Ngopay & Ngojay-ku.

Tak terasa nulis ngopay dan ngojay udah 2 tahunan.. sruputt.. gejebur.

Photo : Ngopay & Ngojay / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Sebuah keserasian adalah keindahan dan presisi memberi catatan ketelitian tersendiri. Meskipun atas nama seni, sebuah posisi yang tidak beraturan bisa menghasilkan keindahan. Bisa juga pola-pola yang bertabrakan baik warna ataupun bentuk akan menghasilkan aneka persepsi yang didasari dari pendapat dan opini pribadi bergabung dengan pengalaman hidup yang pernah dijalani, bahasa simpelnya adalah seni abstrak, ceunah, atau absurd… eh atau kontenporer… mohon koreksi klo salah gan.πŸ™πŸ™πŸ™.

Tapi…. secara umum, keserasian πŸ“š menjadi adalah sesuatu hal yang mudah dinikmati tanpa perlu berfikir panjang atau mengira-ngira apa sih yang ditampilkan atau tentang gambaran apa yang sedang dihadirkan.

“Bener nggak?”

Photo : Ini Ngopay Kotala V60 / dokpri.

Jawabannya akan variatif, meskipun feeling sih… klo di survey, kecenderungan khalayak akan sepakat dengan keserasian nan presisi yang menghadirkan keindahan.. ayoo… setuju atuuuh.

Begitupun dengan blog ini, akwnulis.com yang tak terasa sudah 2 tahun lebih hadir menjadi media curhat onlen pribadiku sekaligus ajang silaturahmi via share link rutin ke kontak-kontak WA yang ada… maaf klo ngeganggu yaaa.

Photo : Ini Ngojay / dokpri.

Beragam tanggapan yang hadir dalam kata ataupun emoticon dan juga tanpa respon apapun… tidak masalah, yang penting semangat berbagi informasi baik tetap terjaga dengan tema mengerucut tentang ‘Ngopay & Ngojay’ atau minum kopi dan berenang… meskipun cerita tentang kopi masih mendominasi, tapi renang dan kolam renangpun selalu hadir sesekali…πŸŠβ€β™‚οΈπŸŠβ€β™€οΈπŸŠβ€β™‚οΈ

Maka, gambar di awal blog ini mewakili sebuah persepsi, mewakili keserasian tema ‘ngopay & ngojay‘ sekaligus berusaha meng-capture keindahan alam Cipanas garut dalam kesegaran pagi, kebeningan kolam renang dan kenikmatan secangkir kopi hitam.

Photo : Ngopay Olangan Kopi Lanang / dokpri.

Meskipun sebenarnya agak sulit juga kalau minum kopi β˜•β˜•β˜• sambil berenang, karena yang diminum pasti lebih banyak air kolam renangnya atuh hehehe… jadi bisa juga minum kopi di pinggir kolam renang sambil menikmati kopi dan pemandangan yang berenang.. woiiiiiiii……. ups salah lagiii…

Yang paling aman adalah menikmati kopi tanpa gula🍡🍡 dengan seduhan manual dan kopinya spesialty dilanjutkan dengan menceburi eh menceburkan diri di kolam renang, apalagi jikalau kolan renangnya air hangat…. nikmat pisan, lalu jangan lupa dihadirkan dalam jalinan kata dan kalimat yang mungkin bisa memberikan manfaat, minimal bisa dibaca dengan cepat dan ada informasi penting yang didapat.

Selamat menjalani sisa wiken bersama keluarga sebelum esok hari kembali berjibaku dengan tugas-tugas masing-masing yang tak pernah ada habisnya…πŸ’‘πŸ’‘πŸ’‘ Alhamdulillahirobbil alamiin. Wassalam (AKW).

Kopi Tubruk & Angka2.

Mengamati angka demi angka sambil ngopi, yummy.

Photo : Kopi Tubruk kuled Giggle box / dokpri.

BANDUNG, akwnulis.com. Memandangi angka yang tertera di layar besar memang menarik untuk disimak, apalagi mengandung semangat optimisme dan pemenuhan target yang nyaris sempurna… atau malah melebihi dari target yang sudah ditentukan. Dilanjutkan dengan proyeksi langkah peraihan target di akhir tahun, makin banyak angka-angka bertaburan.

Silih berganti para pemateri memberikan presentasi sesuai divisi masing-masing, berbagai strategi dan rencana tindak yang sudah dipersiapkan.

Beranjak istirahat makan siang, maka segera mlipir mencari pilihan kudapan yang sesuai dengan harapan, yaitu kopaaay… eh kopi maksudnya.

