Siang – Malam.

Diskusi terus dijalani, abadikan photo juga harus dilakoni dari siang hingga malam.

Photo : Suasana siang di Kuningan – Jakarta / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Sebetulnya nggak sengaja juga bisa mengambil posisi gambar ini, karena posisi meetingnya sebetulnya di gedung eh.. di ruangan yang tidak langsung berbatasan langsung dengan dinding atau kaca luar.

Trus kok bisa ngambil spot photo ini?”

“Konsepnya adalah luckyshot, photo keberuntungan lho”

“Ah kamu mah urusannya beruntung terus!”

Memang begitu kok, termasuk tidur dan bangun pagi, selalu hadir oksigen yang bisa kita hirup dengan sepuasnya dan gratis lagi, bukankah itu keberuntungan?… begitupun bisa ambil photo tadi

Tetapi pas ke toilet pria, ternyata dinding kacanya menyajikan kesempatan berbeda untuk mengabadikan indahnya lanscape kota tanpa banyak filter ataupun aplikasi photo yang bikin manjaaaa, tapi hasilkan photo apa adanya

Anggukan kepala menandakan persetujuan dari diskusi singkat kita. selanjutnya kembali terlarut dalam bahasan meeting yang penting kalau dilihat dari sudut pandang garis miring.

Diskusi terkadang hangat menyengat tapi sesekali bertahan dengan pendapat penting hingga tak bergeming. Itulah indahnya diskusi, berusaha menyamakan frekuensi meskipun masing-masing punya persepsi dan tendensi.

Photo : Suasana malam di kuningan jakarta / dokpri.

Photo kedua diambil dari titik yang sama, ujung kanan kamar mandi pria. Kota Jakarta bertabur gemerlap lampu serta terangnya lampu kendaraan yang sedang bercumbu dengan kemacetan.

Itulah sepenggal kisah kehidupan yang terekam oleh kecanggihan alat dan keisengan memposisikan sudut pengambilan gambar dari siang hingga tiba sang malam.

…..dan langkah selanjutnya adalah membewarakan kepada dunia luar via medsos pribadi yang sudah sesak dengan postingan meskipun minim like apalagi komenan….

“Santai bro, kita khan bukan selebgram”

Itulah cakap terakhir di lantai 12A The H Tower di bilangan Kuningan Jakarta. Karena selanjutnya harus turun membumi dan bergegas memacu kendaraan dalam perjalanan panjang, untuk kembali menemui anak istri yang menanti dengan segala keikhlasan hati. Selamat menikmati malam ini, Wassalam (AKW).

Puisi Pendek Hujan + kopi.

Sejumput kata dibalik cerita.

KUNINGAN, akwnulis.com, Bersama dalam tawa
Belum tentu sejalan di lubuk jiwa
Mungkin saja ada niat berbeda
Karena masing-masing punya asa

Tetapi jangan khawatir
Fitrah manusia semenjak lahir
Adalah mahluk sosial tiada akhir
Butuh teman dan kawan selalu hadir

Maka sikap ramah tetap utama
Tapi waspada dan siaga
Karena manusia tempatnya lupa
Dari kawan menjadi lawan atau sebaliknya

Ditengah hujan ada kesegaran
Tapi juga tak sedikit yang blingsatan kedinginan
Begitupun dengan kehidupan
Tidak bermakna sama bagi setiap orang

Nah…

Beda dengan sajian kopi tanpa gula
Rasa bisa beraneka tapi bentuk tetap sama
Apalagi manual brewnya sempurna
Hadirkan rasa dibalik pahitnya cipta

Kalaupun terasa kurang manis
Segeralah menatap wajah ini tipis-tipis
Insyaalloh kopi hitam menjadi manis
Dan kehidupan lebih dinamis
…. ahaay pede abis

“Met wiken akang teteh yang manis”

Wassalam (AKW).

Kopi Arus Balik 2019

Meniti derasnya arus balik lebaran, perlu strategi dan berbagai persiapan.

Photo : Ngopay bray….. / dokpri.

KUNINGAN, akwnulis.com. Perjalanan mudik lanjutan yang lebih menantang adalah menghadapi arus balik, maksudnya ikutan arus balik yang diprediksi tepat di hari terakhir libur idul fitri yakni hari minggu tanggal 09 Juni 2019.

“Mudik kemana gitu?”

