Puisi Pendek Kopi Hitam

Biar pendek tapi bermakna.

Photo : Kohitala di Stocklot cmi / dokpri.

Kopi hitam di malam kelam
sajian tepat menghilangkan kegelisahan
Pahit itu bukan kesulitan
Tetapi pembuka jalan rasa manis kehidupan

Jikalau tak siap dengan kenyataan
Maka pilihlah arah sesuai keinginan
Tapi itu hanya ada di benak khayalan
Karena takdir kehidupan adalah petualangan

Jalani takdir ini dengan kebersahajaan
seteko kopi hitam bisa menjadi teman
Tanpa gula lebih menyehatkan
Tanpa kamu?… mana tahaaan.

*Happy Wiken Kawan*

Ngopay di Warung Garut.

Menikmati sajian kopi garut di warungnya.

GARUT, akwnulis.com. Dikala malam mulai menjelang, sebuah rasa menyeruak membuka peluang. Setelah lelah bekerja seharian tibalah saatnya menikmati pemandangan sambil bersantai tanpa gangguan.

“Tapi ini sudah malam kawan”

Ya gimana lagi, tugas pekerjaan tetap harus dituntaskan meskipun melewati jam yang sudah diikat aturan. Nggak usah itung-itungan, Allah Maha Tahu, kerja aja, insyaalloh mendapat rejeki yang berkah dan insyaalloh melimpah.. Amiin.

Bergeraklah raga menyusuri jalanan di kota garut jawa barat, mencari sesuap kopi yang masih bisa didatangi, meluncuur….

Photo : Arabica halimun selatan V60 / dokpri.

Dengan bantuan gugelmep plus waze serta silaturahmi dengan penguasa lokal, maka tidak sulit menemukan cafe yang menyajikan kop dengan berbagai pilihan bean serta model pemprosesan lokal dari mulai aeropress, v60, calita dan kawan-kawannya.

Sajian pertama, Arabica halimun selatan garut full wash. Tangan terampil barista Warung Garut yakni kang Away bergerak sinergis memproses pesanan manual brew dengan cekatan.

Photo : Kang Away Barista Warung Garut / dokpri.

Bodynya lite tetapi acidity medium high dengan after taste ada selarik rasa manis… Sruput dulu..

Sebelum pesan sajian selanjutnya, diselingi dulu mencoba satu sloki arabica garut selatan yellow cattura… gratis, milik ini mah.

Sajian kedua adalah arabica papandayan dengan metode manual brewnya tetep v60…. prosesss

Warung Garut ini adalah cafe yang cukup luas terletak di Jalan Pahlawan Garut. Tempatnya nyaman dengan berbagai variasi menu lengkap baik western ataupun asia. Tapi bukan itu tujuannya, karena sajian secangkir kopi yang akan menyelesaikan pertanyaan ini, apalagi jikalau kualitas beannya premium, komposisi seduhan yang tepat baik suhu, rasa dan suasana, maka tinggal dinikmati tanpa banyak basa basi.

Photo : Arabica Papandayan V60 / dokpri.

Sajian kedua, rasa pahit bodynya cukup kuat, dengan acidity medium cenderung low dengan aftertastenya muncul juga karakteristik profile serasa dark chocholate.

Akhirnya seiring waktu yang beranjak melewati dini hari, maka sesi mengopipun harus berakhir karena esok pagi berkutat kembali dengan berbagai tugas yang tiasa henti. Perlu istirahat dan recharge body agar tetap bugar tiada henti, Wassalam (AKW).

***

Like Earth Coffee.

Sebuah makna berbeda tetapi jadi inget aja.

SUKABUMI, akwnulis.com. Sebuah nama dalam dunia usaha miliki pengaruh yang dahsyat. Karena dengan nama yang ‘mudah diingat’ alias susah lupa, maka akan melekat di alam bawah sadar meskipun miliki arti yang mungkin biasa, atau disebutnya ‘nama yang menjual‘.

Meskipun kebanyakan menghadirkan padanan kata dalam bahasa aing… eh bahasa asing.

Dalam dunia property kita akan jumpa dengan nama perumahan atau apartemen dengan nama ‘River side’ padahal memang posisinya sisi walungan (sungai), ada juga perumahan ‘Chicken hill‘ dan setelah ditelusuri adalah daerah ‘pasir hayam’…. atau kalau nama cafe yang pernah dikunjungi adalah cafe ‘domba jalu‘ yang diubah dengan bahasa prancis menjadi ‘eugene the goat‘… kereeen khan?

Nah…. nama cafe ini lebih beda lagi.

Photo : Cafe Like Earth Coffee / dokpri.

Namanya Like Earth Coffee, keren nggak?… sepintas langsung diartikan dengan bahasa inggris ke bahasa, maka artinya ‘Seperti bumi’…..

Bener nggak?….. ternyata SALAH.. tetot!!! bukan itu maksudnyaaaaa….

