo yang keren kawan.

Lantai 5 lah yang menjadi pilihan, alias rooftop… di lantai paling atas semuanya bersiap. Awalnya tentu photo bersama dengan posisi jaim bin formal, tetapi tak butuh berapa lama… segera hadirkan pose merdeka dan diwakili dengan meloncat bersama.

Ciaaat….

Jump….

Jleng…

Huuupp…

Semua bergantian berloncatan memperlihatkan keahlian diri, atau loncat kompak dengan berbagai gaya.. yang penting semua bahagia.

Itulah ekspresi ceria meskipun kondisi pandemi melanda. Situasi ini bukan untuk diratapi, tapi mari beradaptasi dan tetap bekerja serta berbakti.

DIRGAHAYU INDONESIAKU

HIDUP NKRI

INDONESIA MAJU

HUT KE 75

TAHUN 2020.

Selesai sesi photo loncat, maka kembali ke aktifitas kerja. Wassalam (AKW).

Renungan Suci Kemerdekaan 2020

Renungan Suci Virtual 2020 & perjalanan memori.

BANDUNG, akwnulis.com. Gelapnya malam tidak menggoyahkan semangat untuk kembali mengingat jasa para pahlawan yang berjuang dengan gagah berani, penuh pengorbanan baik harta, jiwa dan raga untuk mewujudkan kemerdekaan bangsa indonesia tercinta 75 tahun lalu. Tepatnya tanggal 17 Agustus 1945, kemerdekaan Republik Indonesia di proklamirkan.

Malam menjelang 17 agustus tahun ini berbeda kawan. Tidak lagi menggunakan jas dasi dan kopeah hitam, berkumpul di gedung sate dan dilanjutkan perjalanan bersama menuju Taman Makam Pahlawan untuk mengikuti upacara renungan suci tepat pada pukul 00.00 wib.

Malam ini hanya perwakilan yang bisa hadir melakukan upacara terhidmat dan berbalut keheningan di tengah malam. Memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur di medan laga sekaligus seluruh pahlawan yang berjasa dalam meraih dan mengumandangkan kata ‘MERDEKA‘.

Sekaligus menguatkan diri dan mengingatkan jiwa untuk mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya termasuk berjuang menjalani protokol kesehatan dalam masa pandemi covid19 yang menjadi masalah manusia di muka bumi kali ini.

Untuk mengobati kerinduan berkhidmat bersama dalam upacara renungan suci, maka mencari catatan digital begitu nudah adanya… yaa mudah soteh klo memang pernah menulis, kalau tidak mah yaa… bablas angine hehehehe…. ternyata arsip digital catatan pribadi dari tahun-tahun yang lalu ternyata masih ada dan tersimpan dalam arsip jagad maya.

Meskipun hanya catatan di tiga tahun terakhir, bukan berarti tahun-tahun sebelum itu tidak ikut renungan suci…. ada juga arsip catatan 2012 meskioun maaih di blog gratisan…. Alhamdulillah Tetap setia mengikuti renungan suci tetapi memang minim dokumentasi.

Inilah link catatannya :

1. Tahun 2012 berjudul ULAH SOMPRAL

1. Tahun 2017 berjudul RENUNGAN SUCI 2017

2. Tahun 2018 berjudul TMP CIKUTRA 2018

3. Tahun 2019 berjudul MERDEKA 170819

Selamat merenungi malam yang semakin menggelap, tetapi gelora semangat kemerdekaan terus bergelora dan penuh semangat menyongsong esok yang lebih siap dalam hadapi ujian pandemi covid19 setahap demi setahap. MERDEKAAAAA, Wassalam (AKW).