FGD ttg Kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek

Reportase pribadi diskusi FGD bareng stakeholder dipimpin Kadishub Jabar (25/07) tentang Kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek.

Photo : Dokumen pribadi

Pembahasan tentang kemacetan di tol Jakarta – cikampek menjadi bahasan menarik dalam FGD (Focus group discusion) yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Selasa (25/07). Karena dirasakan oleh banyak pihak bahwa perjalanan melewati tol jakarta – cikampek belakangan ini menjadi suasana yang tidak menyenangkan dengan kemacetan yang luar biasa.

Termasuk para pegawai PT Jasa Marga sendiri yang notabene operator jalan tol tersebut tidak menggunakan mobil via jalan tol tetapi menggunakan moda transportasi kereta api.

Photo : Dokumen pribadi

Kadis Perhubungan Provinsi Jawa Barat membahas tentang Konsep tentang konsepsi pembangunan jawa barat yang terbagi dalam 3 kluster kawasan metropolitan yaitu kawasan BoDeBeKarPur, Bandung Raya dan Cirebon Raya. Didukung oleh 3 titik pertumbuhan di koridor Jabar selatan yaitu Palabuan Ratu – Rancabuaya- Pangandaran yang tertuang dalam Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2014.

Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa barat sebesar 5,67% diatas rata-rata pertumbuhan nasiobal sebesar 5,02%. Sebaran kawasan industri serta profil angkutan barang dimana hingga bulan juni 2017 masih 92% menggunakan transportasi jalan raya.

Kondisi eksisting di area jalan tol jakarta – cikampek terdapat 4 pembangunan yang berskala nasional yaitu :

1. Pembangunan jalan tol elevated II Tol Cikampek – Bandung.

2. LRT jabotebek

3. Pembangunan simpang susun  Cibitung – cilincing.

4. Kereta Cepat Jakarta Bandung

Jika tidak diantisipasi segera maka kemacetan akan semakin parah dan tidak terkendali. 

Photo : Dokumen pribadi

Diskusi berlangsung dinamis dengan pembicara selanjutnya adalah Dirlantas Polda Jabar yang membahas poin-poin penting keberhasilan penanganan kemacetan ini yang harus dilakukan jika bicara jangka pendek adalah dengan contra flow dan buka tutup gerbang tol secara bergiliran. Serta pemanfaatan teknologi ter-anyar seperti pada saat penanganan lalu lintas mudik dan balik lebaran tahun ini seperti RTMC dan ATCS. 

Insyaalloh pada hari minggu, 30 juli 2017 di Bundaran HI, Jakarta. Kadishub Jabar dan Dirlantas Polda Jabar akan menerima Penghargaan Presiden yang diserahkan Wapres atas keberhasilannya dalam mengamankan dan lancarnya arus mudik dan balik lebaran tahun ini.

Photo : Dokumen pribadi

Karena dampak kemacetan memiliki implikasi yang luas tidak hanya kerugian langsung seperti penggunaan bahan bakar dan waktu perjalanan yang panjang, tetapi hilsng juga kesempatan melakukan kontrak, deal deal dan transaksi keuangan akibat terjebak macet berjam-jam.

Perwakilan dari PT Jasa Raharja, PT KAI, Pelindo II, PT Jasa Marga, Kadin dan para akademisi saling bertukar pangdangan dan sharing keilmuan serta pengalaman terutama kaitan forecasting kondisi jalan tol sesuai dengan perspektif dan kajian masing-masing yang memang perlu dikaji secara akademis tetapi juga berpacu dengan waktu untuk target implementasinya. Pada intinya pihak terkait siap mendukung program pemerintah di bidang transportasi ini.

Kesimpulan dari FGD ini adalah :

1. Merancang pergerakan arus transportasi darat  dialihkan menggunakan Kereta api dan laut (pelabuhan)

2. Mengatur pergerakan orang dan barang dengan mengoptimalkan pola rekayasa lalu lintas.

3. Mengatur tarif moda transportasi pengganti; 

4. Perlu regulasi dari pemerintah pusat untuk mengatur pergerakan manusia dan barang serta bersifat mengikat bagi semua pihak.

Photo : Dokumen pribadi

Demikian tulisan singkat tentang FGD yang bertema kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek akibat pembangunan 4 proyek strategis ini. Setelah ditutup acara ini dilanjutkan makan siang dan ternyata menimbulkan antrian panjang, sehingga disarankan melakukan rekayasa lalu lintas menggunakan contra flow he he he. (Akw)

Bersepeda itu Takdir.

