Kopi Kenya-Starbucks

Kembali lagi menjajal kopi benua afrika, yakni berasal dari Kenya… mari kita cubbbaa…

Ternyata kawan, apa yang terjadi dalam jalinan keseharian terasa tanpa kesengajaan padahal semua sudah diatur dan merupakan takdir kehidupan.

“Urusan apa kang?”

“Eeuuh… kopii!”

“Kopi deui wae… bosen”

“Duh kopi mah bukan untuk diperdebatkan tapi untuk dinikmati”

“Hayu atuh… ngopaay”

Percakapan singkat dalam pertemuan dengan kawan lama ternyata terngiang kembali dari mulut Kang Hasan, Barista Starbucks Coffee di Bandara HuseinSastranegara, yakni….

‘Kopi bukan untuk diperdebatkan tapi kopi untuk bersama dinikmati’.

Dari pertemuan singkat di depan showcasenya Starbucks lantai 2 ruang tunggu penumpang, berbicara tentang biji kopi yang dipajang dan merekomendasikan kopi KENYA… apalagi yach?

Kemarin baru dibahas santai tentang kopi Afrika yakni Kopi KIBUYE sekarang ketemu lagi sama yang inih.

Hati-hati kawan, jangan berfikir ini bahasa sunda ya. Karena kalau bahasa sunda.. KE NYa itu artinya Ntar dulu.. atau nanti dulu yaach… jauh bingit khan?

Padahal yang akan dibahas adalah kopi darii…. lagi2 benua Afrika… kopi KENYA.

Kata kang Hasan, ini adalah kopi andalan para Barista di outlet-outlet Starbucks untuk di seduh manual… makin penasaran.

***

Sebenernya di outlet ini nggak nyediain manual brew untuk menikmati kopi tampa gula, yang ada standar siih… Americano dan klo moo bold ya espresso… tapi klo espresso khan bisa kehilangan sensasi originalitas kopinya. Jadi awalnya hanya tertarik untuk membeli biji Kopi KENYa ukuran 250gr yang dijual 95rb rupiah.

Ternyata… gayung bersambut. Disaat menyatakan untuk membeli sebungkus kopi tersebut, kang Hasan ngasih penawaran, “Mau dibuatin manual pake french press kang?…”

“Mau pisan, emang boleh gitu?”

“Boleh donk, saya ambil 20gr untuk di grinder dan akang silahkan lakukan pembayaran trus milih meja yang disukai”

“Okay…” wuiih seneng bangeet. Disaat tadi sedikit terdiam karena mendengar penerbangan delay, sekarang justru senang karena bisa menikmati manual kopi disini, dibuatin lagi… Fabiayyi alaa irobbikuma tukadziban.

***

Sambil menikmati Cheese Quiche sebagai pengganti makan siang yang tertunda, pikiran melayang dan teringat wajah orang-orang tercinta andaikan ini liburan sama mereka, betapa menyenangkan. Tapi ya sudah meskipun hadir disini karena perintah, yang pasti jalani semua dengan hati yang pasrah. Menerima kenyataan adalah obat dan cara manjur untuk kehidupan tanpa beban pikiran berlebihan.

“Selamat siang kang, maaf menunggu agak lama” Suara kang Hasan memecahkan lamunan. Ternyata datang dengan senampan persenjataan barista profesional. Kopi KENYA sudah hasil menggiling, french press, es batu, gelas mini untuk espresso dan ada 2 gelas putih lain yang berisi sesuatu… “Apa itu kang?” Kepo donk.
“Ini lemon… nanti saya sajikan dengan kopi… dan rasakan sensasinya”

***

Ternyata di Starbucks ada namanya coffee talk, sebuah pelayanan kepada pelanggan yang memiliki interest tinggi kepada si biji hitam harum kecoklatan. Menyajikan kopi diseduh oleh sang barista di meja pelanggan sambil berbincang ringan… yummy. Tapi jangan lupa, beli dulu biji kopi pilihannya sebelum di grinder dan disajikan.

***

Sajian pertama dengan menggunakan french press, suhu air 90 derajat celcius dan dibiarkan berektraksi selama 4 menit. (Nggak lupa kang Hasan bawa stopwatch). Setelah itu ditekeeen.. dan langsung disajikan ke gelas yang tersedia. Takarannya 1 :15 ya… jangan lupa sisa kopi di tabung french pressnya dialihkan ke tempat berbeda, agar tidak terus berekstraksi dan menghasilkan rasa berbeda.

“Mangga kang…”

Harumm menyentuh hidung…

Srupuuut….. hmmmm… sebuah aliran misterius menggenangi mulut merendam bawah lidah, perlahan ditahan. Terasa nikmatnya menyerap, body dan acidity medium, ada selarik rasa berry yang mampir diujung bawah lidah, taste yang menyegarkan…. yummy.