Cafe Like Earth ini mohon diartikan terpisah, gitu kata Yendra sang barista-nya.

Jadi, Like = Suka dan Earth = bumi, lalu disatukan… jadi Sukabumi… oalaaaaah gitu tho artinyaaa…. Ampyuuun.

Tapi efek yang diharepinnya dapet lho guys, dengan arti yang maksa ternyata malah inget terus padahal penterjemahan bahasanya berbeda makna tapi jadi setuju bahwa ‘like earth’ itu adalah ‘sukabumi’… wkwkwkwwk 😽😽😽😽

***

Photo : Arabica Halo Cibeber / dokpri.

Tapi kepenasaran dan kebingungan ini terobati oleh tangan dingin Yendra, racikan manual brew V60nya dengan bean yellow honey Arabica Halu Cibeber menghasilkan sajian ciamik yang menggoda lidah.

Komposisi 1: 12nya dan panas air 88° celciusnya memunculkan aftertaste orange mandarin dan pahitnya pisang, meskipun hanya selarik lalu dan lewati indera perasa barang sekejap.

Body dan aciditynya strong bingit… cocok buat kaum kohitala (kopi hitam tanpa gula).

Sruput dulu aah, jangan lupa ‘Like Earth Coffee‘ klo beredar di sukabumi. Wassalam (AKW).

***

Melanggar Prinsip Kohitala.

Menyesal tiada sudah, jadi nikmati aja.

Photo : Leaf latte art at Ambrogio / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Pergerakan meniti takdir kehidupan termasuk memegang satu prinsip seerat mungkin, ada saatnya harus berkompromi. Meskipun awalnya berat hati karena sebuah prinsip adalah sesuatu nilai yang harus dipertahankan dan diperjuangkan sebaik-baiknya. Ternyata kehidupan itu dinamis, kompromi dan negoisasi adalah warna yang harus dipilih serta bisa berubah menjadi warna lain dikalau dicampur dalam takaran dan komposisi tertentu.

“Memang prinsip apa yang kamu langgar?”

😭😭😭😭….

“Lha nangis… jawab donk”

“Jadi, prinsip kotala musti dilanggar 😭😭😭”

“Maksudnya?”

“Iyaa sudah hampir 2 tahun ajeg dengan kotala alias kopi hitam tanpa gula, tapi sekarang agak terganggu… oleh susu… eh foam susu”

“Oalaah Tak kirain apaa mas”

Photo : Cappucino Doubletree / dokpri.

Diskusi yang nggak penting terus bergulir, membahas suatu prinsip yang mungkin bukan hal penting bagi orang lain.

Jadi… pelanggaran prinsip ini adalah jikalau selama ini bertahan dengan kotala atau spesifiknya ‘Kohitala(kopi hitam tanpa gula)… sekarang agak bergeser dengan campuran foam susu…

Hal ini terjadi karena berbagai faktor, pertama efek teknis beberapa kali mampir di cafe, ternyata alat manual brewnya nggak ada jadi beralih ke mesin kopi yang pilihannya adalah espresso, dopio, americano dan longblack.

Kedua, masih urusan teknis, grindernya ketinggalan sehingga musti balik ke mesin kopi seperti pasal 1, pilihannya terbatas.

Photo : Rabbit-pucino at Warung Garut / dokpri.

Ketiga, godaan dari barista latte art yang mampu menghasilkan aneka gambar di permukaan kopi dengan beraneka rupa. Dari gambar standar leaf, goose dan love hingga gambar lain yang lebih menantang seperti gambar kelinci dan binatang lainnya.

Keempat, rasanya juga berbeda, enaknya beda, meskipun tetap tanpa gula, jadi pilihannya bisa caffelatte ataupun cappucino…. jangan lupa tanpa gula.

Kelima, hidup memang butuh variasi, begitupun prinsip ngopi tapi yang harus dihindari adalah manisnya gula yang mungkin ngangeni.

Keenam, … apa yaach?…

Udah ah, gitu aja dulu, yuk ngopay yuuk. Wassalam (AKW).

Kopi Karirot.

Wiken sama Kopi Karirot.

Photo : Kopi Karirot pake V60 / dokpri.

GARUT, akwnulis.com. Memandangi bungkus hitam kopi yang datang tiba-tiba karena sebuah silaturahmi, itu adalah rejeki. Kopi arabica khas garut dengan profile yang kata ownernya ‘nendang‘ bingit rasanya.

Tidak banyak tanya bagaimana rasanya, tetapi keyakinan kuat bahwa sebuah rasa akan tercipta dari bahan yang berkualitas luar biasa, proses penyeduhan yang sempurna juga sebuah rasa yakin sang penyeduhnya.. boleh disebut barista?..

Barista non sertifikasi hehehe.. alias babaristaan.

Ternyata…. baru buka bungkusnya saja, harum semerbak luar biasa, menyambar indera penciuman dan indera perasaan hingga tak sabar segera menyeruputnya. Komposisi 1 : 12 dan panas 89° celcius dengan manual brew v60 menghasilkan sebuah sajian kopi yang ngangenin baik rasa, aroma dan after tastenya.

