MENGHITAM DI KUROKOFFEE.

Menikmati kopi dan suasana hitam bersama kesayangan.

BANDUNG BARAT, akwnulis.com. Meluangkan waktu dari segala rutinitas untuk sekedar menarik nafas adalah sebuah cara yang cukup bernas untuk mengembalikan semangat bekerja agar semakin tangkas. Karena memang hanya sekedar tarikan nafas, maka tidak perlu butuh waktu lama apalagi berhari-hari, tapi gunakan waktu istirahat makan siang untuk sekedar refresh dengan memilih tempat dan suasana yang bisa memberi nuansa ‘mini healing’ yang tentunya tidak harus mahal tetapi terjangkau.

Pasti kamu cari tempat ngopi ya?, terus sruput pelan-pelan, diphoto lalu mulai menulis dan link tulisannya di broadcast ke nomor WA yang ada di hape kamu ya?”

Waaah…. pertanyaan yang tepat dengan sasaran dan membuktikan bahwa branding diri mulai mengena pada sasaran. Tiada pilihan lain selain anggukan dan senyum terbaik yang diberikan. Lagian kalau bicara tentang kopi, diri ini hanya sejumput debu dari begitu banyak penyuka, pecinta dan pemburu kopi yang sebenarnya. Bukan juga seorang ahli kopi yang memahami secara detail dari mulai hulu sampai hilir. Tapi hanya seorang pecinta kopi yang tentunya sesuai dengan tema mencintai dengan ketulusan memang tanpa syarat.

Jadi kehadiran kopi hitam tanpa gula, tidak harus dicintai karena sebuah rasa yang bisa didapati oleh lidah sang indera perasa tetapi juga keharumannya, suasana tempat ngopinya, cara penyajiannya, interaksi dari barista dan pelayanannya, harga sajian kopinya, cara pembayarannya dengan hanya uang cash atau bisa gesek dan atau QRIS serta yang lebih bernlai adalah bersama siapa ngopinya… ini penting kawan.

Lalu setelah dinikmati maka pendokumentasian adalah langkah selanjutnya. Sehingga cerita mencintai kopi ini menggema dan tercatat serta menjejak dalam format digital agar bisa belama-lama tercatat pada semesta. Nah tentang pengiriman link kepada kontak WA yang tercantum di hape, memiliki makna silaturahmi dan pengecekan. Apakah nomor ini masih aktif atau berganti, atau juga memang disetting blokir untuk fitur broadcast all. Sekaligus memberitahukan bahwa nomor WA andriekw tidak berganti dan dipertahankan lebih dari 10 tahun menemani kesibukan sehari-hari.

Kopi kali ini bernuansa hitam, eh memang kopi tanpa gula pasti hitam kawan. Ya untuk kopi manual brew V60 lebih ke arah warna coklat bening menggemaskan, tapi kopi tubruk, epresso, dopio, americano dan long black jelas miliki warna hitam meskipun tidak pekat tetapi terkadang mengkilat.

Bener lho nuansanya hitam tidak hanya sajian kopi tapi warna tembok tempat ngopinya juga hitam, termasuk meja kursi dan ornamen lainnya. Kalau wajah baristanya sih nggak hitam, tetap normal dengan sawo matang hehehe. Settingan lampunyapun dibuat temaram sehingga membuat suasana yang tenang, sunyi dan hitam.

Eta keukeuh hitam…

Nah kalau pilihan kopinya tentu sesuai harapan, sajian kohitala manual brew V60 hot telah terhidang dengan baik. Pilihan beannya adalah Koishikawa Chaya dengan notesnya adalah blackcurrent, jasmine dan orange. Rasanya menyegarkan dengan body dan acidity medium melengkapi momentum sruputan yang mendekati sempurna.

Ditambah dengan rekomendasi baristanya yang memiliki kopi dingin dengan rasa lemon yang juga dingin menyegarkan, namanya lemonade cold brew. Disimpan di botol coklat dengan tutup kertas kuning juga label dengan warna menyolok. Rasanya nikmat pisan, meskipun rasa manisnya perlu diwaspadai, kayak manisnya kamu ih jadi pengen lagi.

Srupuut guys….. kopi panas V60nya dan kopi dingin lemonade cold brew berpadu serasi menyempurnakan suasana hitam yang penuh kenikmatan. Apalagi dihadapan ada bidadari cantik yang menawan, lengkap sudah. Alhamdulillah. Wassalam (AKW).

***

KUROKOFFEE – Ruko Pancawarna No. 12 KBP.

Merenungi Kohitala.

Menikmati Kopi tanpa menghabiskan.

JAKARTA, akwnulis.com. Secangkir kopi hitam terdiam dihadapan, menunggu apa yang akan terjadi sebagai sebuah kelanjutan. Secangkir kopi biasa yang hadir karena sebuah acara, rapat kerja yang ternyata memiliki makna tentang arti suatu tahapan pembangunan yang perlu banyak hal dibicarakan.