Ditempat acara sudah tersedia sajian kopi standar hotel, tetapi dengan pertimbangan akan terjadi suasana rebutan karena perbandingan peserta dan stand minuman yang jomplang… maksudnya stand kopinya satu… pasti pada kesitu semua… sementara kopinya standar… ya sudah mlipirr.

Hotel Aryaduta Bandung itu punya akses langsung ke BAndung Indah Plaza Mall, jadi geser dikit….. cari yang lain….

tapi… dengan waktu istirahat terbatas juga belum shalat duhur, perlu berpikir cepat dan bertindak praktis.

Disamping pintu masuk mall, ada resto… “Kopi item ada?”
“Ada pak, pilihannya kopi tubruk, americano dan espresso”

“Oke.. masuuk!”

Milih tempat di lantai 2, sehingga menjadi pos tinjau yang baik, bisa lihat orang-orang lalu lalang sekaligus melihat ke pintu masuk ruang rapat.

Pilihan kopinya terbatas, tetapi tidak masalah, maka dipesanlah kopi tubruk dan kawan-kawannya.. karena tidak sendirian tetapi bersama kru, kasian khan klo mereka cuman minum kopi doang.

Photo : Max & Chesse / dokpri.

Maka cireng dan Max & Chesse ala Giggle Box menjadi teman mengopi dan mengudap siang ini… yummy.

Sajian kopi tubruknya kuled (kental) dengan tekstur permukaan yang tebal, wah meyakinkan nich meskipun sang pelayan nggak bisa jawab tentang kopi apa, tapi biasanya kopinya campuran (blended) antara arabica dan robusta… dan robustanya yang banyak hehehehe

Photo : Cireng (aci digoreng) / dokpri.

Diskusi ringan sambil nyruput kopi tubruk dan nyemal-nyemil…. udah ajaa. Setelah hajat mengopay tersalurkan, kami kembali bergabung ke ruang makan siang di hotel dan menikmati makanan yang ada, nikmaat.

Tuntas shalat dhuhur kembali ke tempat acara, mendengarkan pemateri selanjutnya, daan….. di meja sudah tersaji juga 1 cup coffee…. langsung coba diicip…. mmmmm.. americano maxx coffee BIP, pas bangeet… srupuut lagii, nikmaaat.. tapi lupa ngambil photonya.

Oh ya dalam penutupan acara ini, bapak big bos, Pak RK menekankan kepada Jajaran Direksi, Komisaris dan seluruh pejabat eksekutif yang hadir untuk bersiap menyongsong segala perkembangan jaman dan dinamikanya dengan penguatan IT yang betul-betul sempurna, profesionalisme SDM. Juga tidak lupa agar bisa kembali ke khittahnya sebagai Bank Pembangunan Daerah yang memiliki konsep, kepedulian serta fokus dalam membangun daerah, UMKM serta sinergitas dengan BUMD.

Itulah sejumput kisah kopi kali ini, bersama angka-angka dan kopi, selamat menjalani hari dengan senantiasa bersyukur kepada Illahi Robbi, Wassalam (AKW).

Kopi Korpri.

Ngopay sambil berseragam..

Photo : Sajian kopi Gununghalu berlatar seragam korpri / dokpri.

CIMAHI, akwnulis.com. Selamat jam seginih saudaraku pembaca blog ini, jangan merasa terganggu dengan kiriman link ini. Dijamin Ori tanpa Hoax… heuheuheu, dan sesuai tuntunan agama, maka ‘Iqra‘ atau bacalah…. Klo moo komen… itu lebih bagus, semoga nambah pahala.. Amiin.

Jangan terjebak dengan judul serta gambar dan langsung berpersepsi berbeda, maksud judul disinipun bukan mengkotak-kotakkan kopi menjadi milik ASN/PNS yang berseragam korpri di tanggal 17 setiap bulan ataupun tanggal lain yang menjadi hari besar nasional. Tapi momen kebetulan dikala memasuki sebuah cafe, berniat meng-kopay, ternyata banyak juga para pegawai berseragam korpri yang datang ke kafe ini karena baru saja bubar dari acara yang dihadiri Gubernur Jabar, Kang Emil.

Ceritanya….Gubernur Jabar dalam pengarahannya kepada pada Pejabat Eselon II dan III atau sekarang lebih panjang sebutannya yaitu Pejabat Jabatan Tinggi Pratama dan Pejabat Admintrator di lingkungan Pemprov Jabar menekankan bahwa :

Pertama, Jabatan itu sementara, jadi harus siap berpindah, bermutasi… eh bukan mutan ya.. tapi berpindah ke jabatan lain dengan berbagai instrumen penilaian yang ada… atau malah lepas jabatan karena sesuatu hal.