“Deket aja, ke Kuningan. Cuma pulangnya musti ikutan pusaran eh puncak arus mudik yang bagaikan air bah memenuhi seluruh jalur tol cipali yang menggunakan metode one way… semua sama-sama menuju arah jakarta.”

Mau nggak mau perhitungan harus mateng bingit, mengantisipasi berbagai kemungkinan di perjalanan karena penumpang yang dibawa rentan dengan kondisi kemacetan yakni seorang anak berusia 3,5 tahun ditambah seorang penumpang yang mual-mual duluan sebelum naik kendaraan.

Awalnya ingin kembali pulang lebih awal sehingga ada waktu beristirahat sejenak di rumah, sebelum kembali mengantor dan sibuk sama rutinitas kerjaan. Tetapi orang tua minta pulang hari minggu… ya sudah… nurut aja.

Inilah beberapa strategi dan persiapan yang dilakukan :

1. Secara berkala melihat kondisi jalanan atau rute yang akan dilalui via google map, apakah via tol dan bergabung dengan arus balik dari Jateng menuju jakarta atau via jalur non tol menyusuri wilayah majalengka-sumedang-bandung. Ya.. setiap 3 jam dilihat mulai H-1, sebagai bahan pertimbangan.

2. Sesekali lihat berita Televisi dan medsos… tapi sesekali aja. Soalnya klo liat medsos eh malah liat cuitan twitter, pic IG dan status temen di FB.. keterusan komen status temen.. jadi sesekali aja yaaa.

3. Nyetok makanan ringan dan minuman…. air mineral yang 600ml trus snacknya yang asin dan berasa manis… supaya nggak bosen dan variasi rassshaa di mulut.

Photo : Setermos kopi robusta rum / dokpri.

4. Pastikan kondisi fit karena akan memegang kemudi dalam waktu yang lebih lama dari biasanya. Ya… itu tadi, kondisi rute yang macet atau musti putar-putar cari alternatif jalan… jadinya jangan banyak begadang meskipun saudara lagi pafa ngumpul. Makan minum jangan berlebihan dan perlu mood booster plus disiapkan minuman penahan kantuk. Woalah… apa itu?… monggo cek photo diatas, itu adalah segelas kopi robusta rum dari pak bos Dodi KadisbunJB, diseduh manual sebelum berangkat dengan V60. Air panasnya sebanyak 300ml dan bubuk biji kopinya (kira2) 40-43gr… maklum gak bawa timbangan digital hehehe….. ini yang jagain mata supaya melek dan badan segar selama perjalanan.

Kopi Robusta Rum… Harum melek dan tidak memabukkan..

5. Yang terpenting setelah 4 poin diatas tentu meluangkan waktu shalat sunat 2 rakaat, bisa shalat dhuha di pagi hari atau shalat mutlak… berdoa kepada Allah agar diberikan kelancaran, kesabaran dan kemudahan dalam perjalanan arus balik lebaran tahun ini… Amiiin.

Berangkaaaat…. Cussss.

Alhamdulillah, perjalanan Kuningan – Cimahi selama 7,5jam. Penuh petualangan jalan alternatif hingga lewati pematang sawah karena ternyata google map nggak bisa deteksi jalanan ditutup panggung hajatan…. jadi putar-puter ke kebun dan jalan setapak… yang penting cukup satu mobil… hajaaar.

Ikutan arus balik one way di tol Cipali, tersendat 30 menitan di pintu tol Palimanan…. lalu tersendat lagi beberapa kali di dekat rest area hingga akhirnya menyerah…. dan keluar GT Kalijati karena di layar android terlihat antrean panjang merah menghitam mendekati cikampek….. menyusuri jalan desa lalu jalan raya kalijati hingga akhirnya masuk lagi GT sadang dan Cipularang lancar jaya hingga akhirnya tiba di tujuan dengan bahagia.

Hanya saja efek minum kopi robusta rum hingga hampir 300ml berefek dahsyatt…. badan lelah tapi mata melotot… sampe jam 2 pagi… padahal esok hari wajib masuk kerja dimana yang mangkir akan penuh dengan sanksi ancaman…. woaaah, semangaaaaat. Wassalam (AKW).

Kodehel & Ketempling

Bersua dengan Keripik Singkong 1.0 dan 2.0…

Photo : Dua bungkus Kodehel / dokpri.

CIGUGUR, akwnulis.com. Keripik singkong adalah makanan favorit yang sederhana tetapi enak rasanya dan mengenyangkan.

