Alone di Incheon.

Akhirnya menginjakkan kaki di negeri ginseng meskipun sendirian.

Photo : Pesawat Korean Airlines di Incheon Airport / dokpri.

INCHEON, akwnulis.com. Akhirnya setelah perjalanan menembus malam selama kurang lebih 7 jam, maka sang burung baja Korean Arlines mendarat dengan lembut di landasan runway bandara Incheon Korea Selatan.

Sebongkah syukur kembali terucap dalam hati dimana di tahun ini akhirnya bisa nge-cap paspor lagi, dan yang membuat lebih bersyukur adalah hadirnya paspor biru setelah 2014 lalu habis tapi tidak diperpanjang lagi.

Tepat setahun lalu beredar di negeri tetangga yang dekat-dekat saja, salah satu tulisannya nggak jauh-jauh… urusan bikin kopi sambil nyeduh manual pake V60, ini tulisannya : MANUAL BREW DI NEGERI SINGA.

Tiba di Bandara Incheon tentu segera bergerak menyusuri koridor bandara yang cukup panjang. Konsentrasi penuh sambil mengkombinasikan mata antara melihat petunjuk arah yang mayoritas bertuliskan mongul korea juga bahasa inggris dipadupadankan dengan gerakan orang – orang yang pasti nggak bakal kemana-mana… arahnya ke imigrasi terus ambil bagasi atau yang transit dan entah kemana mereka akan pergi.

Photo : Satu sudut Incheon Airport / dokpri.

Seorang diri berjalan mengikuti takdir ini, sambil tak lupa menikmati momen perdana menginjakkan kaki di korea. Proses imigrasi lancar dan cepat, pengambilan bagasipun hanya butuh sedikit kesabaran dan akhirnya tas pink besar hadir menemani kesendirian.

Langkah selanjutnya yang sangat penting adalah menuju toilet untuk segera membasuh raga serta berganti pakaian dengan long jhon lalu dibalut celana hitam dan kemeja pink, tidak lupa berdasi senada dan akhirnya jas hitam melengkapinya… gaya khan?…

Bukan apa-apa, tetapi sebuah persiapan untuk mengikuti meeting sesuai schedulle yang sudah tersusun… eh sikat gigi, gel rambut dan cukur jenggot tidak lupa dilakukan, sehingga keluar toilet dengan tampilan stylish. Bisa menutupi kekhawatiran dan kebingungan yang tersimpan di hati dengan wajah dan penampilan hitam & pink yang rapih… siapa tahu di bandara ketemu sama personil kpop cewek yang lagi hits disini, BLACKPINK heu heu heu heu ngarep

“Gimana caranya menggunakan transportasi di sini?”

Tidak sulit, tinggal cari petugas yang akan memberikan informasi tentang pertanyaan tersebut. Tadinya ingin mencoba menggunakan MRTnya korea atau kereta api expressnya…. tetapi ternyata ke lokasi yang dituju harus berganti 3x kereta dan dari stasiun satu ke stasiun lain akan membingungkan bagi yang pertama kali…. trus nentengin koper pink gede lagi.

-berfikir keras-……

Photo : Kartu Taksi Internasional / dokpri.

Akhirnya karena waktu mepet tinggal 3 jam lagi, diputuskan menggunakan jasa taksi internasional, agak mahal sih tapi apa mau dikata…. ternyata bener adagium ‘

“Waktu adalah Uang“…. lebih mahal tapi pasti apalagi di negeri orang… capcuss

Eh belummm… kita musti nunggu dulu sopir taksinya, namanya Mr Kim… bayarnya nanti pas udah nyampe tujuan dan berdasarkan argo, kaleem……

Hanya sekitar 5 menit menanti, datanglah sang sopir taksi. Tanpa basa basi langsung bergerak menuju arah luar bandara…. pas pintu kaca terbuka dan berada di posisi luar area bandara….. cepppppp…. udara dingin menerpa wajah dan raga…. dingiiiiin…. 4° celcius ternyata… brrrrrrr… dingiin.

Aslinya dingin banget menusuk tulang lho… padahal sudah berpakaian 3 rangkap.. Long jhon + Kemeja pink + Jas serta nggak lupa dasi pink.

Photo : Taksi Internasional di Korea / dokpri.

Perlahan tapi pasti, suhu badan menyesuaikan dan rasa dingin yang menyergap bisa di jalani dengan ikhlas hehehehe…. maksudnya otomatis menyesuaikan.

Menuju taksi dan segera menuju pintu depan sebelah kiri dengan maksud mau duduk di depan untuk menikmati pemandangan. Tiba-tiba… “Nooo… it is my chair!!”