Kedua, Penilaian bagi ASN (aparatur sipil negara) ditentukan berdasarkan 3K, yaitu Kualifikasi, Kompetensi, dan Kinerja.

Ketiga, ASN yang diharapkan adalah memegang 3 hal penting yaitu Integritas, Melayani dengan hati dan Profesionalisme.

Photo : ASN lagi antri pesen kopi / dokpri.

Penekanan yang lebih penting adalah bagaimana seluruh ASN di Jawa barat bisa mengawal dan mewujudkan janji kampanye Gubernur-Wagub Jabar periode 2018-2023 dalam bentuk kegiatan kongkrit implementatif (…….tentu tetap harus berpegang pada regulasi)…. Jangan sampai.. awalnya desainnya kuda… eh di akhir jadi Kuya (kura-kura).. jauh bangeet khaan?..😜😜😜

Halah eung jadi serius beginih… tapi itulah beberapa penekanan dari pak bos, Kang Emil… yuk ah ngopay dulu
.. srupuuuut… sruputtttt.. eh srupuuuttt… puttt.

Kok tahu siih tentang arahan gubernur, nguping yach?”

Sebuah pertanyaan yang tidak usah dijawab ah, senyumin ajaaa….

Srupuuut…..

Sajian kopi arabica Gununghalu dengan manual brew v60 rasa lengkap after taste berry-nya… nikmat penuh sensasi, body mediumnya membuat familiar di lidah… nikmaat. Perbandingan 1:15 dan panas 90Β° celcius (kata sang barista), cukup berhasil mengekstraksi bean gununghalu ini sehingga tersaji rasa khas kopi arabica java preanger…. yummy.

Gitu ceritanya kopi korpri hari ini, oh iya lokasi ngopaynya di dekat tempat acara yaitu di Kabuci 372 Coffee, Jl. Kolonel Masturi, Cimahi Utara Kota Cimahi. Wassalam (AKW).

Kertajati – Lampung

Mengangkasa dari Bandara Kertajati ke Lampung.

LAMPUNG, akwnulis.com, Adzan shubuh berkumandang, disaat raga ini sedang bersiap untuk mengikuti perjalanan takdir hari ini. Segelas air hangat ditambah peras jeruk nipis membuka kesegaran hari ini, menenangkan jiwa serta memberi nuansa beda agar lambung tetap bersahaja.

Perjalanan dimulai dengan menggunakan kendaraan dinas menuju Bandara Kertajati di Majalengka melalui Toll gate Baros 2 yang masih lengang seakan tak punya kawan di pagi buta.

Jiusss…. Innova lama berlari membelah pagi, menyusuri jalan tol Cipularang lalu berbelok kanan memasuki ujung tol Cikampek, dan kembali melesat lurus di mengikuti jalur jalan tol Cikampek – Palimanan.

Perjalanan sepanjang kira-kira 180 km ditempuh dalam waktu 125 menit, berarti kecepatan rata-rata adalah 90 km/per jam, ditambah 15 menit mampir di rest area.

***

Tepat pukul 07.00 wib, kami memasuki gerbang Bandara kebanggaan rakyat jawa barat yaitu BIJB Kertajati, Bandara Internasional Jawa Barat di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka.

Tak lupa segera mencari spot photo yang pas, minimal muka depan bandara baru ini bisa diabadikan dengan smartphone kesayangan menggunakan teknik ‘luckyshot’ alias mimilikan.

CetrΓ©k…
CetrΓ©k.

“Ngapain seeh lu kesini?”

Pasti penasaran yaaach. Setelah hampir 7 bulan pasca penerbangan bersejarah dari Bandung – Kertajati dan pendaratan pesawat kepresidenan yang menjadi momen sejarah pembukaan bandara baru ini. Diriku disibukkan dengan tugas-tugas lain plus mengikuti diklat selama 4 bulan. Sehingga kembali saat ini, baru berkesempatan menginjakkan kaki disini.

daan… yang jadi senengnya, dapet tiket gretongan buat terbang pake pesawat Garuda ke Lampung, Alhamdulillah. Hatur nuhun BIJB.

