HEHA Sky view (Dragon Smoke vs Americano)

Nikmati pemandangan dan sruput selalu kopay.

JOGJA, akwnulis.com. Pergerakan raga dan rasa dalam mencicipi kopi beserta kelengkapannya terus tak terbendung. Disaat kohitala perdana di kunjungan ke Jogjakarta kali ini diawali oleh hadirnya KOPI V60 MANGLUNG. Maka petualangan harus berlanjut, sayang atuh udah jauh-jauh bergerak ternyata cuman meeting trus tiduran di kamar saja. Tapi beredarlah sebelum beredar itu dilarang hehehehe.

Maka insting pencarian kopi terus berlanjut, meskipun tentu tetap saja harus menyesuaikan dengan jadwal dan keinginan untuk mengacu kepada tempat wisata yang katanya ‘happening bingit.’ Yaitu HEHA sky view. Awalnya ingin mencoba menjajal HEHA ocean view, namun dengan berbagai pertimbangan dan juga saran masukan dari sopir selaku GPS. Maka dipending karena terlalu jauh dan lama sementara banyak anak-anak yang kecapaian setelah 6 jam perjalanan dengan KA Argowilis dari stasiun Bandung.

Isi perut dan kopi awal sudah aman di Manglung Resto & View. Jadi ke HEHA tinggal menikmati suasana. Dari Manglung resto ke HEHA ternyata cukup 8 menit saja. Nggak percaya?… ya entar coba aja.

Tangga HEHA resto / dokpri.

Ternyata, HEHA memang besar dan megah. Namun seperti pasar kaget karena pengunjung begitu membludak. Untuk pengelola tentu ini yang dicari, tapi bagi kami penikmat suasana, terasa hiruk pikuk ini agak mengurangi kenyamanan.

Masuk ke HEHA sky view membayar Rp 20.000 per orang dan didalamnya bisa berjalan-jalan mencari posisi dan spot menarik sesuai keinginan terutama pemandangan sunset yang katanya begitu spektakuler. Tapi karena terlalu banyak orang, sulit mengabadikannya. Ya sudah apa adanya saja.

Meskipun kemalasan mengabadikan sedikit terobati dikala melihat seorang ibu berbaju kuning rebahan dengan santai, menikmati suasana sekaligus ketiduran. Sebuah ilmu tingkat tinggi dimana bisa menemukan kesunyian ditengah hinggar bingar dan kegaduhan. Eh atau memang udah kelelahan ya?… jadi cape ngantuk nggak nahan, entahlah.

Untuk menjaga mood tetap di level yang baik, maka saatnya hunting kopi guys. Tapi sebelumnya tetep ngikutin keinginan anak untuk mejajak jajanan yang katanya happening di HEHA ini, yaitu Dragon Smoke. Harganya 25rb perporsi.

Kirain apaan, ternyata chiki bentuk kotak yang diberi nitrogen cair. Nah makannya ditusuk pagi tusukan dari bambu, lalu berasap deh dari mulut kita, atau kalau mulutnya ditutup bisa keluar asap dari hidung…. ohhh pantesan namanya naga merokok (dragon smoke) hehehe… ada – ada aja. Pasti ketawa – ketawa pas makannya, apalagi sambil mengepul asapnya.

Tapi hati-hati, kalau tidak terbiasa bikin tenggorokan gatal, kering dan batuk lho. Jadi saran kalau beli satu porsi, makan bareng-bareng aja. Bukan masalah ‘iritisasi‘ tapi khawatir menimbulkan iritasi di rongga mulut.

Pilihan makanan lain masih banyak namun tak berani lagi beli karena bejubel dan banyak orang. Maka mlipirlah menuju restoran sambil berharap bisa mendapatkan view sunset terbaik dan ditemani sajian makanan terbaik.

Ternyata, di restoranpun sudah penuh hehehehe, ada beberapa meja tersisa tetapi bukan di posisi strategis samping kaca. Ya sudah duduklah dan pesan cemilan plus kopinya americano.

Khusus yang males baca tapi pengen liat video youtubenya, ini dia linknya : KOPI DI JOGJA VOL 1.

Rebutan sunset / dokpri

Hehehehe, ternyata lama juga. Akhirnya mendokumentasikan suasana yang ada dan menikmati minuman yang disajikan. Americano ya rasanya begitu, agak sulit bahas body, acidity dan aftetastenya. Yang pasti kepahitannya tetap memberi nuansa berbeda, apalagi jaraknya jauh dari rumah, ya sudah kita nikmati saja.

