IKUTAN

Ya sudahlah….

CIMAHI, akwnulis.com. Sebuah aplikasi yang pernah booming dua tahun lalu, sekarang hadir kembali diantarkan oleh kegabutan banyak orang karena terkekang sangkar pandemi.

Padahal aplikasi ini 4 bulan lalu hampir hilang dari peredaran atau malah sudah tidak dipakai lagi , tetapi ternyata takdirnya berbeda kawan….. karena memiliki tema hiburan lintas usia dan keyakinan maka cukup membantu mengurangi kebosanan banyak orang dan meng-eksis-kan individu dalam ranah dunia media sosial yang mengharu biru.

Jadi, bukan ikut-ikutan ini mah, tetapi tepatnya IKUTAN, titik. (AKW).

Kopi Susu Moeloek.

Menemani anak (belum) gadis sambil menikmati kopi susu praktis.

Photo : Sajian Kopi Susu Moeloek dan kohitalanya / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Seharian disibukkan dengan aktifitas bersama anak dan istri yang sudah sama-sama merasakan efek bosan di rumah, pengen ketemu temen sekolah, pengen jalan-jalan dan seabrek keinginan yang harus dikendalikan demi mengikuti anjuran negara untuk tetap berdiam dirumah, memutus penyebaran virus corona.

Pagi-pagi sibuk berjemur sambil rebutan saluran yutub yang menyajikan tutorial senam. Terjadi perebutan video karena yang satu pengen video zumba anak sementara ibunya memilih zumba dewasa… ayahnya mah kalem saja sambil nonton zumba-zumba (baca : lumba-lumba) sambil menikmati zumba-suoup (baca : Zuppa-soup)..

Lha katanya olahraga sambil moyan (Berjemur), kok malah makan?

Tiada jawaban hanya gumaman karena mulutnya lagi penuh hehehehehe….. Sarapannya segera dituntaskan karena harus segera melenggak lenggokkan badan yang lebar ini mengikuti irama ritmik yang enerjik dengan gambar video anak-anak kecil yang memggemaskan.

Oke deh, anak cantikku sudah lebih dulu berpeluh karena gerakan atraktif yang dia ikuti dengan susah payah versi yutub, maka bergabunglah diriku…. ikuti gerakan dengan iringan lagu-lagu anak kekinian : down by the bay, little farmer, i got a pony tail dan sebagainyaa…

“Kemon guys!!”

***

Tuntas olahraga dan berjemur, sambil bercanda dengan anak istri, mengantarkan hari menuju siang yang diharapkan penuh ketenangan ditengah gencarnya berita di berbagai media tentang penyebaran virus corona, “Yaa Allah semoga kondisi dunia, negara dan semuanya saat segera segera membaik, kembali ke keadaan normal, Amiiin

Photo : Kopi Moeloek siap menyeduh / dokpri.

Pandangan tertegun pada sebuah kotak krem yang dikirim seorang sohib. Sebuah kotak dus krem bertuliskan ‘Kopi Moeloek‘ mengingatkan diri untuk segera menikmatinya. Tanpa banyak tanya, langsung di buka dan didalamnya terdapat jajaran sachet berwarna krem yang terlihat praktis dan menarik.

Jemari tangan reflek bergerak maka di ambil satu sachet dan dibuka dengan sobekan tangan, klo yang mau rapih yaa pake gunting… monggo terserah itu mah.

Eh ternyata dalamnya ada sekantung kopi siap seduh (karena sudah ada dudukannya dari kertas di kanan kirinya) dan 1 sachet kental manis untuk campurannya… woaah harus segera di coba.

Petunjuk penyeduhannnya sudah ada, tinggal ikutin saja…

Sobek dulu kantung kopinya, dudukkan di gelas.. eh aku mah di server kopi aja. Terus kental manisnya disobek, tapi belum dicampur dulu.

Ambil air panas 150gr dengan gelas ukur dan tuangkan perlahan di kantung kopi yang sudah terbuka, pelan tapi pasti. Ada keharuman ringan menyapa hidung dan secara instans hadir sajian kopi hitam dengan kemasan praktis dan efisien.

Karena diriku menganut aliran kohitala (kopi hitam tanpa gula) maka seduhan kopinya saja yang dinikmati…. hmmmm rasanya ringan dan harum…. kepahitan flatnya ada tetapi lebih soft di lidah, kayaknya ini blended antara robusta dan (sedikit) arabica. Jadi penasaran, langsung saja kopinya ditanya, “Eh kamu robusta atau arabica?”

Kopi yang sudah diseduh terdiam tanpa kata dan itu membuat diriku senang, karena jika kopinya menjawab, pasti raga ini sudah meloncat karena kaget bin reuwas.. biarkan nanti sang owner ‘Kopi Moeloek‘ aja yang memberi jawaban.

Oh iya, karena taglinenya ‘Kopi susu‘ praktis, maka penggabungan kopi hasil seduhan dengan kental manis langsung dicoba di cangkir berbeda dengan pengujinya adalah istriku.

Kocek kocek dan sruput…..

Woah enak, rasanya pas juga praktis nih” celoteh istriku setelah menyeruput kopi susu Moeloek ini..

Alhamdulillah, jadi bisa dinikmati oleh dua aliran penikmat kopi. Ada kohitala dan nonkohitala. Kemasan praktis dan lengkap telah dinikmati, dan nilai pentingnya adalah dinikmati bersama.

Hatur nuhun kiriman kopi susu praktisnya bu Anita, jangan bosen ngirim yaa…. hihihihi… ngarep.

***

Photo : sketsa aktifitas di tenda / dokpri.

Ayah ayo kita masuk ke tenda” suara putri kecilku memecahkan konsentrasi yang sedang mereview sajian kopi ini.

Iya sayangku, bentar ayah photo sajian kopinya dulu yaaa”

“Oke ayah”

Setelah selesai prosesi menikmati dan mereview kopi susu ini maka berlanjut dengan kegiatan mengisi waktu di dalam tenda, tenda beneran supaya sang anak nggak bosan karena sudah 3 minggu berdiam di rumah.

Sruput kopi bisa jadi pilihan begitupun beraktifitas bersama anak rupawan. Selamat wiken kawan, Wassalam (AKW).