***

Setelah tuntas acara seremoni parade sambutan, khususnya kata-kata dari Pak Sekda Jabar, “… dengan ini, secara resmi penerbangan perdana pesawat Garuda dari Bandara Kertajati ke Bandara Radin Intan II di Lampung resmi dibuka!!”
Maka… penerbangan dimulai.

Tok tok tok…
“Horeee… prok.. prok.. prok.”

Rame aja pokoknya, trus yang bikin seneng adalah para penumpang yang moo ikutan penerbangan hari ini hampir 80% dari seat yang tersedia di pesawat ATR72-600 udah ludes terjual.

Pak Sekda dan pejabat pemprov Jabar juga Pak Plh Bupati Majalengka hadir pribadi, melepas kepergian ini dengan rasa bangga. Bandara kebanggaan Jawa Barat, bandara yang berada di tanah Majalengka akan semakin maju dan penuh pesona.

“Bismillaahi majreeha wa mursaahaa inna rabbii laghafuurur rahiim” (QS.Hud :41).
‘Dengan nama Allah (semoga) menyertai perjalanan dan mendaratkan (pesawat ini). Sungguh, Tuhanku, benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’

***

Perjalanan ditempuh dengan waktu sekitar 1 jam 10 menit, pesawat ATR72-600 mendarat dengan mulus di Bandara Radin Intan II, Lampung. Membawa kami menginjakkan kaki kembali di tanah Lampung.

Selamat untuk Garuda.
Selamat untuk BIJB.
Selamat untuk seluruh rakyat Jawa Barat.

“Hidup Kertajati!!!”

Akhirnya tuntas juga menulis perjalanan perdana ini, Cimahi – Kertajati, Kertajati – Radin Intan II. Wassalam (AKW).

KEK Pangandaran dalam Perjuangan.

Perjuangan menuju KEK Pangandaran 2019.

Photo : Perahu Nelayan bersandar di Pantai Barat Pangandaran / dokpri.

Perjalanan selama 6,5 jam membelah malam dari Bandung hingga Pangandaran dijalani bersama tim kecil ditemani rintik hujan yang semakin deras mengguyur bumi.

Tepat jam 02.00 Wib dini hari memasuki gerbang kawasan wisata pangandaran, salah satu kawasan pariwisata terbaik di Jawa Barat dengan pantai yang indah, area cagar alam olahraga air dan tentunya kawasan pantai yang unik dimana bisa menikmati sunrise dan sunset di satu kawasan yang sama, tinggal jalan kaki antara pantai timur dan pantai barat.

Tiba di Mess Dinas SDA Jabar, segera bersih-bersih, wudhu dan shalat isya. Lalu merebahkan diri dan terlelap.

***

Shubuh terbangun oleh derasnya air hujan yang jatuh ke atap mess. Mengurungkan niat untuk segera beranjak dan mengejar sunrise, boro-boro bisa lihat sang mentari terbit, lha wong hujan gueedee banget... jadi ya akhirnya siap-siap saja di kamar untuk mengikuti aktifitas dinas hari ini di wilayah selatan jawa barat.

Kegiatan pagi ini diawali dengan peninjauan lapangan ke kawasan pengembangan PT PMB yang merupakan badan usaha pengusul untuk Kawasan Ekonomi Khusus di Pangandaran pada sektor pariwisata. Peninjauan ini di awali dengan photo bersama para tamu yang dinanti sejak pagi, yaitu Bapak Arief Yahya Menteri Pariwisata, Pak Ridwan Kamil Gubernur Jawa Barat, Pa Jeje Bupati Pangandaran serta para tamu undangan khususnya para pemegang saham konsorsium PT PMB ini, bapak Sudarmono cs.

“Lho kok jadi laporan formal?”
“Ya gpp atuh, satu kali nulis buat blog sekaligus bahan laporan”
“Bener juga”

“Tapi gaya bahasanya beda?”
“Udah nggak usah berdebat, nulis aja dulu. Ntar udah kelar baru lanjut berantemnya”

…. terdiam, dan nulis lagi.

***

Kunci sukses pariwisata kata pak Menpar ada 3 lho guys, “Mau tahu?”
“Ya iya dooong”

Photo : Pertemuan dengan Menpar & Gubernur Jabar / dokpri.

Pertama adalah komitmen kuat dari pemerintah, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Semua harus berkomitmen sesuai kewenangan dan kemampuannya dalam berbagai sektor terutama kebijakan tentang kemudahan perijinan serta arah perencanaan pembangunan daerah, disebut dengan CEO commitment.

Kedua adalah kebersamaan atau bergotong royong bahu membahu dalam mewujudkan cita-cita bersama.

