KEHANGATAN MINT TEA & KERENYAHAN LUMPIA.

Menikmati kebersamaan…

BANDUNG, akwnulis.com. Semburat senyum berpendar menerangi siang yang riang, untaian kata dan derai tawa menjadi sensasi rasa yang saling melengkapi. Memberikan segudang arti bahwa pertemuan ini ternyata sudah lama di nanti.

Aneka cerita berhamburan diselingi kunyahan geraham yang ternyata begitu rindu untuk menikmati sajian makanan ringan di luar rumah, tentu bersamamu.

Setelah sekian lama di sekat keterbatasan gerak serta bertubi tugas bagai air bah yang tak suka berhenti sesaat. Kali ini momentum itu hadir atas ijin Allah Sang Maha Penguasa.

Saling bertatapan tanpa bicarapun bisa berakhir dengan senyuman dan sejumput tawa. Karena ternyata sang mata bisa berbicara, mengeluarkan harapan dan keinginan yang terpendam begitu lama.

Pipi yang lembut di saput bedak tipis plus seulas lipstik, semakin memancarkan auramu yang begitu mempesona. Sebuah momentum kongkow sore yang sempurna.

“I love u, my Darling”

Meskipun dibatasi waktu, tetapi kebersamaan ini memberikan arti tersendiri. Melengkapi kembali rasa kasih sayang yang harus di pupuk dan di jaga selamanya.

Sebagai teman berbincang dan bercengkerama maka sajian marakesh mint tea dan lumpia tersaji dengan segala kenikmatan rasa.

Menu lainnya sengaja di skip karena telanjur dinikmati tanpa sempat melakukan dokumentasi, khan tidak elok jika ditampilkan piring kosong dan mangkuk kosong serta kotor ditambah isinya sisa – sisa perjuangan.

Yang pasti kesegaran mint tea mewakili kehangatan pertemuan kami dan kerenyahan lumpia adalah keceriaan dalam momentum saling berbagi cerita serta menghayal untuk rajutan kehidupan masa depan. Wassalam (AKW).

Menentukan Pilihan.

Gampang tapi susah atau susah tapi gampang?

Photo : Blue bunaken tea / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Dikala senja berganti malam, maka pekat gelap menyergap keadaan. Semburat keremangan mengisi relung-relung kegundahan yang terus memuncak seiring waktu menapaki pertengahan malam.

Disitulah pilihan-pilihan akan muncul, karena hidup ini sangat jelas, memilih atau memilih.

“Jadi kamu milih yang mana?”

“Ih belum dibahas pilihan apa dan siapa, udah riweuh milih yang mana, mikir atuuh”

“Iya bener, ini ngobrolin apa seeh?”

Sepenggal percakapan yang mengerucut dalam membahas pilihan. Padahal hidup itu sudah jelas pilihannya. Bicara keyakinan tentu agama menjadi pegangan, dalam islam pilihannya juga sederhana.

Mau masuk surga atau masuk neraka?”

Wadduh berattt….. ini mah sudah bicara ranah keyakinan. Tapi dibahas tidak dibahas, ya… itulah pilihan kehidupan.

Sekarang yuk kita bahas pilihan yang praktis aja. “Mau pilih yang merah atau yang biru?”

“Halahh.. apalagi itu?… jangan bermain politik-politik ah, tatuut”

“Lha siapa yang ngebahas politik, ini mah masalah warna dan selanjutnya bisa dinikmati”

Sebelum ada jawaban, segera tangan beraksi menuangkan teko kaca ke gelas mini, currr….

Segera cairan ungu bening menarik perhatian semesta. “Apa itu?”

Tunggu dulu kawan, nich satu lagi” tangan menggenggam satu teko kaca lagi dan segera memenuhi gelas kaca satu lagi.

“Wuihhh yang ini mah merah, kereeen.. apa seeh?”

“Tenang dulu kawan, ini yang namanya pilihan. Keduanya menarik dan bikin penasaran, dari sisi rasa pasti ada perbedaan begitupun khasiatnya”

Photo : Wedang Uwuh / dokpri.

Semesta terdiam sambil menggenggam harapan yang meronta ingin segera menikmati si merah dan si biru.

Inilah artisan tea versi Cafe G&B. Menyajikan 4 varian tetapi dari sisi warna, inilah dua sajian yang tidak terlewat untuk menjadi pilihan. Benefit lain selain sebagai minuman sehat, juga bisa versi nongki cantik bin irit.

Kebayang khan, pesen artisan tea doang, trus dapet extra 3x refill…. bisa santai disini (ari teu isin mah).
Irit tapi kembung karena lambung penuh air teh hehehehe..

Teh yang berwarna biru diberi nama ‘blue bunaken tea’ dan yang menghasilkan cairan merah adalah ‘wedang uwih eh uwuh...’ dengan bahan-bahan tradisional yang menyehatkan.

Photo : Vegan spring roll / dokpri.

Itulah pilihan yang menyenangkan. Tapi supaya tidak terjadi perpecahan dan pertikaian 2 kubu karena hanya ada 2 pilihan maka ditambah pilihan ketiga yaitu vegan spring roll alias lumpia vegan. Isi dari vegan spring roll ini adalah Jamur, tahu, bihun, selada, acar wortel, mentimun dan pilihan saus krim kacang atau lemon… segerr deh rasanya.

Alhamdulillah setelah ada pilihan alternatif ini, terasa lebih adem. Meskipun tetep perut kembung karena musti habis 2 teko teh plus 3x refill dan sepiring lumpia vegan… yummy. Wassalam (AKW).