Manfaat Angkot

Pagi guys. Sekarang mo nulis tentang sarana transportasi masyarakat sehari-hari yaitu Angkot.

Angkot udah pasti pada tau kegunaannya khan?…..

Lha ngapain pagi-pagi ngebahas angkot?

Coba bahas yang lagi update… piala dunia kek, calon presiden atau wapres juga paska pilkada… itu lebih mantaabs.

Ahaay… yang itu sih udah banyak yang bahas mas bro. Nah urusan angkot… jarang bingit yang nulis. Jadi tergeraklah hati ini untuk berkolaborasi dengan jemari, menari di virtual kibod smartphone…. dan… jadilah tulisan kekinian heu heu heu.

Angkot atau angkutan kota itu adalah salah satu transportasi masal yang melayani kebutuhan sehari-rakyat indonesia. Klo di kota namanya angkot tapi klo pas mudik ke kampung trus menetap disono maka ganti nama jadi angdes (Angkutan desa)..

Menurut Anton Ketua WAAT (Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi) Anton (Kompas, 121017) jumlah angkot di Bandung Raya nyampe 15ribu, tapi sekarang menurun 50% karena banyak Ojol dan takol… banyak pisan nya?… itu baru wilayah Bandung Raya. Data detail dari dishub dan BPS belum dapet, tapi ini juga lumayan sebagai gambaran kita semuah…

betuuul?..

Jawaab atuh iih…..

***

Angkot itu sebutan angkutan umum didaerah Jawa barat dan sekitarnya, klo di jakarta namanya Oplet. Trus pergi ke Makasar maka namanya beda lagi jadi Pete-pete, eh ke Medan alih nama lagi jadi Sudako…. kemana lagi ya? Oh ya Di Samarinda disebut Taksi lho.

Yang pengen ditulis disini adalah kegunaan angkot ini ternyata sangat banyak lho guys, diantaranya :

Pertama, sebagai alat transportasi umum yang miliki rute tertentu dan bisa berhenti dimanapun untuk menaik-turunkan atau menurun-naikkan penumpangnya.

Kedua, bisa juga di charter eh disewa ngedadak. Biasanya anak sekolah yang mau wisata tapi objek wisatanya jarak dekat. Harga bisa nego abis, apalagi klo yang punya angkotnya atau sopirnya sodara… kadang cuman hitung setoran harian aja.

Ketiga, merupakan hasil diklat yang seragam dan terorganisir. Karena dimanapun angkot berada dan beraneka sebutannya memiliki kesamaan tindak dan perilaku yang terukur. Ini tentu hasil pelatihan masif dari seluruh pengemudi angkot. Nggak percaya?… coba saja angkot atau angkutan umum diberbagai kota… pasti mirip dech.

Keempat, sebagai sarana melatih kesabaran.

What?… iya ih. Coba aja naik angkot ataupun bawa mobil ngikutin angkot… dijamin akan lebih sabar dan tawakal… atau bisa juga jadi gataal…. gatal mijit klakson.

Kelima, jadi alat sosialisasi bakal calon Kepala Daerah, baik yang balon ataupun babalon (bakal bakal calon) dengan cara di tempel di kaca belakang angkot. Otomatis memaksa siapapun yang dibelakang angkot itu baca.

Keenam, buat ngenalin warna ke anak karena angkot itu miliki warna tertentu untuk setiap rute.

Ketujuh….. ayo yang baca tambahiiin.

Kunker STBM 110418

Cerita singkat tentang pembelajaran STBM ke Jawa Timur

Perjalananan dini hari menuju bandara setelah semalaman melukis langit kamar terasa begitu singkat. Hanya 8 menit, grab Datsun Go+ mengantarkan ke pintu gerbang kemerdekaan.. eh ke halaman keberangkatan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Turun segera dan tidak lupa bayar ongkos grabnya. Nengok kanan kiri dan akhirnya bersua dengan wajah-wajah yang sudah kenal ataupun agak kenal hehehe. Basa basi dan sejumput kata memulai bincang dini hari ini. Tapi tidak lama berbincang itu bertahan karena adzan shubuh berkumandang syahdu. Menyentuh kalbu untuk segera mengadu kepada Allah Yang Maha Tahu.