Ada rasa bersalah karena kehadiran secangkir ini bisa berakhir sia-sia. Tadinya ingin menolak untuk tidak disajikan. Namun pelayan hotel sudah langsung membagi – bagi snack dan kopi atau teh di meja peserta. Semoga sajian kopuli ini  bukan hanya menjadi pemanis meja belaka tanpa memberikan kenangan rasa yang menjadi pembeda. Begitulah jika kehidupan ini dicoba dimaknai secara detail tahapan prosesnya. Karena jika tidak meyakini awalnya seperti apa, biji kopinya jenis apa, proses roastingnya bagaimana, menyeduhnya manual atau dengan mesin kopinya bagaimana hingga siapa baristanya, maka rasa galau yang akan hadir di sekitar amigdala.

Bukan sekali dua kali, pasca menikmati sajian kopi yang tidak tahu asal usulnya, maka perut atau tepatnya lambung  berkreasi… eh bereaksi dan memberikan rasa tidak nyaman berkepanjangan. Ya tidak bisa menyalahkan perut juga tetapi sebuah kebiasaan yang telah membentuknya.

Kembali termenung menatap secangki kopi hitam yang disajikan tanpa gula sesuai permintaan. Ragu melekat dan kembali terdiam sambil konsentrasi membagi indera dengan berusaha mendengarkan para narasumber yang terlihat kompeten di bidangnya masing-masing.

Perlahan cangkirnya diangkat dan di dekatkan ke bibir, lalu sruput dikit untuk mencoba bagaimana rasa dan kelanjutannya. Mudah ditebak, ini akan berakibat jika dilanjutkan. Maafkan atas ketidaktuntasan menghabiskan kopi sajian rapat kali ini.

Tapi jangan khawatir, kehadiranmu hai secangkir kopi hitam tanpa gula tetap memiliki nilai dan makna. Sebuah jepretan kamera smartphone ini bosa mrnjadi abadi, apalagi dipadupadankan dengan refleksi pantulan atau bayangan lampu hias hotel yang luxury memberi kesan mewah dengan nuansa keemasannya.

Hikmah yang didapat adalah selalu berusaha melihat sisi baik dan sisi hikmah dari semua keadaan, berbagai kejadian yang menjadi kenyataan. Pasti memiliki sesuatu yang menjaga kita untuk senantiasa bersyukur dan belajar bagahia eh bahagia.

Selamat sore semua, mari kita sedikit menghela nafas dalam istirahat sore. Sebelum nanti malam berjibaku kembali dalam meeting yang perlu konsentrasi serta kebersamaan. Wassalam (AKW).

Espresso Pagi

Sruput dulu pagi-pagi…. biar suegeer.

BANDUNG, akwnulis.com. Mata terdiam memandang segelas kecil cairan pekat yang mengharumi kenyataan pagi ini. Gelasnya memang kecil alias mini banget tetapi tulisannya sudah menjawab sepintas tentang kepenasaran pembaca yakni satu kata ‘Espresso‘.

Singkat kata bahwa espresso ini adalah istilah yang hadir begitu jauuh dari benua eropa sana, tepatnya di italia. Asal kata dari ekspress yang berarti cepat, yakni menyajukan kopi secara cepat dan bisa dihabiskan dengan cepat karena hanya sekali tenggak bisa segera tuntas.

Cocok dengan sifat generasi millenial dan zelenial yang semuanya harus serba cepat dan praktis guys. Tapi kenyataannya masalah cepat mungkin cocok tetapi masalah rasa itu berbeda. Generasi millenial dan zelenial ini cenderung kurang suka sajian espresso original alias 7-9 gram bubuk lembut kopi yang disemburkan air panas sebanyak 45 ml, tentunya semburannya bukan pake mulut karena akan menimbulkan kejijikan karena ada unsur cudah eh ludah tetapi menggunakan mesin kopi yang miliki standar sendiri. Karena rasanya original yakni kopi murni alias ada kepahitan yang nyata.

Sebagai bukti adalah lebih banyak kopi warna warni dengan aneka cairan sirup yang digandrungi. Plus elemen lain seperti boba, konyaku dan nata de coco.

Kalau penulis sih sudah masuk generasi antara, yakni antara 40 ke 45 maka lebih fokus saja menikmati sensasi kepahitan rasa yang hadir dari sajian secangkir kopi epresso saja. Airnya sdikit tapi ekstraksinya ajib sehingga mampu membuat lidah bergetar dan rongga mulut terdiam dalam sensasi kepahitan yang komprehensif.

Jika belum puas maka pesan lagi saja double shot espresso atau disebut juga dopio. Weleeh ternyata pahit bingit…. tambahkan saja dengan air panas maka namanya berubah menjadi secangkir longblack.

Itulah pesanan yang tersaji saat ini, secangkir longblack dan secangkir kecil espresso. Keduanya berasal dari sumber yang sama yaitu ekstraksi bubuk kopi yang diproses via mesin. Juga sama-sama disajikan tanpa gula. Pembedanya adalah 1 elemen saja, longblack itu ditambah 1 shot espresso lagi dan tambah air panas, itu saja.

Kepahitan yang dihadirkan tetap sama, namun dari tujuan menjadi berbeda. Espresso lebih cocok dinikmati pada waktu yang terbatas sedangkan jika butuh waktu kongkow atau menyendiri lebih lama maka longblacklah sebagai teman setia. Jangan khawatir dengan rasa pahit yang dihadirkan, karena disitulah kenikmatan yang bisa dirasakan.

Yuk ah, sruput dulu agar kesibukan pagi ini bisa diawali dengan semangat dan kesegaran. Wassalam (AKW).

***

Lokasi : Warung kopi eh cafe.