Eh ternyata anak – anak mulai cranky dan nggak sabar menanti pesanan cemilan, tetapi tak kunjung tiba, mungkin karena banyak sekali pesanan. Maka kami menyerah, akhirnya diputuskan bungkus saja. Masih menunggu beberapa saat waktunya.

Tepat sruputan terakhir secangkir americano, pelayan datang dan mengabarkan pesanan sudah dibungkus dan siap bayar. Yuk ah bayar dulu. Eh sruputtt habiskan dulu americanonya brow.

Americano at HEHA resto sky view / dokpri.

Itulah cerita singkat perjalanan ngopay di kota Jogja edisi 2, edisi satunya khan KOPI MANgLUNg. Akhirnya raga bergerak menuruni dataran tinggi ini, dan menuju tempat hotel yang akan diinapi dengan estimasi perjalanan 46 menit dari sini. Wassalam (AKW).

Kopi Setrikaan & Bahagia.

Berbuka puasa, tidak lupa bahagia dan nikmati kopi setrika….

Photo : Kopi double espresso dan setrika jadul / dokpri

CIUMBULEUIT, akwnulis.com. Berbuka adalah saat bahagia, tentu ada syaratnya yaitu melakukan ritual puasa.

“Klo nggak puasa, emang nggak bahagia pas (ikutan) berbuka puasa?’

“Kata aku sih, Enggak… Bahagia itu ada syaratnya bro, nggak percaya?.. silahkan di coba”

Sebuah jawaban yang belum memuaskan, tapi karena belum mengalami langsung suasana berbuka tapi sebenernya udah batal (berbuka puasa sebelum waktunya)… maka pendapatku tetep, ‘Bahagia berbuka itu jikalau berpuasa’.

“Trus khan perempuan ada siklus menstruasi, otomatis dalam satu bulan ramadhan ada hari-hari tidak berpuasa?” pertanyaan dengan rasa penuh perasaan kembali digelar.

“Bener itu mah, tapi untuk pembahasan awal tadi, aku nggak tahu, aku bukan perempuannn….”

Itulah sepenggal dialog yang saling mempertahankan argumen tentang salah satu definisi bahagia, padahal poin yang sangat pentingnya adalah sebuah rasa bahagia, wajib hukumnya untuk disyukuri, bukan dipertentangkan.

Omar Khayyam berkata, “Be happy for this moment. This moment is your life”

Tuhh… bener khaan?..

Jangan ketuker yaa, Omar Khayyam ini adalah sastrawan ternama di Iran sekaligus ilmuwan yang mendalami ilmu matematika dan astropologi yang lahir di Nishapur-Iran 18 mei 1048 dan meninggal pada 4 Desember 1131 H.

Di Indonesia juga ada sastrawan terkenal yaitu Umar Kayam yang lahir di daerah Nganjuk Jawa Timur pada tanggal 30 April 1932 dan meninggal pada tahun 2002, beliau adalah sastrawan, sosiolog dan seorang guru besar Fakultas sastra UGM (Wikipedia).

“Balik lagi ke pokok pembahasan kali ini, jadi berbuka puasa dimana, sama siapa dan apakah bikin bahagia?”

Photo : Japanese salad / dokpri.

Kembali pertanyaan bertubi mendera diri, yang pasti kali ini berbuka spesial sekaligus bisa nikmati kopi setrika.

“Naon deui eta?” Sang kawan penasaran sambil mengamati daftar menu sang telah tersaji.

“Silahkaan….” diriku ngloyor ke meja depan sambi membawa secangkir kecil double espresso karena terlihat ada objek menarik disana.

Objeknya adalah sebuah setrikaan masa lalu yang pake pengunci depan, biasanya sih kunci atasnya berbentuk kepala dan badan ayam jago.

Simpan gelas espresso disampingnya, pilih posisi dan….jepret!… Kopi setrikaan berhasil diabadikan hehehehehe.

Kembali ke meja tempat diskusi bersama dan bersiap sesaat lagi berbuka puasa…..

“Allahi akbar… Allahhhhh hu akbar…

….. dst”

Kumandang Adzan magrib membuncahkan rasa bahagia kami, menahan lapar dahaga sedari pagi, termasuk hindari hoax atau forward beritanya…. sekarang saatnya bahagia dengan berbuka puasa.