Ngapain di bandara nyubuh bro?..

Pasti itu pertanyaan yang muncul. Pas bingit jawabannya yaitu tugas negara dinas luar kantor.

Photo : Delegasi Dinkes Kab Bdg berpose.

Yup ada tugas ke Jawa Timur dan lebih efektif waktu jika menggunakan pesawat terbang. Tapi tetep harus liat kemampuan budget kantor juga, jangan sampai melewati pagu atau batasan yang udah ditentukan.

Photo : Sarapan bersama di Jawa Timur / Dokpri.

Pesawat Lion Air JT 915 terbang mulus dan mendarat nyaman di Bandara Juanda Sidoarjo jam 07.20 Wib. Proses pengambilan bagasi rombongan relatif lancar, sarapan bersama di rumah makan hingga akhirnya tiba di tempat tujuan yaitu Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

***

Judul besarnya dateng ke Surabaya adalah keinginan untuk belajar kepada Pemprov Jatim khususnya tentang STBM.. bukan STMJ ya. STBM adalah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.

Kenapa itu menjadi strategis bro?… itu ceritanya panjang. Tapi dari pada nggak mau baca tulisan selanjutnya yaa dipersingkat saja. Intinya urusan sanitasi ini adalah sebuah bentuk kerja bareng lintas sektor lintas OPD untuk mewujudkan pembangunan sanitasi bagi masyarakat melalui wadah Pokja Program PPSP (Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman) dimana di Sekretariat Daerah digawangi oleh Biro SPIBUMD – Biro Yanbangsos – Biro Prodi bersama dengan OPD-OPD diantaranya Bappeda, BPKAD, Dinkes, Disperkim, DisLH, Disdik, DisPMD, Diskominfo serta Satker KemenPUPR & Bappenas.

Bicara STBM yang merupakan domain Dinas Kesehatan adalah salah satu metode program yang efektif untuk membangun kesadaran hidup sehat dan menjaga sanitasi lingkungan secara langsung kepada masyarakat, selanjutnya secara phisik dari Disperkim dan DisLH untuk monitoringnya. Eitt tidak lupa dari sisi arah perencanaan dan tentu komitmen penganggaran maka peranan penting Bappeda dan BPKAD adalah sinergi berkelanjutan untuk mewujudkan universal akses serta amanat SDGs pesan nomor 6, antara lain pada tahun 2030 mencapai akses sanitasi dan kebersihan yang memadai dan layak untuk semua dan mengakhiri BABS…

***

Alasan pembelajaran itulah, sebuah rombongan besar bergerak ke Jawa Timur dari berbagai arah meliputi perwakilan 16 kabupaten/kota di provinsi Jawa Barat, terdiri dari para Kabid Kesling dan Kabid P2PL, Para Kasi dan stafnya serta Kota Banjar hadir langsung Kepala Dinas Kesehatannya serta tentunya sohibul baitnya Dinkes Provinsi Jawa barat didukung perwakilan Diperkim, Biro Yanbangsos dan Biro SPIBUMD dengan total rombongam 72 orang.

Jawa timur menjadi jugjugan karena dari 38 kabupaten/kota di Jatim, 5 kab/kota sudah ODF (Open Defecation Free) atau Bebas BABS (buang air besar sembarangan)… jangan salah arti kawan.. bukan bebas BAB sembarang….. tetapi sudah tidak ada lagi masyarakat di 5 kab/kota tersebut yang BAB sembarangan.

Keren khan?… sementara di Jabar belum ada satupun kab/kota yang ODF… jadi semua semangat yang sama untuk menimba ilmu dan segera mengimplementasikan di kab/kota di Jawa barat. Dengan luasnya wilayah dan tentunya 48,1 juta jiwa penduduk jabar tentu perlu implemetasi strategi komprehensif pasca pembelajaran ini.

Pembelajaran ini tentu komprehensif menyangkut kebijakan, komitmen anggaran, regulasi, SDM serta berbagai kiat-kiat jitu agar kab/kota ODF di Provinsi Jawa Barat segera terwujud.

***

STBM Jawa Barat!!!
Lebih bersih-Lebih sehat

‘Yes Yes Yes!!!

Teriak para peserta kunker penuh semangat.

Wassalam (AKW).