KOPI KANTOR KOPI DINAS

Urusan dinas, rapat offline dan Zoom meeting berjalan, hadirnya kohitala tetap menyertai.

BANDUNG, akwnulis.com. Pekerjaan bejibun dan tugas bertumpuk menjadi tantangan tersendiri minggu-minggu ini. Bagi tugas dan saling mengisi antar divisi menjadi sebuah kolaborasi yang begitu menguras energi. Tetapi itulah dinamika pekerjaan yang harus dihadapi sekaligus disyukuri. Karena diluar sana banyak saudara kita yang bingung mau mengerjakan apa, sementara disini begitu banyak tugas, alhamdulillah, mari berbagi pekerjaan.

Meskipun ada tugas – tugas yang memang tidak bisa diwakilkan, karena memang kita yang musti mewakili pak bos. Itu mah resiko, atur jadwal dan hadiri. Titik.

Nah bagaimana nasibnya ngopi, ditengah kesibukan ini?”

Ya nggak gimana-gimana, ngopi mah harus tetep jalan. Khan tinggal bikin atau dibikinin aja. Yang penting syarat utamanya satu. Metodenya manual brew dan jelas tanpa gula. Selesai.

Oh iya, supaya kualitas kopinya sesuai selera kita. Ya bekel sendiri, baru seduh di dapur kantor dengan peralatan manual brew V60 yang ready setiap waktu. Apalagi Bu Santi, TU kantor juga punya keahlian menyeduh kopi secara manual, cocok dah. Tambah lagi di lantai 2 ada juga sang barista, Ojan namanya. Pasti seneng dia bikinin manual brew setiap diminta, kecuali kalau pas beannya habis heuheuheu… kasiaan deh.

Kopi manual yang pertama, dibuat dengan hati-hato oleh Bu Santi menggunakan filter phisixti (V60) dengan panas 92° celcius dan gramasi 14gram membuat sajian kohitala yang nendang. Karena dimodali  bijinya adalah arabica wine sylvasari gununghalu tea geuning.

Para penikmat kopi terhenyak dengan sentuhan awalnya yang ‘menggigit’ dengan acidity poool… lalu bodynya pun medium high hingga aftertaste tamarind, citrun dan berrynya begitu menyayat hati… eh begitu paten menguasai rongga lidah serta memberi efek ninggal yang lumayan (moo bilang rasanya luar biasa, ntar pada komplen karena cuman cerita dan ngabibita sementara biji kopinya nggak pernah ngirim), harap maklum stok disetting limited supaya bisa memaknai kenikmatan dalam keterbatasan kawan.

Pak Galih, Rivaldi, Ojan dan Bu Santipun ikut menikmati sajian kohitala ini dengan gelas kaca tipis yang rentan pecah jikalau terbentur dengan benda keras, seperti kepercayaan yang terhianati maka hancur berantakan dan sulit dipulihkan. Tapi itulah kenyataan, maka kehati-hatian adalah kunci segalanya. Maksudnya hati-hati nyimpen gelas kacanya guys, bukan nyimpen rahasia.

Jadi sambil diksui… eh diskusi, juga rapat koordinasi via zoom. Bisa sambil ngopay bersama. Atau di kesempatan lain, nyuguhin tamupun bisa sambil ngopay kopi hitam tanpa gula dengan metode V60.

Nah gimana ngopinya kalau pas rapat diluar kantor?”

Ini mah rumusnya ‘mimilikan‘ atau sesuai rejekinya. Jadi kalau pas kebetulan rapatnya diluar kantor, semoga ada sajian kohitala meskipun berbasis mesin kopi.

Kalau yang pengen liat versi videonya, monggo klik aja link youtubenya : KOPI KANTOR | menyeruput kopinya di kantor ya guys.

Ternyata memang milik rejekinya, rapat di Resto Teras Akasya bahas urusan penting, ternyata ada sajian kopi. Cocok pisan gan, pekerjaan kelar dan ngopay pun jalan.