Ketiga adalah adanya atraksi kelas dunia, sehingga menjadi daya tarik wisatawan dan dengan peningkatan wisatawan maka sektor pariwisata semakin menggelora. Terkait dengan kelas dunia maka bisa juga diusahakan daerah pariwisata ini memiliki sertifikasi kelas dunia seperti sertifikat Geopark di Ciletuh Kabupaten Sukabumi.

Trus ada lanjutannya, ada 3A yang merupakan unsur penting tentang pariwisata ini yaitu : Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas.

Nah, bicara KEK, ini adalah sebuah langkah strategis yang menjadi terobosan dalam percepatan pembangunan ekonomi masyarakat dengan lokomotifnya sektor pariwisata. Memudahkan guyuran APBN juga akses investasi internasional.

Udah gitu ditimpali oleh Pa Gubernur dengan komitmen dan konsentrasinya untuk memoles Jabar dengan ilustrasi sebagai ‘Batu Akik’ yang potensial menjadi semakin berkilau dengan menjadikan pariwisata pariwisata sebagai sektor utama pembangunan ekonomi di Jawa Barat.

Dalam 5 tahun ke depan akan hadir 27 destinasi wisata di Jawa barat, bantuan keuangan 40 Milyar per kab/kota untuk pembangunan infrastruktur dan penataan objek wisata serta berbagai pembangunan infrastruktur.

Khusus di Pangandaran, rencana reaktivasi jalur kereta api Bandung – Pangandaran sedang berproses, pengusulan perpanjangan runway Bandara Nusawiru sekaligus peningkatan status menjadi bandara internasional, serta pembangunan jalan tol Gedebage – Cilacap

Serta upaya menggolkan Pangandaran sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dengan segala kemudahan dan kekhususannya merupakan tugas bersama sehingga diharapkan menjadi pengungkit 3-5Γ— lipat pertumbuhan ekonomi di Pangandaran dibanding saat ini.

Khusus untuk Pemkab Pangandaran, bantuan keuangan dari provinsi 2x 40 M yang diperuntukan juga untuk penataan pantai barat dan pantai timur berkelas dunia seperti Waikiki beach Hawai. Rencananya juga pak Bupati Pangandaran akan diberangkatkan ke Hawai…

“Asyiik mantai di LN”

“Huss”

Duh nulis serius terus, pegel juga.

Tapi yang pasti presentasi dari PT PMB selaku badan usaha pengusul KEK Pangandaran dalam acara ini mendapat apresiasi dari pak Menteri Pariwisata, Gubernur Jabar dan Bupati Pangandaran.

Dalam kesempatan ini pula Pak Menteri Pariwisata dan Gubernur Jawa Barat bahwa di triwulan I TA 2019 akan hadir 2 KEK di Jawa Barat yaitu di Cikidang Kabupaten Sukabumi dan Pangandaran.

Semoga tindaklanjut acara ini bisa bersinergi dalam akselerasi positif dan memperjuangkan status sebagai Kawasan Ekonomi Khusus di Tahun 2019.

***

Disaat akan beranjak pulang, ternyata kendaraan dinas yang dipakai mogok nggak mau distarter.

Aya aya wae.

Ya sudah, manggil montir, tungguin,…. beres, bayar dan akhirnya…. sambil menuju arah pulang, tak lupa mengabadikan momen sebuah perahu di pinggir pantai. Khan serasa nggak lengkap klo acara di sekitar pantai tapi nggak nginjek sedikitpun atau menghirup udara laut yang bikin pengalaman hidup lebih lama terpaut. Hatur nuhun. (AKW).

Pilgub – EDM – Tiktok

Nulis kepending Pilgub trus EDM sama Tiktok…

Entahlah…

Malas itu memang misterius, atau sang rajin nulis yang penuh misteri?

Terserrrah deh. Yang pasti postingan blog agak tersendat begitu rupa sehingga biasanya rutin menulis… sekarang agak agak gimana gituuu.

“Mungkin efek pilkada langsung bro?..”

“Maksuttnya?….”

Maksutnya begini.. nich jempol udah gatel pengeeen nulis tentang sesuatu yang berkaitan sama pilgub jabar yang serentak dilaksanain kemarin hari rabu tuh… tanggal 27 Juni 2018. Nggak hanya buat milih gub cagub jabar, tapi total 171 pilkada langsung seantero nusantara.. ajib khan?