***

Sajian kedua ditambah es batu menghasilkan ice coffee yang segeer pisan…

Dan sajian ketiga adalah ice coffee dicampur lemon… jadi gimana rasanya ya?.. penasaran.

Ternyata… rasanya luar biasa… segernya sensasi berbeda. Kesegaran lemonnya dominan disaat minuman menyentuh lidah tetapi pas diakhir rasa kopinya tertinggal begitu pas bikin pengen lagi… komposisinya monggo sesuai selera… apalagi kata kang Hasan ditambah sedikit gula.

“Nggak bakal tergoda ah dengan sedikit gula… udah maniees”

Awwww…..

Terima kasih atas kesempatan menikmati sajian manual kopinya kang Hasan.

***

Akhirnya pengumuman petugas bandara yang memisahkan kita. Karena nggak lucu khan klo ketinggalan pesawat gara-gara terlarut dalam menikmati kopi. Wassalam (AKW).

Kopi Kamwangi AA – Kenya

Menikmati Kopi Spesial dari Afrika bersama Keluarga kecil yang ceria.

Hari minggu sekarang terasa begitu berharga karena satu-satunya hari yang bisa bercengkerama dengan keluarga kecilku. Setelah senin hingga sabtu sore tergadaikan oleh kesibukan yang menyita waktu tanpa perasaan.

Tapi itulah hidup, kesibukan adalah keniscayaan apalagi dibalut oleh tanggung jawab dalam mengelola komitmen. Klop sudah kawaan.

Profesi diri menjadi suatu cerminan bahwa dimanapun berada dan kapanpun beraktifitas perlu menjaga sikap yang disebut istilah ‘Religius disiplinus’

Mari kita jaga sopan santun, toleransi dan kebersamaan.

“Eh jadi serius nulis beginian?”

“Justru beginian itu yang bakal bikin kita survive dan akhirnya memenangi pertautan semu antara abu-abu hingga menghitam.

Hayu ah ngopi manual brew duuuluuu……

***

Karena posisinya sedang beredar bersama istri tercintah & anak semata wayang. Maka pencarian kopinya menyesuaikan dengan tempat dimana kami bertiga sedang kukurilingan.

Cafe Toby’s Estate yang jadi pilihan kali ini. Terletak di Lobby depan Mall Paskal23 Bandung.

Awalnya moo pilih-pilih aneka kopi untuk di manual brew pake V60… eh ternyata cuman ada 1 jenis… ya gpp… siapa tau emang the best coffeenya.

Langsung orderrrr……

Sajian perdana adalah babycino yang nggak pake lama disruput Neng Binar hanya hitungan detik.

“Tambah lagi ayaah” rengekan anak kicik yang mengagetkan. Lha wong bapak ibunya blom ngopi eh nich anak udah curi start aja.

Ibunya akhirnya tersenyum lega setelah pesenan kopinya datang, cafelatte yang menggugah selera. Tapi teteep kurang bisa menikmati aku mah, beda jalur…. khan aliran kopi tanpa gula dan tanpa lainnya… susu, cream, dll.

***

Kesempatan terakhir, tibalah sajian single origin manual brew V60 hasil racikan barista Toby’s State… tradaaaa : 200ml kopi ‘Kamwangi AA’ dari Kenya Benua Afrika sana.

Tersaji apik dengan gelas tabung plus ada ukurannya serta satu gelas kecil untuk digunakan menikmati sajian kopi sedikit demi sedikitt…. serta satu kartu informasi kopi yang apik dan lengkap.

Aromanya harum menyegarkan… wuihhh tak sabar segera srupuuut. Srupuut… pelan tapi pasti. Bodynya medium light…. buat pemula nggak terlalu bikin kuagheet

Nah acidity-nya juga medium… trus tastenya muncul rasa tomat dimulut, lidah bawah serasa menari digelitik asam segar rasa tomat dan sedikit orange plus nuansa tropis terasa memenuhi ruang imajinasi, melupakan sesaat rasa hati dan seakan tidak menjejak bumi… aaaw lebay.

***

Ternyata sesaat tuntas menikmati manual Brew Kamwangi AA… anak cantik juga abis 2 gelas ‘Babycino‘… waddduh gaswaat…. ntar kita bahas khusus tentang BABYCINO ini yaa….

Yang pasti, bersama keluarga adalah utama tapi ngopi hitam adalah keharusan. Wassalam (AKW).

Catatan :
Alamat Toby’s Estate Bandung
Lobby Cai, Lt 1 10 -11, Jalan Pasirkaliki, Kebon Jeruk, Andir, Kb. Jeruk, Andir, Kota Bandung, Jawa Barat 40181