Pertama adalah kopi tubruk dengan biji kopi dari malabar jawa barat, alhamdulillah rasanya cukup lembut karena memang ditubruknya pelan-pelan. Kebayang kalau ditubruknya dengan keras, pasti tikusruk (terjerembab).

Kopi kedua lebih kepada kompromi dari sajian yang ada, karena seduh manual pake filter V60 tidak tersedia, maka berdamai dengan kohitala versi mesin kopi. Hadirlah segelas kecil espresso dan secangkir americano, tanpa gula. Sruput gan.

Itulah cerita kopi sambil berdinas sehari-hari. Jadi ngopi hitam tanpa gula adalah bagian dari keseharian, baik di dalam keseharian ataupun jika kebetulan hunting di luar kota baik itu karena dinas ataupun memang sedang beredar bersama keluarga.

Selamat nyruput si hitam tanpa gula, Happy weekend. Wassalam (AKW).

Kopi Arabica Malabar Honey di Prigen.

Menikmati arabica malabar honey ditemani binatang liar pemberani.

Photo : Di luar cafe, Zebra dan banteng lagi diskusi / dokpri.

PASURUAN, akwnulis.com. Lengkingan zebra berpadu dengan suara jerapah dan banteng memberi nuansa hewani sore ini. Mereka begitu akrab dan dekat seakan tanpa sekat. Padahal hijab itu wajib menjadi pembatas karena kehidupan harus diatur dengan garis yang jelas agar tidak terjadi pelanggaran dan berakhir kepada kerugian.

Senja masih bertahan untuk tidak segera berlabuh dibalik megahnya Gunung Agung dikala pertemuan dengan deretan biji kopi pilihan sedang berlangsung.

Bean yang tersaji memang terbatas, tetapi pilihan bean arabica malabar honey adalah pilihan tepat. Mencoba bean yang sudah biasa dinikmati di bandung atau di rumah dengan kesempatan saat ini dimana beannya jauh mengembara lintas provinsi di ujung timur pulau jawa. “Apakah rasanya akan berbeda?”

Cara terbaik adalah segera pesan, tunggu dan coba. “Simpel kan?

Posisi cafenya di sebelah kiri pintu masuk lobby hotel, agak sedikit tersembunyi sehingga nyaman untuk duduk dan bersantai sambil memandang zebra, burung unta dan jerapah berkeliaran.

Sang barista, Mas Dewa langsung beraksi meracik 20gr bean arabica honey dengan grinder dulu baru dilanjutkan prosesi manual brew V60 menggunakan air panas bertemperatur 85° celcius….. siiips.

Sambil menunggu, menikmati suasana alam di sekitar cafe ini memberi rasa berbeda. Betapa kedekatan dengan alam disetting saling melengkapi dengan lanskap bangunan yang berfungsi sebagai hotel resort dengan berbagai kelengkapannnya.

Akhirnya sebotol server kohitala manual brew V60 Arabica Malabar honey tersaji… tak sabar untuk segera menikmati.

Sruput….. hmmm

Photo : Sajian V60 Arabica Malabar Honey / dokpri.

Rasa khas arabica java preanger hadir di lidah dan rongga mulut, acidity medium high dengan aftertaste jeruk lemon plus sedikit berry. Body medium memanjakan hati eh lidah yang kembali merasakan rasa arabica khas jabar di tanah pasuruan ini. Alhamdulillah.

Semilir angin sore di kaki gunung Agung mengantarkan petualangan menikmati wisata rasa kopi asli tanpa gula untuk kembali bertasyakur dan bersyukur atas semua karunia nikmat dari Allah Subhanahu wataala. Selamat menjalani dan menikmati nikmat kesempatan dan nikmat rasa yang hadir di berbagai suasana. Wassalam (AKW).

***

Lokasi :
Cafe Marula – Baobab Safari Resort
Prigen Pasuruan – Jawa Timur.