RUMAH PUTIH YUDA BAKTI

Rumah keluarga yang elegan dengan nuansa putih penuh ketentraman.

Photo : Rumah Putih tampak depan / dokpri

CIMAHI, akwnulis.com. Rumah satu lantai bernuansa putih yang elegan, dengan luas bangunan 152 meter persegi. Terletak di Komplek Perumahan Aneka Bakti, Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan.
Akses dari jalan raya Sadarmanah – Cibeber berjarak 150 meter. Kendaraan umum angkutan kota tinggal berhenti di gerbang komplek dan berjalan kaki sedikit.

Parkir kendaraan 1 buah KR4 dan terlindung dengan atap kanopi baru policarbonat.
Kamar tidur 3 buah + 1 kamar pembantu di lt2 dan kamar mandi 2 buah.

Meja makan dengan 3 kursi,
Kasur spring bed ukuran king size,
Lemari baju 1.

Photo : Ruang tengah yang lapang dan dapur / dokpri.

Didepan pintu masuk terdapat Kolam ikan hias dibawah teras depan dan dapat dilihat langsung karena menggunakan kaca tebal.

Air bersih, bagus, bersumber dari air PDAM dan Sumur Bor dan dilengkapi filter penjernih dengan 2 buah torn.
Listrik 1200 watt menggunakan akan token.

Lampu ruang utama dengan downlite + lampu hias.

Photo : Kamar Depan / dokpri.

Jalan depan rumah lebar 5 meter, leluasa jika perewis/berpapasan.
Keamanan 24 jam dengan portal dan satpam.
Mesjid dekat sekitar 200 meter.

***

Alamat : Jl. Yuda Bakti No.3 Rt01 Rw11 Komplek Aneka Bakti Leuwigajah Cimahi Selatan.

Penawaran Terbatas, yang minat monggo kontak :

Call/WA : +6281214688873.

Gayo Pantan Mussara Japanesse iced.

Berkompromi dengan terik mentari bersama dinginnya sajian kopi.

Photo : Ice coffee latte / dokpri

CIMAHI, akwnulis.com. Siang yang terik makin mengukuhkan rasa dan mengganggu mood untuk keluar rumah. Pengennya santai bersama di rumah bersama anak istri bercanda dalam nuansa relax dan ceria. Tetapi… konsekuensi pekerjaan ibu negara yang tak kenal tanggal merah adalah juga komitmen yang harus dijalani dan… didukung tentunyah.

Lawan kemalasan, ambil konci mobil, nyalain.. Go.

***

Kembali ke suasana terik yang semakin mendera, badan jadi lemas itu biasa, tapi klo ditambah ngantuk bisa berabe karena posisi masih nyetir di jalan tol…. segera melawan dengan cara berdzikir… euh makin ngantuuk. Ganti cara…. bernyanyi lagu bathroom version…. Laaa… la.. laaaa… laaa.

“Akang teh kenapa teriak teriak nggak jelas?”

“Ini lagi nyanyiiii…. supaya nggak ngantuuk!!!”

“Oh lagi nyanyi?… Astagfirullohal adziim” Istri tertawa ditahan.

Alhamdulillah toll gate Barospun terlewati dan sebelum nyampe ke rumah nyempetin mampir di Cafe Kopi baruuu…. di deket rumaah. Namanya Cafe Otutu Cafe & Kitchen terletak di jalan Kerkof No. 72 leuwigajah.

Tempatnya tepat pinggir jalan dan juga bersatu dengan tempat cuci mobil motor… kayaknya ownernya sama dech.

Yang bikin seneng adalah sedia coffee manual brew… mantaaabs. Meskipun masih terbatas varian single origin coffee-nya tetapi terlihat kopi yang disajikan memiliki kualitas mumpuni. Ada arabica Manglayang Karlina, ada robustanya dan beberapa jenis kopi, cuman belum di cupping jadi belum berani menyajikan.

Karena stok manglayang karlina masih ada di rumah, jadi pilih yang lain… pilihannya jatuh pada kopi Arabica Gayo Pantan Mussara dengan metode manual brew V60 Japanesse Iced, tujuannya jelas untuk merebut kembali semangat dan kesegaran yang telah direnggut oleh panas teriknya siang hari ini. Istri tercinta pesan latte buat hindari bete, sehingga kembali ceria tanpa lungse.

***

Sajian pertama yang hadir adalah segelas coffee latte penghilang bete. Hadir ciamik dengan gelas tinggi dan cairan susu warna putih masih mendominasi… khan blum dikocok… eh dikudek. Ditambah secangkir kecil gula aren cair untuk memberi rasa manis.

Setelah diputar sendoknya dan dikudek, warna susu dan kopi bercampur dengan hasil akhirnya berwarna cokelat kopi sushuuu….
Kata istriku, kopinya enaak.

Tiba lah pesananku Arabica Gayo Pantan Mussara Japanesse iced, tersaji dengan botol templer dan gelas kaca sekaligus berfungsi sebagai penutup botol untuk menjaga suhu sajian kopi tetap sesuai harapan.

Tuangkan di gelas kecilnya… srupppuuut… wuiiih suegeeer.

Acidity khasnya yang sedikit menyengat bikin cenghar, tapi tidak terlalu lama nempel di ujung lidah jadi bisa meneguk lagiii….. bodynya agak ringan dan aroma lumayan. Oh iyyaa… after taste berrynya masih bisa dinikmati meskipun hanya sekilas tapi berbekas.

Photo : Gayo pantan mussara japanesse iced.