Paduan tebalnya body dengan acidity (keasaman) tinggi serta after taste yang full berry dan tamarind bikin ‘ninggal‘ di lidah bawah cukup lama…. ah kepahitan yang manies, juga keasaman java preanger khas garut bikin terlena. Kopi ‘Karirot’ ini 100% asli garut dari Gunung Papandayan…

Photo : Kopi Karirot with Gundam / dokpri.

Karirot dalam bahasa indonesia agak susah cari padanan artinya, tetapi klo pakai bahasa sunda maka artinya adalah ‘tinggal minum‘ atau ‘tinggal nyurupuut’ …. jadi langsung enaaak (itu klo dibikinin baristi eh barista, klo bikin sendiri, yaa musti menkmati prosesnya dulu…. )

Srupuuut….

Nikmat pisan, hari ini semakin warna warni, bersama keluarga juga ditemani sajian kopi hasil menyeduh sendiri. Hatur nuhun kopinya Kang YG, ajibb pisan, juga tidak lupa sponsornya Mr DH, jangan bosen yaaa. Happy weekend to All, Wassalam (AKW).

***

Manisku

Manis itu tergantung…

Photo : 3 gelas es teh Excelso Paragon / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Rasa manis yang dihadirkan oleh gula cair dipadu es batu yang menari seksi melengkapi rayuan kesegaran siang ini, semua hadir dalam gelas kaca penuh cinta, bukan hanya satu gelas… malah sampai gelas ke tiga 🤣🤣🤣.

Tapi, manis gula sudah lama tak pernah dicoba. Bukan alasan penyakit atau banyak gaya, tetapi ternyata sudah mendapat pencerahan bahwa manis itu bukan hanya dari gula, tetapi berasal dari wajah yang bersahaja… ahaaaay.

“Pesan apa kakak?” Pertanyaan lembut sang pelayan none excelso memberi tambahan rasa manis yang berbeda. Tapi itu memang sudah tugasnya, ya…. tinggal pesan menunya dan tunggu kehadirannya.

Seiring detik berlalu, dentang hati juga melaju, bergerak ritmik sesuai SOP, mengikuti alur yang sudah begitu teratur.

Photo : Espresso Excelso / dokpri.

Maka, tanpa berlama-lama secangkir espresso menjadi pilihan utama ditemani segelas latte sebagai penyempurna. Suatu kombinasi tepat untuk memperlancar suasana dalam membahas masa depan lembaga.

Diskusi bergulir dengan tema penjaminan, tepatnya penjaminan kredit. Jikalau suami harus menjamin anak dan istri selamat dunia akhirat secara bersama-sama hingga akhirnya berkumpul bersama di surga, maka penjaminan kredit adalah juga bagian ‘public service obligation’ dari pemerintah khususnya dalam pemberdayaan pembiayaan UKM dan usaha mikro sehingga mampu berusaha lebih baik dengan status ‘bankable‘.

Diskusi berlanjut diselingi teh dan kopi yang disruput, opini dan pemahaman untuk menterjemahkan aturan bisa saja berbeda, tetapi dengan diskusi bersama maka bisa saling memaknai dan memahami duduk persoalan yang terjadi. Selamat menjalani hari. Wassalam (AKW).

Sepi & Kopi.

Ternyata sepi berkawan kopi…

Photo : Kopi & sepi / dokpri.

JAKARTA, akwnulis.com. Dibalik gemerlap cahaya dan berjajar beratus kursi, ternyata ada kesepian yang menggerogoti kemapanan fikiran diri. Padahal aku tidak suka sendiri untuk kali ini.

Jajaran kursi coklat memandang sesaat lalu kembali mereka bergunjing dengan sesama kursi lainnya. Sementara diriku tetap terdiam seribu bahasa tanpa bisa melakukan pembelaan terhadap dinamika semesta.

Membiarkan diri menjadi bulan-bulanan sepi, bukan untuk beranjak mati. Karena ternyata sepi sendiripun adalah peluang untuk menata hati. Menata diri dan bukan meratapi, mengumpulkan serpihan janji menjadi bentuk yang dimaui meskipun tetap tak kan utuh seperti harapan pertama kali.

Dibalik kesendirian, aku bisa memaknai hari ini, membaca pemahaman orang lain tanpa perlu menghakimi, sekaligus menyelami kesalahan-kesalahan diri yang sudah dilakoni di lalu hari.

Photo : Sepasang gedung yang beda sendiri / dokpri.

Ternyata sendiri itu bukan berarti sepi, tapi sendiripun bisa terjadi meskipun banyak pihak mengepung diri. Hanya saja karena beda sendiri, akhirnya menjulang tinggi tapi praktis tiada teman setia yang menemani.

Selamat menafakuri hari dan belajar menyepi dalam keramaian abadi. Wassalam (AKW).