Manfaatkan mode switch dalam jalani takdir kehidupan.

Photo & barangnya : dokumen pribadi ๐Ÿ™‚

Hidup itu unik dan penuh dinamika serta terkadang miliki daya kejut yang perlu dihadapi dengan keikhlasan. Karena dengan keikhlasan maka perjalanan kehidupan ini terasa lebih nyaman. Juga kepasrahan serta yakin kepada takdir Illahi. Tidak ada yang kebetulan, semua sudah diatur dalam catatan Allah SWT tetapi kita manusia tidak diberi kemampuan untuk tahu.

Inilah sekelumit ceritanya,… ahayy.

Kamis sore, sambil menyetir kendaraan. Sang otak nggak mau diam, merancang rencana esok hari dengan segala pertimbangan subjektif dan objektif. Evaluasi singkat sambil meraba lemak yang mulai bertumpuk kembali di pinggang kanan kiri, maka jawabannya adalah “kurang olahraga“… dengan misi itu di break down menjadi strategi dan akhirnya mengerucut dalam kebijakan. Dikerucutkan lagi menjadi program, dan implementasinya adalah Rencana Kerja untuk sasapedahan esok hari… 

Nyampe rumah pas adzan magrib berkumandang. Segera bergegas membersihkan diri sebelum ocon dengan putri semata wayangku. Mandi 5 menit bisa kelar dan dijamin badan agak bersih. Kenapa harus kilat?… karena panggilan, “Ayahh… ayaah” dan gedoran tangan mungil di pintu kamar mandi akan berkumandang jika lebih dari 5 menit di kamar mandi.

Wajar toh anak kangen sama ayahnya yang sibuk bekerja dan pulang kerja (hampir selalu) disaat mentari sudah tenggelam dari cakrawala.

Photo & barangnya : dokumen pribadi ๐Ÿ™‚

Setelah shalat isya, anak cantik sedang asyik makan dengan ibu dan neneknya. Perlahan ke belakang dan mempersiapkan sepeda serta kelengkapannya untuk digunakan besok pagi ke kantor. Kacamata, sepatu, kaos kaki, celana berpelana, hingga manset dan topi sepeda sudah disiapkan untuk menyambut esok hari. Setelah tuntas segala persiapan untuk esok, kembali bercengkerama dengan anak tercinta hingga menemaninya berdoa sebelum tidur sambil netek ke ibunya. 

Ternyata selesai doa dibaca bukan terlelap yang ada tetapi mata kembali cerah cรฉnghar dan ceria. Jadilah malam itu begadang hingga tengah malam. Bergantian menemani anak 16 bulan yang tak henti berjalan dan berlari kesana kemari.

Sambil nungguin sang anak yang terus bermain, melirik handphone karena indikator kelap kelip menandakan ada sesuatu. Waktu menunjukan pukul 23.11 wib, ternyata ada pesan whatsaps dari bos.

“… besok hadiri agenda rapat di Hotel Mulia Jakarta jam 08.30 wib s.d selesai…”

Lemaslah sudah karena program kegiatan yang dirancang sesuai misi pribadi esok hari harus bubar berantakan.

Segera dijawab pesan tersebut, …”Siap pa, laksanakan.”

Photo & barangnya : dokumen pribadi ๐Ÿ™‚

Segera otak pake mode switch dan merunut rencana tindak. Tak banyak langkah yang harus dijalani, yaa kalau dirinci sebagai berikut :

 1. Hapus rencana bersepeda esok hari.

2. Cari temen yang bisa nyetir untuk ke jakarta. Soalnya jumat sore dari jakarta ke bandung itu perlu perjuangan dan kesabaran ( ….pernah trauma macet jakarta ke bandung 8 jam dong).

3. Cek Tiket kereta api via aplikasi PT KAI, sesuai perkiraan, untuk pulangnya sold semua gerbong dan semua jam.

4. Ngasih pengertian ke istri klo besok harus ikut terbangun dini hari, klo poin ini ‘aman‘ karena istriku faham kondisi kerjaan suamiww..

5. Masang alarm 30 menit sebelum berangkat, buat jeda mandi, ganti baju dan berhias… aww.

6. Terakhir yang terberat…. lupakan dulu rencana bersepeda esok hari dan mungkin terganti kesempatan di lain hari.

Gitu aja dulu…

Selamat menjalani takdir masing-masing :). (22/07) (Akw)