Tapi… itu tadi.. agak ngeri nulis urusan politik mah. Jadi nyimak aja di media televisi sama media online wabilkhusus medsos…

Trus mikir lagi… mungkin ada hal lain… yang mengalihkan sang jempol ini sehingga agak tersendat nulis kenulis?… ternyata jreeeng…

Pudding‘ … sebuah channel yutub yang membius anak 2 tahun semata wayang… video unboxing dan aneka mainan anak yang begitu buanyaaak ragam aneka versi… terpaksa ikutan nonton karena khawatir kontennya berbahaya bagi seorang batita…. eh lama2 suka jugaa.

Trus ada lagi……

Sebuah nama yang mencuri perhatian ini dimulai dari pembicaraan kumpul bocah para ponakan… yang ribut urusan jaket hoody bertuliskan ‘Alan Walker’

Sopo yaa?… pokoknya pada ngefans beraat gituuu…

“Siapa Alan Walker (AL) tuh?”

Eh.. para ponakan cengengesan tanpa ngasih penjelasan yang utuh, yoouw maklum dech… masih umur 5 tahun, 7 tahun dan 12 tahun…. ehhh tapi jangan bandingin sama kita di umur yang sama…

Anak sekarang beda… otaknya beda.. gaulnya beda… kemajuaan jamannya udab uedddhan…. jadi siap2 kita yang udah jadi orangtua musti super kreatif dan inovatif mengejar kemajuan jaman dan mengasuh serta mengawal anak di jalan yang benaaar…..

Nah balik ke si AL ini jadi bersentuhan sama EDM… apaaan lagi tuch?… itu tuch Electronic Digital Music, yang dimainin para DJ-DJ terkenal itu tuuch….

Aaah makin jauhhh nich.. tapi si AL ini di usia belia, dianugerahi Allah… karunia kemampuan buat bikin musik via software FL Studio di laptopnya dan nyiptain lagu perdananya ‘Faded’…. yang Bummmm….

Boooming jadi lagu kebangsaan gamers, yutubers, bloggerr sedunia aherat… eh sedunia ding… trus Sony Music menggandengnya… daan makin terkenal…

Moo info lengkap ya gugling aja guys.

Klo mau tau musik EDM… gampang… yang lagi booming EDM-dhutnya ‘Syantiek’nya Sibad… di yutub viewernya udah melesat dan paling unggul saat ini.

Terkait suksesnya Sibad di yutub itu juga andil dari aplikasi medsos berbagi video versi egol-egolan sukahati buatan tiongkok yaitu ‘Tiktok‘ yang nembus 44,3 juta pedownload… melewati yang download aplikasi WA 33 jutaan… daaan mayoritas yang download ‘tiktok’ itu…. saudara kita setanah air… aiiih tiktok yuuuuuu.

***

Itulah cerita singkat yang mengganggu aktifitas menulis blogku beberapa hari ke belakang ini. Sehingga lebih asyik nonton yutub berisi EDMdhut dan kompilasi video tiktok yang akhirnya untuk diriku ini NirFaedah ternyata nyuri kuotanya nggak kira2, padahal udah pake aplikasi ‘Yutube Go’… ampyuuun dech.

So…. kuasai diri.. kendalikan dan pertahanan keajegan diri dan orisinalitas blog akwnulis… simple story with simple language.

Selamat wayah kieu. Gudbaaay (AKW).

Historical Flight Kertajati 240518

Goresan pena pribadi, ikutan bantu-bantu demi suksesnya ‘Historical Flight’ Kertajati BIJB tanggal 24 Mei 2018.

Kamis pagi sini hari yang berbeda, terasa desiran rasa dan detak ketegangan semakin meningkat. Kenapa?… entahlah. Tapi ada rasa khawatir, was was dan palaur.. menghadapi momen nanti sore.

Semalam memang tidak ikut mendampingi pa Bos untuk persiapan akhir di kantor PT.BIJB karena tugas lain ke Ibukota. Tetapi grup WA baru bernama ‘Pansus Historical Flight’ yang terus berbunyi notifikasi makin bikin adrenalin ketegangan meningkat.. karena yang terpenting adalah bagaimana acara ini bisa sukses terlaksana. Meskipun diri ini bukan siapa-siapa, tetapi sumbangsih peran sekecil apapun menjadi berharga jikalau bersinergi dengan semua yang memiliki peran dan tanggungjawab lebih besar.

Historical flight… atau penerbangan bersejarah.. penerbangan perdana menuju Bandara Internasional baru yang dibangun di tanah Jawa Barat yaitu di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka… Bandara Internasionan Jawa Barat Kertajati dengan kode KJT……. sebuah mimpi yang akan menjadi kenyataan…

Apakah bisa terwujud?… ketegangan meningkat.