“Iya gitu mengenyangkan?”

“Ih nggak percaya, coba di makan aja satu karung, pasti kenyang, heu heu heu”

“Ah sialan, kirain serius kaaaw!!!”

Keripik singkong yang di buat dengan cara sederhana, cukup singkong mentahnya di potong tipis-tipis seukuran silet, usahana setipis mungkin dan ukurannya relatif rata. Setelah itu ada yang dijemur dulu, atau langsung disangrai pake pasir panas di atas tungku kayu bakar…. tapi ada juga yang menggunakan minyak goreng.

Hasilnya tinggal ditaburi garam, sudaah deh. Tiriskan.. dan siap dinikmati.

Jikmat pisan… eh nikmat pisaan.

Klo sekarang banyak variasinya, di kasih keju, taburan bubuk cabai atau saus pedas.. rupa-rupa dech, tapi dasarnya memang kripik singkong atau sampeu (b.sunda).

***

Nah, ternyata di dataran tinggi Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat berjumpa dengan keripik sampeu eh singkong dengan nama berbeda lho.

Namanya ‘Kodehel’…… hati-hati, bukan go the hell..

Terasa asing di telinga, tapi itu nyata. Lokasi industri rumah tangganya sekaligus toko jualannya di daerah Cisantana, wilayah dataran tinggi, kalau dari Kota Kuningan ambil arah ke daerah Cigugur lalu naik ke atas lagi arah Goa Maria trus daerah Santana…. Cisantana.

Photo : Candid Owner Ketempling Raos IH / dokpri.

Nah setelah berkelok-kelok menanjak ada terlihat gapura melintang jalan ‘Selamat datang di Desa Cisantana Cigugur Kuningan’… klo nggak salah he he he. Sebelum melewati gapura, posisi toko dan pabriknya ada disitu, sebelah kanan dengan nama tokonya ‘Ketempling Raos IH’.

“Apalagi itu Ketempling?”

“Halah… nanti sabar, kita bahas Kodehel dulu”

“Sekalian dong bahas ketempling… please”

Kembali ke kodehel dulu yach para pembaca.

Jadi di toko Ketempling raos IH ini tersedia Kodehel yang rasanya renyah, tidak keras pas di gigit. Enak weh pokoknya mah…..

Tah… selanjutnya ketempling itu adalah keripik singkong juga…. “lha samaa donk”

“Bedaaaaa…..”

Photo : Sebungkus Ketempling / dokpri.

Bedanya adalah klo kodehel boleh disebut keripik singkong 1.0 karena tidak melalui proses lanjutan, kalau ketempling itu adalah keripik singkong 2.0 karena singkongnya dihancurkan dulu digabung dengan aneka bumbu termasuk sayuran, baru di cetak kecil-kecil tipis, ditiriskan dan akhirnya digoreng pake minyak….. ditiriskan lagi… bungkusss… beli… makannnn.

Kriuk
Kriuk
Nyam
Nyam…

Info dari ibu C. Icih pemilik Toko ini, ada juga yang disebut ‘kolentong‘, bahan dasarnya kentang, diiris-iris tipis lalu diprosesnya masukan ke pasir panas… hasilnya cemilan kering dan kembung.

“Apa hubungannya sama kodehel dan ketempling?”

“Hubungannnya masih saudara satu keturunan dari keluarga keripik produksi bu C. Icih dari Cigugur Kuningan heu heu heu”

Photo : Suasana Homy di Toko Ketempling raos / dokpri.

Bye the way, di toko inipun berbagai oleh-oleh keringan lainnya seperti opak, japilus, rangginang termasuk jeniper, peuyeum dan sale serta manisan. Meskipun lokasi tokonya bukan di jalur strategis lintas kota, tetapi banyak yang langsung datang kesini karena kualitas produk dan harga bersahabat serta sambutan hangat di toko ini dengan tersedianya kursi dan meja yang berisi 6 keller eh toples tester kodehel, ketempling dan aneka manisan serta sajian teh hangat di gelas tinggi bikin betah pas belanja.

Diusulkan untuk menyediakan kopi, tapi secara halus ditolak…… dan sebagai gantinya sebungkus kodehel jadi bonus gratis di kala belanja kali ini. Wassalam (AKW).

***

Kopi Cirkunsum

Beredar di 3 wilayah dan dapat 3 kopi.

