TEMAN TAPI BUKAN.

Hadir bersama bukan berarti harus memaksa.

JATINANGOR, akwnulis.com. Berdiam di balkon hotel sambil menikmati membirunya suasana di kolam renang terasa mendamaikan hati yang sedang terguncang.

Setelah sekian hari ternyata masih lekat dari ingatan bahwa persahabatan itu tidak abadi. Hanya kepentingan yang memiliki keabadian, itu istilah kawanku yang lain, kebetulan salah satu politikus negeri ini.

Tadinya berbagai harapan telah disematkan, gagasan untuk maju bersama menapaki dunia begitu jelas terpampang di depan mata.

Eh ternyata hanya beberapa kalimat saja yang meruntuhkan semuanya. Pondasi pertemanan luruh menjadi butiran kehampaan yang mungkin tiada akhir.

Rencana untuk membuat dan mewujudkan kebaikan di lingkungan masyarakat dan mengawal pemberdayaan bagi saudara yang kurang mampu sudah terpampang. Langkah-langkah sistematispun begitu rapih disusun bertaut saling melengkapi.

Namun apa daya, semua berbeda setelah diskusi kita malam lalu.

Ternyata semesta menyertai kejadian ini, dimana secangkir kopi berdampingan dengan segelas jus jeruk yang segar. Terlihat saling melengkapi dalam memenuhi selera rasa. Kopi sebagai penguat adrenalin dan jus jeruk menyegarkan sekaligus meningkatkan imunitas tubuh.

Tapi jikalau dicampur lalu diminum, maka bukan rasa enak yang akan hadir tetapi sesuatu rasa yang menyulitkan mulut dan lidah menerimanya.

Nggak percaya, silahkan coba”

Jadi marilah kita berdampingan dalam mewujudkan tujuan tanpa memaksakan harus bersatu atau berampur sehingga menghasilkan rasa baru yang nggak jelas dan membingungkan.

Berjalan seiring kewenangan dan saling membantu pada saat-saat diperlukan. Diluar itu tetap berada di gelas masing-masing. Bersiap disruput tanpa harus dicampur dan bikin ribut.

Selamat Libur panjang kawan, tetap di rumah dan terus berkarya. Wassalam (AKW).

Turbulensi Kopi.

Biarkan turun naik & naik turun yang penting sruput dulu.

Photo : Ngopay & Ngojay di Intercontinental / dokpri.

DAGO, akwnulis.com. Semilir angin pagi menyambut raga yang galau karena didera dengan bertubi tekanan luar dalam. Tahapan perjalanan rollercoaster mengemuka dalam minggu-minggu ini.

Siapa suruh keluar zona nyaman, dan tertarik dengan tantangan”

Sebuah pendapat terngiang ringan di telinga kanan, seakan menegaskan bahwa turbulensi rasa dan angin puting beliung kenyataan ini memberi berjuta makna.

Hidup itu tidak selamanya datar kawan, adakalanya menanjak dengan drastis lalu terjerembab karena tidak pas dikala memilih pijakan. Adapula yang sudah berulangkali terjerembab dan kembali bangkit untuk meraih cita-cita yang penuh tanda tanya.

Jadi, dikala diharuskan lakukan sesuatu dalam waktu yang terbatas, maka tidak banyak galau, tetapi segera bergerak. Ikuti ritmenya dan nikmati alunan ketidakrutinannya sehingga akhirnya terasa melodi turbulensi bisa membuat senyum dikala ramai dan terbahak manakala sepi.

Memang pasti ada jetlag karena sudah sangat jarang melakukan pendadakan, tapi ibarat bersepeda meskipun sudah lama jarang menaikinya, masih bisa menjalaninya… menikmati meskipun sedikit oleng ke kanan dan ke kiri.

Sebagai pelengkap menapaki turbulensi hati maka perlu ada penyeimbang yang mengembalikan kekisruhan otak dan nurani agar kembali damai seperti hari-hari yang telah terlewati.

Caranya sederhana, ingat tagline awal corat coretku ini yaitu ‘ngopay dan ngojay‘…. aktifitas yang berbeda tetapi ada kemiripan tulisan dan pelafalan….. yang artinya ‘minum kopi dan berenang’…..

Jadi dikala kesempatan itu datang, ambil secepat kilat dan biarkan suasana turbulensi musnah berganti kesegaran raga dan hilangkan dahaga. “Nggak percaya?… monggo di coba“.

Photo : Infinity pool at Intercontinental Hotel Dago Pakar / dokpri.

Sruput secangkir kopi double espresso sambil menikmati keindahan infinity pool yang dikelilingi kehijauan alami, memberikan ketenangan yang hakiki. Melepaskan dari kegalauan, dan mengembalikan percaya diri bahwa perjalanan ini memang betul terjadi.

Selamat bertasbih dengan untaian hari, jalani ketidakpastian dengan sepenuh arti dan biarkan semesta yang memetakan arah takdir hingga pada saatnya tentu akan hadir. Wassalam (AKW).