***

Jam 07.00 pagi sudah melesat menyetir si hitam Tangguh menuju Bandara Husein Sastranegara.

……..Pikiran melayang ke tanggal 13 Februari 2018 lalu di acara Rapat kerja dan Evaluasi PT BIJB didaulat membaca sajak bin puisi yang dikarang hanya 12 jam sebelum acara karena ‘perintah‘ bapak Captain Virda DE & Ceu Anita dengan judul ‘BIJB Ngajomantara’.

Puisi BIJB Ngajomantara.

Saat itu gelora semangat semakin terasa dari hadirin yang hadir khususnya ‘Super Dream Team‘nya PT BIJB. Menghapuskan kegamangan dan kekhawatiran berganti dengan optimisme terukur dan langkah ikhtiar maksimal serta tentu permohonan Doa kepada Sang Pemilik Alam semesta, Allah Subhanahu Wataala. Semoga tanggal 24 Mei 2018 dapat mewujudkan Historical Flight…. Amiiin.

Tak terasa gerbang Bandara Husein Sastranegara sudah menyambut. Bergerak terus menuju area Wisma Soumpil yang dijaga para anghota TNI-AU yang kekar dan gagah.

.. Punten…

Masuk ke Wisma Soumpil terasa aura VVIPnya, karena akses dari sini hanya bagi beberapa penumpang terbatas dibawah kewenangan Danlanud Husein Sastranegara. Tetapi karena hari ini ada rencana ‘Historical Flight’ jadinya diriku juga boleh masuk karena dapet tugas untuk BBSR ‘bantu bantu sagalarupa.’

***

Photo : Berpose dulu sama EO & Tim BIJb sesaat setelah backdrop terpasang/dokpri.

Bantuin semangat dari EO yang pasang back drop juga diskusi tentang rencana penentuan kursi di pesawat serta siapa yang dikalungin bunga jadi pembahasan pertama dengan Tim PT BIJB (Bu poppy, Bu Osa, Bu Winda, Pa Arief, bu Putri, pa Jessy dan banyak lagii) dan mbak Irna & Feby dari EO … juga Bu Agung Kabag BUMD, trus disusul sama Pa Bagja KaBag Invesda, Pa Odi Kasubag PP, Pa Yogi Kasubag Investasi, Pa Heri, Pa Hafid, Bu Ira, Bu Leni, Bu Noni, indra… juga pa Heru dari Dishub… ramee dan banyak personil.

Meskipun candaan terlontar tapi ketegangan semakin terasa, apalagi pas bahas urusan pembagian tugas untuk melayani proses ticketing nanti siang, siapa yang masuk ke Pesawat Batik Air dan siapa yang masuk Ke Pesawat Garuda. Memang list penumpang sudah di finalkan tadi malam karena harus memenuhi aturan yang ditetapkan otoritas bandara dan maskapai penerbangan, tetapi pelaksanaannya semua nol… semua tidak berpengalaman sama sekali.

Jadi…. hayu kita berdoa dulu.

Jangan lupa sempetin telepon ayah dan ibunda serta istri atau suami masing2.. mohon doanya agar Historical Flight ini terlaksana dengan lancar… dan sukses.

Photo : Pesawat RI 1 mendarat di Kertajati disambut prosesi Salute canon Water/FB pak Virda DE.

“Pesawat Kepresidenan sudah mendarat di Bandara Kertajati” Seru Mba Ossa.

“Alhamdulillahirobbil alamin” .… serempak menjawab. Rasa senang tersurat… sekaligus makin tegaang…

***

Menit berlalu semakin terasa begitu cepat, bolak balik dari terminal penumpang ke wisma Soumpil cukup menguras tenaga tapi semua dijalani ikhlas dan ceria.

Ikutan milah tiket batik air di lantai 2, ngebroadcast agar tamu undangan datangnya nggak terlambat serta diskusi seru disaat ada request untuk mengubah seat bisnis bagi tamu VVIP… allaaamaaax, tim PT BIJB pucat, EO terdiam… akupun ikutan.

Tapi…. semua harus dipecahkan. Ayo kita diskusi-kordinasi dan berdoaaaa..

Allahu Akbar… Allaaaaahu Akbar… dst.

Awal adzan dhuhur menghenyakkan kami, “Wadduh waktu sebentar lagi, Tiket garuda belum tuntas trus yang Batik Air juga masih proses, Gimana dong?” Suara Winda dan Poppy barengan.