Photo : kopi tahu / dokpri

CIMAHI, akwnulis.com. Nulis tentang kopi memang membuat inspirasi tidak pernah berhenti. Meskipun bukan kopi dalam arti sebuah sajian kopi, tetapi tetap unsur kopinya menjadi bagian utama dalam drama kehidupan ini.

Minggu lalu, perjalanan raga ini beredar di wilayah Ciayumajakuning.. eh minus indramayu tapi ditambah sumedang. Berarti ke wilayah Cirkunsum… ah kamu mah bikin singkatan seenaknya banget.

“Lha… knapa ada yang sewot?”

Sebuah singkatan bertujuan mempermudah mengucapkan serta membuat menempel di memori lebih lekat. Meskipun terkesan lebay. Contohnya : GoimJekisam (Goreng Ikan Mas Jeruk Sunkist sambel)… itu khan seena’e dhewe… tapi khan jadi unik. Bener nggak?

Lupakan dulu singkatan-singkatan, sekarang kita bahas perjalanan ke wilayah Cirkunsum.

Pertama, Kopi Tahu (Tofu coffee)
Nah apa itu?… nggak usah pake mikir, ini hanya sajian kopi hitam tanpa gula ditemani tahu sumedang sepiring lengkap dengan cabe rawit (cengek) yang digoreng sebentar. Rasanya nikmat, sruput kopi, am tahu sumedang yang masih hangat dan empuk… nikmaat.

Mana lontongnya?….” Demi alasan pencitraan, maka lontongnya tidak tersaji pada gambar hehehehehe. Sajian ini hadir di daerah Ujungjaya Kabupaten Sumedang.

Photo : Kopi buah / dokpri.

Kedua, Kopi Buah (fruit coffee)
Kalau ini tersaji di daerah Beber Kabupaten Cirebon. Kopinya tetap kopi hitam tanpa gula, yaa kopi kapal api juga nggak apa-apa. Lagian sebagai tamu nggak sopan dong kalau minta pribumi nyiapin kopinya manual brew dengan metode V60 dan beannya arabica wine.

Nggak lucu atuh.

Maka cara terbaik adalah nikmati dan syukuri, terus buat kombinasi, photo dan jangan lupa bikin singkatan. Ini namanya Kopi Burusak (ramBUtan jeRuk SAlaK)…. kerasa khan maksanya?…. tapi jikalau ada komplen, saya terima. Tinggal edit dikit dan berubah, khan ini blog pribadi… lagian daripada share berita hoax mendingan bikun tulisan di blog pribadi dan… share. Bener nggak?

Photo : Kopi Luwak lieuk / dokpri.

Ketiga adalah Kopi Luwak lieuk (coffee alone).
Apa itu?…
Kopi ini tersaji di Wilayah Kuningan. Kopi luwak sachet… di klaimnya kopi luwak asli. Ya gpp… sruput aja. Urusan kualitas rasa.. ya pasti beda dengan hasil metode manual brew yang bersih tanpa ampas. Nah untuk namanya ‘Luwak lieuk‘ itu merujuk ke bahasa sunda ‘Luak lieuk’ atau culang cileung… eh masih sundanesse… artinya nengok kanan kiri dan ke segala arah karena merasa sendirian.

Naah… kopi luwak ini merasa sendirian karena tidak ditemani sajian lainnya hehehehehe.

Begitulah muhibah kopi ke 3 kabupaten di Jawa barat ini.

“Jadi kamu jalan-jalan itu cuman buat nulis kopi?”

Jawabannya jelas : BUKAN. Saya beredar dan berjalan-jalan ini karena tugas pekerjaan yang harus dikerjakan seiring peralihan tugas yang baru. Nah tulisan kopi ini sebagai bumbu penyemangat bahwa ada sisi lain perjalanan dinas yang bisa di eksplorasi.

Jalani, rasakan, tulis, dan nikmati…. secara keseluruhan.. jangan lupa Menikmati.

Dont forget, my blog principle is Simple Story With Simple Language (SSWSL). Wassalam (AKW).

Kolam Renang Umum Sangkan Hurip

Alternatif wisata berenang di Kuningan dengan harga terjangkau.

Photo : Katak mancur di kolam anak / dokpri

KUNINGAN, akwnulis.com. ini info mungkin dianggap ‘ngabejaan bulu tuur’ alias ngasih tahu sesuatu yang diketahui umum, tapi nggak apa-apa, siapa tahu ada yang belum tahu dan pengen tahu sambil makan tahu nggak berhenti mencari tahu tentang informasi ini, supaya jadi tahu.