Terlonjak kaget karena sopir taksi langsung menarik gagang pintu belakang dan melarang meraih pintu kiri depan…. ternyata memang pintu kiri depan adalah kursi sopir… khan di korea mobilnya stir kiri… heuheuheu… dasar ndeso.

Dengan senyum dikulum dan pipi sedikit merona menahan malu, masuklah ke dalam taksi dan bersiap menikmati perjalanan selama kurang lebih 2,5 jam dari Bandara Incheon menuju tempat pertemuan di Caosan Asan Station Provinsi Cengchungnam Korea selatan. Berangkaaat, Bismillah (AKW).

Kriteria Lokasi KEK

Catatan penting sebagai informasi awal untuk pengusulan KEK.

Photo : Perlu strategi & negosiasi / dokpri.

PANGANDARAN, akwnulis.com. Sekarang mau titip dulu informasi penting terkait kerjaan, tapi jangan salah ya guys, tetep di ketik ulang pake 2 jempol sendiri di keyboard smartphone.
“Ih kamu nggak praktis, khan bisa tinggal copas aja, beres dech”

Nggak dijawab, senyumin aja. Tiada maksud lebay. Tapi seiring umur mulai kepala 4 ini, latihan menuliskan kembali kata-kata selain tentunya olahraga jempol yang berkualitas (maksudnya dibanding nulis hoax) juga berfungsi untuk menguatkan daya ingat, i hope.

Gitu lho, jadi sekarang tulisannya tentang Kriteria Lokasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang lagi nge-trend nich.

Dasar aturannya jelas yakni pasal 4 Undang-Undang 39 Tahun 2009 dan pasal 7 PP Nomor 2 Tahun 2011, lokasi KEK yang dapat diusulkan untuk ditetapkan sebagai KEK harus memenuhi persyaratan :

1. Sesuai dengan RTRW dan tidak berpotensi mengganggu Kawasan lindung.
RTRW meliputi kawasan budaya yang peruntukannya berdasarkan Perda RTRW kabupaten/kota dapat digunakan untuk kegiatan KEK yg diusulkan.

2. Adanya dukungan dari pemerintah provinsi dan/atau pemerintah kab/kota yang bersangkutan.
Dukungan pemerintah provinsi dan/atau pemerintah kabupaten/kota paling sedikit meliputi :
a) komitmen rencana pemberian insentif berupa pembebasan atau keringanan pajak daerah dan retribusi daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah serta kemudahan, dan
b) pendelegasian kewenangan di bidang perijinan, fasilitas, dan kemudahan dengan mengacu kepada ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang penanaman modal.

3. Terletak pada posisi yang dekat dengan jalur perdagangan internasional atau dekat dengan jalur pelayaran internasional di indonesia atau terletak pada wilayah potensi sumber daya unggulan.

Posisi yang dekat dengan jalur perdagangan internasional atau dekat dengan jalur pelayaran internasional merupakan lokasi yang memiliki akses ke pelabuhan atau bandar udara atau tempat lain yang melayani kegiatan perdagangan internasional, infrastruktur transportasi yang menghubungkan lokasi KEK dengan pelabuhan atau bandar udara atau tempat lain yang melayani kegiatan perdagangan internasional.
Posisi yang dekat dengan jalur pelayaran internasional di indonesia merupakan lokasi yang memiliki akses ke :
a) Alur laut kepulauan indonesia.
b) Jaringan pelayaran yang menghubungkan antar pelabuhan internasional hub di indonesia dan pelabuhan internasional di Indonesia, dan
c) Jaringan pelayaran yang menghubungkan antar pelabuhan internasional hub dan pelabuhan internasional dengan pelabuhan intersional di negara lain.

Posisi yang terletak pada wilayah potensi sumber daya unggulan merupakan lokasi yang berdekatan dengan sumber bahan baku industri pengolahan yang dikembangkan.

4. Mempunyai batas yang jelas.
Batas yang jelas meliputi batas alam antara lain dapat berupa sungai atau laut atau batas buatan antara lain dapat berupa pagar atau tembok atau batas lain yang terlihat secara fisik.
Pada batas KEK harus ditetapkan pintu masuk atau keluar barang untuk keperluan pengawasan barang yang masih tergantung kewajiban kepabeanan dengan berkoordinasi dengan kantor pabean setempat.

Gitu dulu ya.. ntar dilanjut ke Pengusul KEK, maksudnya siapa saja atau lembaga apa saja yang bisa mengusulkan sebuah lokasi untuk ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus. Wassalam (AKW).