“Yuk kita jamaahan dulu, nanti bagi tugas untuk ticketing di Terminal penumpang dan disini” suara pa Arief BIJB menenangkan, semua setuju. Bergilir ambil wudhu dan berjamaah di Mushola Wisma Soumpil…

Bismillah.

***

Photo : Para Tamu undangan mengerubuti meja ticketing/ photo by mr.HPshut.

Meja penerimaan sudah siap di Terminal penumpang didepan counter keberangkatan…. langsung para tamu undangan yang semangat sambil tak lupa menunjukan undangan masing-masing. Kolaborasi Tim BIJB-EO-BiroSPIBUMD yang langsung dipimpin Pa Plt Kabiro menjadi petugas pelayanan tiket #salutpakbos.

Photo : Tim Sarek begaya duyuu/dokpri.

Kesibukan dimulai, semua ingin dilayani dan nggak mau ketinggalan terbang… alhamdulillah semua berjalan lancar. Meskipun ada keterlambatan pelayanan dan kekurangan lain… ya harap permaklumannya atuh, baru sekarang ini teh… nembean jadi pelayanan ticketing di bandara.

Photo : Counter Ticketing di Wisma Soumpil sedang persiapan/dokpri.

Begitupun di Wisma Soumpil para tamu undangan VIP dan VVIP berdatangan. Kordinasi via telepon dan WA begitu kencang dan semua mulai merasakan ketegangan yang lebih tinggi.. wow… ded.. deg… deg.

Para tamu VIP dan VVIP diarahkan ke dalam Wisma Soumpil.. nah para ajudan, sekpri, dayang dan pendampingnya yang sibuk dan agak riweuh karena memang tidak persis seperti proses check in di bandara… ini mah spesial sehingga perlu kesabaran dan ketulatenan… sekali lagi… mohon maklum, ini yang pertama… please.. please.

Diriku juga ikutan pontang panting, termasuk jaga portal yang masuk wilayah halaman Wisma Soumpil karena banyak tamu undangan yang ‘maksa masuk’ padahal sebenernya ticketingnya di area terminal keberangkatan penumpang….

Cemunguutz eaaa… sama pa Okat dan Indra, lupakan jabatan sejenak… melebur diri menjadi pelayan yang baik… kemoooon.

Photo : Photo bareng Ibu Bupati Cirebon & Bu Kabag BuMd/Dokpri.

Untungnya diriku, pa Plt Kabiro, para Kabag dan kasubag ama staf di Biro SPIBUMd dikasih baju Koko seragam dengan Tim BIJB sehingga terlihat kompak melayani sebagai ‘petugas BIJB’… layani dengan tulus dan ikhlas ya guys…

SIAppp….

Photo : Begaya dulu yaa… /Dokpri.

Undanganpun mayoritas berbaju koko putih, beriung di meja Ticketing dan mulai tidak tertib… tapi dengan kecekatan ala petugas bandara, Bu Ira dan bu Leni tandem juga dengan bu poppy & tim BIJB melayani dengan cekatan dan sabar, karena mulai muncul keluhan.

Begitupun tamu undangan VIP dan VVIP di Soumpil mulai gerah dan ditambah banyak undangan yang mendatangi counter di Soumpil padahal jelas seharusnya ke terminal Penumpang….

Keringat bercucuran… dag dig dug… derrr.

***

Ketegangan semakin tinggi, pembagian tiket dengan menit waktu terus berlomba menuju saatnya boarding yang semakin dekat…. kami harus segera tuntaskan karena pesawat Batik Air akan terbang duluan.

Diriku dan bu Kabag BUMd harus menyerahkan tugas kepada Tim BIJb khususnya yang Tamu VIP dan VVIP dengan pesawat Garuda… bu Winda & Bu Putri yang masih standbye

Wayahna nya geulis….

kami berlari menuju pesawat dengan sebelumnya menyerahkan tiket ke petugas… boarding cuuuy.

***

Photo : Berpose sebelum naik pesawat/WA indra.

Sebelum naik pesawat, kami berpose bersama kru batik air dengan membawa spanduk ‘Historical Flight’... rasa lelah dan lapar tergantikan bahagia karena sesaat lagi… penerbangan perdana pesawat komersial yang bersejarah akan dimulai.

Tik.. tok.. tik… tik.. tok

Suasana dan situasi di dalam pesawat menjadi cerita indah selanjutnya.

Bersambung ke Historical Flight Kertajati Jilid 2.

Wassalam (AKW).