Cekidot buat yang lagi beredar di Kuningan Jawa barat, dengan bermodal awal 30ribu rupiah, maka bisa menikmati kesegaran kolam renang air panas sekaligus kolam renang air dingin di Sangkan Hurip Kuningan. Klo dipostingan sebelumnya Kolam renang Grage Sangkan, maka ada kewajiban nginep. Nah klo ini fasilitas yang bisa juga diakses masyarakat umum.

Lokasinya disamping Hotel Grage Sangkan Kuningan.

Photo : Kolam renang dewasa / dokpri

Tinggal masuk, bayar di loket, maka langsung disambut beberapa patung kodok hitam besar yang nggak pernah pegel, mangap mulutnya sambil nyemburin kesegaran air ke kolam anak. Lalu ada juga kolam renang air dingin untuk dewasa dengan kedalaman mulai 1,5 meter – 1,6 meter hingga 1,7 meter yang bercirikan bentangan garis berbandul putih di permukaan air.

Nah disampingnya ada kolam lagi yang airnya panas, air panas alami dari gunung Ciremai Kuningan. Bisa buat berendam bareng-bareng keluarga atau bersama kawan sambil menikmati suasana tenang penuh kedamaian. Fasilitas loker dan shower juga ada. Trus sewa handuk dan kacamata renang juga ada.. eh kacamata renang dan celana renang mah musti beli dech…. intinya klo datang nggak bawa perlengkapan juga bisa menikmati fasilitas kolam renang yang air panas dan air dingin… yaa nambah modal dikit beli celana renang.

Photo : Kolam air panasnya / dokpri

Gitu sekelumit info yang mungkin ada yang butuh.

Nah di lokasi inipun ada penawaran terkait acara camping bersama keluarga, lokasinya ada di belakang kolam renang. Sekarang mah ngetrend disebut glamping (glamour camping), alias kemping atau kemah mewah…. namanya paket Camping ground, ada paket Katumbiri 215ribu/pak trus paket Hanjuang 315ribu/pak …… dan paket Keluarga cemara 1jutaan dengan fasilitas menginap 1 malam di tenda kapasitas 4 orang, matras, sleeping bag, makan pagi, makan malam, jagung bakar, apu unggun, dan tiket masuk kolam renang.

Photo : Kotak perlengkapan renang / dokpri

“Lho kok jadi info kemping mewah?”

“Ya gpp ah, khan masih nyambung sama kolam renang”

“Ohh gituu… yoo wis”

Selamat berenang sambil berkemah, trus berendam air panas alami klo pas lagi beredar di Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Wassalam (AKW).

Swimming Pool Grage Sangkan Kuningan

Menikmati kolam renang di salah satu hotel Kabupaten Kuningan.

KUNINGAN, akwnulis.com. Birunya air membawa ketenangan, gemericiknya membuat ritme jiwa kembali selaras setelah didera tugas dan dinamika kehidupan. Suasana alami adalah janji bumi, yang membuat rasa hakiki bahwa manusia dan alam harus bersinergi.

Sebuah konsep yang ditawarkan oleh salah satu hotel di Kabupaten Kuningan ini begitu memanjakan harapan dan menenangkan perasaan bagi yang datang dengan tujuan tugas ataupun berlibur bersama keluarga tersayang.

Anugerah subur menghijau di dataran kaki Gunung Ciremai serta berkah air panas alami yang menjadi keunggulan tersendiri berpadu disini, di Hotel Grage Sangkan.

Bagi yang kepo dan penasaran, udah nggak usah bingung dan galaw. Tinggal buka smartphone, googling, google map atau waze. Pesan via traveloka, tiket.com dan aplikasi sejenisnya… selesai. Karena tulisan ini mah bukan iklan, tapi ceritaku AKW yang nulis. Siapa tahu memang ada yang perlu dengan informasi ini, titik.

“Ih kamu kok jadi sensitif?”
“Bukan gitu, cuma klarifikasi aja”

Lanjuut…..

Photo : Ngopay di Kolam renang / dokpri.

Kembali ke birunya air, maka swimming pool yang menjadi arah tulisan ini. Kolam renang utama yang menjadi fasilitas hotel ini terletak di dalam area hotel setelah melewati lobby. Diapit oleh beberapa ruang pertemuan dan tempat makan atau restauran dengan pemandangan luas alam kuningan bernuansa hijau alami.