Srupuut lagiii….. Nikmaat, Alhamdulillah. Kesegaran dan mood kembali bergabung, suasana siang menjelang sore terasa lebih hangat. Ya iya atuh… kesempatan super berharga bisa kongkow ngopi bersama ibu negaraku (baca istriku). Eiit tapi nggak boleh lama-lama, anak cantik nungguin di rumah.

Harga coffee latte 20ribu dan Japanesse iced 25ribu rupiah.

Jadi yang pengen ngopi di sekitar leuwigajah bisa sempetin mampir disini. Nikmati kopi dan sekalian mencuci diri… eh mencuci mobil. Wassalam (AKW).

Liburan & Benkrush

Macet itu bikin lelah otak dan pegal hati, untung ada ‘benkrush’.

Bunderan leuwigajah tinggal selemparan batu untuk tiba dirumah. Setelah dari ba’da shubuh tadi beredar ke ibukota, sebuah perjalanan PP yang lancar. Berangkat jam 06.00 wib dari Cimahi Selatan dan tiba di bilangan Kelapa Gading jam 8 pagi, lanjut ke Pejaten Jaksel hingga tuntas sholat jumat. Balik kanan ke arah Bandung via JORR lancar jaya. Bekasi yang biasanya adalah area kemacetan yang menyesakkan dada dan memegalkan kaki serta melelahkan jiwa (pernah lewat pas sore di hari kerja terjebak hingga 5 jam.. hanya di tol bekasi aja) sekarang lancar jaya. Tapi…

Di daerah karawang tersendat hingga terdiam.. “Siap2 kaki pegal dan pinggang panas”.. tapi tetap doa dalam hati berharap agar segera melewati kemacetan ini…

Tiba-tiba terdengar sirine, dan di kaca spion kanan terlihat sebuah ambulan bergerak menyeruakkan antrian kemacetan… “Kesempatan nich!” Segera agak ke kiri memberi jalan sambil siap-siap menggabungkan diri dengan ambulan dan rombongannya.

Settt!!!! … Mobil ambulan diikuti satu bis kecil dan dua avanza putih melewati.. ada celah.. segara sein kanan dan….. setttt!!! Segara ikutan bergabung dengan rombongan. Tak lupa lampu hazzard dinyalakan.

Memang tidak nyaman ikut-ikutan rombongan ditengah kemacetan, perlu konsentrasi tinggi agar tidak terjadi tabrakan atau nyenggol kendaraan lainnya. Trus rem mendadak dan gas mendadak plus ganti perseneling secepat kilat adalah kewajiban yang harus dipahami, dikuasai dan dipraktrekkan. Eits tidak lupa juga berdoa khususnya untuk yang diambulan, “Semoga Allah segera memberi kesembuhan” atau bagi yang sudah menjadi jenasah, “Allahummagfirlahu Warhamhu Waafihi wa’Fuanhu..”

Sehingga kemacetan bisa tersuay… eh tersibak dan bisa lebih cepat melewatinya. Melewati karawang perjalanan lancar hingga… keluar pintu tol Baros-Cimahi, senangnyaah..

Ehhh…. ternyata keinginan untuk tiba di rumah segera harus sirna karena tiba di bunderan leuwigajah, kemacetan mendera. Semua kendaraan terdiam termasuk ratusan roda dua yang juga terjebak dalam kemacetan…. disinilah kesabaran di uji.

Dikala lalulintas libur panjang alias long wiken dipastikan menciptakan titik-titik kemacetan, Ehh… ternyata……. kena juga tuh kejebak macet ampe 1 jam terdiam, rasanya jleeb.. dongkol. Nggak bisa ubah haluan pilih jalan lain meskipun jalan memutar karena seakan jadi ikan yang terjebak dalam bubu. Nggak bisa gerak kanan kiri ataupun mundur…

Sambil memandang sekeliling terlihat wajah-wajah kesal dan lelah karena ternyata diam dan diam tak bergerak hingga 45 menit…. parah bangeett.. untung saja ada angkot yang mengalihkan ketidaksabaran ini.

Di kaca belakangnya tertera tulisan besar “Benkrush”, awalnya berfikir bahwa sopir angkot atau pemiliknya adalah nasabah yang menjadi korban dari bankrutnya sebuah bank sehingga terjadi penarikan uang nasabah secara besar-besaran (rush) tetapi ternyata tidak ada uang cash di bank nya dan terbayang kerusuhan nasabah di kantor bank tersebut (bankrush)…. eh tapi nulisnya pake hurup ‘e’ bukan ‘a’… jadi kira-kira apa ya?

Mencoba dengan pendekatan ‘Empatic sopirangkotisme’ alias mencoba membayangkan seakan menjadi supir angkot itu.. konseenntrasi.. satu detik.. dua detik… mulai terasa gerah dan lelah nyopirin angkot di tengah kemacetan. Trus membayangkan sebulan lalu pesen dipasangan tulisan itu sebagai penghias kaca belakang angkotnya.. Zlapp!!! Dapatt jawabannya.

Mau tau?… atau mau tau bingit?..

Ternyata sederhana teman2 pembaca… itu adalah salah satu kosa kata dalam bahasa sunda yaitu ‘bengras‘ artinya ‘jernih atau jelas‘. Supaya lebih modern dan gaya maka gaya penulisannya ditambah-tambahin supaya mirip kosakata bahasa inggris… jadilah ‘Benkrush’.

Alhamdulillah.. hasil menganalisis tulisan itu membantu melupakan kemacetan dan akhirnya maju perlahan hingga tiba di rumah 1 jam kemudian. (AKW).