Bismillahiroohmanirrohim

Air putih dan 3 butir kurma menjadi pembuka, shalat magrib bergantian adalah aktifitas yang seharusnya. setelah itu, barulah kita menikmati bersama, sajian makan minum paket berbuka puasa.

Photo : gulai kepala kakap / dokpri.

Kopi setrikaan perlahan disruput… nikmaaat, dilanjutkan salad ala chef miss be resto yang begitu beraneka tumpah ruah… yummmy, hingga akhirnya appetizernyapun ternyata…. main coursenya kawan setia, Gulai kepala kakap yang menggiurkan…..yang kebetulan tembolok kawanku-nya terbatas, jadi bantu ngabisin hehehehehe. Selamat berbuka shaum di ‘Injury time’ bulam ramadhan tahun ini, Wassalam (AKW).

Kepala Kakap & Burung Punai

Enaknya kepala kakap dan burung punai goreng, yummy…

Sumber photo : Dokumen pribadi

Tawaran makan siang gratis memang tak bisa ditolak, apalagi setelah meeting sang perut sudah kerasa nagih untuk diisi. Maklum 18 jam perut hanya diisi air putih dan teh saja plus dua glek VCO dan setetes madu… 

Lagi pengobatan?..

Lagi diet?….
Nggak!!, cuman mencoba gaya hidup yang insyaalloh cocok untuk diri ini. Dan yang terpenting adalah pola gaya hidup (diet) ini akrab bingit dengan yang namanya rumah makan padang. Karena rumus sederhananya adalah Stop Karbohidrat, Stop Gula dan Ganti Lemak. Serta dipadu dengan pola puasa… entar aja dongeng lengkapnya yach. Khan moo cerita dulu tawaran makan siang lho, bukan cerita diet he he he.

Sumber photo : Capture Google maps

Ternyata tidak jauh dari sekitaran Monas tempat meeting pertama, dalam kendaraan tebengan yang meluncur membelah jalanan siang jakarta yang padat menuju bilangan pasar baru, tepatnya di jalan Krekot Bunder. RM Padang Medan Baru, itu nama rumah makannya. Tiba di depannya, sudah penuh mobil berderet parkir. Terlihat dari luar tidak terlalu luas. Tetapi setelah kaki menjejak ke dalam rumah makan, terasa luas dan panjang. Maka tanpa basa-basi menuju tempat yang sudah disediakan oleh sponsor :), duduk manis sambil ngeceng makanan yang disajikan, terutama itu tadi kepala kakappp…

Sumber photo : Dokumen pribadi

Ternyata kesampaian juga menikmati sajian kepala kakap di rumah makan ini. Termasuk bonus yang juga andalannya adalah burung punai goreng. Sedikit lebih kecil dari puyuh dan dagingnya empuk serta harum. Sajian rendang dan balado lainnya tidak sempat dicicipi karena sudah keburu terhipnotis oleh lezatnya kepala kakap dan burung punai goreng.. of course Tanpa Nasi.

Sayangnya burung punai goreng lupa diabadikan dulu, karena baru saja dihidangkan langsung menjadi rebutan para hadirin penikmat makan siang ini, kalaupun photonya adalah tumpukan tulang belulangnya serasa tak elok karena tidak beda dengan kumpulan tulang ayam goreng.

Maksi ini ditutup dengan segelas jus alpukat tanpa gula. Disajukan cepat dan betul-betul alpokat mentega less water, less Ice and no sugar. Segerrr. Nikmat. 
Alhamdulillah perut kenyang pikiran tenang. Sebagian teman berpindah duduk ke ruangan tanpa AC atau di luar area rumah makan untuk melakukan ‘ritual’ pembakaran sebatang dua batang rokok. 
Pas nyari toilet dan mushola, pegawai menunjuk arah belakang. Segera bergerak dan dibalik banyak orang cacaleuhakan eh makan-makan tersembunyi mushola yang asri dan bersih lengkap dengan tempat wudhu yang nyaman. Pokoknya musholanya rekomended dech… kecil tapi nyaman.

Setelah semua selesai maka rombongan dengan beberapa mobil bergerak ke tempat meeting berikutnya. Terima kasih kepada sponsor yang sudah mentraktir kami semua, semoga dibalas dengan rejeki yang lebih banyak dan berkah.

Wassalam

@andriekw kihapit160717