Sebelum ke kolam renang, sebenernya terdapat kolam air panas alami dan bagi penginap dapat voucher masuk free. Nah, pas mau masuk dan rencananya ambil photo, ternyata ibu-ibu semua, mungkin rombongan arisan kali. Jadi nggak enak, urunglah mengambil photo kolam air panas ini.

Segera bergeser ke kolam renang yang besar dengan kedalaman 1,8 meter. Biru mengharu menyambut rindu, terang berpendar menjejak sinar. Dasar kolam yang biru ditambah tulisan ‘Grage’ memberikan identitas jelas sedang berada dimana sekarang. Disamping kanannya ada kolam anak, ukuran 5×3 meter, lumayan buat bercanda dengan anak tercinta.

Tak lupa secangkir kopi ikutan didokumentasikan di pinggir kolam. Kopi jatah rapat, tetapi tetap rasanya nikmat.

Jam operasional mulai pukul 07.00 wib sampai jam 20.00 wib. Peralatan handuk tersedia lengkap, jangan lupa kepada petugas tunjukan voucher hotelnya. Kamar bilas berada di arah utara kolam renang, sekaligus akses menuju kolam air panas.

Jadi beres berenang di kolam air dingin, bilas sebentar, lanjut berendam di kolam air panas, nikmatnyaaa. Sayang sekali sore ini meetingnya masih berlanjut, sehingga momen bercengkerama dengan gemericik rasa akan sedikit tertunda. Mungkin baru bisa besok atau lusa. Met ngojay bray, Wassalam (AKW).

***

Alamatnya :
Hotel Grage Sangkan Kuningan
Jl. Sangkanhurip No.1 Kuningan Jawa Barat
Telp 0232-614545

Nyeduh Kopi Luwak Tanpa Luwak

Akhirnya bisa juga nyeduh dan merasakan sendiri sensasi kopi LTL.

Menindaklanjuti permintaan secara terhormat dari kakak senior… ahayy formil pisan…. maksutttnya postingan terdahulu tentang Kopi Luwak Tanpa Luwak menyisakan kepenasaran….

Tetapi sesuai kode etik pribadi dari blog ini yang berusaha keras mengusung originalitas, jadi klo emang belum nyeduh olangan… ya belum bisa ngasih review…

***
Nah pagi ini waktu tersedia, sambil nemenin Asyaluna Binar yang lagi sarapan trus dia-nya lanjut ke Posyandu maka prosesi seduh menyeduh bisa dilaksanakan secara tuntas… monggoo….

Dengan manual brew V60, air panas 85 derajat celcius dan putaran brew versi arah jarum jam serta perbandingan 1 : 10 makaaa…..

Segera sachet hitam bergambar orang salaman atau ngasih kopi ya?… background coklat trus hitamm weh.. didalamnya ternyata dibungkus lagi dengan kertas dan pembatas kertas agak keras yang tujuannya agar bisa langsung diseduh Aroma beannya asam menyengat, dapet sampelnya satu sachet 10 gr.

Bentar.. bentar.. berarti filter V60 dan corong V60 nggak perlu dipake nich

Ambil cangkir biasa, sobek atasnya dan didudukin di cangkir… plek.

Segera diseduh sama air panas yang tersedia…. tungguu cairan nikmat ini turun ke dasar cangkir…

Inilah hasilnya : …… menghasilkan cairan kopi warna coklat terang yang menjanjikan harapan.

Sruuputt… mmmmmmhhh… nikmattt,
Aciditynya sedang-sedang saja tetapi setelah dicecap lama di lidah rasa asamnya menebal. Ada rasa fruty yang muncul…. rasa jeruk citrun… ada ih.. beneer.

Untuk body lite, nyaman di lidah enak di tenggorokan, nyaris tidak pahit sama sekali. Ada rasa teh hijaunya juga….

Ahhh teguk lagi.. jangan2 salah lidah ditambah imajinasi :)… tapi yakin da.. itu yang bisa dirasa lidah…

Kesimpulannya kopi luwak tanpa luwak ini relatif tingkat acidity mirip kopi luwak sukirya tapi dari sisi bodynya agak berbeda. (Maklum jarang-jarang minum kopi luwak…. kecuali di kasih hehehehe).

Kesimpulan universalnya…. nikmat pisan ngopi item luwak tanpa luwak teh para hadirin. Apalagi bersama anak istri. Wilujeng pakanci. Wassalam. (AKW).

***

Catatan :
Yang pengen tuh kopi musti order olangan, Kontak saja Bp Ir. Oleh Supardjo di Nomor 08239662227. Hatur nuhun.

Kopi Luwak Tanpa Luwak

Sebuah cara berbeda menghasilkan cita rasa yang mirip adalah sebuah ihtiar yang perlu dimaknai bersama

Sebuah perjumpaan berbuah pengetahuan, tapi tentu harus ada pengantar kata untuk membuka dan selanjutnya terserah anda.

Ngomongin kopi pasti tiada habisnya karena mau tidak mau dan suka tidak suka terdapat sisi misteri dari kopi yang tersaji. Mengapa disebut misteri ?… karena sebuah rasa yang tersaji belum tentu sesuai persepsi padahal metodenya sesuai dengan resep yang dilakoni.

Banyak bingit faktor yang mempengaruhi… eiit tapi ini bicara kopi asli tanpa gula tanpa susu ya guys.

Ntar kita bahasnya yaa….

Sekarang moo ngobrolin dulu kopi luwak tanpa luwak.

Pasti pada tau khan klo kopi luwak itu the bestnya kopi dan harganya selangiit.

Tapi aku mah secara pribadi sedikit kurang suka dengan kopi luwak dengan dua faktor penyebab. Pertama karena rasa aciditynya tinggi yang kedua serasa nggak mood pas inget bean ini ngbrojol dari pantat luwak…. awww gimana gitu… dan mungkin ketiga urusan harga hehehehe. Tapi klo ada yang ngasih gratisan… pasti diterima dengan senang hati, itu mah rejeki.. Alhamdulillah.

Seperti kopi luwak sukirya pemberian bos Zanettera Mr Steven… pasti diseduh dan dinikmati. Makasih ya bos.

***

Nah hari minggu lalu tanggal 6 mei 2018 ada acara Wirausaha baru tuh di halaman gedung sate, pa Gubernur dan jajarannya hadir dan ada stand bazaar para wirausaha baru termasuk tentunya stand kopi. Disinilah bisa bersua dan dapet wawasan baru tentang kopi LTL (Luwak Tanpa Luwak).

Yang jadi pelaku eh… yang ngelakoninnya bapak Insinyur Oleh Supardjo dari UKM Sangrai Kopi selaku produsen ‘Java Linggarjati Coffee’ dari Desa Bayuning Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan. Beliau melakukan teknik pembuatan kopi luwak dengan cara fermentasi menggunakan enzim yang terdapat dalam usus luwak…. menarik khan?… jadi pengen liat langsung ke lokasi.

Rasa kopi yang hasilkan mirip dengan kopi luwak pake luwak, dan hasilnya itu bisa semakin mantabs jika di proses lebih dari 3 minggu bakalan muncul rasa citrus dengan metode semi wash.

Sebagai sampel satu sachet kopi luwak tanpa luwak sudah ada di genggaman.

Memang belum dipublikasikan secara masif karena masih dalam posisi percobaan, tetapi idenya keren dan merupakan terobosan dalam pengolahan kopi sehingga dapet nilai tambah yang signifikan.

Sebagai produk utamanya saat ini adalah Java Linggarjati Coffee. Sudah ada di tangan, sebungkus 200gr beannya. Ntar digrinder olangan dan segera diseduh nich.

Tunggu yaa reviewnya. Wassalam (AKW).

Gedung putih Tenjolaut

Jalan pagi mengejar Sun-ASI sambil bercanda bersama kabut yang setia di Tenjolaut Palutungan.

Gedung putih tenjolaut

Photo : Gedung putih Tenjolaut.Dokpri

Dingin masih menggigit kulit disaat langkah mengayun menuju daerah Cigugur, Kuningan. Tak lagi bermanja untuk berjalan cepat di trek menurun, tapi bergegas menuju tanjakan mengular menuju daerah Cipari. Betis terasa berat menyokong raga disaat menanjak curam, tetapi mengejar agar keringat segera keluar memang butuh perjuangan.

Perjalanan sang langkah kaki berlanjut memasuki jalan provinsi menuju daerah cigugur hingga sampai ke pertigaan yang memberi pilihan ke kiri Kota Kuningan, ke kanan arah Ciamis. Klo lurus ya mentok, khan udah di jelasin ini mah pertigaan. Belok kanan kira2 300 meter ada jalan ke kanan, itulah arah yang dituju. Arah menuju dataran tinggi Palutungan di wilayah Desa Cisantana Kecamatan Cigugur…

Photo : Tanjakan Palutungan/dokpri

Segera kaki menanjak lagi hingga 30 menit disambut gagahnya gunung Ciremai yang berbinar disinari mentari sesekali karena kabut masih terus melungkupi….. dan akhirnya ngaso dulu karena cape juga… hihihi… maklum beberapa bulan belakangan ini agak malas olah tubuh… jadi 5 km menanjak dirasa cukup dulu ah (sambil ngelirik aplikasi endomondo di Smartphone, lumayan 498 calori terbakar, katanyah).

Pembelaannya, “Khan 5kmnya nanjak, jadi dirasa cukup”. Perjalanan ke bukit palutungan dilanjut dengan kendaraan. Waktu baru 06.45 Wib tetapi mentari sudah tinggi dannn….. tertutup awan agak tebal. Gagal dech ngambil sun-ASi (sunrise agak siangnya). Tapi mumpung ada mobil, kita anggap aja survey pendahuluan.

Setelah mengamati dan waspada terhadap petunjuk jalan di daerah palutungan ada beberapa pilihan tempat yang bisa menjadi tujuan kunjungan keluarga. Antara lain : Beberapa restoran dengan parkiran yang cukup luas, Taman Cisantana, Wisata Bukit Sukageuri, Bumi perkemahan Palutungan, Curug Puteri atau sebelum jauh menanjak terdapat juga tempat wisata religi Goa Maria yang sudah dikenal lebih dulu.

Ternyata……. kepagian tiba di lokasi, jadi akses ke Curug Putri gerbangnya masih terkunci… nyubuh teuing lurr. Rush hitam bergerak lagi memasuki area parkir tempat wisata bumi perkemahan palutungan. Disambut jajaran kios, kayaknya kios souvenir tapi lagi-lagi masih tutup.

Trus Ada petunjuk yang tertulis ‘Tenjo laut’ (melihat laut), wow ini menarik, ada area yang bisa melihat laut, tapi laut mana?…. wilayah kabupaten kuningan khan di tengah pulau jawa?… jadi penasaran. Segera bergerak lagi, masuk jalan berbatu, jalan kecil hanya cukup 1 mobil. Kanan kiri semak belukar… asyik petualangan. Jalan berkelok menghijau dan ternyata sisi kirinya jurang… musti extra hati-hati.

Photo Merah putih di antara kabut/dokpri.

dan…. jreng…. tak berapa lama terlihat bangunan putih nan megah. “Apakah ini nyata?” Sedikit rasa khawatir menelusup kalbu, tapi segera dienyahkan dengan berdzikir kepada Illahi robbi. Semakin dekat dan semakin jelas bahwa itu bangunan nyata apa adanya. Bangunan besar berwarna putih berdiri megah dalam kesunyian.

Perlahan mendekat dan tentu penasaran karena pengen liat laut (khan namanya Tenjo laut). Masuk dari pinggir kiri sampai hingga ke halaman gedung, sang merah putih menyambut dengan kibaran semangat berangin pagi. Ternyata kabut belum berkenan untuk pergi dari gedung putih tersebut, tetap setia menyelimuti sehingga tak bisa melihat pemandangan sekitar.

Dingin pagi terus menusuk kulit, memaksa untuk segera pergi dari lokasi tersebut. Usut punya usut, gedung itu adalah gedung millik Kementerian Sosial Direktorat Rehabilitasi Sosial KP Napza IPWL RumahTenjolaut.

Photo loncat tapi kedinginan / dokpri.

Setelah mencoba bertahan dengan harapan sang kabut terurai dan pemandangan terhampar, ternyata belum terwujud. Mencoba loncat-loncat gerak badan, tetap saja kedinginan. Akhirnya menyerah untuk melihat pemandangan di Tenjolaut ini, karena kabut terlalu setia menemani. Padahal jam sudah bergerak di jam 08.00 wib. Kendaraan bergerak bergegas meninggalkan lokasi untuk kembali menyusuri jalan sempit berbatu menuju akses jalan raya dan kembali ke basecamp di wilayah kuningan kota.

Alhamdulillah sudah bisa menikmati udara pagi sambil berolahraga plus nambah pengalaman berkenalan dengan gedung putih di Tenjolaut Palutungan. (Akw).